A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 10 : Festival Olahraga bagian 3

Sakura mendengarkan instruksi yang di katakan oleh Naruko dengan seksama. Cuaca hari ini yang benar-benar panas, membuat Naruko sering marah-marah sendiri karena kepanasan. Apalagi anak-anak cowo tidak mau latihan dan hanya mau main bola.

"Gaara menyebalkan.." Kata Naruko.

Sakura tersenyum. "Cuman latihannya mungkin kak, pas tanding mereka pasti serius.." Kata Sakura.

Naruko menoleh, lalu mengeleng frustasi. "Bukan seperti itu Sakura.." Kata Naruko.

Sakura mengernyit bingung. Bukan seperti itu? Maksudnya apa?

Naruko yang menyadari tatapan bingung Sakura, menghela nafas lalu mulai melanjutkan kalimatnya. "Kamu mau tau, kenapa di lomba lari estafet ini, kelas kami hanya sedikit yang mau ikut?" Tanya Naruko.

Sakura mengangguk. Memangnya apa yang salah? Lomba lari estafet kan menyenangkan?

"Semua karena Gaara.." Kata Naruko.

Sakura mengeleng tidak percaya. "Mana mungkin? Sabaku-san kan orangnya baik.." Kata Sakura. Walaupun dia baru ketemu Gaara hari ini, tapi Sakura yakin Gaara orang baik, terlihat dari sikapnya.

"Dia memang baik tapi semenjak hari itu, Gaara tidak mau lari dengan serius. Sikapnya berubah. Jadi menutup diri.." Kata Naruko.

Sakura tambah heran. Hari itu? Hari apaan? "Maksudnya hari itu?" Tanya Sakura.

"Naruko.."

Naruko dan Sakura menoleh dan melihat Gaara yang sudah berdiri di hadapan mereka. Menatap mereka dengan tatapan dingin yang menusuk.

Deg

Siapa yang tidak takut dengan tatapan dan aura seperti itu? Walaupun Sasuke memiliki aura dan tatapan yang sama seperti Gaara, tetap saja kalau dengan Sakura, tatapan dingin Sasuke berubah jadi lembut.

Sekarang Sakura menyadari betapa menakutkan tatapan dan aura seperti itu.

Naruko ketakutan melihat Gaara. Bibirnya kaku, susah untuk di gerakkan. "Gaara, a-aku ha-hanya.."

Mata Gaara memincing. "Jangan katakan apapun pada orang luar, aku tidak suka.." Kata Gaara dan kini beralih menatap Sakura. "Dan kamu Haruno-san, jangan terlalu sok perduli dan ingin tau. Sikapmu itu memuakkan dan menyebalkan.." Kata Gaara.

Sakura menunduk. Sungguh kata-kata Gaara itu sangat dingin dan menusuk.

"Gaara, jangan keterlaluan dengan Sakura.." Kata Kimimaro. Walaupun Kimimaro mengerti dengan yang di maksud Gaara tetap saja Gaara kerterlaluan, membuat Sakura sampai gemetaran.

Gaara mendecih. "Kamu takut dengannya Kimimaro? Karena dia cucu Tsunade-sama?" Kata Gaara.

Kimimaro menggeleng. "Bukan begitu.."

"Lalu apa? Aku hanya bilang sikap dia memuakkan dan menyebalkan.." Kata Gaara.

"Gaara, tenangkan dirimu. Kita pergi.." Kata Juugo dan menarik Gaara pergi.

Kimimaro menghela nafas lega. Dia mengambil posisi duduk di sebelah Sakura. "Jangan dengarkan dia, Gaara hanya sedang kepanasan.." Kata Kimimaro.

Naruko mendecih. "Alasan macam apa itu? Kepanasan? Kamu kira dia cacing?" Kata Naruko.

Kimimaro menatap Naruko kesal. Tak bisakah Naruko melihat kalau Kimimaro sedang berusaha menghibur Sakura?

Sakura mengangkat kepalanya lalu bangkit berdiri. "Terimakasih Naruko-senpai dan Kimimaro-senpai, aku pergi dulu. Sepulang sekolah aku akan kembali latihan.." Kata Sakura membungkuk memberi hormat.

Naruko mengernyit bingung sama seperti Kimimaro melihat langkah Sakura yang tergesa-gesa. Mereka berdua hanya bisa mendesah kesal dan juga lelah.

'Lagi-lagi Gaara berulah..' Batin mereka berdua. Sehati heh?

.

.

Sasuke berjalan menuju kelas dengan tatapan datar yang sebenarnya kesal, di sebelahnya Naruto tidak berhenti mengutarakan pendapatnya untuk acara penutupan nanti.

Sasuke mendengus, menghentikan langkah kakinya. Naruto yang menydari hal itu pun ikut berhenti berjalan dan berdiri di hadapan Sasuke.

"Bagaimana menurutmu Sasuke? Lebih bagus aku pegang bass? Drum? Atau ah, vocalist saja ya?" Celoteh Naruto.

Lagi-lagi Sasuke mendengus kesal. Dari pada berdiam diri, dia lebih memilih ke kelas.

"Sepertinya aku lebih cocok jadi vocalist Sasuke. Apalagi vocalista kan populer kan?" Berlanjutlah celotehan Naruto.

"Hn.."

Naruto tersenyum lebar mendapat respon dari Sasuke itu. "Nah,nanti aku bisa menyanyikan lagu romantis buat Saku-chan deh.." Kata Naruto. "Habis itu dia putus dengan kamu dan jadian denganku. Kami tunangan menikah lalu hidup bahagia selamanya.." Khayal Naruto.

Ctak

Langkah kaki Sasuke berhenti. Perempat siku muncul di keningnya. Apa tadi kata Naruto? Dia dan Sakura putus? Bloody hell. Selama 2 tahun ini belum ada yang bisa merebut dan membuat Sakura berpaling darinya.

"Dalam mimpimu Dobe.." Kata Sasuke.

Naruto menoleh dan memasang wajah tak terima. "Lihat saja, nanti juga Saku-chan berpaling darimu.." Kata Naruto.

