A NARUTO Fan Fiction

Princess 7174 Proudly Present

My Baby Girl

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura

Genre: Romance, Humor, Friendship and Family

Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll

I hope you give a good respect for my first fanfiction

If you like please reand and review

If you don't like?just read and you will like it ^^


Chapter 12 : SasuSaku Moment (Forgive and Love)

Sakura mengeliat perlahan. Di tariknya lagi selimut yang menutupi dirinya. Mata dan tubuhnya enggan untuk berpaling dari tempat tidur ini. Rasanya sungguh nyaman tidur di sini seperti ..

Brakk..

Sakura langsung duduk di atas tempat tidur itu. Emerladnya bergulir memperhatikan seluruh inci dari kamar yang sedang ia tempati. Tidak besar dan tidak kecil, namun sangat nyaman dan rapih. Dahi Sakura mengernyit. Dimana dia? Seingat dia, tadi dia sedang dalam perjalanan bersama Sasuke dan ngomong-ngomong soal Sasuke, ke mana pria dingin itu?

Sakura mendengus. Dia berjalan menuju kamar mandi dengan malas. Sehabis menuntaskan panggilan alam, Sakura berniat untuk menyelidiki keberadaannya dan juga mencari sosok Sasuke.

Sakura berjalan menuju westafel, alisnya terangkat satu melihat secarik kertas berwarna pink dan juga mawar pink yang tergeletak di sana.

Cuci mukalah, wajahmu jelek sehabis bangun tidur ...

Ctak

Apa-apaan ini? Jelek? Sungguh pria seperti Sasuke tidak ada romantis-romantisnya. Tangan Sakura hendak meremas dan membuang kertas itu ke tong sampah tapi secarik kertas pink lainnya jatuh ke kakinya.

Walaupun begitu, aku selalu mencintaimu dan akan selalu begitu.

Oh, baiklah. Untaian kata yang satu ini berhasil membuat kekesalan Sakura hilang. Dengan senyuman lebar, Sakura mencuci muka dan juga gosok gigi. Setelah itu, gadis bermata emerlad ini keluar dari kamar kecil sembari membawa setangkai mawar pink, secarik kertas lusuh dan yang masih bagus.

Emerladnya membulat saat melihat di atas tempat tidurnya terdapat gaun berwarna biru dongker. Tangan Sakura langsung mengangkat gaun itu dan secarik kertas terjatuh.

Pesan lainnya.

Pakailah bidadariku, gaun ini khusus untuk orang yang sangat aku cintai..

Sakura tersenyum kian lebar. Dadanya berdebar tidak karuan. Dia bahagia sekali, tidak menyangka Sasuke bisa juga romantis. Sakura meninggalkan kertas-kertas dan mawar pinknya di atas tempat tidur, gadis itu langsung mencoba gaun -mini dress- yang ternyata sangat pas di tubuhnya.

Sakura celingukan dan akhirnya menemukan meja rias yang sedari tadi di carinya. Ternyata di meja rias itu juga ada setangkai mawar putih dan pesan lainnya.

Berdandan? Wajahmu sudah cantik dan sempurna, tidak perlu make up. Aku mencintaimu apa adanya..

Sakura terkekeh membaca pesan itu. Agak sedikit lucu membaca pesan yang satu itu. Sakura mengambil sisir dan mulai merapihkan rambut pink panjangnya. Wajahnya di berikan bedak dan sedikit polesan make up natural. Bibirnya dia lapisi dengan lip gloss berwarna pink baby. Ah sempurna, sekarang dia sudah semakin cantik.

Sakura berjalan sembarik membawa kertas-kertas dan juga dua tangkai mawar itu. Matanya melihat wedges berwarna biru yang senada dengan dressnya. Tak lupa juga ada pesan lainnya di atas sepatu itu.

Sepatu yang cantik untuk gadis yang cantik dan sepatu yang cantik akan menuntun gadis cantik ke tempat yang cantik. Aku mencintaimu, sangat.

