Shun : ada Comment katanya di pair pertama tuh…."
Erlangga : Hn..sedah ku baca? memang (Cuek lalu baca Koran)
Shun : kayaknya nih cerita kok abal bangetz ada yang banyak kesalahan.."(ngelirik Author)
Erlangga : maklum aja ,aku ini penulis baru.."jadi wajar kalau banyak kesalahan,terimakasi atas masukan pembangunnya….(menunduk hormat pada pembaca)
Yami : Kok aku belum muncul…?(muncul entah dari mana asalnya)
Shun : silahkan jawab Adiku yang aneh ini?..."(ngelirik Erlangga)
Erlangga : maaf Yami-kun kau akan muncul kok dengan 2 peran dalam hidup wanita ini
(natap tampa expresi)
Shun : kalau Ratingnya…"
Erlangga : munkin M kalau bisa tapi untuk saat ini masih aman-aman kok.."(senyum-senyum)
Selamat membaca ::^_^
Haru memunggut sebuah benda yang jatuh saat seorang anak lelaki memasuki bus tampa menyadari benda itu hilang darinya
Sebuah Benda yang mungkin sebelumnya adalah sebuah Puzzel berbentuk seperti Piramida yang terbuat dari Tembaga dan emas yang terlihat tua,usia ribuan tahun ,sangat indah terlihat bersinar tertimpa cahaya ,sangat cantik,cantik sekali, ada sesuatu dari benda itu yang seolah menariknya,kini Haru tau bahwa anak lelaki itu sedang mencari benda yang dia punggut tadi pagi
Dan juga satu sekolah denganya ,akankah ia mengembalikan barang itu pada pemiliknya?.
Disclaimer :
Yu-Gi-Oh! © Takahashi Kazuki
Story, Erlangga186
memories she of the world's deserts
Part 2
Teman
Namaku Masato Haruzawa ,senang bergabung dengan kalian .."ucapnya dengan expresi datar
Seusai ia memperkenalkan dirinya ,tiba-tiba ia terserentak kaget
(meski wajahnya tak menunjukan expresi terkejutan apa-pun di parasnya)
Bola matanya violet milik Haru langsung menoleh ,mendapati pemuda yang tak sengaja di lihatnya tadi di saat memberhentikan Bus,sosok rambut unik nan wajahnya membuat ia gampang di kenali sedang duduk di bangkunya dengan wajah sedih.
Sedih?
Kenapa Dia sedih?
Cukup perkenalannya…Masato Haruzawa…sekarang duduklah dibangku ketiga dari samping.."
Hm…."ia lalu mendengkus pelan dan bergerak dari tempatnya ketika ia,di perintahkan oleh guru untuk duduk di bangku samping yang dekat dengan jendela(sekaligus dekat dengan pemuda unik tadi).
setelah duduk disampingnya mata violet milik Haru, terus memandangi anak yang tak bersemangat itu.
Teng-Teng-Teng
Tidak terasa jam pelajaran 1 dan 2 telah selesai sekarang saatnya para sisiwa keluar kelas karna jam isterahat telah berkumandang(?)
YUGI AYO MAIN BASKET!…."teriak salah satu .
Si rambut bintang yang dipanggil dengan sebutan,"Yugi",hanya menatap dengan lemah,matanya merah bertanda habis menangis lalu berkata." Aku gak usah lagi pula kalau aku main pasti tim akan kalah Hehehehe!.."serunya dengan memaksa senyum kecil,dan membalas lambayan temannya yang keluar kelas.
(Saat ini Cuma Yugi dan Haru diruang Kelas semua siswa tengah keluar kekanti atau lapangan)
Haru memandang wajah anak lelaki di bangku sampingnya dengan wajah datar tampa expresi apa-pun,pasalnya tak henti-hentinya ia menatap pemuda yang menangis kecil tampa suara di bangkunya ,dan Cuma gadis itu saja yang menyadarinya dari awal dia duduk hinggah pelajaran berakhir
ia lalu berdengkus pelan dan mendekati pemuda itu.
Kau baik-baik saja…?."Tanya Gadis itu dengan wajah datar.
I-ia sungguh aku Baik-baik saja…"seru Yugi memaksa senyum.
Kau Bohongkan."Ucap gadis itu dengan nada cuek.