Sasuke tersenyum meremehkan. "Dia milikku dan selamanya akan menjadi milikku.." Kata Sasuke dan berlalu pergi.

Naruto mengeram kesal. Rasa kepercayaan diri Sasuke, membuat dia kesal. Sepertinya Naruto berharap agar ada seseorang yang bisa membuat Sasuke pontang-panting, meskipun bukan dirinya.

Sreg

Dengan segala kesempurnaan yang ia miliki -Sasuke- menggeser pintu kelasnya. Mata onyxnya langsung mencari sosok yang sedang ia cari-cari dan akhirnya dia menemukannya, sedang duduk sendirian.

Dengan perlahan Sasuke berjalan mendekati Sakura yang sedang asik memandang ke luar jendela. Terdengar suara helaan nafas gadis itu. Kening Sasuke berkerut, tidak biasanya Sakura terlihat seperti itu.

"Ehem.."

Sakura tersentak dan langsung menoleh. Terlihat Sasuke yang sedang mengangkat sebelah alisnya.

Sakura menghela nafas lagi, lalu menunduk. Sasuke yang tidak suka akan hal itu, dengan menggunakan jemarinya, dia mengangkat wajah Sakura agar melihat ke arahnya.

"Sakura, tatap aku.." Kata Sasuke.

"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura setelah emerladnya menatap sang onyx.

"Jika ada masalah, ceritakan.." Kata Sasuke.

Sakura memalingkan wajahnya. Enggan menatap Sasuke. "Aku tidak punya masalah.." Kata Sakura.

"Hn.. Teruslah berbohong.." Kata Sasuke dan menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Aku tidak bohong kok.." Kata Sakura.

Sasuke mendesah kesal. "Kamu kira berapa lama aku sudah mengenalmu? Aku hafal kebiasaanmu Sakura.." Kata Sasuke.

Tidak ada respon.

"Kalau sedang gugup, tangan kamu dingin. Kalau ketakutan atau khawatir kamu akan mengingit bibir bagian bawahmu lalu.."

"Baik, aku ada masalah.." Kata Sakura memotong kalimat Sasuke. Percuma saja kalau dia tetap kekeh.

Sasuke tersenyum penuh kemenangan.

"Ada kaka kelas yang bilang kalau tingkah aku itu sok perduli yang memuakkan.." Lirih Sakura.

"Dia laki-laki yang mirip dengan Sasuke-kun. Menurutku dia baik tapi saat temannya ingin bercerita padaku tentang 'sesuatu', dia marah.." Kata Sakura.

"Mungkin dia bukan marah Sakura.." Kata Sasuke.

Sakura mengangkat sebelah alisnya, tanda tak mengerti.

"Bisa saja hal itu adalah kenangan buruk yang tidak ingin ia ingat atau hal pribadi yang tidak bisa sembarang orang ketahui. Berikan dia waktu untuk menerimamu dan dengan sendirinya dia akan bercerita.." Kata Sasuke.

Wah, saudara sekalian. Kalian boleh bertepuk tangan menyasikkan seorang Uchiha Sasuke yang berkata sepanjang itu. Tidak biasanya heh Uchiha?

Sakura tersenyum mengerti. "Terimakasih Sasuke-kun.." Kata Sakura lalu menyenderkan kepalanya di bahu Sasuke.

Sasuke tersenyum tipis. Tangan kananya mulai memainkan helaian rambut panjang Sakura.

"Apakah sikap perduli itu memuakkan Sasuke-kun?" Tanya Sakura.

"Sesuai waktu dan situasinya.." Kata Sasuke.

"Apakah sikap perduliku pada Sasuke-kun membuat Sasuke muak dan kesal?" Tanya Sakura.

Sasuke diam. Menatap emerlad yang kini sedang menatapnya penuh harap. Melihat ekpresi serius Sakura seperti ini, membuat ide jahil terlintas di benak Sasuke.

"Iya, sangat memuakkan dan membuatku kesal. Jadi tolong hentikan.." Kata Sasuke dengan tampang datar se datarnya.

Perlahan ekpresi serius Sakura, berubah menjadi kesal dengan perkataan Sasuke.

"Aku kan memperhatikanmu demi kebaikanmu. Aku ngga mau Sasuke-kun celaka. Bukannya senang malah bilang gitu. Huh.." Kesal Sakura. Pipi gadis itu mengembung dan bibirnya di kerucutkan, membuat Sasuke tidak tahan untuk tidak mengecupnya.

Sasuke tersenyum tipis. Di kecupnya pipi Sakura. Membuat sang gadis memerah karena kesal dan juga marah. Melihat berbagai ekspresi Sakura adalah hiburan tersendiri untuk Sasuke.

"Aku bohong. Aku sangat suka sikap kamu yang itu Hime.." Seringai Sasuke.

Blush

Wajah Sakura langsung memerah melihat seringaian Sasuke itu. Sakura menundukkan kepalanya malu, tidak mampu menahan pesona kekasihnya itu.

"Hime, jangan sembunyikan wajah meronamu. Aku sangat menyukai ekpresimu itu.." Kata Sasuke dengan nada seksi nan menggoda.

Sakura tambah menundukkan kepalanya. Demi apapun, dia tak kuasa dengan pesona Uchiha bungsu ini.

Sementara Sakura kian merona, seringaian di wajah Sasuke kian lebar. Di angkatnya wajah Sakura dan dengan perlahan, Sasuke mempersempit jarak di anatara mereka. Mata mereka bertatapan dan jarak semakin sempit, kedua mata itu terpejam ..

Semakin dekat..

Dekat..

Dekat..

"Sakura.. Maafkan aku.. Eh? Kalian?"

Sasuke mendecih kesal. Tinggal sedekit lagi dan moment mereka di rusak oleh kehadiran Shikamaru dan Ino.

Sakura memandang tajam ke arah Ino. "Ke mana saja kau pig?" Tanya Sakura.

Ino cenges-cengesan. "Gomen, tadi aku menyelesaikan sesuatu dengan Shika.." Kata Ino.

"Hmm.. Begitukah? Kamu hutang cerita denganku pig.." Kata Sakura.