Sakura tersenyum tipis. Di ambilnya wedges itu dan memakainya. Setelah itu, Sakura berjalan mendekati pintu dan di sana terdapat pesan juga.

Keluarlah, ikuti tanda cintaku. Temukan aku wahai bidadariku.

Tanpa ragu, Sakura membuka pintu itu. Matanya terbelalak melihat pemandangan di hadapannya. Semua lampu padam dan lilin yang berjajar menjadi penerangan jalannya. Sakura melangkahkan kakinya dan bukan hanya lilin itu yang menjadi kejutannya. Di sepanjang jalan, di seluruh dinding yang ia lewati, tertempel foto-foto dia dan Sasuke.

Foto saat Sasuke berulang tahun.

Foto saat mereka datang ke pesta ulang tahun Juugo.

Foto Sakura memeluk Sasuke.

Foto saat mereka lulus.

Dan banyak lagi foto yang penuh kenangan mereka berdua. Tidak lupa banyak kata-kata romantis yang di tuliskan di samping foto itu. Sakura sampai menangis bahagia melihat tingkah romantis Sasuke. Kakinya berjalan dengan cepat begitu selesai membaca sebuah kalimat.

Aku memang bukan kekasih impianmu. Aku bukan laki-laki romantis yang perhatian. Aku banyak kekurangan dan kamu melengkapinya Sakura.

Maafkan semua keegoisanku. Kecemburuan yang berlebihan tapi semua itu karena aku mencintaimu dengan sangat.

Apapun aku lakukan. Hanya untuk Sakuraku. Hanya untuk Akatsuna Sakuraku.

Lilin-lilin itu menuntun Sakura. Dengan senyuman bahagia Sakura berjalan kian cepat. Sampailah dia di sebuah pintu besar. Dengan mantap Sakura membuka pintu itu dan ..

Zrasshhh..

Deburan ombak serta angin pantai menerpa wajahnya. Sakura kira, sekarang sudah malam tapi ternyata masih sore. Mungkin sekitar pukul 5 sore karena langitnya sudah berwarna orange. Sakura berjalan perlahan, mulai keluar dan saat itu emerladnya melihat sosok yang sedari tadi dia cari.

Di sana pemuda itu berdiri.

Mengenakan tuxedo yang membuatnya tambah tampan dan keren.

Di sana pemuda itu berdiri.

Mengulurkan tangannya menunggu sambutan.

Pemuda itu tersenyum lembut saat Sakura membalas uluran tangannya.

Pemuda itu..

Tersenyum lembut pada Sakura..

Pemuda itu..

Uchiha Sasuke yang selama ini dingin, tanpa ekspresi kini tengah tersenyum lembut. Memperlihatkan raut wajah bahagia.

"Sasuke-kun, ini indah sekali.." Ujar Sakura.

Sasuke terkekeh. "Ini belum apa-apa. Jangan langsung terpukau begitu.." Kata Sasuke.

"Ne? Masih ada lagi?" Tanya Sakura.

Sasuke mengangguk dan menundukkan Sakura di salah satu kursi yang telah ia siapkan.

"Ini sudah lebih dari cukup Sasuke. Ini sangat romantis.." Kata Sakura.

"Lihat saja nanti malam, ini belum ada apa-apanya.." Kata Sasuke.

Sakura mengernyit bingung. Nanti malam? Maksud Sasuke bukan.. Oh tidak, Sakura kendalikan emosi dan pikiranmu. Jangan rusak moment romantis kalian berdua. Tahan Sakura, tahan. Mana mungkin Sasuke begitu kan?

"Untuk permintaan maaf, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu.."

Sakura mendongkak dan melihat Sasuke duduk di hadapannya dengan sebuah gitar di pangkuannya. Sakura bersemu merah. Dia bersemu merah bukan karena melihat senyum Sasuke yang jarang ia lihat -ralat- tidak pernah ia lihat tapi karena gitar yang ada pada pangkuan Sasuke. Penuh dengan foto mereka dan juga ada tulisan "Uchiha Sakura and Uchiha Sasuke, I love her forever.."

