A NARUTO Fan Fiction
Princess 7174 Proudly Present
My Baby Girl
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: Uchiha SasukexHaruno Sakura & Uzumaki NarutoxHaruno Sakura
Genre: Romance, Humor, Friendship and Family
Warning: AU, OOC, Typo(s) aneh, ngga jelas dll
I hope you give a good respect for my first fanfiction
If you like please reand and review
If you don't like?just read and you will like it ^^
Chapter 13 : Keberanian dan Kekuatan
( Chapter ini khusus tentang NaruHina)
Naruto mengacak rambutnya frustasi. Pemuda berkulit tan ini, masih diam di tempat. Tidak bergeming sama sekali. Pandangannya hanya tertuju pada satu arah. Arah yang baru saja di lewati oleh Sasuke dan Sakura. Naruto menghela nafas. Sepertinya, dia sudah tidak mempunyai kesempatan untuk mengambil hati Sakura. Sasuke dan Sakura seperti magnet yang di berikan lem super.
"Naru.."
Naruto menoleh dan di belakangnya, hinata berdiri dengan wajah memerah.
Naruto mengadah ke atas. Sinar matahari bersinar terang. Pasti wajah Hinata memerah karena kepanasan pikir Naruto.
"Hinata, lebih baik, kamu berteduh di bawah pohon. Lihat, wajah kamu memerah karena kepanasan.."
Hinata memilin jemarinya. Kepalanya kian menunduk. Wajahnya kian memerah seiring dengan detak jantungnya yang kian berdegup kencang.
"Na-Naruto.."
"Humm?.."
Mendapat respon dari Naruto. Hinata cepat-cepat mengeluarkan handuk berwarna lavender yang sedari tadi dibawah olehnya.
"Ini, pakai handuk ini untuk mengelap keringat Naruto-kun.."
Hinata menunduk malu. Jantungnya kian berdebar kencang saat tangan tan Naruto, menyentuh ujung handuknya.
Tapi..
Naruto tersenyum. "Kamu lebih membutuhkannya Hinata. Wajahmu sudah memerah melebihi tomat.."
Hinata menunduk. Naruto menolaknya bukan menolak niat baiknya. Melihat Hinata merengut, Naruto memasang cengirannya lalu mengambil handuk dari tangan Hinata. Tangan tan Naruto sempat menyentuh tangan putih Hinata, membuat gadis bermata lavender ini merasakan sengatan listrik selama beberapa saat.
"Tapi terima kasih yaa. Oiya, di mana Neji?" Tanya Naruto sembari mengelap keringatnya.
Hinata memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. "Ta-Tadi Neji-san bilang, dia ada urusan bersama Osis.."
Naruto mengangguk mengerti. Mata blue safir-nya melihat Kiba dan Lee. "Hinata terima kasih untuk handuk-nya yaa. Kamu jangan terlalu lama di bawah sinar matahari, nanti sakit.." Senyum Naruto.
Hinata terdiam. Senyuman Naruto membuat rongga dadanya hangat. Hinata mengangguk sebagai jawaban dan mengambil handuknya dari tangan Naruto.
Naruto pun berjalan pergi, menyusul Kiba dan Lee. Tapi baru beberapa langkah, pemuda berkulit tan ini berbalik dan kembali menghampiri Hinata. "Oiya, handuk ini kamu berikan parfum ya?"
"Eh?"
Naruto mengangguk. "Iya, handuk ini kamu berikan parfum?"
Hinata mengangguk. Kemudian Naruto kembali tersenyum lebar. "Apakah parfum itu kamu pakai sehari-hari? Aku suka baunya. Bau parfumnya sangat lembut dan juga menenangkan. Cocok untukmu. Hehe.."
Blush
Hinata memerah ke stadium akhir. Naruto sudah berlai meninggalkannya. Jemari Hinata meremas handuknya kian kencang. Bahagia. Dia bahagia sekali. Barusan Naruto memuji dirinya kan?
.
.
Esok harinya adalah hari sabtu.