"Ya ya.. Terserah. Bagaimana dengan latihannya?" Tanya Ino dan duduk di hadapan SasuSaku.

"Sepulang sekolah kita latihan. Tapi aku harus menelpon Sasori-nii dulu.." Kata Sakura.

"Si merah menyala itu? Pakai izin segala.." Kata Shika.

"Kamu tidak tau Shika? Sasori seperti satpam penjaga Sakura.." Kata Sasuke.

Ino terkekeh. "Yang sering kena hukuman, pasti tau gimana Sasori-nii itu seperti apa.." Kata Ino.

"Berisik.." Kesal Sasuke.

Niat jahil Ino kian besar. "Jadi, kalian masih tidak bisa kencan untuk berapa lama lagi? Dan soal wilayah, sepertinya Uchiha Sasuke kalah dengan seekor serangga ya?" Kata Ino.

Sasuke menatap tajam Ino. Sakura berusaha menangkan Sasuke. Tapi tetap saja niat usil Ino masih terus berlanjut dan berlanjut.

"Hn.. Aku harap, Sasori-nii kesedak kopi panas.." Kata Sasuke dan tawa Ino dan Sakura langsung pecah. Melihat tampang devil dari seorang Uchiha Sasuke.

.

.

Sakura menarik nafas lalu membuangnya. Menarik nafas lalu membuangnya lagi. Kegiatan itu terus berulang, membuat Ino yang melihatnya jenggah sendiri.

"Forehead, ada apa sih?" Bingung Ino.

Sakura hanya mengeleng sebagai jawaban.

Ino mendengus. "Yasudah ayo kita ke lapangan sekarang.." Kata Ino.

Setelah memantapkan hati. Sakura bersama Ino berjalan menuju lapangan dan terlihat hanya kak Naruko yang sedang berlatih.

Sakura menghampirinya dan meninggalkan Ino di belakangnya. "Naruko, ke mana yang lain?" Tanya Sakura.

Naruko menoleh. Peluh membasahi wajah gadis berambut kuning itu. "Kimimaro sedang membujuk Gaara yang tidak mau latihan.." Kata Naruko.

Pandangan Naruko teralih dan kini menatap Ino. Sakura yang tau akan hal itu, menyeret Ino. "Dia Ino, perwakilan dari kelas kami.." Kata Sakura.

"Oh, panggil aku Naruko ya Ino.." Kata Naruko.

Ino mengangguk mengerti.

"Yasudah. Kalian pemanasan dulu, setelah itu lari dengan membawa tongkat ini.." Kata Naruko.

Sakura dan Ino mengangguk mengerti lalu mulai melakukan pelatihan mereka. Dari jauh, Sasuke dan Shika memperhatikan kekasih mereka itu. Mereka memang berada di lapangan yang berbeda. Tapi cukup dekat.

Sakura dan Ino berlatih bersama Naruko. Sesekali mereka bercanda bersama. Setelah latihan, ketiga gadis itu duduk di pinggir lapangan untuk istirahat.

Dari jauh terlihat Kimimaro dan Juugo yang datang membawa air mineral dan dengan jarak yang agak jauh, terlihat Gaara datang. Sakura menenguk ludahnya. Tatapan datar dan dingin Gaara, membuat dia ingin lari saja.

"Ini pesananya.." Kata Juugo dan menyerahkan kantung berisi air mineral itu.

"Terimakasih, ini kalian ambil satu-satu.." Kata Naruko.

Ino mengangguk dan mengambil satu botol air mineral. Ino memandang heran ke arah Sakura, sahabatnya itu hanya menundukkan kepalanya saja.

Gaara pun duduk di sebelah kanan Sakura, membuat gadis itu tersentak kaget.

Menyadari suasana yang tidak enak antara Gaara dan Sakura, Kimimaro pun angkat bicara. "Siapa dia?" Tanya Kimimaro.

"Dia Ino, perwakilan terakir.." Kata Naruko.

"Aku Kimimaro, dia Juugo dan itu Gaara.." Kata Kimimaro.

"Hai, salam kenal senpai. Aku Yamanaka Ino.." Kata Ino gugup.

"Yamanaka? Berarti kamu kekasih si jenius malas itu ya?" Kata Naruko.

"Jangan seenaknya merubah nama orang Naruko.." Kata Juugo.

"Habis aku lupa nama aslinya. Hanya ingat nama julukannya saja.." Kata Naruko tanpa rasa berdosa.

"Namanya Shikamaru. Nara Shikamaru.." Kata Ino. Lebih baik dia angkat bicara sekarang, dari pada Shika mendapat julukan baru.

Obrolan seru antara Juugo, Naruko dan Ino pun terjalin. Sakura hanya menunduk. Enggan untuk menatap Gaara yang juga diam di sebelahnya. Kimimaro yang duduk di sebelah Gaara, menyikut perut Gaara dan memberikan kode lewat matanya.

Gaara mendengus kesal. Tadi berjam-jam dia di ceramahin oleh Kimimaro dan Juugo dengan tema 'perbaikan sikap' dan sekarang dia di paksa untuk minta maaf.

"Gomen.." Kata Gaara pelan.

Sakura mendongkak dan melihat jade yang kini sedang menatapnya.

Sakura mengeleng. "Aku yang harusnya minta maaf. Maaf Sabaku-san, aku lancang.." Kata Sakura.

"Aku juga salah sudah berkata dan berperilaku kasar.." Kata Gaara.

Sakura tersenyum. "Kalau begitu kita sama-sama salah.." Kata Sakura.

Gaara mengangguk menginyakan. Dari pada urusan tambah repot dan berbelit, iyakan saja.

"Aku tau Sabaku-san belum menerimaku tapi lamban laun pasti Sabaku-san akan menerimaku dan dengan sendirinya akan bercerita. Seperti seorang sahabat.." Senyum Sakura.

Gaara terhenyak. Biasanya orang-orang akan memaksanya untuk bercerita, hanya tersenyum palsu untuknya. Setelah sekian lama. Akhirnya dia bisa mendengarkan kalimat yang hangat dan manis itu, juga senyuman yang melegakan itu.