Oh astaga. Bukankah Sasuke itu pemalu? Bergengsi tinggi? Tapi kenapa gitar dengan foto-foto mereka mau dia bawa? Apa gitar itu milik Sasuke?

"Ada apa Sakura?" Tanya Sasuke.

Sakura mengeleng. Lalu tersenyum. "Kamu ingin menyanyikan lagu apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura.

Kini gantian Sasuke yang tersenyum. "Hmm.. Bagaimana ya? Lebih baik kita jalan-jalan dulu dan wedgesmu lepas saja. Taruh di sini.." Kata Sasuke.

Sakura hanya menurut. Akhirnya mereka menyusuri bibir pantai dengan nyeker. Sebenarnya Sakura sempat bingung. Masa di pantai dia pakai dress? Pakai wedges? Sasuke juga pakai tuxedo? Bukannya mereka salah kostum? Tapi biarkan saja toh Sasuke tidak berkomentar.

Sasuke melepaskan rangkulan tangannya, di ambilnya sebatang kayu dan mulai menuliskan sesuatu di bibir pantai itu.

"Uchiha Sasuke love Uchiha Sakura.." Baca Sakura.

"Sasuke.. Aku Akatsuna Sakura.." Kesal Sakura.

Sasuke terkekeh. Setelah selesai menulis nama itu dan membuat gambar hati berukuran besar, Sasuke menarik Sakura agar masuk ke dalam gambar hati itu.

"Nanti akan berubah jadi Uchiha.." Bisik Sasuke.

Sakura diam, memperhatikan Sasuke yang mulai memetik gitarnya.

My heart is sinking

As I'm lifting up

Above the clouds away from you

And I can't believe I'm leaving

Oh I don't kno-kno-know what I'm gonna do

Sasuke menatap Sakura intens. Emerlad bertemu Onyx. Sasuke tersenyum membuat Sakura merona dan menundukkan kepalanya.

But someday

I will find my way back

To where your name

Is written in the sand

Sekarang Sakura mengerti kenapa Sasuke tadi menulis nama mereka di atas pasir ini. Jadi ada hubungannya dengan lagu ini? Sakura mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat Sasuke yang sedang asik menyanyi sembari memetik gitarnya.

Cause I remember every sunset

I remember every word you said

We were never gonna say goodbye

Say la-ta-ta-ta-ta

Tell me how to get back to

Back to summer paradise with you

And I'll be there in a heartbeat

Oh-oh

I'll be there in a heartbeat

Oh-oh

Lirik ini membuat Sakura ingat saat mereka SD dulu, Sasuke dan Sakura pernah ke pantai bersama Itachi. Sakura tersenyum mengingat kenangan mereka dulu.

Cause I remember every sunset

I remember every word you said

We were never gonna say goodbye

Say la-ta-ta-ta-ta

Suara merdu Sasuke dan detingan gitar yang indah membuat Sakura bernostalgia ke saat-saat mereka kecil dulu dan sekarang Sakura baru sadar, kalau pantai ini adalah pantai yang sama dengan yang dulu.

Tell me how to get back to

Back to summer paradise with you

And I'll be there in a heartbeat

I remember where we first kissed

How I didn't wanna leave your lips

And how I've never ever felt so high

La-ta-ta-ta-ta

Sakura sempat merona mendengar kata 'first kissed' Sasuke malah berkedip jahil padanya membuat wajah Sakura kian merona dan akhirnya Sakura memilih untuk memalingkan wajahnya.

Tell me how to get back to

Back to summer paradise with you

And I'll be there in a heartbeat

Oh-oh

I'll be there in a heartbeat

(summer paradise)

Oh-oh

I'll be there in a heartbeat

Selesai menyanyikan lagu itu, Sasuke menaruh gitarnya. Jermarinya mengarahkan Sakura untuk menatapnya. Emerlad bertemu dengan Onyx. Sasuke tersenyum. Entah hari ini sudah berapa kali ia tersenyum. Mau OOC pun Sasuke tidak perduli, sekarang yang terpenting, dia bisa membuat Sakura bahagia.