Naruto gelisah memandangi gerbang sekolah. Di sebelahnya, Lee dan Kiba hanya bisa 'menonton' Naruto yang sedang menunggu kedatangan Sasuke dan Sakura. Akan tetapi sampai bel tanda masuk berbunyi, kedua pasangan itu masih tidak menampakan diri.
Jenggah..
Akhirnya Kiba menghampiri sahabatnya dan berusaha menenangkan Naruto.
"Mungkin mereka tidak masuk Naruto.."
Naruto mengeleng. "Aku khawatir dengan Saku-chan.."
"Tenang saja. Sakura-san bersama Sasuke-san, dia pasti aman.." Kata Lee berusaha menenangkan Naruto.
"Justru hal itu yang di takutkan oleh Naruto, Bake Lee.." Kata Kiba.
Lee menampilkan wajah bingung. Kedua alis tebalnya menyatu. Melihat hal itu Kiba inging tertawa tapi di tahan olehnya. Situasi seperti ini, bukan saat yang tepat untuk mengejek penyatuan alis Lee yang seperti 'lintah raksasa' itu.
"Saku-chan.. Aku harap kamu baik-baik saja.."
Suara Naruto berhasil membuyarkan lamunan Kiba tentang alis tebal Lee. Pemuda penyayang binatan ini pun menepuk punggung Naruto. Berusaha menenangkannya.
"Bagaimana kalau kamu tanya saja pada Tsunade-sama?.."
Naruto langsung memandang Kiba tak mengerti. Kiba menghela nafas. "Tsunade-sama kan nenek Sakura-san, sebagai nenek, harusnya Tsunade-sama kan tau, ke mana Sasuke-san membawa cucu-nya.."
"Sebelum bertanya, bisa-bisa Naruto sudah di lempar dengan buku tebal ilmu kedokteran.." Kata Lee.
"Benar Kiba. Sebelum berhasil masuk ruangannya, bisa-bisa nyawaku sudah melayang.." Kata Naruto.
Kiba menghela nafas. "Dari pada kamu penasaran? Tak ada salahnya mencoba kan?"
Naruto berfikir. Perakataan Kiba memang benar. Dari pada dia berdiri di depan gerbang seperti patung selamat datang, lebih baik dia bertanya ke nenek Sakura kan? Walaupun penuh rintangan dan ancaman, kalau demi cinta, semua itu pasti mudah. Naruto tersenyum lebar, lalu memukul pundak Kiba pelan. "Arigatou Kiba, aku ke ruangan Tsunade-sama dulu yaaa.."
Kiba tersenyum dan mengangguk. "Selamat berjuang Naruto.."
Lee mengacungkan jempolnya. "Semoga Kami-sama melindungi dirimu Naruuttoooo.."
Kiba menoleh ke arah Lee. Lee yang bingung langsung menoleh ke arah Kiba dan memasang pose wajah seperti tadi. Jemari Kiba terangkat lalu menunjuk kedua alis tebal Lee yang sudah menyatu. "Ada Lintah Raksasa di wajahmu.."
Teriakan Lee pun, menjadi pembukaan indah di awal hari itu.
.
.
Hosh.. Hosh..
Hosh..
Gadis berambut pendek itu, berlari di koridor sekolah. Kedua tangannya membawa tumpukan buku yang sepertinya harus dia serahkan ke salah satu guru.
'Sedikit lagi..'
Tanpa mengurangi kecepatannya, gadis itu segera berbelok tapi sayang beribu sayang, dirinya menabrak sekumpulan anak-anak bandel. Membuat tumpukan buku yang sedari tadi di bawa olehnya, berceceran di lantai.
"Woii.. Jalan pake mata dong.."
Gadis itu kian menunduk. Ketakutan, melihat anak-anak cowo yang ada di hadapannya ini. Sial sekali nasibnya. Di suruh -paksa- oleh teman sekelasnya membawa buku dan sekarang dia harus berhadapan dengan cowo-cowo yang di cap suka membuat onar.