Naruko, Juugo dan Kimimaro lega melihat Gaara dan Sakura sudah membaik. Lari estafet membutuhkan kerja sama dan kalau hubungan di dalam kelompok tidak baik, bagaimana mereka mau menang?

.

.

"Sakura tambah kecepatanmu.." Teriak Naruko dari tepi lapangan.

"..."

"Posisi tanganmu yang benar.." Teriak Kimimaro.

Bruk

Naruko mendesah frustasi. Sebentar lagi festival olahraga akan di buka. Mereka hanya mempunya 1 hari tersisa dan Sakura belum bisa mengimbangi kecepatan mereka.

"Kalau begitu tempatkan dia di posisi pertama saja.." Usul Juugo.

Naruko berfikir. "Lalu kita yang akan berusaha merubah posisi?" Tanya Naruko.

"Kalau perbedaannya jauh, sama saja boong.." Kata Kimimaro.

"Tapi kalau di taruh di belakang, lebih parah lagi.." Kata Naruko.

Juugo melirik ke arah Gaara yang sedang memperhatikan Ino dan Sakura di tengah lapangan. Seandainya saja Gaara bisa membantu.

"Ku harap, kami bisa mengandalkanmu Gaara.." Kata Naruko.

Gaara menoleh. "Aku tidak berlari.." Kata Gaara.

Kimimaro dan Juugo sudah bisa tau jawaban Gaara pastilah itu.

"Tapi kami membutuhkanmu, masa karena hal sepele, kamu tidak mau lari?" Kata Naruko.

Rahang Gaara mengeras, tanpa basa basi. Pemuda berambut merah acak-acakan itu pun pergi, pulang ke rumah.

Naruko mengeram frustasi melihat tingkah Gaara.

"Sudahlah, besok kita bicarakan lagi.." Kata Kimimaro.

Naruko mengangguk setuju.

"Sakura, Ino, sudah petang, kita pulang.." Kata Juugo.

Sakura dan Ino mengangguk. Mereka pun berjalan menuju kaka kelas mereka dan setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.

"Duluan Sakura, semangat oke?" Kata Ino.

Shikamaru memandang lutut Sakura heran. Banyak sekali plesternya. "Lututmu kenapa Sakura?" Tanya Shika.

Sakura tertawa aneh. "Jatuh saat latihan.." Kata Sakura.

Shika mengangguk mengerti. "Hati-hati, bisa-bisa Sasuke membantai lapangan dan membuat lapangan gundul lagi.." Lelucon Shika.

"Haha.. Lucu sekali tuan Nara.." Kata Ino.

Shikamaru mendengus. "Aku berusaha menghibur Sakura.." Kata Shika.

"Tidak usah menghiburnya, leluconmu membuat perut sakit. Sama sekali tidak lucu.." Kata Ino blak-blakan.

"Yasudah. Duluan Sakura, di jemput Sasuke?" Tanya Shika.

Sakura mengeleng. "Sasuke sedang mengantar Mikoto-baa san pergi. Aku bisa pulang sendiri.." Kata Sakura.

"Hati-hati Saku, langsung pulang.." Kata Ino.

Sakura mengangguk mengerti dan setelah memastikan pasangan itu pergi. Sakura berbalik menuju sekolah. Kembali mulai latihan larinya.

Rupanya, setelah semuanya pulang, Sakura masih berlatih hingga larut sendirian. Seperinta Akatsuna Sakura tidak bisa menerima kalau dirinya payah dalam berlari.

'Aku menjatuhkan tongkat 3 kali, yang benar saja. Lariku sangat lamban di banding Ino..' Batin Sakura.

Berkali-kali Sakura berlari untuk melatih dirinya. Kakinya terasa sakit dan nyeri. Tinggal 1 hari lagi dan dia harus bisa lebih baik dari yang sekarang.

Sebenarnya selama Sakura latihan ekstra, Gaara sering memperhatikannya. Gaara heran dengan Sakura, kenapa harus bersusah payah begitu hanya untuk lomba yang tidak penting?

Tidak tega dengan Sakura, Gaara pun menghampiri gadis berambut soft pink itu. Mata emerlad menatapnya sayu, terlihat sekali kalau gadis itu kelelahan. Gaara berjalan ke hadapan Sakura dan menarik kaki gadis itu, membuat Sakura meringis.

"Sakita Sabaku-san, apa yang kamu lakukan?" Kesal Sakura.

Gaara hanya menatap Sakura, membuat gadis itu bungkam. "Tendon di kakimu tertarik, jangan terlalu memaksakan diri.." Kata Gaara.

Sakura tersenyum lalu mengeleng. "Aku harus lebih cepat dari yang sekarang. Untuk itu aku harus berlatih lagi lagi dan lagi.." Kata Sakura.

Gaara mendesah panjang. Gadis ini keras kepala sekali. Padahal sudah kelelahan begitu. "Teruslah berlatih.." Sakura tersenyum mendengar perkataan Gaara "Dan saat itu kakimu akan cedera atau patah.." Senyuman Sakura langsung luntur begitu mendengar lanjutan kalimat Gaara.

Sakura tersenyum kecut lalu mulai merenggangkan kakinya. "Aku hanya ingin berusaha dan juga tidak ingin mengecewakan yang lain.." Kata Sakura.

"Kenapa? Kamu kan baru mengenal mereka.." Kata Gaara.

Sakura mengangkat bahunya tanda tidak mengerti. "Tidak tau. Hanya saja melihat dukungan dari mereka, membuat aku merasakan sesuatu dan mendapatkan sesuatu.." Kata Sakura.

Gaara mendengus. "Cara berfikir yang kekanakan.." Kata Gaara.

"Kalau begitu bagaimana cara berfikir yang dewasa menurut Sabaku-san?" Tanya Sakura.

"Aku hidup untuk diriku, aku tidak percaya dengan apapun yang kamu katakan itu, apalagi yang namanya cinta, janji dan kepercayaan. Semuanya bohong.." Kata Gaara.

Sakura menatap jade Gaara. Entah kenapa jade itu terlihat kesepian dan kesakitan.