"Aku akan mencintaimu, sampai lumba-lumba merangak berjalan di daratan, memakan pisang si singa dan membuat gajah merangkak.."

Sakura tertawa. Dengan perlahan Sakura memeluk Sasuke. "Itu salah Sasuke. Yang benar, aku akan mencintamu sampai si bisu berkata pada si tuli bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan.." Bisik Sakura.

Sasuke mendengus. "Hn.. Itu ungkapan orang-orang bodoh. Sebentar lagi si bisu akan bisa berkata, si tuli akan bisa mendengar dan si buta bisa melihat juga si lumpuh. Itu sangat sebentar.." Bisik Sasuke.

Sakura melepaskan pelukannya dan menatap Sasuke dengan bingung. "Lalu?"

Sasuke tersenyum. Mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura, mempersempit jarak di antara mereka dan saat hidung mereka sudah bersentuhan, Sasuke berbisik "Aku mencintaimu selamanya, tanpa di batasi apapun dan tanpa yang ada membatasi. Selamanya.." Kata Sasuke.

Bersamaan dengan itu, bibir kedua insan itu bertemu. Sasuke dengan lembut melumat bibir Sakura. Sakura memejamkan matanya, mengalungkan tangannya di leher Sasuke dan mulai memainkan rambut Sasuke.

Ciuman hangat yang penuh perasaan. Di temani oleh sun set yang indah dan sangat romantis. Dua sejoli itu berciuman dengan mesra.

Selamanya, akan saling mencintai. Selalu saling mencintai ...

.

.

Mengingat kejadian beberapa menit yang lalu membuat wajah Sakura kian merona. Di sampingnya Sasuke masih merona juga. Maklum saja tadi itu ciuman terlama dan teromantis mereka. Karena hari sudah kian gelap, Sasuke mengajak Sakura ke tempat terakir mereka untuk makan malam bersama.

Oh Kami-sama, bagaimana bisa dalam waktu beberapa hari Sasuke berubah jadi sangat romantis? Lihat saja, di seluruh penjuru restoran ini tertempel foto-foto romantis SasuSaku. Ugh, romantis tapi Sakura merasa malu juga. Pasalnya ada foto mereka yang tengah ciuman.

"Ada apa Sakura? Wajahmu merah Sekali?" Khawatir Sasuke.

Sakura mengeleng lalu tersenyum.

Sasuke mengangkat sebelah alisnya. "Makanannya tidak enak?" Tanya Sasuke.

Sakura mengeleng.

Pasrah. Akhirnya Sasuke hanya memperhatikan tingkah Sakura. Sebenarnya Sasuke resah dan sedang gugup tidak karuan. Sial, Sasuke benar-benar merasa seperti orang bodoh. Menempelkan semua foto pribadi dia dengan Sakura di sebuah ruangan restoran. Sasuke tidak menyesal hanya saja, ide dari Sasori dan Itachi ini amat teramat kampungan. Apalagi yang tadi ia lakukan semuanya mirip drama opera sabun yang ibunya sering tonton.

Sasuke mendesah. Kalau bukan karena Sakura. Mana mau Sasuke berkata seperti itu? Astaga kenapa otak jeniusnya pakai lupa segala? Bayangkan si bisu berganti nama dengan lumba-lumba? For god sake, terlalu gugup, Sasuke jadi lupa dan akhirnya keluar lah kata lumba-lumba, singa dan gajah. Mana ada lumba-lumba berjalan? Berjalan dengan apa sirip? Singa makan pisang? Singa ompong dan gajah merangkak? Hell ya.