Salah satu pemuda itu pun maju, kemudian mengangkat dagu gadis bermata putih itu.
"Oohh.. Gadis ini Hinata Hyuga.."
"Hyuga katamu?"
"Dia adik si Neji?"
"Yaa.. Lihat saja, warna mata mereka sama.."
"Wah bagus sekali, kita bisa memberi pelajaran ke Hyuga sombong ini.."
Hinata bergetar ketakutan. Sayang sekali, koridor yang dia lewati adalah koridor sepi yang jarang lewati. Koridor ini hanya digunakan oleh anak-anak nakal yang mau membolos ataupun melanggar peraturan. Hinata berusaha berontak dan berlari akan tetapi dirinya sudah tertangkap dan terjebak.
"Dia gemetar ketakutan.."
"Haha.. Hei, salahkan kaka-mu itu. Kalau dia tidak sombong, kamu tidak akan mengalami hal ini.."
Hinata berusaha menahan tangisnya. Dia berusaha mengumpulkan keberaniannya. "A-Apa salah kak Neji? Kak Neji orang baik.."
Para pemuda itu tertawa. Hinata mengernyit bingung. Bukankah tidak ada yang lucu dari perkataannya?
"Baik katamu? Semua Hyuga itu sombong. Memandang rendah semua orang kecuali orang-orang tertentu.."
"Mereka menindas kami yang tak punya 'nama besar' seperti mereka.."
Hinata mengeleng. "Ka-Kalian salah, Hyu-Hyuga tidak seperti itu.."
"Sudah jangan banyak bicara, lebih baik kita berikan pelajaran saja ke adiknya. Biar kaka-nya yang sombong itu tau kalau kita tidak suka di remehkan.."
Hinata bergetar ketakutan. Dirinya ingin berteriak minta tolong. Akan tetapi suaranya tidak mau keluar. Hinata memejamkan matanya. Dirinya selalu seperti ini, tidak berani dan tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal dia ingin berubah setelah menemukan alasannya untuk berubah.
Duak
Bruk
"Hei jangan ikut campur.."
Terdengar suara ribut-ribut. Cengkraman di kedua tangannya sudah lepas. Akan tetapi Hinata masih memejamkan matanya ketakutan, selalu seperti ini. Jika ketakutan, dia tidak bisa berbuat apapun.
"Dasar brengsek, berani-nya dengan perempuan.."
"Kalian bawa mereka ke ruang Tsunade-baachan.."
"Roger.."
"Naruto, tolong urus dia.."
Naruto? Apa indra pendengarannya tidak salah? Naruto ada disini? Hinata kira indra pendengarannya salah, tapi begitu indra penciumannya, mencium parfum khas pemuda tan itu, Hinata langsung membuka matanya. Di hadapannya, Naruto tersenyum lebar.
"Baru aku ingin membangunkanmu Hinata.."
"Na-Naruto-kun.."
Blush
Bruk
"Hooiii Hinata.. Kenapa kamu pingsan?"
Ah, Hinata juga benci dirinya yang seperti ini. Dia lemah. Hanya karena wajahnya dekat dengan wajah Naruto, tubuhnya langsung melemas. Tapi Hinata tak ingin merubah sikapnya yang ini karena sikapnya yang satu ini, bisa membuat Hinata merasa melayang. Kenapa? Karena Naruto mengendong dirinya dan dengan begitu, Hinata bisa menghirup wangi khas Naruto yang begitu di sukainya. Menyimpan aroma itu sebanyak-banyaknya di dalam pikirannya dan juga hatinya.
.
.
Hinata berjalan perlahan di koridor sekolah. Setelah beristirahat selama 30 menit. Hinata di perbolehkan kembali ke kelas.
Sreg
Hinata berjalan menuju tempat duduknya. Baru saja, Hinata mengeluarkan buku pelajarannya. Tayuya sudah menghampirinya.
"Dari mana saja?"
Hinata terdiam. Suaranya tidak mau keluar.
