9. Seto Menjaga Mary,atau Lebih Tepatnya Mary Menjaga Seto
Hari itu sudah pagi. Seto yang kena demam masih tidur hanya dengan menggunakan kaos biasa dan celana sependek lutut. Sedangkan yang lainnya sudah bangun. Mereka sedang membicarakan sesuatu.
Kido : "Kita harus mencari obatnya!"
Kano : "Kenapa ngga di bawa ke RS aja?"
Kido : "Uang kas kita udah habis! Kau mau kulempar ke ujung pelangi lagi? :v"
Kano : "tidak ._."
Mary : "Anoooo... Di rumahku banyak buku tentang obat-obatan segala penyakit..."
Shintaro: "Berarti kita harus ke rumahmu?"
Mary : "Iya, ini kunci rumahku. Danchou masih ingat dimana rumahku, kan? *Ngasih kunci ke Kido*"
Kido : "*Ngambil kunci dari Mary* Yeah... Semoga saja..."
Hibiya: "Rumah Mary-chan itu dimana, sih?"
Kano : "Kalo ngga salah ada di dalam hutan..."
Ene : "WAW! Ke dalam hutan! :D"
Konoha: "Apa disana ada Triceratops?"
Author: "YA NGGA, LAH! -_-"
Momo : "Wah- Aku belum pernah ke rumahnya Mary-chan! Pasti seru ada di dalam hutan! XD"
Kido : "Karena di antara yang ikut ini yang tau rumahnya Mary Cuma Aku, jadi jangan sampai tersesat, oke?"
Minna : "OKEH! XD"
Semuanya pun keluar dari markas menuju ke rumah Mary
Momo : "Jaa~ Mary-chan! :D"
Mary : "Jaa~ Momo-chan! :D"
Momo pun menutup pintu
Sekarang Cuma tinggal Mary dan Seto yang ada di markas
Mary menuju ke dapur untuk mencari makanan
Di sana, Mary mencium harum soup yang enak...
Mary : "Wah ada soup, nih! Di sebelah sini ada bubur... Danchou udah nyiapin ini semua... Seto-kun pasti suka! Bubur Soup! :D"
Mary pun menyiapkan 2 mangkuk bubur soup, yang satu untuknya, dan yang satu lagi untuk Seto.
Mary menuju ke tempat Seto dan duduk di sampingnya, menunggu sampai Seto bangun.
Beberapa menit kemudian...
Seto pun bangun.
Seto melihat ada Mary di sampingnya.
Mary : "Selamat pagi, Seto-kun! Gimana? Udah baikan? *Megang dahi Seto* OUCH! Ternyata masih suhu tubuhmu panas... ._. Seto-kun mau makan?"
Seto pun bangun dan duduk.
Seto : "Mary-chan ngga usah mikirin aku... Kalo deket-deket nanti bisa ketularan, lho! *Megang kepala Mary*"
Mary : "Ah, ngga papa! Seto-kun pasti laper, 'kan? Nih ada bubur soup... :D"
Seto : "Ngga usah, Mary-chan..."
Mary : "Seto-kun harus makan! Sini biar Mary suapin... :O *Nyuapin sesendok bubur soup*"
Seto : "Tunggu setengah jam lagi aja baru aku makan... Masih ngga pingin makan, nih..."
Mary : "Ya udah, kalo gitu Mary ambilin air hangat dulu... Kalo Seto-kun mau tidur lagi, tidur aja! :D *Turun dari kursi*"
Seto pun baring lagi
Mary menuju ke dapur dan...
*GEDUBRAKKKKK!*
Mary jatuh kepeleset sesuatu
Seto pun kaget
Seto : "Mary-chan! Kamu ngga papa!?"
Mary : "S...Seto-kun tidur aja! Aku ngga papa, kok..."
Seto : "Uhuk! Lain kali hati-hati..."
Seto pun baring lagi
Mary ngambilin air hangat dan membawa kompresan dari dapur menuju ke samping Seto
Mary : "*Megang dahi Seto* Kok suhu tubuhnya makin panas, sih? OAO coba kalo aku kasih kompresan! *Langsung ngasih kompresan*"
Seto sebenarnya masih setengah sadar...