"Dengan alasan apa Sabaku-san berkata seperti itu?" Tanya Sakura.

Gaara tersenyum meremehkan. "Gadis itu, dia bilang cukup aku percaya dengannya, cukup aku mencintainya, cukup hanya dengan janji. Tapi apa nyatanya? Dia pergi dengan pemuda yang lebih kaya. Hanya karena uang. Menjijikan.." Kata Gaara.

Sakura mengerti sekarang. Liontin itu. Milik Gaara dan kekasih dulunya. "Tidak semua gadis seperti itu kok. Jikai Sabaku-san menutup mata, maka yang seharusnya terlihat jadi tidak terlihat.." Kata Sakura.

Gaara mengernyit bingung tidak mengerti.

Sakura tertawa aneh. "Aku baca kalimat itu di buku milik Sasuke-kun.." Kata Sakura.

Gaara tersenyum kecil. "Aku iri dengan kalian. Kalian tampak akur dan saling menjaga.." Lirih Gaara.

Sakura menyentuh lengan Gaara, membuat pemuda berambut merah acak-acakan itu menoleh ke arahnya. "Karena kami percaya satu sama lain. Hatiku dengan hati Sasuke-kun saling terhubung, kami di satukan dengan benang merah yang kuat bahkan dewa sekalipun tidak bisa memisahkan kami.." Kata Sakura.

Gaara terkekeh. Lalu mengacak rambut sekarang. "Sok sekali kalimatmu itu, baiklah, aku mau melatihmu.." Kata Gaara.

Mata Sakura berbinar senang tentu saja. Sakura sudah dengan dari Naruko, Gaara pelari tercepat sejak SMP dengan rekor yang mengagumkan. "Terimakasih Sabaku-san.." Girang Sakura.

Gaara tersenyum tipis. "Gaara, panggil Gaara saja. Aku sudah mengangapmu seperti sahabatku.." Kata Gaara.

Sakura tersenyum lalu mengangguk menginyakan dan sore itu hingga matahari terbenam, Sakura berlatih bersama Gaara.

.

.

Sungguh pemandangan yang langkah untuk Naruko, Kimimaro dan Juugo. Mereka melihat Gaara sedang menemani Sakura berlatih. Mereka bertiga hanya bisa melihat dari jauh Gaara yang sedang bersama Sakura.

"Sejak kapan mereka jadi akrab?" Tanya Naruko.

Kimimaro dan Juugo hanya mengangkat bahu mereka, tanda tidak tahu.

"Mana Ino?" Tanya Juugo.

"Dia sms, katanya kakinya terkilir, hari ini dia istirahat.." Kata Kimimaro.

Naruko menghela nafas. "Juugo kamu gantikan Ino untuk latihan, aku ingin lihat perkembangan Sakura.." Senyum Naruko.

Gaara memberikan tongkat merah pada Sakura. Mata jadenya melihat posisi jemari Sakura dan jika ada yang salah, tangannya akan membetulkan posisi itu dan hal itu membuat Sakura gugup dan juga seseorang panas.

"Teme.. Fokussss.." Teriak Naruto.

Sasuke mendecih. Di tendangnya bola sepak itu ke arah Naruto dan ..

"Kalian yang serius.."

Bruk

Tepat sasaran, kena telak. Lee yang baru saja muncul bersama Neji, terkena tendangan maut dari Uchiha Sasuke dan langsung terjatuh pingsan.

"Woaahhh Teme, lihat si Lee sampai pingsan begini.." Kata Naruto.

Sasuke membuang muka dan kembali memperhatikan Sakura yang sedang latihan lari estafet untuk besok.

'Tch, alasan membenarkan posisi. Padahal mau megang..' Batin Sasuke. Onyxnya menatap tidak suka pada Gaara yang sedang membisikan sesuatu di telingan Sakura tapi terlihat sedang mengecup sisi kepala Sakura di mata Sasuke.

'Kuso..' Geram Sasuke.

Naruto yang melihat ekspresi Sasuke langsung tersenyum jahil. Melihat Uchiha bungsu itu cemburu, jadi membangunkan niatan terlarang dalam diri Naruto.

"Wah.. Saku-chan mesra dengan senpai itu ya?" Kata Naruto.

Sasuke menoleh dan mendesis tidak suka. Membuat Naruto bersorak gembira dalam hati.

"Rambutnya merah seperti Sasori-nii, mereka cocok. Pink dan merah.." Kata Naruto.

"..."

"Wah, apa itu? Pegang-pegang pinggul Saku-chan.." Kata Naruto dan sesekali melihat ekspresi Sasuke yang semakin memerah.

'Huahaha.. Ekspresi langkah..' Batin Naruto.

Neji pun datang bersama Lee yang sudah siuman. Mata lavender Neji melihat ke arah yang sedang Naruto dan Sasuke perhatikan.

"Wah.. Merangkul Saku-chan ya? Sosor aja sekalian.." Komentar Naruto.

Neji mengelengkan kepala tanda heran. Ada-ada aja ulah Naruto untuk membuat Sasuke emosi dan cemburu. Bukannya sudah jelas kalau berakibat..

"Kyyaaaa.. Lihat tidak Teme? Tadi Saku-chan di peluk.. Loh Teme? Teme.. Arghhh.."

Naruto tergelapar di tanah lapang yang panas setelah terkena serangan maut dari bungsu Uchiha itu.

"Berisik kau Dobe.." Geram Sasuke.

Neji melempar botol air minum pada Sasuke. Pemuda berambut raven itu, langsung membuka tutup botolnya dan menumpahkan seluruh isinya ke kepalanya. Membasahi kepalanya yang sedang 'panas'.

Beberapa siswi yang melihat hal itu memekik tertahan melihat aksi Sasuke. Naruto mendecih kesal melihat tingkah Sasuke yang 'sok keren' dan 'sok seksi' itu.

"Kyyaaa.. Sasu-Koi seksi sekaliii.."

"Sasuke-kun, menikahlah dengankuuu.."

"Kyyaaa.. Sasuke-kuunnn.."