Tayuya memutar bola matanya. "Terserahlah. Aku juga tidak perduli.."
Sret
Mata Hinata membulat begitu melihat tumpukan kertas yang baru saja Tayuya berikan.
"Kertas yang ini kamu fotokopi sebanyak murid di kelas ini lalu yang ini kamu isi sesuai keterangannya. Aku sedang sibuk, jadi tidak bisa melakukannya.."
"Jadi Hinata, kamu kan anak baik, tolong Tayuya yang malang ini yaa.." Kata Tayuya dan menampilkan senyum termanisnya.
Hinata mencengkram erat meja kayunya. "Ta-Tapi ini kan tugas Ta-Tayuya sebagai sekretaris.."
Tayuya membuang nafas, berusaha mengontrol emosinya. "Aku cape. Banyak kerjaan lain. Kamu kan Hyuga, pasti bisa mengerjakannya kan?"
"Ha-Hal ini ti-tidak ada hubungannya de-dengan Hyuga atau bukan.."
Brak
Hinata terlonjak kaget. Wajah Tayuya sudah merah karena marah. Tangan Tayuya terjulur lalu menarik kerah seragam Hinata. "Dengar ya, aku malas untuk mengerjakan semua ini. Lagipula kamu kan ngga ada kerjaan, apa susahnya sih menolong teman? Pokoknya kamu harus mengerjakan semua ini, jangan lupa, harus selesai sore ini.."
Hinata yang hanya bisa mengangguk. Tayuya tersenyum penuh kemenangan. "Terimakasih Hinata, kamu baik sekali.."
Hinata terdiam. Menghela nafas. Lagi-lagi seperti ini, dia tidak bisa menolak dan mengatakan apa yang ia ingin katakan. Hinata mulai mengambil satu kertas dan mulai mengerjakannya.
Tanpa di sadari olehnya, sepasang blue safir memperhatikannya sedari tadi.
.
.
Naruto berjalan perlahan di koridor sekolah. Pandangannya serius menatap ke depan. Jam digital di tangan kirinya menunjukkan pukul 15:45. Sekolah sudah bubar sejak jam 13:45, akan tetapi Naruto baru bisa pulang sore karena sedari tadi dia menunggu Tsunade-sama. Naruto ingin menanyakan tentang Sakura, tapi kepala sekolah mereka, punya sejuta alasan yang non logis untuk membuat Naruto menyerah dan akhirnya pulang.
Bruk
Mendengar suara benda yang jatuh, Naruto segera menoleh. Terlihat seorang gadis berambut indigo sedang menyusun kertas-kertas yang ada di hadapannya. Naruto memandang Hinata prihatin, kasian dengan adik dari temannya itu.
Dengan santainya, Naruto masuk ke dalam kelas yang sudah kosong itu, lalu membantu Hinata.
Hinata yang tak sadar dengan kehadiran Naruto, terkejut begitu melihat tangan tan, membantu dirinya. "Na-Naruto kun.."
Naruto tersenyum lebar lalu membantu Hinata. "Aku membantumu.."
"Ti-Tidak usah, lagipula Na-Naruto-kun ingin pulang kan?.."
Naruto mengeleng. "Tidak, aku sedang menunggu Tsunade-baasan, akan tetapi nenek itu punya seribu alasan non-logis untuk mengusirku. Ck.."
"Al-Alasan non-logis?" Ulang Hinata.
Naruto mengangguk. "Iyaa, contohnya nih, masa dia bilang aku harus menemukan Clover yang berdaun 10 untuk hiasan di ruangannya. Harusnya kan dia menyuruhku membeli bunga, bukan rumput liar kan?"
Hinata mengangguk. Menyetujui pendapat Naruto. "Me-Memangnya ada apa Naruto-kun ingin me-menemui Tsunade-sama?"
"Aku mengkhawatirkan Saku-chan. Dia di bawa pergi oleh Teme. Aku takut dia tertimpa hal yang buruk.." Lesu Naruto.