Seto : "Mary-chaan... Jangan deket-deket... Nanti kamu bisa ketularan..."
Mary : "Ngga papa kalo aku ketularan! Yang penting Seto-kun sembuh! :D"
Seto : "Aku ngga mau kamu sakit juga... Aku ngga tega ngeliat kamu menderita, Mary-chan..."
Mary : "Ngga papa, kok Seto-kun! :D"
Seto : "Kalo kamu sakit, nanti yang lain jadi kerepotan..."
Mary : "Hei- Aku kan, masih sebagian medusa... Medusa ngga pernah sakit, kok ^o^ #Jujur, Authornya ngasal, lho! ._."
Seto : "Mary-chan... Jangan deket-deket..."
Mary : "Seto-kun kan, tiap hari selalu jagain Mary, sekarang giliran Mary yang jagain Seto-kun!"
Saat Mary melihat ke Seto, dia sudah tertidur.
20 menit kemudian...
Mary : "*Bangunin Seto* Seto-kun! Bangun..."
Seto pun membuka matanya
Mary : "Gimana? Udah ngerasa lebih baik? Seto-kun mau makan?"
Seto : "Boleh"
Mary : "Nah, buka mulutnya! AAAAA... *mulai nyuapin Seto*"
Seto pun di suapin Mary (CIEEEEEEEE XD), beberapa menit kemudian... Makanannya pun habis.
Seto : "*Baring di kasur lagi* Aku merasa kepalaku pusing banget..."
Mary : "*Megang kepala Seto* I...Iya! Suhu tubuhmu ini ngga normal! Panas banget! OAO"
Seto : "Mary-chan udah makan?"
Mary : "*Kacangin Seto* Duh... yang lainnya kok lama amat, sih? Amat aja ngga lama OAO"
Author: "Tapi kau baru nunggu 50 menit, itu belum lama, tau! ._."
Mary : "Daripada Author Cuma duduk diam, mending bantuin Mary jagain Seto! =o="
Author: "ngga ah! Author yang nulis cerita ini, kan? Kalo Author bantu jagain Seto, yang nulis cerita siapa? ._."
Mary : "Suruh asisten aja napa, sih?"
Author: "Asistenku lagi cuti sampe cerita ini selesai ._."
Mary : "O ajah ._."
Author: "Loh, tadi kamu yang nanya, kan? ._."
Mary : "AH, Masa bodoh! -_-"
Sekitar 10 jam kemudian (Umma... Lawas banarrr :v), jam 7 malam...
Saat Mary melihat ke Seto lagi, dia kaget
Dia melihat Seto seperti tak bisa mengatur nafasnya dengan baik.
*Author mulai merekam lagi bagian ini :v*
Mary : "S...Seto-kun! OAO
A...Aku harus nge-SMS mereka! (/ OAO)/ *Sibuk sendiri*"
Mary pun meng-SMS Kido
'SMS' Mary: "Danchou! Danchou! Obatnya udah ketemu? Keadaan Seto-kun memburuk, nih!"
Setelah beberapa menit, Kido pun membalas SMS nya
'SMS' Kido: "Maaf, Mary. Kami ngga menemukan obatnya, dan sekarang kami sudah berada di dekat markas..."
Mary terkejut membaca SMS itu.
Mary dari tadi Cuma bisa membolak-balik kompres yang ada di beberapa tubuh Seto.
Dan...
Mary menangis.
Mary : "*Berbisik* Hiks! S...Seto-kun... s...ebenarnya kau ini hiks! Sakit apa? Hiks!"
Seto tidak menjawab, Seto dari tadi kelihatan gelisah karena demamnya.
Kido pun tiba-tiba masuk di ikuti yang lain.
Kido : "Mary! Gimana keadaan Seto!?"
Mary : "Hiks! Aku takut, Danchou! QAQ *Meluk Kido* Danchou... Danchou ngga bawa apa-apa?"
Kano : "Maaf kalo kami ngga bawa apa-apa :O"
Hibiya hanya diam melihat Seto seperti itu.
Shintaro: "Mungkin kita harus beli obat demam, deh..."