Konsentrasi Sakura buyar begitu mendengar teriakan fans dari Sasuke. Emerladnya mencari-cari sosok sang kekasih dan dia melihat Sasuke sedang membasahi kepalanya dengan mengelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Sakura menahan nafas. Astaga hanya dengan begitu saja, Sasuke terlihat kian tampan dan seksi. Memikirkan hal itu membuat Sakura merona sempurna.

"Sakura awas.."

Bruk

Sakura menutup matanya. Anehnya rasa sakit yang dari tadi di tunggunya tidak datang-datang juga. Perlahan-lahan Sakura membuka matanya dan ternyata dia menindih Gaara.

"Kamu tidak apa Sakura?" Tanya Gaara masih memeluk pinggang ramping Sakura.

Sakura merona. Jarak wajahnya dengan wajah Gaara sangat dekat. Membuat Sakura bisa merasakan hembusan nafas Gaara. Mungkin kalau di lihat dari jauh, mereka terlihat seperti orang yang sedang ciuman.

Sakura mengeleng pelan. "Aku baik-baik saja Gaara.." Kata Sakura.

Gaara tersenyum kecil. Tangannya yang bebas mengacak-acak rambut Sakura.

"Gaara.." Kesal Sakura.

Gaara mendekatkan dirinya ke telinga Sakura, hembusan nafasnya mengelitik tengkuk Sakura. "Aku tau, kekasihmu itu seksi, tapi jangan sampai tidak fokus gitu dong.." Kata Gaara lalu bangkit berdiri.

Gaara menyeringai "Tatapan mesummu itu, sangat menakutkan Sa-ku-ra.." Kata Gaara lalu berjalan menjauh sembari menjulurkan lidahnya, meledek Sakura.

Sakura kian merona "GAARAAAAA.." Teriak Sakura dan mengejar Gaara. Berusaha memukul senpainya yang sudah menggodanya itu.

Kimimaro, Naruko dan Juugo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan dua orang itu. Mereka bersyukur Gaara bisa berbaikan dengan Sakura malah hubungan dua orang itu sangat dekat.

Sasuke mengeram kesal melihat kejadian itu. Terlihat jelas kalau Gaara mencium dan memeluk Sakuranya. Dengan brutal Sasuke menendang semua bola sepak ke arah gawang, melampiaskan rasa cemburunya.

"Temeee.. Kendalikan dirimu.." Teriak Naruto.

Sasuke menatap Naruto tajam, membuat Naruto mundur ketakutan. "Diam kau.." Desis Sasuke.

Naruto menenguk ludah susah payah.

"Di mana Shika? Kita butuh dia untuk menenangkan Sasuke.." Bisik Naruto.

Neji mengangkat bahu tidak tau. "Ino sakit, mungkin di rumah Ino.." Kata Neji.

Naruto terduduk lemas. "Habislah kita.." Kata Naruto.

"Cepat, kalian semua latihhaaannn.." Kata Sasuke dengan emosi mencapai ubun-ubun.

Semua anggota sepak bola kelas 10B langsung berbaris ketakutan dan hari yang panas itu membuat Sasuke kian panas di luar maupun di dalam.

.

.

Sakura berjalan di koridor sekolahnya dengan riang. Hari ini sangat menyenangkan untuknya. Mendapatkan pujian dari Naruko, Kimimaro dan juga Juugo. Semakin dekat dengan Gaara, membuat hari ini sangat menyenangkan untuknya.

Senyum Sakura kian terkembang begitu melihat Sasuke berdiri di hadapannya. Dengan berlarian kecil Sakura menghampiri Sasuke, meraih lengan kekasihnya itu untuk di rangkul.

"Sasuke-kun, bagaimana latihanmu?" Tanya Sakura sembaril merangkul lengan Sasuke.

Tapi tangannya di tepis secara kasar oleh Sasuke. Membuat Sakura mengernyit bingung. "Ada apa?" Tanya Sakura.

Sasuke menatap tajam Sakura. Oh, baiklah saudara-saudara. Melihat tatapan itu saja, Sakura bisa tau kalau Sasuke sedang cemburu.

"Jangan cemburu begitu Sasuke.." Kata Sakura.

Sasuke tersenyum meremehkan. "Aku dan Gaara hanya berteman kok, dia.."

"Dia menciumu dan memelukmu.." Desis Sasuke. Terlihat sekali kalau pemuda itu sedang cemburu.

Sakura menghela nafas panjang. "Dia tidak menciumku maupun memelukku, dia hanya membantuku latihan.." Kesal Sakura.

"Oh ya? Latihan macam apa sampai harus merangkul pinggangmu? Latihan apa?" Bentak Sasuke.

Sakura terhenyak. Bukannya menangis gadis itu menatap sinis Sasuke. "Dia hanya membetulkan posisi tubuhku. Berhenti berfikiran negatif Uchiha.." Desis Sakura.

Sasuke kaget. Tidak percaya kalau Sakura akan berkata seperti itu padanya. "Oh bagus, hanya dalam waktu singkat dia merubahmu hah?" Bentak Sasuke.

"Terserah apa katamu, tapi dia tidak menciumku maupun memelukku Uchiha.." Kesal Sakura.

"Aku hanya ingin melindungimu. Apa kamu suka hah di sentuh sembarangan oleh semua lelaki?" Kata Sasuke menatap tajam emerlad Sakura.

Sakura kaget. Sasuke tersenyum meremehkan. Sepertinya pasangan ini sama-sama keras kepala.

"Terserah, aku suka di peluk oleh Gaara? Iya. Oleh laki-laki lain? Iya. Aku muak dengan tingkahmu, aku cape.." Kata Sakura dan hendak pergi meninggalkan Sasuke.

"Akatsuna Sakura, aku belum seleasi bicara.." Geram Sasuke. Tapi Sakura tetap berjalan meninggalkan Sasuke.

Sakura menghentikan langkahnya lalu menatap Sasuke dengan wajah merah menahan amarahnya. "Kamu terus saja menyalahkan sikapku. Tapi lihat sikapmu Sasuke, apa-apaan itu shirtless di lapangan, pamer? Kamu kira aku tidak cemburu? Jangan mengomentari sikapku kalau sikapmu saja seperti itu.." Kata Sakura dan melanjutkan langkah kakinya lagi.