Sakit. Ya sebenarnya Hinata sakita mendengar Naruto yang begitu memperhatikan Sakura, akan tetapi melihat wajah sedih Naruto, lebih menyakitkan untuknya.
"Tenang saja. Sa-Sakura-san pasti baik-baik saja. Sasuke-san pa-pasti melindungi Sakura-san.."
Naruto tersenyum getir lalu mengangguk menginyakan.
Hening.
Mata Naruto melihat lembar demi lembar kertas yang sedang Hinata susun. Naruto tak asing melihat kertas ini. Tadi Tenten juga sedang mengerjakannya.
"Hinata, siapa sekretaris di kelasmu?"
"Uhmm.. Tayuya.."
Mata Naruto memincing. "Lalu kenapa kamu yang mengerjakan semua ini?"
Hinata menunduk. Tidak menjawab. Dia tidak berani menceritakan ke orang lain. Naruto menghela nafas lalu dengan lembut tangan tan-nya mengusap pucuk kepala Hinata.
"Tidak usah takut begitu. Katakan apa yang ingin kamu katakan Hinata.."
"..."
"Uhmm.. Begini, Saku-chan pernah bilang padaku, kalau memang hal itu kamu sukai, maka lakukan, tapi kalau tidak, jangan di lakukan. Menurutku, kamu tidak suka mengerjakan hal ini Hinata, jadi kenapa tidak kamu katakan ke Tayuya?"
"..."
Naruto menghela nafas. Tidak mendapat respon dari gadis indigo di hadapannya. Mata blue safirnya juga melihat tumpukan kertas yang sudah tertata rapih. Dengan sigap Naruto membawa semua tumpukan kertas itu.
"Na-Naruto-kun, apa yang kamu lakukan?"
Naruto hanya tersenyum.
"Bi-Biar aku saja yang membawanya.." Kata Hinata dan mengambil beberapa kertas yang sudah Naruto bawa.
"Ini di bawa ke ruang Administrasi kan? Lebih baik kamu bawa tasmu, jadi kita sekalian pulang.." Kata Naruto.
Hinata mengangguk mengerti. Setelah mengambil tasnya, Hinata pun berjalan di belakang Naruto. Dia tidak berani untuk berjalan di samping Naruto. Hinata merasa dia belum pantas untuk berjalan di samping pemuda bermata blue safir itu.
.
"Akhirnyaa selesai, Hinata kamu pulang lewat mana?" Tanya Naruto dan menoleh ke kana dan kiri. Akan tetapi dia tidak menemukan gadis bermata lavender itu. Baru ketika dia menoleh ke belakang, Naruto berhasil menemukan Hinata.
"Kenapa kamu berjalan di belakangku?" Heran Naruto.
Hinata hanya diam. Tidak menjawab dan hanya memilin jemarinya.
"Hei Hinata, katakan apa yang kamu ingin katakan, jangan membuatku bingung dan merasa bersalah.." Lesu Naruto.
Hinata langsung mengangkat kepalanya dan memandang blue safir Naruto. "Na-Naruto-kun aku.."
"Uhmm.."
"A-Aku ingin Berani, aku ingin mengatakan dan melakukan apa yang aku sukai. Aku ingin berani.." Kata Hinata.
Naruto tersenyum. "Hal itu mudah Hinata, kamu hanya butuh mempercayai dirimu sendiri.."
"Ta-Tapi aku ti-tidak yakin bisa.."
"Nah, di sanalah kesalahanmu. Jika kamu tidak bisa mempercayai dirimu sendiri, bagaimana bisa kamu melangkah?"
Hinata terdiam perkataan Naruto ada benarnya. Melihat Hinata yang begitu bersunggu-sungguh, sebuah ide muncul di kepala Naruto.
"Hinata, besok kan hari libur. Aku akan membantumu untuk mendapatkan keberanian. Jadi besok jam 10 pagi, tunggu aku di stasiun x ya?" Senyum Naruto.
"Eh?" Hinata bingung. Terdiam tidak percaya. Barusan Naruto mengajaknya pergi kan?