Ene : "Benar! Di seberang jalan kalo ngga salah ada jual obat demam~"
Kido : "Kalo gitu, kalian semua keluar lagi beli obat yang di perlukan! Kano! Coba panggil dokter saja ke sini daripada harus di bawa ke RS! Aku akan disini bersama Mary! :O"
Kano : "Oke! *Nelpon dokter*
Minna : "Oke! Kami pergi dulu!"
Kano pun mencoba nelpon dokter.
Setelah Kano menelpon dokter, Dia menatap ke Kido.
Kano : "Dokter akan datang dalam 15 menit!"
Kido : "Bagus! Kamu sekarang nyusul yang lain!"
Kano : "Oke, sayang! XD *langsung keluar nutup pintu sebelum Kido menyantetnta :v*"
Author: "Sempat-sempatnya kau, Kano... -_-""
Kido : "*Megang dahi Seto* OH MAH GOD! (Baca : Oh My God ._.) Panas banget! OAO"
Mary : "HUWEEEEEEE! AKU TAKUT! QAQ"
Kido : "Tenanglah... Seto pasti kuat menahannya... *megang kepala Mary*"
Mary : "T...TAPI...! QAQ"
Kido : "Sudah... Aku mau ke dapur sebentar... *Langsung ke dapur*"
10 menit kemudian...
*TOK! TOK! TOK!*
Kido : "Mary, buka pintunya! Itu pasti dokternya!"
Mary pun membuka pintu,
Dia melihat dokter yang akan memeriksa Seto.
Kido pun datang menghampiri mereka.
Kido : "Silahkan masuk... Ini dokter, saudaraku sedang kena demam, tapi sepertinya bukan demam biasa..."
Dokter: "Baiklah... Aku akan memeriksanya, silahkan kalian berdua keluar da-"
Mary : "Aku mau disini!"
Kido : "Jangan, Mary! Nanti Dokter ngga bisa konsentrasi meriksa Seto!"
Mary : "Pokoknya aku mau disini sama Seto-kun! TTATT"
Kido : "*Nyeret Mary keluar* Ayo, Mary! =A="
Mary : "HUWEEEEE! SETO-KUN! QAQ"
Dokter: "Ngga papa kalo kau mau melihatku memeriksanya..."
Mary : "Bolehkah!, dok?! OwO *Mata langsung berbinar-binar*"
Dokter: "Ngga papa... Sini kalo mau liat..."
Kido : "Kalo gitu aku akan keluar..."
Setelah sekitar 10 menit, dokter itu masih belum selesai juga...
Semua anggota meka sudah kembali ke depan markas
Ene : "Loh, Danchouu? OoO"
Kano : "Dokternya pasti sudah datang, kan?"
Kido : "Iya, kita tak boleh masuk. Dokternya lagi meriksa Seto"
-DIDALAM MARKAS-
Sudah 1 jam dokter itu meriksa Seto
Mary : "Dokter... Sudah selesai?"
Dokter itu tak menjawab, dia membereskan seluruh peralatannya.
Wajah dokter itu terlihat pucat dan berkeringat.
Dan dokter itu menuju keluar.
Mary masih kebingungan...
Saat dokter membuka pintunya.
Kido : "Gimana, dok!?"
Dokter itu mulai narik nafas.
Mary diam-diam mengintip pembicaraan dari dalam markas.
Dokter: "Aku... Aku benar-benar minta maaf..."
Saat mendengar kata-kata itu, semuanya kaget.
Dokter: "Sudah tak ada... Harapan lagi..."
Sekarang semuanya benar-benar kaget,
Mary yang ngintip tadi pun juga kaget
Kido : "A...APA MAKSUDMU NGGA ADA HARAPAN LAGI, DOK!? OAO"
Kano : "D...Danchou... Tenanglah~"
Dokter: "Saudaramu... hanya memiliki waktu... sssss...sss...sampai...
.
.
.
TEPAT TENGAH MALAM-"
Saat mendengar itu, Kido langsung jatuh berlutut.
Kido pun mulai menangis.
Momo juga langsung menangis saat mendengar itu.
Ene juga, menangis dalam hape Shintaro.
Shintaro dan Kano hanya menunduk terdiam,
Konoha hanya diam,
Hibiya sepertinya tidak terlalu mementingkan apa yang terjadi.
Mary yang ngintip tadi langsung kembali ke sebelah Seto berada.