Sasuke mendengus. Untung saja Sakura tidak terlalu mengomentarinya dan juga untungnya dia masih bisa mengeles dari kesalahannya. Sasuke menyesal sekali, dia tidak bisa berkata romantis sesuai rencana dan kenapa untaian kata pelawak yang keluar?

Sasuke masih memandangi bulan dan merutuki kebodohannya sampai sebuah ide muncul.

Sasuke bangkit lalu berbungkuk penuh hormat kepada Sakura. "Tuan puteri, maukah anda berdansa dengan saya?" Tanya Sasuke dengan selembut dan seromantis mungkin (semoga).

Sakura terkekeh lalu menerima uluran tangan Sasuke. "Dengan senang hati pangeran.."

Sasuke tersenyum lalu membawa Sakura ke out door restoran itu. Malam yang gelap di sinari oleh taburan bintang-bintang dan rembulan. Alunan musik yang indah dan lembut menambah kesan romantis untuk mereka.

"Indah sekali.." Kata Sakura saat melihat pemadangan langit.

Sasuke tersenyum. "Malam yang sempurna untuk gadis yang sempurna.."

Hening.

Keduanya hanya menikmati alunan melodi yang indah dan juga wajah dari pasangan mereka. Sakura sudah tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya dan Sasuke dengan jahilnya mencium bibir Sakura lagi.

Ah, sungguh malam yang sempurna untuk pasangan yang sempurna ..

Sasori dan Itachi yang melihat Sasuke dan Sakura dari jauh menghela nafas lega. Baguslah kalau dua sejoli itu sudah baikan jadi tidak sia-sia mereka melakukan ini semua.

"Ah, iri.." Kata Itachi.

Sasori menyeringai. "Cepatlah cari pacar, pak tua. Kulitmu sudah terlalu lama kehilangan sentuhan cinta.." Goda Sasori.

Itachi mendengus kesal. "Memang kamu punya pacar Sasori?" Kata Itachi meremehkan.

Sasori tersenyum. Mengotak-atik handphonenya dan menunjukan fotonya dengan seseorang pada Itachi.

Itachi membelalak dan menatap Sasori tak percaya. "Jangan berbohong.." Desis Itachi.

"Siapa yang berbohong? Terserah kalau tidak mau percaya.." Kata Sasori.

"Tch, bagaimana mungkin? Dia mau denganmu?" Kata Itachi tak percaya.

"Asal tau saja. Di kampus, aku cowo keren dan incaran. Tentu saja dia mau.." Kesal Sasori.

Itachi cenges-cengesan. "Ah, lupakan. Aku mau tidur. Biarkan saja mereka berdua.." Kata Itachi dan keluar dari restoran.

Sasori mengangguk. Lalu sebelum keluar dari restoran, anak sulung Akatsuna ini tersenyum melihat SasuSaku. "Aku tau, Sasuke pasangan yang tepat untukmu Saku. Berbahagialah.." Ujarnya.

"Hoi.. Sasori, cepat. Aku cape nih.." Teriak Itachi. Sasori berjalan dan menghampiri Itachi.

Sakura menyenderkan kepalanya di dada bidang Sasuke. Malam ini cukup dingin dan membuat kedua pasangan itu berpelukan, berbagi kehangatan. Sasuke sesekali mengecup pucuk kepala Sakura dengan sayang.

"Aku bahagia sekali, terimakasih Sasuke-kun.." Senyum Sakura. Mendongkakan kepalanya untuk melihat Sasuke.

Cup.

Sasuke mengecup bibir Sakura, lalu membalas senyuman gadis itu. "Aku harap, aku sudah cukup romantis dan baik.." Kata Sasuke.

"Aku berharap, aku bisa sedikit romantis, lebih perhatian dan lembut kepadamu Sakura. Aku tau aku dingin dan membosankan tapi aku mohon aku akan berubah dan melakukan demi dirimu, jadi tetap di sisiku.." Kata Sasuke.

Sakura tersenyum lalu mempererat pelukannya. "Selamanya aku disini. Jangan berubah menjadi orang lain karena kamu yang sekarang, sudah lebih dari cukup Sasuke-kun.." Kata Sakura.