"Baiklah, sampai jumpai besok dan jangan telat ya Hinata-chan.." Cengir Naruto.
Hinata terdia. Barusan indra pendengarannya tidak salah kan? Naruto memanggilnya dengan suffix chan. Hinata tersenyum memandangi punggu tegap pemuda tan itu. Besok dia akan berusaha keras.
'Aku mempunyai alasan yang kuat untuk merubah diriku. Aku juga membutuhkan kekuatan dan keberanian. Aku hanya ingin pantas bersanding di sebelahmu' - Hyuga Hinata
To Be Continued..
Review for next Chapter..
Haaiiii.. Author baliiikkk :D *di timpukin*
Maaf ya, author sangat PHP dan ngaret dengan sangat -_-. Sekolah author sibuk banget :') dosennya tak pengertian. Jadinya semua rencananya terbelangkalai deh.
Tapi selama sibuk author mengerjakan chapter 13 - 15 kok :D enak kan tuhh, kelangsungan sampe chapter 15 terjamin deh :D
Buat chapter 13-14 bercerita khusus tentang Naruto dan Hinata. Kan kalau Sasuke dan Sakura terus, bosen kan ya? ._. Terus mereka juga lagi liburan~
Oiya, author ada pertanyaan nih, kalian maunya Naruto pacaran juga sama Hinata atau giman? Jawab ocre? ;) jawaban kalian menentukan cepat atau tidaknya update Author~
Bocoran untuk chapter 15 : di chapter 15, semuanya akan di lihat dari sudut pandang Sasuke dan pastinya Gaara akan banyak muncul di sana. Tahap ini udah 55% ^^
Chapter 14 udah 75% persen.
Sekali lagi terima kasih buat yang masih nungguin yaa dan maaf juga karena udah ngaretttt.
To Be Continued..
Review for Next Chapter..
Balasan Review :
Kinghades78 : aaaa.. Makasih udah bilang romantis buat chapter 12 :') author sempat takut kalau ngga dapet romantisnya~ rumah author juga jauh dari pantai dan author juga ngga punya pacar ? Ini udah di buat NaruHina-nya, makasih udah review yaaa :D semoga kamu suka sama chapter ini. Semoga kamu masih nunggu juga yaaaaa :D
UchiHaruno Arisa : aaaa.. Makasih sudah memuji :') author kira chapter 12 itu jelek dan membosankan. Aku juga kepengen banget kaya SasuSaku lebih tepatnya punya cowo kaya Sasu sih :') aaaaa.. Makasih, aduh author seneng banget ini :D semoga kamu suka sama chapter ini yaaaaa dan terimakasih atas review dan pujiaannnyaaaa :D
Desypramitha2 : sama-sama :D aawww, untungnya pada bilang romantis, author kira kurang romantis ini chapternya. Aku juga nih masih bertanya-tanya kapan dapet pasangan kaya Sasu~ makasih udah review dan pujiannya yaaaa :D semoga kamu suka sama chapter ini.. :D
Sonedinda : awww.. Makasiihhh :D author udah update ini, semoga kamu suka dan masih nunggu yaaa :D makasih udah memuji dan memberika reviewww :D
Aozora straw : hehe.. Maaf ya author typo ._.v makasih atas koreksi dan sarannya yaaaa :D pasti kedepannya author akan tingkatkan :D
Bhie Forsaken : makasih atas pujiannya dan sarannya. Author usahakan, kedepannya konfliknya lebih terasa yaa :D
Mitsuka sakurai : aawww.. Makasih atas pujiannya :'D author pasti semangat untuk chapter kedepannya :D
Milkyways99 : makaasssiihhhh :D author seneng kalau kalian suka dan terbawa suasana? Author usahakan update kilat :D
Himeko : hehe rahasia :p makasih atas pujiannya yaaa :D
Kisame : kamu lucu deh kalau malu :p eh? ._. Jgn suka sama aku, nanti di omelin sama Neji lohh :p makasih udah revieewww yaaa :D