Kido pun mau masuk ke dalam markas, tapi...
Di cegah oleh Dokter.
Dokter: "Jangan masuk! Saat-saat seperti inilah penyakit itu bisa menular... Tapi aku bingung sama anak kecil yang ada di dalam tadi... Aku memakai semua peralatan yang anti-tular dan menyuruhnya memakai juga, tapi dia menolak. Dan anehnya dia tidak tertular..."
Kido : "Hiks! Dokter... Apa ngga ada obatnya!?"
Dokter: "Obatnya susah sekali di temukan... Obatnya berada di tengah hutan, bentuknya mirip bunga sepatu tapi berwarna abu-abu..."
Dokter itu pun pergi meninggalkan mereka dengan penuh penyesalan.
Shintaro: "Jadi... Bagaimana pemakaman untuk Seto na-"
Kido : "TIDAK! Seto itu kuat! Dia tak mungkin mati! Aku tau itu!"
Kano : "Danchou... Sebaiknya kita harus kembali ke sekitar rumah Mary lagi untuk mencari obatnya..."
Kido : "Hiks! B...Baiklah! Semuanya! Hiks! Kita kembali ke rumah Mary lagii!"
Minna : "OKE!"
Semuanya pun berlari menuju ke rumah Mary, kecuali Hibiya.
Momo : "Hibiya-kun! Ayo! Kau tak ikut?"
Hibiya: "Tak apa, Aku disini saja..."
Momo : "Ya sudah kalo gitu, aku pergi dulu..."
Hibiya sendirian di depan pintu markas.
Dia pun mengintip ke dalam markas (Dasar pengintip! :v)
Hibiya melihat Mary duduk di sebelah Seto sambil menangis...
Mary : "Seto-kun... Aku tau Hiks! Aku tau kau pasti tak mendengarku, tapi... Hiks! Tapi... Seto-kun..."
Hibiya hanya melihat mereka berdua... Dan melihat Author yang merekamnya :v
Mary : "Hiks! Kau... Tak akan mati, kan?"
Mary melihat ke jam. Sekarang jam setengah 12 malam. Masih ada setengah jam lagi...
Mary : "S...Seto-kun! Jawablah! K...Kau Hiks! Kau ngga akan mati, kan?!"
Seto tak menjawab.
Mary pun memegang tangan Seto kuat-kuat.
Mary : "Seto-kun! Bangunlah dan jawab aku! Hiks!"
Dan akhirnya... Seto membuka matanya.
Mary : "HUWEEEEE! Seto-kun! Bangunlah! Kau ngga akan mati, kan!? Bangun, Seto-kun!"
Seto : "Mary-chan... Uhuk! A... Aku ngga akan mati, kok... *Senyum*"
Mary : "B...Baguslah! Hiks! Berjanjilah padaku hiks! Kau ngga akan mati, Seto-kun!"
Seto : "Uhuk! A...Aku janji, kok... *Langsung narik kepala Mary mendekat ke wajahnya*"
Dan...
.
.
.
CHU!
Seto mencium Mary.
Mary merasa seperti ciuman ini ciuman terakhir dari Seto.
Seto : "Uhuk! Mary-chan... Uhuk! Jujur... Selama ini... Uhuk! Aku benar-benar... Mencinta-"
*TENG! TENG! TENG! Sampe 12 x ._.*
Seto pun menutup matanya.
Mary kaget.
Hibiya yang melihat mereka ingin menangis.
Mary langsung melihat ke jam.
Sudah tengah malam!
Mary langsung nengok ke Seto lagi.
Wajahnya pucat.
Tak nernafas lagi.
Tangannya begitu dingin.
Dan...
.
.
.
Sambil tersenyum manis.
Mary langsung memegang erat-erat tangannya Seto sambil mengangis sekencang-kencangnya.
Mary : "HUWAAAAAA! SETO-KUN! JANGAN MATI DULU! KAU KAN, UDAH JANJI! MASIH ADA YANG HARUS KUKATAKAN! JUJUR SETO-KUN! AKU JUGA MENCINTAIMU! DARI PERTAMA KITA BERTEMU SAMPAI SEKRANG! AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU, SETO-KUN! AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU! JADI... JADI... JADI... HIKS!"
