A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 11 : Festival Olahraga bagian 4

Masih dengan mengerutu, Sasori mengolesi obat berupa salep ke sekitar bibirnya. Kalau saja Sasuke bisa sedikit menjaga perkataannya, bibir Sasori tidak mungkin bernasib seperti ini. Sedang meminum kopi panas dan tiba-tiba menyemburkannya, bibir mana yang tidak akan melepuh? Baiklah, jangan kita lupakan Itachi. Sulung Uchiha itu terkena semburan 'kopi panas' dari Sasori dan sekarang Itachi sedang mengecek keadaan wajah tampannya.

"Untung wajahku selamat.." Kata Itachi dan duduk di sebelah Sasori yang masih sibuk mengoleskan salep di sekitar bibirnya.

Sasori mendengus. "Sasuke sial, bagaimana bisa kamu punya adik sepertinya?" Kata Sasori.

Itachi mengangkat bahu tanda tidak tahu. Di ambilnya remote TV dan mulai mencari acara TV yang bagus. Itachi pun memutuskan untuk menonton siaran televisi, yang kebetulan sedang menanyangkan cerita horror tengah malam.

"Hei Itachi, kalau ketakutan, jangan sampai pipis di celana.." Goda Sasori.

Itachi mendengus kesal. "Tidak mungkin lah. Mau di kemanakan marga Uchiha ku?" Kata Itachi.

Seringai Sasori kian lebar. "Oh ya? Waktu kelas 3 SMP saat.."

"Baik, baik.. Saat itu oke? Hanya sekali.." Kata Itachi kelabakan membuat tawa renyah Sasori meledak.

Itachi mendengus. Padahal kejadiannya sudah lama, tapi Sasori masih saja mengingat tentang kejadian memalukan itu. Itachi pipis saat jerit malam, pemilihan anggota Osis. Oh, ayolah. Siapa yang tidak terkencing-kencing kalau bertemu yang harusnya hantu palsu tapi hantu beneran? Itachi panik, gemetaran. Teman-teman satu kelompoknya sudah pingsan dan Itachi? Saat di temukan, masih berdiri dengan celana yang basah.

Itachi mendengus. Coba saja dia bisa mengulangi waktu. Dia tak mau di temukan dengan keadaan tanpa ke-elitan oleh Sasori saat itu. Paling tidak Sasuke belum mengetahui hal ini. Ya paling tidak ...

"Bagaimana ya, reaksi Sasuke kalau tau hal ini?"

Glek

Itachi menatap Sasori, yang di tatap hanya cenges-cengesan. Oh tidak, jika Sasuke sampai tau, habislah dia. Gengsi dan marga Uchihanya akan runtuh seketika.

"Sasori.. Waktu itu .."

(Author note : kalau kalimat di bold dan italic tandanya itu suara TV)

Waktu itu aku sedang sendirian di kamar ..

Deg

Sasori dan Itachi saling tatap. Itachi belum mengatakan apapun, tapi ada suara yang menyahutinya. Keduanya menenguk ludah dan di lihatnya sekeliling, sepi sunyi senyap.

Bzztt.. Bzztt

Nafas lega langsung keluar dari keduanya, begitu sadar kalau itu adalah suara televisi. Tapi tiba-tiba suasana dan aura di ruangan keluarga Uchiha itu berubah jadi mistis dan mencekam. Membuat wajah Sasori dan Itachi perlahan-lahan memucat.

Tiba-tiba saja dari atas, menetes air yang hangat

Tes.. Tes..

Tes..

Sasori dan Itachi menenguk ludah. Saling berpandangan dan satu sama lain bisa melihat wajah memucat di kedua wajah teman mereka itu. Penasaran dengan suara tetesan air itu, mereka pun -dengan memberanika diri- mendongkakan kepala melihat ke atas. Suara narator di televisi pun masih berlanjut, membuat khayalan Sasori dan Itachi terlihat kian nyata.

'Semoga aku tidak pipis lagi..' Doa Itachi dalam hati. Oh ayolah, tidak elite kan? Kalau dengan usia sekarang ini Itachi ngompol lagi?

Saat aku mendongkakan kepalaku ke atas, ku lihat wajah seorang laki-laki berdarah sedang menatap ku..

Kyaaaaa...

Gyaaaaa...

-suara televisi-

Bagai melihat hantu sungguhan, Sasori dan Itachi sudah saling berpelukan. Sialan. Untuk saja mereka tidak teriak seperti seorang gadis. Hanya saja ekspresi mereka berdua terlihat konyol.

Mulut mereka menganga ketakutan, wajah pucat pasi. Sasuke yang berada di tangga, menatap heran kedua laki-laki yang tengah berpelukan itu. Kalau saja, dia bukan seorang Uchiha, Sasuke pasti sudah guling-guling ngga karuan melihat ekspresi konyol Sasori dan Itachi yang ketakutan itu.