Kurumi : aku juga iri banget sama saku :') seeppp.. Semoga kamu suka dengan chapter ini yaaa :D
Nitya-chan : aawww.. Makasih untuk pujiannya :') menurut author cerita ini kurang dan jelek banget :( tapi author jadi semangat untuk membuat fic ini makin bagussss :D makasih atas semangat dan pujiannyaaa :D semoga kamu suka dengan chapter ini yaaa ^^
Cheryxsasuke : aku juga iri dengan sangat pada Sakura, aah kapan ya kita ketemu sama cowo kece yang setia seperti sasuke? Aawww.. Makasih :') author sempat takut ngga dapet feel dan romantisnyaaa. Makasih banget, author melayang niihhh :') :D semoga kamu suka sama chapter ini yaaaa.. :D
Yaya Uchiha : aduh maaf ya aku updatenya lama banget :( semoga kamu masih nunggu fic aku ini :). Ngga apa-apa kok ngasih review teriakan indah kamu, author juga bakal ngasih fic isinya teriakan indah author aja ya (?) *loh hehe ngga apa2 kok, aku seneng bales review, jadinya bisa ngobrol dan cerita-cerita serruuu :D lagu yang di nyanyiin sasuke itu judulnya summper paradise lagunya simple plan. Kamu tau ngga lagu itu? Hehe ._.v maaf ya, di adengan romantisnya ada adengan lawak, jadi jelek deh ficnya. Aku kira malah aku ngga jago gombal loh ._. Aku kira juga ini fic-nya garing parah ._. Tapi bagus deh kalau kamu sukaaa :D author jadi seneng+semangat. Idenya lagi mengalir niihhh :D sampe chapter 15, udah ada idee, berkat kamu ngirim idenya lewat JNE? *loh aku ngga pernah bosen baca review kamu kok :D malah seneng. Mau di kenalin pacar sasori? *ngulurin tangan* kenalin, aku pacar sasori :D hehe makasih udah review dan semoga kamu suka+masih nunggu author yaaa :( maaf author lama banget updateenya..
Poo : makasih atas pujiannya :D hehe, aku kira humornya garing ._. Aku udah lanjutt nihh, semoga kamu suka yaaaa :D
CherryYuuki : aaawwww.. Makasssiiihhhh :') author kira fic ini jelek dan aneh banget :( tapi makasih atas pujiannyyaaaaa :D hehehehe.. Sasuke terlalu gugup jadinya dia salah ngomong deh. Wah wah.. Kamu anak nakal yaa, masa baru ninggalin jejak sekarang sih? *bercanda* hehe ngga apa-apa, makasih udah meninggalkan jejak dan juga sudah mengikuti author :') naruto sama siapa ya? Maunya sama siapa? :p gaara masih berjuang untuk mendapatkan sakura, kamu tunggu chapter 14 dan 15 yaaa :p hehe author usahakan untuk update kilat sekilat2nyaaa.. Makasih jugaaa yaaaa :D
Mizuka : author juga merasa ngga adil kok, jadinya nanti sakura bakal cemburu jugaa. Makasih udah review yaaa :D
Mhy : siaapppp :D tunggu next chapter yaaa :D author akan buat sakura cemburu juga :D makasih udah reviewww.. :D
Mhy : awww.. Makasih untuk pujiannya :D sasuke punya stok kesabaran yang banyak? Jadinya dia mengalah terus sama saku deh. Tapi nanti sakura juga bakal cemburu kok, tunggu aja yaaaa :D makasih udah review dan juga makasih untuk sarannyyaaa :D
Kazuran : salam kenal juga^^ makasih untuk pujiannya :D semoga kamu suka sama chapter ini yaaa...
Prida-chan : makassiiihhh atas pujiannyyaaa :D semoga suka sama chapter ini yaaaa ^^
Makasih untuk semua reviewwnya ^^ semoga kalian suka dengan chapter ini dan chapter 14 dan 15 author akan update kilat ^^
Sincerenly yours,
Princess7174