Sasuke tersenyum. "Benarkah? Padahal tadi kata-kataku aneh.."

Sakura terkekeh. "Ya aneh tapi aku menyukainya. Karena pastinya akan sulit untuk lumba-lumba berjalan di darat. Singa makan pisang dan Gajah merangkak.."

"Ada humornya tapi tetap romantis.." Lanjut Sakura.

Hening.

Keduanya terlarut dalam malam yang romantis dan indah itu.

"Sasuke-kun?"

"Hn.."

"Semua ini ide siapa?" Tanya Sakura.

"Ide kami. Sasori-nii, Itachi-nii dan aku.." Jawab Sasuke.

"Gitar itu, apa Sasuke tidak malu membawanya untuk besok?" Tanya Sakura.

Sasuke mengeleng. "Sama sekali tidak. Gitar itu penuh kenangan kita, termasuk tempat ini dan lagu itu.."

Sakura mengangguk setuju.

"Lebih baik kita tidur sekarang, aku tidak mau kekasihku sakit.." Kata Sasuke.

Sakura tersenyum. "Aku mencintaimu Sasuke.."

"Aku lebih mencintaimu. Selamanya. Kamu hidup dan nafasku. Selamanya aku mencintai Akatsuna Sakura.." Senyum Sasuke.

Dan sebagai penutupan yang indah mereka berciuman. Membuat malam yang sudah sempurna itu kian sempurna. Memperdalam perasaan satu sama lain. Saling menjaga selamanya.

"Dia nafasku, jantungku, hidupku. Dia segalanya. Tanpa dia aku akan hancur. Tanpa Sakuraku, aku mati. Aku mencintainya sampai kapan pun.." - Uchiha Sasuke.

"Dia memang tidak sempurna. Dia tidak romantis dan lembut. Tidak selalu baik tapi dia membuatku mencintai dirinya dengan sempurna, dengan dia membuat aku kian sempurna. Aku mencintainya. Sangat mencintai Sasuke-kun.." - Akatsuna Sakura.

.

.

Sakura memandangi langit dari balkon kamarnya. Hari ini sungguh hari terbaik di hidupnya. Dia tidak pernah membayangkan kalau Sasuke akan berubah jadi romantis dan lembut seperti itu.

Kalau ingat kejadian tadi, wajah Sakura langsung panas. Terlalu bahagia dan juga malu (?). Sakura masih asik dengan lamunanya dan tidak sadar, sepasang lengan kekar sudah merengkuh tubuhnya.

Sakura terlonjak saat seseorang meniup telinganya dari belakang. Namun setelah itu, senyuman terukir di wajah cantiknya. "Sasuke-kun.."

"Hn.."

"Kenapa tidak tidur?" Tanya Sakura.

Sasuke mencium pipi Sakura. Membuat Sakura terkekeh. "Karena bidadariku masih terjaga.."

"Aku takut, kalau aku tidur, nanti bidadariku akan pergi ke keyangan sana dan meninggalkanku.." Bisik Sasuke.

Sakura mendengus lalu membalikan tubuhnya agar bisa menatap wajah Sasuke.

Betapa beruntungnya dia. Bisa memilik kekasih setampan dan sejenius Sasuke. Walaupun kadang-kadang Sasuke sangat menjengkelkan tapi Sakura mencintai Sasuke apa adanya. Bukan hanya karena dia keturunan Uchiha, rupanya, kekayaannya ataupun kejeniusannya. Dia mencintai Sasuke.

"Ada apa?" Tanya Sasuke.

Sakura tersentak tapi kemudian gadis ini memeluk Sasuke. Menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang kekasih.

Dengan lembut dan penuh sayang, Sasuke mengelus kepala Sakura dan sesekali mengecup pucuk kepala gadis yang amat ia cintai itu.

"Aku tidak bisa tidur Sasuke-kun.." Kata Sakura.