Sasuke berdehem. Berusaha menahan gejolak tawanya. "Kalian sedang ngapain?" Tanya Sasuke.

"..."

"..."

Sasuke pun berjalan turun menuju dapur tapi sebelum pergi ke dapur Sasuke melirik sang kaka dan menahan tawanya. "Itachi jangan lupa di keringkan.." Kata Sasuke dan berlalu pergi.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

"Akkhh... Sialannnnn.." Maki Itachi dan mengecek keadaan celana boxernya yang basah akibat ketakutannya yang berlebihan.

Sasori berusaha menahan tawanya. Melihat Itachi yang lagi-lagi ngompol karena horror picisan tadi. Walaupun dia sempat takut sih.

Itachi mendelik tajam menatap Sasori yang berusaha menahan tawanya. Di lemparnya pel bekas, mengeringkan 'jejak memalukan' itu ke wajah baby face Sasori.

"Hei.." Sasori kesal tidak terima, di lempar dengan pel bau ompol Itachi.

Itachi menyeringai. Membuat Sasori bingung. "Apa?" Tanya Sasori.

"Bersihkan sendiri, 'jejak memalukan' itu.." Kata Itachi.

Sasori mengernyit bingung, di lihatnya celana jeans pendeknya dan detik berikutnya terdengar makian kesal dari seorang Akatsuna Sasori.

Sasuke kembali dari dapur setelah membuat cappucinnonya. Dia duduk agak menjauh dari Sasori dan Itachi.

Sasori dan Itachi saling menyenggol melihat Sasuke yang bengong hanya menatap cangkir cappucinnonya tanpa ada niat untuk meminumnya.

"Well, ceritakannya Sasuke.." Kata Itachi.

Sasuke mengernyit bingung lalu meminum cappucinno hangatnya perlahan. "Ceritakan apa?"

Sasori mendengus. "Masalahmu. Kalian sedang bertengkar kan?" Tanya Sasori.

"Maksudmu aku dan Nii-san?" Tanya Sasuke.

"Bukan. Kamu dan Sakura. Kalian bertengkar kan?" Kata Sasori.

"Hn.."

"Cerita saja, kami akan memberikan solusi.." Kata Itachi.

Sekarang gantian Sasuke yang mendengus. "Kalian saja belum punya pacar. Bagaimana bisa membantuku?" Kata Sasuke.

Sasori menahan emosinya, Itachi menahan tinjuannya dan tetap berusaha ber 'stay cool'

"Terserah saja. Jangan menangis kalau Sakura berpaling dari cowo angkuh macam kau.." Desis Sasori.

Sasuke terhenyak. Mata onyxnya sayu. Itachi memengan bahu adiknya lalu tersenyum. Sasuke menghela nafas dan akhirnya keluarlah cerita dari bibir bungsu Uchiha.

Itachi manggut-manggut mengerti lalu menatap Sasori yang tampak sedang berfikir. "Menurut kalian, aku harus bagaimana?" Tanya Sasuke.

Rasanya Itachi dan Sasori ingin tertawa terbahak-bahak melihat Sasuke dalam keadaan seperti ini. Rambut ravennya berantakan tidak teratur, bawah matanya menghitam dan matanya tampak sayu dan lemas, bahkan untuk memecahkan masalah ini saja otak jenius Sasuke tidak berfungsi. Tampak tidak seperti seorang Uchiha.

Sasori meminum kopinya sedikit lalu sebuah ide terlintas di benaknya. "Aku akan membantumu, aku jamin ini berhasil.." Kata Sasori.

Itachi dan Sasuke saling bertatapan bingung.

"Para gadis itu suka hal romantis, jadi bersikaplah romantis.." Kata Sasori.

Itachi tersenyum lebar. Mengerti dengan maksud Sasori. "Benar.." Setuju Itachi.

"Apa maksud kalian?" Tanya Sasuke. Dia masih bingung tidak mengerti dengan tatapan berbinar dari Sasori dan Itachi.

"Kamu tidur saja Sasuke, besok bawa gitarmu oke?.." Kata Sasori.

Sasuke mengernyit bingung. " Aku membutuhkan gitarku untuk penutupan festival olahraga aku akan.."

"Tepat sekali.." Potong Sasori.

"Menyanyikan lagu untuk Sakura tapi sebelum hari itu, kalian akan melakukan hal romantis.." Kata Itachi.

Sasuke merasakan firasat aneh saat melihat Sasori dan Itachi yang sedang berembuk. Apakah keputusannya tepat meminta bantuan pada Itachi dan Sasori? Huft semoga saja keputusannya benar.

.

.

Para siswa dan siswi Konoha Senior High School bersorak gembira setelah Tsunade -kepala sekolah- mereka membuka acara festival olahraga.

Lomba pertama adalah lari estafet dan baseball yang di lakukan di lapangan yang berbeda.

Mengetahui hal itu membuat seorang gadis manis bermata emerlad mengingit bibir bagian bawahnya gelisah dan juga mencengkram gulungan putih lebih erat. Menjadi peserta lomba pertama siapa yang tidak takut?