Sasuke menonjok dinding frustasi. Sudah lama dia tidak bertengkar dengan Sakura dan kali ini coba lihat, alasan dia bertengkar dengan Sakura.

Sasuke mendesis, onyxnya berkilat. "Sabaku Gaara.."

Sakura berjalan keluar dari gerbang sekolah dengan wajah di tekuk. Tadinya dia ingin jalan-jalan dengan Sasuke tapi nyatanya bukannya jalan-jalan dia malah bertengkar dengan Sasuke.

Sebenarnya Sakura suka melihat Sasuke cemburu, tapi kalau setiap cemburu hubungan mereka jadi renggang, Sakura mana mau.

Tin..tin..

Tin..

Sakura menoleh dan melihat Gaara di atas motor gedenya. Sakura mengacuhkannya dan lebih memilih berjalan menuju halte. Tapi Gaara tidak langsung pergi, pemuda itu mengendarai motornya perlahan mengimbangi langkah Sakura.

"Mana Sasuke? Kalian bukannya mau pulang bareng?" Tanya Gaara.

"..."

"Kalian bertengkar?" Tanya Gaara.

"..."

"Wajahmu sudah jelek, makin jelek saja.." Kata Gaara.

Sakura mendengus, lalu melempar botol air mineral ke arah Gaara.

"Berisik.." Kata Sakura.

Hening. Hanya terdengar suara deru kendaraan yang berlalu lalang. Gaara menarik nafas lalu mengelus pucuk kepala Sakura dengan lembut.

"Pertengkaran dalam suatu hubungan itu wajar dan tidak selalu memiliki arti buruk.." Kata Gaara.

Sakura diam mendengarkan.

"Dari pertengkaran itu, kalian belajar lebih memahami dan percaya kan? Hubungan kalian bisa lebih dekat dan erat.." Kata Gaara.

"Di lain sisi, bisa mengakiri suatu hubungan.." Kata Sakura.

Gaara mendengus kesal. "Kalau tidak mau berakir yang di pertahankan. Di pertahankan dengan cara membicarakannya baik-baik.." Kata Gaara.

"Bagaimana mau di bicarakan kalau Sasuke-kun sudah emosi duluan?" Kesal Sakura.

"Tunggu Sasuke tenang dulu, baru kamu jelaskan.." Kata Gaara.

Sakura mengangguk lalu tersenyum tipis. "Terimakasih Gaara.." Kata Sakura.

Gaara tersenyum. "Sama-sama, kamu sahabatku, sudah pasti akan selalu aku bantu.." Kata Gaara.

"Nah, sekarang, tuan puteri bagaimana kalau aku antar pulang?" Tanya Gaara dengan membungkuk penuh hormat dan mengulurkan tangannya.

Sakura terkekeh lalu membalas uluran tangan Gaara. "Dengan senang hati pangeran.." Kata Sakura.

Keduanya pun tertawa.

Dari jauh di dalam mobil volvo hitam, seorang pemuda berambut raven memukul stir mobilnya kesal. Setelah Naruto sekarang muncul lagi saingan baru untuk dia dan Sakura.

Memang suatu hubungan tidak akan menarik kalau tidak ada gangguan tapi kadang kala Sasuke berfikir, kalau ganguannya banyak, suatu hubungan jadi terlalu rumit kan?

Dengan geram dan rasa cemburu level akut. Sasuke mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Tidak perduli dengan klakson sana sini. Yang ada di fikiran Sasuke hanya ingin meninju wajah si Gaara itu.

Bruk

Sesampainya di rumah Sasuke melempar asal tas dan sepatunya. Tidak ia perdulikan makian dan sumpah serapah dari Itachi dan juga suara lainnya.

"Saskey, taruh yang benar tasmu.." Geram Itachi dan melempar tas berwarna hitam milik sang adik.

Sasuke menatap tajam Itachi. Membuat sulung Uchiha itu bergidik ngeri juga. Kalau tingkah Sasuke seberbahaya ini, pasti berhubungan dengan Sakura.

"Turunlah, di bawah ada Sasori. Tadi kamu melemparnya dengan sepatu dan kaos kaki.." Kata Itachi.

Kalau saja Sasuke sedang tidak cemburu, pastinya dia akan tertawa terbahak-bahak -walaupun ngga mungkin mengingat marga Uchiha-

Dengan malas, Sasuke turun ke bawah dan melihat Sasori yang menatapnya tajam sembari memengangi cangkir kopinya yang kemasukan kaos kaki Sasuke.

Tanpa rasa berdosa. Sasuke duduk di hadapan Sasori dan bertatapan sama datarnya.

"Hei Uchiha sialan, lihat ulahmu.." Kata Sasori.

Sasuke melirik sekilas lalu mendelik tidak perduli. "Baguskan? Jadi tambahan aroma.." Kata Sasuke.

Sasori mengeram. "Aku tau kamu ada masalah dengan Sakura kan? Akhir-akhir ini Sakura di antar pulang dengan pemuda berambut merah.." Kata Sasori.

"Merah? Kamu dong Sasori.." Kata Itachi.

"Memang yang rambut merah dia doang?" Kata Sasuke.

Itachi cenges-cengesan. "Merah kan berarti Sasori.." Kata Itachi.

Sasuke mendengus. "Warna merah kan pasaran. Warna murahan.." Kata Sasuke.

Sasori hendak menjitak Sasuke tapi beruntunglah, Itachi menghalangi. "Kita lanjutkan obrolan tadi Sasori.." Kata Itachi.

Setelah mengatur nafas sejenak. Sasori mulai diskusinya yang tadi tertunda. "Pemuda merah dengan tato ai, sering main ke rumah dan mengajak Sakura pergi.." Kata Sasori.

Sasuke mulai tertarik dengan percakapan ini.

"Teman Sakura mungkin.." Kata Itachi.