"..."

"Hari ini sangat luar biasa dan membuatku bahagia. Aku tidak bisa tidur.." Kata Sakura dan mendongkakan kepalanya agar bisa menatap wajah sang kekasih.

Sasuke tersenyum lalu di ciumnya bibir mungil Sakura. "Aku juga. Bagaimana kalau kita tidur bersama?" Tawar Sasuke.

Sakura bingung. Tidur bareng? Dia dan Sasuke? Pikiran negativ mulai menyerang pikirannya. Mengerti akan hal itu Sasuke berdehem. "Bukan melakukan 'itu', hanya tidur sambil berpelukan.." Kata Sasuke dengan rona di kedua pipinya.

Sakura merona. Malu dengan fikirannya yang kotor tadi. Sakura mengangguk perlahan lalu dengan di rangkul Sasuke mereka merebahkan diri di ranjang kasur.

Sasuke menjadi lengan kanannya sebagai bantal kepala Sakura. Posisi Sasuke tidur juga menyamping karena Sakura mendekatkan wajahnya di dada bidang Sasuke. Tangan kanan Sasuke merangkul pinggang Sakura dan kedua tangan Sakura memeluk Sasuke.

Alhasil mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Sakura tersenyum. Bungsu Akatsuna ini sangat menyukai wangi tubuh Sasuke dan begitupun sebaliknya.

"Selamat tidur Sasuke-kun.." Kata Sakura sebelum memejamkan matanya.

Sasuke mengangguk lalu mencium kening Sakura dengan penuh sayang. "Selamat tidur Sakura.."

"Kalau ada aku, semua mimpi buruk tidak akan datang di tidurmu.." Bisik Sasuke. "Jadi tidurlah yang nyenyak.."

Sakura mengangguk lalu mencari posisi lebih nyaman dalam dekapan hangat Sasuke dan tak lama kemudian suara dengkuran halus keluar dari bibir mungil Sakura.

Sasuke masih terjaga. Memperhatikan wajah damai sang kekasih. Sasuke tersenyum tipis. Setelah membenarkan posisi kepala Sakura, bungsu Uchiha ini pun menyusul kekasihnya berlayar ke alam mimpi.

Bersamaan dengan larutnya sang malam, kedua anak manusia itu tidur dengan saling menjaga satu sama lain. Mempertebal benang merah yang mengikat mereka dengan kenangan yang mereka buat -SasuSaku-

To be continued..

Review for next chapter ..


Kyaaaa.. Huwaaa.. Kalian tau tidak? Tau ngga? Author buat chapter ini ngga nyampe 1 hari loh. Setelah ngeupdate chapter 11, chapter 12 ini udah jadi. Huwwaa.. Terimakasih untuk dukungan dan ide yang mengalir ^^

Semoga aja chapter ini romantis ya. Walaupun author rasa ini terkesan biasa -_- ngga ada romantisnya. Tapi semoga aja kalian suka ya ^^ chapter 13 itu bagian final dari festival olahraga. Aku sengaja potong di bagian malamnya biar di awal chapter 13 ada adegan romantis SasuSaku.

Ah, author iri sama Sakura. Kenapa bisa di keliling cowo tampan ya -_-"

Kritik dan saran yang membangun author sangat nanti dan kalau kalian mau next chapter di buat sesuai bayangan kalian, kasih tau author ya ^^ author dengan senang hati akan membuat sesuai keinginan kalian.

To be continued ..

Review for next chapter ..