"Sakuuu-chhaaannnn.."

Sakura menoleh dan melihat Naruto datang bersama dengan seorang gadis yang sepertinya pernah di lihatnya.

"Kamu kan.."

Gadis itu tersentak. Lalu menundukkan kepalanya malu.

"Dia Hyuga Hinata, sepupu Neji.." Kata Naruto.

Sakura mengangguk mengerti lalu tersenyum lembut ke gadis bermata lavender itu. "Salam kenal, aku.."

"Akatsuna Sakura.." Kata Hinata.

Sakura mengernyit bingung. "Kamu mengenalku?" Tanya Sakura.

Gadis itu terkekeh. "Siapa yang tidak kenal kekasih dari Uchiha Sasuke dan cucu dari Tsunade-sama?" Kata Hinata.

Sakura meniup poni kesal. Bodohnya dia. Kenapa dia bisa lupa.

Naruto melihat gulungan putih yang di bawa Sakura heran. Untuk apa Sakura membawa benda seperi itu?

"Sakura, itu apa?" Tanya Naruto.

Sakura melihat ke arah tangannya dan tersenyum. "Aku membuat ini untuk Gaara-kun.." Kata Sakura.

Naruto mengernyit tidak suka. Siapa itu Garaa? Kenapa Sakura harus memanggilnya dengan suffix-kun? "Siapa sih dia?" Kesal Naruto.

Sakura terkekeh. "Dia senpaiku, dia mengajariku berlari tapi dia bilang, saat lomba dia tidak mau lari dengan serius.." Lirih Sakura.

Hinata mengelus lengan Sakura, membuat gadis bermata emerlad itu menatapnya. "Te-tenang saja, dia pasti a-akan berlari de-dengan serius.." Kata Hinata.

Naruto mengangguk setuju. "Jadi itu untuk membuat dia semangat?" Tanya Naruto.

Sakura mengangguk. "Aku kira, kalau banyak yang mendukungnya, Gaara-kun akan sedikit melupakan kenangan buruknya tentang berlari.." Kata Sakura.

Naruto merebut gulungan itu dan memperlihatkan cengirannya. "Baiklah serahkan padaku. Aku akan memberikan ini ke regu penyorak.." Kata Naruto.

Sakura tersenyum lalu membungkuk. "Terimakasih Naruto-kun, Hinata.." Senyum Sakura.

"Sama-sama Saku-chan/Sakura.."

Sakura tersenyum. Bebannya sedikit berkurang tapi satu lagi belum terselesaikan, masalah dia dengan Sasuke. Mengingat pertengkaran mereka, membuat semangat Sakura hilang.

"Sakura.."

Sakura, Naruto dan Hinata menoleh. Melihat pemuda berambut merah acak-acakan dengan tato ai berjalan ke arah mereka dan tanpa permisi langsung mengandeng tangan Sakura.

"Naruko mencarimu.."

Sakura mengangguk mengerti lalu tersenyum kecil pada Naruto dan Hinata, setelah itu dia berjalan pergi bersama Gaara.

Naruto memincing tidak suka melihat tingkah pria itu. Apa-apaan sikapnya itu? Tanpa permisi menarik Sakura darinya.

"Naruto.."

Naruto menoleh dan melihat Hinata yang sedang menatapnya bingung. "Kenapa Hinata?" Tanya Naruto.

Di tatap oleh Naruto membuat jantung Hinata berdetak lebih cepat dan membuat pipinya merona. Ada apa sih dengannya? "Ba-bagaimana kalau ki-kita memberikan ini ke re-regu penyorak?" Tanya Hinata.

Naruto mengangguk setuju lalu keduanya berjalan menuju regu penyorak gabungan antara 10B dan 11B. Di sana sudah ada Tente, Shikamaru, Sasuke, Neji, Lee, beberapa teman-teman mereka yang tidak ikut lomba dan kaka kelas mereka.

"Apa itu Naruto?" Tanya Lee. Melihat gulungan putih di tangan Naruto.

"Oh ini. Sakura yang membuatnya untuk senpainya.." Kata Naruto dan memberikan gulungan itu pada Tenten.

Shikamaru mengenyit bingung. "Memangnya senpai itu kenapa?" Tanya Shika.

"Namanya Gaara katanya dia tidak mau berlari dengan serius karena ada kenangan buruk atau semacamnya.." Kata Naruto tidak perduli.

Shikamaru hanya ber'oh' ria dan kembali fokus melihat tim mereka yang sedang pemanasan.

"Neji, berdiri di sini, Lee, Naruto, kalian juga, teriak yang keras oke?" Kata Tenten.

Shikamaru hanya menatap malas Tenten yang terlihat antusias itu. Di liriknya Sasuke yang menatap datar ke arah Sakura dan kaka kelas mereka yang berambut merah. Dia mendengus, semoga saja bukan masalah baru.