Eh….!
seharusnya kau menutupi kesedihan dari sahabat-sahabatmu…"Ucap Haru dengan wajah cuek sambil melipat tangannya di depan dada.
…..….." Yugi lalu terdiam memandang gadis didepanya.
Jangan memaksa tesenyum kalau kau tak bisa melakukanya…"seru Haru dengan nada tenang.
BRAAAAAAKKK!
K—kau tak mengerti apa yang aku,rasakan kau yang tidak tahu apa-apa DAN KAU TIDAK TAU APA ARTINYA BENDA ITU BAGIKU!..."ucap Yugi yang langsung teriak (meski tak begitu keras) sambil mengebrak meja dengan Kasar,dengan air mata yang bening dari kedua mata Crinamos miliknya yang menatap gadis ,yang berdiri santai di samping bangkunya itu.
"…"
Yugi lalu menatap Haru yang menundukan wajahnya Yugi seolah menunggu jawaban, pemuda lalu menatap gadis bermata Violet didepanya dengan wajah bersalah karna sudah membentak dengan keras,ia juga berpikir wajahnya akan terlihat sangat konyol karna ia menangis tersedu-sedu.
Sudah puas?..."Tanya Gadis itu masi menunduk.
A-aku…itu.."
Hm….baiklah kalau begitu…"Haru mengangkat wajahnya,memandang Yugi dengan wajah tenang seperti biasa-biasa saja,dengan bebas langsung membelai rambut unik pemuda dihadapanya tampa cangung ,lalu menyondorkan sebuah benda di meja Yugi.
Benda ini milikmu bukan hati-hati jangan sampai kehilangannya ?…."ucapnya lalu langsung meninggalkan Yugi kelas.
Mata Yugi terbelalak kedua matanya melihat benda yang ada di depan mejanya saat ini,
Sennen Puzzel…"Ucap Yugi yak percaya benda yang seharusnya hilang,kini ada dihadapanya dan yang membawakan benda itu adalah gadis yang tadi ia bentak tadi.
Astaga…"sepertinya ini Gawat"
Di Kantin
Di kantin terlihat aktifitas siswa yang ramai, dimana mereka tengah menikmati sarapan,saat jam isterahat berlangsung banyak dari siswi tengah terkumpul dalam satu meja dan bercengrama,ada pula para siswa laki-laki tengah makan bersama kawan Haru sedang membeli sebuah susu kotak,dan beberapa Roti sosis dalam kemasan pada penjual makanan di Kantin setelah itu lalu pergi menuju atap sekolah untuk makan disana.
Haru adalah gadis yang pendiam dan juga Cuek ,susah bergaul rasa bising adalah alasan mengapa ia memutuskan meninggalkan kantin ,untuk makan diatap sendirian karna ia menyukai tempat yang tenang seperti Gaya hidupnya yang kelam dan dingin pada malam hari.
Sesampainya diatap Haru meletakan belanjaan berisi makanannya dalam kantong plastic bening dan duduk disana ,udara di atap sekolah lebih sejuk ketimbang di bawah,dengan cepat ia lalu mengambil MP3nya dan memutar lagu DJ dengan Volume lumayan keras dari sakunya.
Kreeeeeet…"
Namun sesuatu mengagetkanya terlihat seorang siswi memasuki atap sekolah seorang gadis berambut coklat di atas bahu yang sepertinya datang keatap dengan tujuan yang sama karna dia terlihat membawa kantung belanjaan.
Ah…..maaf kupikir tak ada orang disini!…."serunya agak Kaget.
Tak apa-apa kau mau makan disini bersamaku?…."ucap Haru dengan nada Cuek.
Tentu Arigatogozaimau." Namaku Anzu Mazaki siapa namamu ..? "ucap Gadis itu sambil duduk di samping Haru dan membuka tempat bekal Sarapanya juga.
Hn"Masato Haruzawa panggil Haru saja…."Ucap Haru tenang sambil meminum susu kotaknya.
A day that feels like a year is passing
I'm holding back the tears I've barely kept inside
I still can't even feel the pain
I just hoped that this nightmare would pass
In front of me isn't the soft and warm person I used to know
But a stranger is looking at me
The wind is blowing again, a farewell is coming to me
I'm not even ready but it looks like it's going to rain
Goodbye, the last words, goodbye
Now the love that I was just getting to know is leaving me
Kau juga suka lagu itu.."Tatap Anzu dengan menaikan sebelah alisnya.