Sasuke mengeleng. "Kaka kelasnya. Satu lomba dengan Sakura dan hari ini kami bertengkar karena orang itu.." Kata Sasuke dan mengeram frustasi.

Biasanya Sasori akan senang untuk melihat ekspresi Sasuke yang kacau dan kebingungan ini tapi saat ini, dia tidak menyukainya karena berhubungan dengan adiknya.

"Kamu terlalu cemburuan sih. Kalian sudah pacaran 2 tahu, kenal sejak kecil. Kurang apa lagi?" Tanya Itachi.

Sasuke menyeringai. Ide jahil muncul. "Kurang nama Uchiha di nama Sakura.." Kata Sasuke.

"Tunggulah 10 tahun lagi agar mimpi itu terjadi.." Kata Sasori dan meminum kopi baru untuknya.

"Untuk apa 10 tahun? Bisa aku rubah jadi waktu 1 bulan, kalau Sakura mengandung anakku.." Kata Sasuke tanpa rasa berdosa.

Bruusshhh..

Sasori melotot, Itachi merem melek akibat kena semburan kopi panas dari mulut Sasori. Sasuke menyeringai puas dan berjalan dengan santai menuju kamarnya dan di detik kemudian suara evil face menggema di seluruh sudut hunian Uchiha itu.

"SASUKE, KU POTONG KAU KALAU SAMPAI ITU TERJADIIIII.." Teriak Sasori.

"Bukannya bagus? Sasori-nii jadi punya keponakan sebelum rambut merahmu itu jadi putih, ne?" Goda Sasuke dari lantai 2 rumahnya.

Sasori memerah. Menahan geramannya. "Aku tidak mau membantumu.." Geram Sasori.

Itachi hanya geleng-geleng kepala sembari membersihkan wajah tampannya dari semburan maut Sasori. Apakah Sasori tidak sadar? Kalau bibirnya memerah karena kopi yang dia sembur itu panas? Entahlah.

Dan hari itu menjadi hari yang panjang dan melelahkan untuk Itachi karena dia harus beres-beres akibat semburan maut dari Akatsuna Sasori. Poor Itachi.

Kkkyaaaaaa.. chapter ini chapter terpanjang yang pernah aku buaaattttt.. -_- astaga semoga aja kalian ngga pegel dan bosen bacanya ya? Aku minta maaf kalau aneh dan kepanjangan, aku bingung mau motongnya gimana *menunduk* maaf ya kalau di luar harapan dan sangat mengecewakan.. maaf..

Hayo apa Sakura sama Sasuke bisa baikan? Hubungan Gaara dan Sakura apa benar cuman sahabat doang? Perkataan Sasuke yang tadi itu serius ngga ya? Dan gimana hasil dari perjuangan Sakura selama ini? Temukan jawabannya di next chapter ..

To be continued ..

Review for next chapter..


Haahhhh.. Kelar juga chapter 10 ini. Chapter ini di buat cuman 2 hari loohh. Idenya sempet ngilang tapi akhirnya balik lagi deh.

Chapter 11 temanya masih sama festival olahraga bagian 4 tapi untuk chapter 12 author bikin jadi SasuSaku moment. Di chapter 12 nanti, Sasuke bikin kejutan buat Sakura untuk minta maaf.

Semoga kalian suka ya. Kritik dan saran sangat di nantikan.

Maaf kalau banyak salah dan typo. Apalagi kalau aneh dan tidak sesuai harapan. Author masih newbie di sini.

Mohon dukungannya.


Review for next chapter

Balasan review

Namikaze Uzumaki Family : makin seru? Wah bagus deh, author tadinya takut ceritanya jadi gaje. Tapi syukurlah, kalau ternyata makin seru :) makasih udah review dan baca ya ^^ tetap baca ya ..

Sonedinda : author udah updateee niihhh, semoga kamu suka ya.. Semoga aja bikin pensaran juga. Makasih udah review dan baca ^^ dan makasih juga kamu tetep baca dan review ^^

Hadinamikaze : wahhh, makasih atas pujiaanya. Author seneng banget ^^ sippp, author pasti lanjutin. Makasih udah review yaaaaa ^^

Mitsuka sakurai : ngga apa-apa kok kalau baru review, author maklum :) yang penting sekarang tetap baca dan review ya? Makasih udah baca dan review yaaa ^^

Hanazono yuri : author udah update kilat loh? 3 hari sekali kurang cepet ya ._. Update kilatnya tergantung ide dan mood sih, jadi doain aja semoga idenya lancar dan moodnya bagus yaaa ^^ makasih udah setia baca dan review ^^

Hadinamikaze : lanjutannya udah di update nihhh, makasih udah nungguin yaaaa.. ^^ semoga kamu suka dengan chap ini .. Makasih udah review .. ^^

Nitya-chan : makasih atas pujiannya .. ^^ makasih udah mau nunggu, baca dan review.. Semoga suka sama chap ini yaaa ^^

Yaya Uchiha : kalau kamu ngga review, aku pasti kiranya kamu lagi sibuk belum sempet baca tapi pasti kalau sempet kamu review, tenang aja ^^haha, ngga usah iri tapi menurut aku, shika jadi OOC -_- tenang nanti Sasuke lebih romantisss lohhh kyaaaa.. Aku lagi semangat ngetik chapter 12 (SasuSaku moment) padahal harusnya ngetik chapter 11 ya -_- *di timpukin* wah makasih, takutnya bosen kalau chapternya kepanjangan.. Aku udah update kilat nihh, semoga suka yaaa ^^

Guest : haha iya, InoShika tadi cuman biar ngga bosen, nanti 2 chapter full SasuSaku (dalam proses pengerjaan) oke siap update kilatttt.. Makasih semangatnya, author makin semangat ^^

Makasih banyak buat yang review dan silent readers. Karena lagi liburan pasti update kilat.

Buat bocoran, nanti di salah satu chapter Sasuke bakal ngajak Sakura ke pantai buat minta maaf. Nah apa yang Sasuke lakukan di pantai? Tunggu chapternya di update yaaa..

Makasih buat semua dukungannya ^^

Review for next chapter ..

Sincerenly yours

Princess7174