"Akhh, Gaara pelan-pelan.." Kesal Sakura.

Gaara tersenyum kecil lalu membantu Sakura dengan lebih 'pelan-pelan'.

Setelah selesai perengangan dengan di bantu Gaara. Sakura berdiri dengan cemas. Posisi berlari Sakura memang sebelum Gaara. Ino paling depan, kedua Kimimaro lalu Naruko. Huft, Sakura berharap dia tidak akan jatuh ataupun melepaskan tongkatnya.

Gaara yang memperhatikan gerak-gerik Sakura langsung mendekatkan diri ke Sakura. "Akan aku beritahu mantra agar kamu tidak terjatuh.." Kata Gaara.

"Eh?"

Belum sempat Sakura menoleh, Gaara sudah berbisik di telinganya. Membisikan 'mantra' untuk Sakura. Shikamaru yang melihat hal itu, sontak langsung melihat ekspresi Sasuke dan betul saja. Bungsu Uchiha itu sudah merah menahan amarah. Giginya bergemeletuk dan juga rahangnya mengeras tanda dia siap memukul apa saja yang menganggunya.

"Baiklah.. Semuanya sudah siap?"

Gaara langsung menjauhkan dirinya begitu mendengar pemberitahuan dari mic itu. Sakura menatap Gaara sebentar lalu tersenyum membuat Gaara mengernyit heran.

"Aku sangat suka berlari. Semuanya sudah berusaha keras, untuk itu aku tidak mau mengecewakan mereka.."

Gaara diam, masih mendengarkan.

"Aku tau berlari membuat Gaara mengingat kenangan buruk tapi berlari juga membuat Gaara menghadapi hal itu, hidup terus berlanjut, Gaara juga harus mengatasi hal itu.." Senyum Sakura dan berbalik ke posisi semulanya.

Gaara diam. Mencerna kata-kata Sakura.

"Bersiap.."

"Siap.."

"Mulai.."

Persaingan ketat pun di mulai. Semuanya berlari dengan cepat bersama dengan sorak-sorai semangat yang terus membahana. Giliran Kimimaro sudah selesai, sekarang giliran Naruko dan sebentar lagi giliran Sakura.

Sakura menutup matanya lalu berusaha mengingat kembali mantra yang katakan padanya.

'Fokuskan mata hanya melihat ke depan, yakinkan dirimu kamu pemenangnya, pegang tokatnya se-erat mungkin, tekuk tanganmu dan ayunkan, angkat lututmu tinggi-tinggi, lalu rasakan angin yang berlari mengikutimu..'

Sakura membuka matanya, emerladnya melihat Naruko penuh keyakinan. Di ambilnya tongkat dari Naruko dan mulai berlari secepat yang ia bisa.

Sorak-sorai kian terdengar. Sasuke sampai berdiri tegang melihat Sakura yang tengah berlari. Wajah datarnya kini melihat cemas ke arah Sakura yang sedang berlari dengan cowo berbadan besar.

Gaara yang sedari tadi memperhatikan Sakura, kini beralih menatap regu sorak dan betapa terkejutnya dia melihat spanduk putih yang di pegang oleh timnya itu.

"Sabaku Gaara Pelari Paling cepat di seluruh DUNIA.."

Gaara tersenyum kecil. Sudah bisa dia tebak ulah siapa spanduk itu. Kini matanya beralih menatap Sakura yang sedang bersaing dengan ketat bersama anak cowo itu dan betapa terkejutnya mereka melihat anak cowo itu, dengan sengaja menyengkat kaki Sakura. Membuat dirinya sendiri dan Sakura terjatuh.

Sasuke menatap khawatir ke arah Sakura. Bisa di pastikan Sakura pasti terluka. Mata onyxnya menatap penuh harap pada Tsunade, tapi sayang kepala sekolah mereka yang berstatus sebagai nenek Sakura malah tersenyum.

'Sial..' Batin Sasuke dan turun dari tribun.

Sakura bangkit, di rasakannya lutut dan sikunya berdenyut nyeri. Tapi tidak ia hiraukan, dengan terseok-seok Sakura berusaha lari. Gaara mengambil tongkatnya lalu tersenyum tipis.

"Kita pasti menang.."

"Heh?"

Seluruh penonton yang menyasikan perlombaan itu berdecak kagum. Gaara berlari dengan sangat cepat tanpa bisa di lihat oleh kasat mata. Semua orang masih melonggo tak percaya dan saat Gaara sampai di garis finish, Naruko langsung berhambur memeluk Gaara.

"Kyyaaa.. Tak ku sangka kamu akan lari Gaaraaa.." Kata Naruko.

"Hn.."

"Hebat sekali. Senpai cepat sekali.." Kagum Ino.

Gaara tersenyum lalu menatap Sakura yang sedang di papah Juugo. Di hampirinya gadis itu dan di tunjukkan bendera dengan angka 1 di depan wajah Sakura.

"Aku menang.."