Memang kau juga suka…"Tanya Haru
Suka sekali.."Balasnya Ceria
Yah….Lagu ini asik.."Jeda Haru pendek.
Yah,kau benar lagu ini asik mendengarnya,Yohs ingin membuat aku melakukan itu…"Ucap Anzu langung berdiri,dan Haru memandanginya.
Melakukan itu…"Pikir Haru.
Um Haru bisa minta tolong,untuk memutar ulang lagu tadi…"Ucap Gadis itu denga wajah ceria.
Hn.."responnya lalu memutar MP3nya kelagu awalnya dan melihat Apa yang Anzu akan lakukan
Wherever my eyes go, wherever you are
Traces of you still remain
So I can't take my eyes off them
Perlahan dengan pasti Tubuh Anzu bergerak lincah dan menari di hadapanya,seiring lagu MP3 yang di putar Haru,gadis itu tak berhenti memperhatikan gerakan Anzu,di balik mata Violet gadis itu terkesima melihat Anzu yang menari seindah itu.
The wind is blowing again, a farewell is coming to me
I'm not even ready but it looks like it's going to rain
Goodbye, the last words, goodbye
Now the love that I was just getting to know is leaving me
Like a fool, it washes over me, this longing comes to me
Tam-Tam-Tam
Taram-Taram-Tram-Tram
Tam-Tam-Tam
Anzu lalu tersenyum dengan wajah Malu.." eh…Goomene Haru bagaimana tarianku tadi? ,apa terlihat aneh dan memalukan.."ucap Gadis itu lalu duduk kembali setelah music itu berhenti.
Indah…"Jawab Haru Pendek.
Mata Anzu membesar .." Sukooo-iii Kyaaaaaak….Arigato Haru!…"Ucap Anzu ceria dan langsung memeluk Haru,sementara gadis yang di peluk hanya bisa diam tampa bisa melepaskan diri dari Anzu.
Sejak kecil,aku bercita-cita menjadi seorang Dancer Pro dan ingin belajar di amerika untuk bersekolah dansa disana itu impianku…"Ucap Gadis itu Polos dan masih memeluk Haru.
Impian
Aku juga memiliki impian
Treeeeeeeeeeng…..Treeeeeeeeeng…Treeeeeeeeeng….."Suara Bell sekolah terdengar ,menandakan jam terakhir akan dimulai,begitu mendengar itu Anzu lalu melepaskan Pelukannya pada Haru,dan mereka memunguti bekas makan masing-masing.
Class Room
APA! membentak orang yang mengembalikan Senne Puzzelmu…"seru seorang pemuda Blonde,dengan Nada kaget memandang Yugi.
I-i-ia aku tidak sengaja membentaknya Jou…"ucap Yugi dengan wajah tidak enak.
Aku akan minta maaf padany,itu Harus….."Ucap yugi pada dua temannya yang berambut Blonde bernama Jounochi dan yang bermbut coklat Placic adalah Honda.
Ya Aku setuju,Kurasa kau harus minta maaf ,pada gadis itu…"Seru Honda
Ketika hendak berdiri dari kursinya,pintu Class terbuka ,Yugi terbelalak tegang menatap Salah satu sahabatnya(yaitu Anzu) tengah bersama si murid baru,gadis berambut pendek(ala Bob Hair) berkulit kuning langsat,bermata violet,dengan wajah pintu kelas
Wajah Yugi lalu memerah,semerah Udang rebus…"menatap Gadis itu yang menuju kearahnya.,Haru hanya menaikan sebelah alisnya, lalu berjalan kearah pemuda itu dan melewati Yugi menuju Mejanya sendiri.."sambil mengeluarkan buku catatan untuk pelajaran berikutnya."
Wajah Yugi terpaku di tempat ia bingung menghadapi Gadis itu,bagai mana meminta caranya meminta maaf pada gadis berwajah dingin yang ia bentak tadi…" Uhk…sesungguhnya dia tak sengaja melakukan hal itu.
Tampa ia sadari tadi saat gadis itu duduk di bangkunya,sebuah jiwa dari Sisi-Gelap dalam Sennen Puzzel menatap gadis itu dengan pandang lain,sepasang Mata crovels Red menatap tajam ,tengah memandanginya ,tampa henti tampa berkedip sedikitpun.
Bersambung…?