Balasa review

Yaya Uchiha : hei kamu, maaf *menunduk* pas review kamu masuk, aku udah update, maaf aku ngga maksud buat ngga bales kok review kamu aku bales dua-duanya, yang satu ada di bawah ya maaf *menunduk*. haha.. Aku seneng kalau kamu suka sama ceritanya, walaupun menurut aku ceritanya aneh dan ngga bermutu -_-. Aku juga suka kalau sasusasoita udah ketemu, entah kenapa kalau lagi ngetik ttg mereka, malah jadi kocak gitu. Haha XD tapi lumayan kan biar ngga terlalu bosen dan tegang? Semoga kamu suka chapter 12 ini ya dan aku ngga janji nih chapter 13 bisa update kilat, udah ngga ada ideeee.. Huwwaaaa :'( tapi doain ya semoga idenya kembali :D makasih udah review 3

Desypramitha2 : haha.. Gaara pertamanya doang kok jadi penganggu. Nanti dia juga bantuin Sasu. Makasih udah review dan atas pujiannya ya :D

Hanazonoyuri : udah update semoga kamu suka :D

Kinghades78 : haha.. Engga ngelanggar kok, soalnya author lupa buat peraturannya (?). Bener tuh, kalau di anime, udah ada perang besar antara Sasu dan Gaara. Wah, untung kamu ingetin aku soal pein dan deidara. Mereka akan muncul :D aku usahain next chapter makin keren. Makasih atas ide dan reviewnya ^^ semoga kamu suka .. :D

Sonedinda : haha aku juga suka loh buat adengan konyol antara sasusasoita. Biar ngga bosen juga :D untungnya ngga garing ya? Makasih udah review, semoga suka dengan chapter ini :D

Pinky blossom : terimakasih kembali karena kamu udah baca dan mau nunggu ^^ semoga kamu suka chapter 12 ini dan semoga romantis ya? Gimana menurut kamu? Romantis? Makasih udah review dan semangatnya :D

Milkyways99 : makasih udah sukkkaaaa... Aaaaaa, author senang banget :D semoga kamu suka sama chapter ini yaaaaa.. 3

Mitsuka sakurai : oke ngga apa :D makasih udah reviw dan sippppp, semoga kamu suka chapter ini yaaa :D

Kurumi : udah di update semoga suka yaaa :D

Kurumi-chan : udah update dan terimakasih udah nunggu yaaaa.. Semoga suka :D

Himeko : nuggu siapa ya? Siapa aja boleh :p haha. Udah di update, semoga suka 3

Kisame : makasih udaahhh reviewwww yaaa.. Semoga suka :D

Ryuu : iya terimakasih atas doa dan dukungannya ya :D makasih udah mujiiii *terharu* haha kamu lucu bangettt. 3

Cheryxsasuke : hahahaahahaha.. Maafkan author *menunduk* abis author penasaran kan, masa uchiha selalu perfect? Sekali-sekali lah. Haha. Makasih yaaa.. Author berusaha updatee halilitar deh :D makasih atas review dan dukungannya 3

Nitya-chan : makasih udah nunggu dan pujiannya :D semoga suka dengan chapter ini ^^

Yaya Uchiha : aduh maaf, aku bukannya ngga bales review kamu kok :( pas aku selesai update review kamu baru masuk jadinya baru aku bales chapter ini deh. Maaf ya *menunduk* haha kan biar gereget, biar sasu makin cemburu gitu. Makasih udah nunggu ya, maaf tapi aku udah bales kok reviewnya gomen yaaaa :D 3

Matsuohatake : kyaaa.. Aku juga mau punya kaka kaya saso, kira-kira bisa beli di mana ya (?) Abaikan. Ngga apa2 kok, mau curhat sekalian review kan lebih asik, author jadi punya temen ngobrol dan curhat juga (?) Makasih udah review yaaa.. ^^

Guest : makasih banget atas pujiannya *girang* curhat sekalian review aja :D author ngga keberatan kok 3 semoga suka sama chapter ini yaaa..

Agezia : haha.. Kan sakuranya keras kepala, jadinya sasu deh yang ngalah. Tapi ngga apa kan? Biar ada moment romantis. Semoga kamu suka :D sip, sakura nanti bakal jeolus juga kok, tunggu ya :D

Myra-chan : udah di lanjut :)

Makasih buat semua review dan dukungannya.

Review for next chapter

Sincerenly yours,

Princess7174