Sakura mengangguk.

"Dan aku juga sudah membuangnya saat itu.."

"Eh?" Sakura mengernyit bingung tak mengerti. Gaara tersenyum tipis lalu mendekatkan dirinya pada Sakura.

"Terimakasih atas semuanya.." Kata Gaara.

Sakura tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.

"Sakura, lukamu harus di obati.." Kata Naruko.

"Benar, kalau Sasuke melihatnya, kami akan di bantai.." Kata Kimimaro.

Sakura berdecak. "Memangnya Sasuke orang yang seperti itu apa?" Kesal Sakura.

Kimimaro mengangkat bahu. "Dia kan menyeramkan.."

"Walaupun begitu, dia orang yang sangat aku cintai tau.." Kata Sakura.

Semuanya menatap Sakura dan di detik berikutnya gadis itu sudah merona merah. Ino kian gencar untuk menggoda Sakura.

"Sudahlah pig, kamu kan ada lomba dengan Shika.." Kata Sakura.

Ino merengut. "Haha iya, aku akan kalahkan Temari itu.." Kata Ino.

Sakura tersenyum. "Semangat pig.." Kata Sakura.

Ino menganguk mantap dan berjalan mencari sosok Shikamaru. Semoga saja dia bisa menang.

"Auuww.." Sakura menjerit dan menatap Gaara dengan tatapan kesal. Gaara tidak menghiraukan tatapan maut dari Sakura dan kembali mengobati luka Sakura.

"Terimakasih, Sabaku-san.." Kata Sakura.

Gaara mendongkak dan menatap mata Sakura. "Panggil aku Gaara.."

"Tapi kan hanya sampai.."

"Panggil aku Gaara selamanya dan jangan lupakan suffix-kun di belakang namaku.."Potong Gaara.

Sakura mengangguk mengerti. Setelah Gaara selesai mengobati lukanya. Bersama Gaara, Sakura berjalan menonton pertandingan selanjutnya. Melupakan seorang pemuda raven yang menatap dua orang itu dengan tatapn kesal dan dengan satu lemparan, kotak P3K yang sedari tadi dia bawa, hancur berantakan.

'Kuso..' Batin Sasuke.

.

.

Sakura mengambil posisi duduk di atribun paling depan. Dia duduk bersebelahan dengan Hinata -kiri- dan Gaara -kanan- sekarang adalah perlombaan Ino dengan Shika dan siapa yang tau? Lawan Ino adalah Temari.

Ino sudah cerita pada Sakura tentang permasalahannya antara Shika dan Temari. Sakura bisa mengerti kekhawatiran Ino dan dia salut pada Ino yang bisa setegar dan sehebat itu.

Sekarang dia jadi berfikir apa dia bisa sehebat itu kalau Sasuke seperti Shikamaru? Apa dia bisa bertahan kalau ada gadis yang menarik di mata Sasuke? Apa dia bisa kuat kalau Sasuke tidak di sisinya? Sakura mengeleng kuat-kuat, memikirkannya saja sudah sangat mengerikan apalagi kalau terjadi?

'Habis ini, aku mau baikan dengan Sasuke..' Batin Sakura.

Sorak-sorai orang-orang membuat Sakura kembali sadar dari lamunanya dan dia melihat Shikamaru yang tengah memeluk Ino dan berkata sesuatu pada Temari. Sakura tersenyum melihat Shikamaru dan Ino, sepertinya sahabatnya itu sudah menyelesaikan 'ujian cinta' nya.

"Kamu kenapa Sakura?"

Sakura menoleh dan hanya tersenyum. Lalu kembali bersorak memanggil nama Ino -yang di balas senyuman lebar oleh Ino-

'Kamu hutang cerita denganku pig..' Batin Sakura.

'Aku berhasil Sakura..' Batin Ino.

.

.

Setelah pertandingan yang memakan waktu lama. Sekarang tibalah pertandingan yang paling di tunggu-tunggu. Pertandingan itu apalagi kalau bukan ..

"Pertandingan berpasangan akan segera di mulai.."

"Semua ambil posisi.."

Semua murid langsung ambil posisi. Beberapa guru keluar dengan membawa kardus dan mulai berkeliling. Mereka pun mengambil kertas itu dan memanganya.

"Psstt.. Sakura.." Kata Ino.

Sakura menoleh dan mengangkat alisnya.

"Aku tidak tau kenapa, tapi Sasuke, Naruto dan Gaara-senpai memandangimu terus.." Kata Ino.

Sakura menoleh dan emerladnya bertemu dengan onyx. Ingin rasanya Sakura langsung memeluk Sasuke tapi sayangnya, niatnya itu terhalang egonya.

"Jangan sampai kamu kena serangan ya?" Goda Ino. "Triple wave lovers~~~ serangan maut SasuGaaNaru.." Tambah Ino.

Sakura mendecih, membuat Ino tertawa.