Hibiya pun masuk kedalam markas, Mary tak tahu kalau ada Hibiya di sampingnya.
Mary : "Hiks... Jadi... Tolong bangunlah dan jangan tinggalkan aku sendiri di sini..."
Seto tak menjawab.
Tiba-tiba, Kido dan yang lain langsung masuk ke markas
Kido : "*Ngeliat jam* Apa kita terlamba-"
Kido kaget saat melihat jam sudah tengah malam, dia melihat Mary masih menangis kuat-kuat di perut Seto sambil megang tangannya yang dingin.
Kano : "*Kaget* S... Seto sudah..."
Kido : "TIDAAAAAAKK! HUWAAAAA! *Langsung menuju ke Seto sambil nangis*"
Anggota Meka yang perempuan langsung menangis semua.
Sedangkan anggota Meka yang laki-laki hanya tunduk terdiam sedih.
Di saat semua menangis, Hibiya mendekati Seto.
Hibiya langsung ngambil sesuatu dari kantung ajaibnya :v.
Lalu dengan cepat dia masukkan ke dalam mulut Seto.
Dan Hibiya pun duduk di sofa.
Mary bingung apa yang tadi di masukkan Hibiya ke mulut Seto.
Tapi Mary tak memperdulikan itu dan melanjutkan nangisnya.
Beberapa saat kemudian...
.
.
.
Seto : "Mary-chan?"
Mary kaget mendengar suara itu.
Yang lain pun juga kaget.
Mereka berpikiran tak mungkin Seto hidup lagi.
Mary : "S...Seto-kun!? Kau m...masih hidup!?"
Seto pun duduk.
Seto : "Tentu saja! Aku kan, udah janji kalo aku ngga akan mati dan meninggalkanmu sendiri... :D"
Mary dan Kido benar-benar senang saat Seto hidup kembali (?)
Mary langsung meluk Seto kuat-kuat.
Mary : "Seto-kun... Kau benar-benar membuatku khawatir! Lain kali jangan begini lagi *langsung nangis terharu*"
Kido : "T... Tapi... Gimana Seto bisa hidup lagi?"
Mary pun langsung menatap Hibiya dengan sinis.
Mary : "Hei, Shota! Apa yang kau masukkan ke dalam mulut Seto-kun?! O=O"
Hibiya pun mendekat ke Mary.
Hibiya : "Yeah... Karena di chapter 6 aku juga kena penyakit ini dan sembuh, Aku tau apa obatnya... Tapi aku bener-bener males ngasih tau obatnya... Sebenernya obatnya bukan bunga aneh itu! Tapi 'NEGIMA' :v (AUTHOR NGASALLLL :'v) Tapi karena aku kasihan, jadi ku kasih, deh... Berterima kasihlah kepadaku yang masih punya rasa peduli (HAH?) :v"
Semua anggota Meka langsung mendekat ke Hibiya
Seto : "Mary-chan... Sebaiknya kita jangan ikutan, deh... ^.^ *Megang tangan Mary*"
Mary : "OKE :D"
Para anggota Meka pun menatap Hibiya dengan sinis dan aura 'Anger' yang membara :v.
Kido : "Hei, nak... Kau sudah banyak menyusahkan kami... O=O"
Kano : "Khukhukhu... Mau merasakan 'tipuan'ku ini? O=O"
Momo : "Oke, Hibiya-kun... Kau sudah membuat (Obaa)Sapi ini ngamuk... O=O"
Ene : "Kau mau aku menjadi virus di hapemu itu, Hibiya-chan? O=O"
Shintaro: "Hei, shota! Apa kau mau kulempar dari atas gedung sekolah? O=O"
Konoha: "Kau telah merebut negima ku... O=O"
Hibiya : *GLEKKKK!* OAO"
Hibiya mencoba untuk kabur, tapi...
Semua anggota Meka langsung gebukin Hibiya :v.
Author: "Dan... Akhirnya nge-rekam kali ini sukses! XD"
Seto : "Apa yang kau rekam, Author?"
Mary : "OH TIDAK! AUTHOR, NOOOOOOO! OAO"
Author: :Khukhukhukhu~... ketawa ala Kano :v"