"Baiklah, setelah hitungan ketiga, kalian buka gulungan kertas itu, lalu carilah pasangan yang berbeda gender dari kalian tapi sesuai nomor yang tertera.." Kata Tsunade memberikan instruksi.

"Setelah itu berlari menuju lokasi pertama, kedua dan ketiga dengan petunjuk yang tertera di kertas.." Tambah Shizune.

"Baiklah, bersiap.."

"Siap.."

"Mulai.."

Dengan berdebar, Sakura membuka lipatan kertasnya. Emerladnya mendongkak lalu menatap Sasuke penuh harap, entah Sasuke mengerti atau tidak Sakura memperlihatkan kertasnya, begitupun Sasuke dan wajah mereka pun berseri membaca angka yang tertera di kertas satu sama lain ..

"8.."

Sasuke berlari menghampiri Sakura, begitupun Sakura. Masa bodo dengan ego dan gengsi masing-masing. Nomor mereka bukan kebetulan, pasti memilik arti kenapa mereka mendapatkan angka yang sama. Tangan Sasuke terulur hendak menggapai tangan Sakura.

Hampir dapat..

Hampir..

Hampir..

Bruukk..

Braakk..

"Sasukeeeee-kooiii.."

"Sasuke-kuunn.."

"Sasuke.."

Sakura menatap horror gerombolan gadis-gadis yang sudah menerjang Sasuke. Para gadis itu membawa kertas dengan angka '8' yang sudah sedemikian rupa terlihat seperti angka '8'. Contohnya yang mendapat angka 1 di atur sedemikian rupa agar berubah jadi angka 8. Melihat tingkah para gadis itu membuat Sakura geli sendiri. Sebegitu besarkah keinginan mereka untuk berlari bersama Sasuke? Omong-omong tentang Sasuke, Pemuda berambut raven itu sedang berusaha melepaskan diri dari jeratan para gadis yang memeluknya, menariknya secara paksa.

"Lepaskan aku.." Geram Sasuke.

"Sasuke-koi, berlarilah denganku.."

Sasuke berdesis dan menatap tajam gadis-gadis yang masih memeluknya itu. "Aku hanya akan berlari dengan Sakuraku.." Kesal Sasuke. Sasuke menatap Sakura penuh harap dan karena kasihan melihat kekasihnya jadi 'bulan-bulanan' Sakura langsung menatap tajam gadis-gadis itu.

"Minggir kalian, kenapa masih memeluk kekasihku hah?"

Glek..

Oh, baiklah. Jika kalian masih ingin menghirup udara bebas dan melihat burung berkicau, lebih baik segera berdiri dan lepaskan Sasuke. Akatsuna Sakura sedang di lingkupi aura hitam tak mengenakan seperti aura neneknya. Huh, jangan lupakan kalau kekasih dari Uchiha Sasuke adalah Akatsuna Sakura yang notebenenya cucu dari kepala sekolah monster kita Tsunade-sama.

Gerombolan gadis-gadis itu pun melepaskan pelukan maut mereka dan membuka jalan untuk Sasuke. Dengan tampang acak-acakan dan babak belur, Sasuke berjalan menuju Sakura tapi ..

Sayang beribu sayang ..

Tinggal 1 meter lagi tapi Sakura ..

Sasuke berdecih. Tangannya terkepal menahan amarah. 'Merah sialan..'

Sudah di tarik paksa oleh Gaara-senpai mereka.

Membuat Sasuke mengeram frustasi marah. Tidak mau kalah, Sasuke menarik asal salah satu gadis dari gerombolan itu dan mulai berlari bersama gadis yang terpilih random itu.

"Gaara-kun, apa yang kamu lakukan?" Tanya Sakura.

Gaara hanya menunjukkan kertasnya yang bertuliskan angka 8. "Mengajakmu berlari.." Kata Gaara.

Sakura mendengus. "Aku.."

"Aku tau, berlari dengan Sasuke kan? Tapi sekali ini saja, aku ingin mengantikan kenangan buruk itu.." Lirih Gaara.

Tidak tega dengan Gaara, akhirnya Sakura mengangguk setuju. Gaara tersenyum tipis lalu mengandeng tangan Sakura.

"Baiklah, kita pasti menang.." Kata Gaara.

Sakura mengangguk antusias dan berlari bersama Gaara.

Area Cinta 1 : Berlari dengan kaki 3.

Oh, baiklah. Sakura tidak tau dia bisa berlari dengan cepat atau tidak. Pasalnya, dia melihat banyak pasangan yang tumbang karena terjatuh.

Setiap pasangan, kaki kiri -cewe- dengan kaki kanan -cowo- akan di ikat dan kalian harus berlari dengan keadaan seperti itu. Benar-benar menyusahkan.

Gaara kembali berdiri begitu selesai mengikat kakinya dengan Sakura lalu menatap gadis itu. "Percayalah, aku tidak akan menjatuhkanmu.." Kata Gaara.

Ragu tapi akhirnya Sakura mengangguk.

"Pengangan pada pinggangku.." Kata Gaara dan mengarahkan tangan kiri Sakura agar melingkar di pinggangnya.

"Tidak keberatan kan? Kalau aku melakukan hal yang sama?" Tanya Gaara. Sakura mengeleng.

Gaara tersenyum lalu keduanya mulai berlari.

Ajaib.

Entah posisi mereka yang benar, atau Gaara yang memang menjaga agar mereka tidak jatuh, pasangan GaaSaku berhasil berlari dengan mulus. Malah Sakura sempat menambah kecepatannya membuat Gaara terseok-seok mengimbangi semangat Sakura.

"Sepertinya pasangan Sabaku Gaara dengan Akatsuna Sakura sangat kompak dan mesra ya.."

"Aku heran. Aku kira Sakura akan berpasangan dengan Sasuke.."

"Mungkin, nomor mereka berbeda?"

"Tidak, tadi ku lihat nomor mereka sama.."

"Kalau begitu mereka kurang berjodoh. Akh lihat, mereka sudah melanjutkan ke arena cinta 2.."

Komentar yang terdengar membuat kuping Sasuke memanas. Ingin rasanya dia segera melempar Gaara ke bulan, kalau perlu ke segitiga bermuda agar si merah itu tidak menganggunya dan oh iya jangan lupakan komentator sialan itu, Sasuke juga akan menendang mereka ke mars.

"Wow lihat, Sasuke dengan pasangannya berlari dengan cepat.."

"Sepertinya terbakar api cemburu ya?"

Sasuke mendelik kesal ke arah komentator itu. Dengan tanpa rasa berdosa, Sasuke malah mempercepat langkah kakinya. Membuat gadis yang menjadi pasangannya terseok-seok.

Siapapun yang melihat keadaan itu pasti akan ngeri ketakutan tapi berbeda dengan gadis-gadis penggemar Sasuke yang berteriak frustasi, menangis dan berkata iri dengan gadis random yang nasibnya malang itu.

"Masa muda~.."

Arena Cinta 2 : Berlari dengan berpelukan

Sasuke mendecih membaca peraturan selanjutnya. Onyxnya melirik gadis tak berdosa -yang terkapar- kelelahan akibat dia seret secara paksa. Rasa bersalah mulai muncul di hatinya tapi langsung sirna begitu melihat Gaara dan Sakura yang sudah setengah jalan.

Ctak

Seperempat siku muncul di kening Sasuke dan tanpa babibu Sasuke menerjang kedua pasangan yang tengah asik berlari sambil pelukan itu. Dengan sigap Sasuke memeluk Sakura dan mengantikan posisi Gaara.

"Sasuke-ku.." Kata Sakura terkejut.

Sasuke masih menatap tajam Gaara. "Sakura, sepertinya pangeranmu marah. Terimakasih ya.." Kata Gaara dan pamit undur diri.

"Oh apa ini yang terjadi?"

"Rupanya Sasuke mengeser posisi Gaara.."

"Apakah tidak melanggar peraturan?"

"Sayang sekali lomba ini tidak ada peraturan terkait.."

"Eh tunggu dulu, Sasuke membawa Sakura pergi. Lihat.."

"Sepertinya mereka melakukan pelarian cinta ya?"

"Baiklah, kita lupakan pasangan itu dan lihat ada Lee dengan Tenten, Karin dengan Juugo, Naruto dengan Hinata.. Dan pasangan Ino dan Shikamaru.. Persaingan terus berlanjut.."

.

.

Sakura terus mengeram kesal melihat Sasuke yang masih fokus menyetir mobil. Sakura kesal dengan Sasuke yang seenaknya saja menariknya keluar dari arena lomba pasangan. Padahal Sakura sedang menikmati lomba itu.

"Apa yang kau lakukan Uchiha?" Desis Sakura.

Sasuke mendengus. "Kita perlu bicara.." Kata Sasuke.

"..."

"Aku akan menunjukkan sesuatu padamu, untuk memenuhi janjiku saat malam itu.." Kata Sasuke.

Sakura mengingat-ingat. Janji? Janji apa ya? Oh ya, Sasuke berjanji akan memberikan kejutan romantis. Sakura bergidik begitu meningat malam minggu itu. Semoga saja kejutan romantis itu bukan ...

"Aku tidak melamarmu kok.." Kata Sasuke yang mengerti jalan fikiran Sakura.

Sakura mendengus kesal. "Tentu saja.."

"Tidak melamarmu sekarang maksudku. Mungkin 2 tahun lagi.." Seringai Sasuke.

Sakura mengeram kesal. "Seriuslah, kita mau ke mana?" Tanya Sakura.

Sasuke hanya diam fokus pada jalanan di hadapannya. Merasa tidak berguna jika bertanya lagi, akhirnya Sakura memilih diam sembari memperhatikan luar jendela. Rasa kantuk mulai menyerangnya dan di menit berikutnya gadis itu sudah jatuh tertidur.

Sasuke yang menyadari akan hal itu, meminggirkan mobilnya. Di betulkan posisi Sakura agar senyaman mungkin. Di kecupnya kening Sakura dengan penuh sayang. Sasuke tersenyum tipis dan kemudian melanjutkan perjalananya.

"Hallo? Semuanya sudah siap?"

"Hn. Baguslah, kami dalam perjalanan.."

Sasuke mematikan sambungan teleponnya. Di liriknya Sakura dan tersenyum kembali mengingat rencana yang dia buat bersama Sasori dan Itachi. Akh jangan lupakan juga, kata-kata romantis yang sudah ia latih dan hafalkan semalaman penuh untuk Sakura.

Sasuke berharap semoga saja nanti wajah datarnya bisa menampilkan sosok pangeran lembut barang sejenak dan semoga saja untaian kata yang sudah di buatnya tidak mengerikan. Yah semoga saja ..

"Aku akan melakukan apapun untukmu Hime. Meskipun berarti aku harus melakukan hal konyol, aku akan melakukannya. Apapun demi dirimu, apapun agar aku bisa menjadi kekasih yang baik dan romantis untukmu, sehingga kamu tidak perlu meninggalkan diriku. Apapun untukmu.." - Uchiha Sasuke.

Bisakah kalian membayangkan hal itu? Seorang Uchiha Sasuke yang dingin dan tidak perhatian, menyiapkan sesuatu yang romantis untuk Sakura.

Berhasilkah rencana mereka? Apakah Sasuke bisa menjadi kekasih yang romantis untuk Sakura? Maukah Sakura memaafkan Sasuke dan apakah hubungan mereka akan membaik?

Temukan jawabannya di next chapter ..

To be continued ..

Review for next chapter ..


Yeahhh.. Chapter 11 selesai juga akhirnya. Semoga kalian suka ya ^^ aku updatenya udah kilat kan? Udah sangat kilat lohh ini.

Chapter 12 temanya SasukSaku Moment (again). Author buat sangat romantisssss loh, Sasuke bakal nyanyiin lagu untuk Sakura, mereka juga bakal dansa di bawah sinar rembulan loohh *kyyaaaa* romantis kan?. Bocoran untuk chapter 13 temanya festival olahraga (final) udah bagian akhir ^^ nanti ada seseorang yang menyatakan cinta saat penutupan festival. Sasuke menyanyikan lagu buat Sakura. Terus Shikamaru, Gaara dan Naruto ngapain? Tunggu aja ya ^ ^

Kalau kalian tanya nasib chapter 14, sebenarnya author udah kehabisan ide *di tendang*. Hahaahahaahha *bingung* entah nasib nya gimana, tapi mohon doa dan dukungannya ya. Semoga aja fic ini ngga berenti di chapter 13. Kan sangat ngga Uchiha kan? -_-

Mohon maaf kalau masih banyak kesalahan dan juga mengecewakan para pembaca ya. Kritik dan saran yang membangun sangat di nanti.

Terimakasih banyak buat silent readers dan yang udah sempetin review. Pokoknya terimakasih banyak buat yang udah baca, review, kasih saran dan semangatnya. Terimakasih ^^

Review for next chapter ..


Balasan review ...

Kinghades78 : beneran keren? Waahhhh.. Makasihh banyak... *girang* aku kira ceritanya jadi aneh dan ngga nyambung. Tapi syukurlah kalau bagus. Semoga kamu suka dengan chapter ini ya ^^ makasih udah review, baca dan juga pujiannya yaaaa.. ^^

Pinky Blossom : yesss *girang* bagus deh kalau kalian penasaran huehehehe. Aku udah update kilat, semoga suka yaaa.. Makasih udah review dan mau nunggu.. ^^

Hanazono yuri : oke. Ini udah kilat kan? Semoga suka yaaa.. ^^

Milyways99 : udah di lanjutttt.. Semoga kamu sukaaa.. ^^

Sonedinda : semoga ya? Huehehe. Oke sip. Chapter selanjutnya udah selesai kok. Tinggal tunggu komentar kalian aja ya.. Makasih udah revieewww.. ^^

Desypramitha2 : hehe.. Kan ini baru mulai konflik tapi konfliknya udah mau selesai. Author harus mikirin konflik baru nih *pose berfikir* . Makasih udah review dan nunggu yaaa.. Semoga suka dengan chapter ini ^^

Cheryxsasuke : benarkah? *girang* senangnya. Aku sempet takut ceritanya jadi aneh dan gaje. Semoga chapter ini kamu suka dan panjang juga ya ^^ makasih udah review dan nunggu.. ^^

Baiklah terimakasih buat semua review dan dukungannya. Sebenarnya chapter 12 udah selesai loh *ngga boong* cuman aku lagi nungguin seseorang buat review, jadi kalian sabar ya ^^

Review for next chapter ..

Makasih banyak..

Sincerenly yours,

Princess7174