Ega :Maap Fic ini tiba-tiba Lama(TAT)

Ayu :lah kak jadi sekarang selain Ngambar aku disuruh baca Narasi juga.

Ega :Ya gitu deh

Ayu :Lou KAKAK BAKA

Ega :Ayu jangan intimidasi gue!(TT_TT)

Shun :Makanya jangan maksa orang

Ayu : loh kok malah curhat daripada lama-lama Shun persilahkan Pembaca membaca*nendang Ega*

Shun : HAPPY READING lah!

Yu-Gi-Oh! © Takahashi Kazuki

Story, Erlangga186

memories she of the

Silakan baca!

Fic abal,Tidak menarik,Alur salah tempat,Tyapo dimana-mana,tanda baca yang selalu salah dan membosankan dengan dilengkapi penulis yang payah.

Sepasang mata menatap datar terbuka paksa, Berwarna Ungu Violet terlihat nanar mendapati tubuhnya disebuah kasur yang empuk dan ruangan berisi mainan – mainan sebagai asesoris utama dikamar itu.

"Ini dimana?."Pikirnya pada diri sendiri.

"Haru kau baik-baik saja !. "seru Miho lalu mendaratkan sebuah pelukan kearah Haru.

"Ini dimana Miho-san? ."Tanya Haru dengan tenang dalam pelukan surai ungu itu.

"Ini Kamar Yugi-kun, tadi Jou-kun membawamu ke sini dalam keadaan pingsan."Jelas Miho melepaskan pelukannya.

"Sou-Kaa!."

"Hai."

"Aku sepetinya terkena anemia saja kok."Ucap Haru dengan wajah datar.

"Syukurlah kalau begitu minum ini "Ucap Miho memberi segelas air putih pada Haru.

-"Terimakasi"-ucap Haru mengambil air putih dan meminumnya hingga kandas.

Namun Tiba-tiba

"HARUUUUUUUUUUUU!.."Teriak seseorang dengan membuka pintu dengan keras (Cacatan :DOBRAK!) dan daun pintu hampir lepas dari engselnya.

"BRUSSSKKK! Uhk-Uhk-Uhk-uhk!.."dan dengan cepat dan kagetnya terbatuk dan nyaris memuntahkan air yang di tenguknya tadi (Ayu :malang nasipmu nak-_-).

"JOUUUUUU! BAKAAAAAAA!"Seru Miho dengan Kasar dan melempar sapu.

"AWWWWWWWW! sakiueeeeet Miho"Teriak Jounochi langsung Loncat ,saat Miho melempar sapu saking(lebaynya).

"Ano Haru-Kun kau baik-baik saja!"Seru Miho.

"Yah aku baik-baik saja."ucap Haru mengangguk yakin dan menyeka tetesan air yang keluar dari mulutnya.

"Minna Haru sudah sadar. "Panggil Yugi di ambang pintu.

"Hai-Hai dia sudah sadar Yugi-kun"Ucap Miho.

"Daiboujuka?"tanya Yugi.

"Tidak apa-apa"Tubuhku hanya Anemia ringan! "seru Haru dengan Yakin.

"Bagai mana telpon Dokter dulu"Ucap Anzu.

"Benarkah akan lebih ,baik kalau panggil dokter saja Ya"

"Tidak usah Terimakasi banyak"

Haru lalu menuruni kasur dengan bantuan Yugi dan dengan sukses membuat wajahnya kembali datar seperti tidak terjadi apa-apa ,lalu melirik jam weker berbentuk dadu dimeja belajar Yugi ,yang mengatakan waktu sudah jam 6 sore.

"Aku harus pulang ,sebelum Shun pulang soalnya aku belum siapkan malam"Ucap Haru.

"Shun, Shun siapa?"Tanya Anzu dan Miho bersamaan.

"Shun adalah kakak angkatku Kami tinggal serumah"Ucap Haru dengan tenang.

"Ternyata kau perempuan yang sangat keibuan juga ya"Ucap Bakura Ceplas-Ceplos.

Ditempat lain

Jauh dari dunia nyata

Jauh dari tempat Anzu dan kawan-kawan

Perlahan—perlahan masuk dalam Hati Yugi

Terdapat dua pintu ruang Hati menghadap kegelapan dan cahaya

Terlihat seorang lelaki dengan mata Red Cinamons terbangun dari dari tidurnya.

Dengan mata sedih dibalik wajahnya yang tajam.

"Ack namun."Gumanya mencengram tubuhnya sendiri seperti mimpi buruk di sore hari yah dia mendapat mimpi buruk seperti minggu-minggu sebelumnya.

Mimpi yang selalu mengerayagi hatinya dimana rasa rindu terdalam merindukan ingatan sekaligus Gadis penting baginya.

Teringat jelas bagai mana ia melakukan perjanjian dengan 3 dewa angung

Dan kembali mengunakan tubuh patnernya sekali lagi. dan bertemu dengan teman-temannya di masa sekarang dengan sebuah misi. Sebuah misi penting, Untuk mencari Puzzel hatinya yang hilang.

Dan berharap bertemudengan wanita yang dia cari

Tapi saat ini ada sesuatu yang ditakutkan oleh paharaho

ketakutan Sang Pharaho itu sekarang adalah kalau ia tak lagi bisa menerimaKenyataan. Yak sebuah kenyataan bahwa Ada perempuan lain Yang ia cintai sekarang Oh Man apa yang harus di lakukannya.

"Apa anda mencintanya Master?" Tanya seorang Penyihir berbaju biru.

"Eh..!"

"Wanita bertampang dingin, yang anda cium waktu itu..?"

"Apa maksutmu DM(D Magican)Wanita Yang ku CIUM!"

"Nona Haru"

"DEG!"

Mendengar itu wajah Yami dengan Suksenya memerah semerah buah Ceri atau Apel(?) dan panic dihadapan Monster yang selalu jadi ka pelindungnya dan Real Card pada Battel.

"Anda tak usah bertampang begitu, Saya tahu semuanya dan saya ada di ruang hati anda dan SAYA TAHU ANDA SEDANG JATUH CINTA"ucap D Magican dengan nada meledek dan menaikan Volume suaranya (Mahad :Aku luar bisa ya).

"GLEK..!"Respon Yami menelan Ludah ia sadar insting Patner kartunya itu, jauh lebih peka apalagi terhadapnya.

"A-aku"Ucap Yami terputus-putus.

"Aku meninggalkan anda sendiri jika anda ingin master, kuharap kepala anda bisa lebih dingin.."Ucap lenyap meninggalkan Yami dalam ruangan itu seorang diri.

Apa yang harus kulakukan sekarang apa benar aku

Jatuh cinta pada Haru

Oh MY RAAA apa yang harus kulakuakan sekaranggg!

Andai Ach sanamun adalah Haru.

Di Tempat Lain (Haru Pov)

Mata Anggur Haru masih menatap lurus di arah trotoar saat memutuskan pulang sendiri, kini ingatan-ingatan aneh dan sekarang makin parah rasanya wajah Pharaho dalam mimpinya mengingatkan wajahnya pada Yami, ah tapi rasanya Itu tidak mungkin. Mereka adalah orang berbeda meski Insting Haru mengatakan bahwa mereka memiliki aura yang serupa.

Entah kenapa mimpi-mimpi dan ingatan itu

Membuat kendali tubuh Haru semakin melemah hari demi hari.

Apa yang musti ia perbuat, apa sebaiknya ia meminum obat tidur dengan dosis tinggi supaya bisa tidur dengan nyenyak, atau memaksa diri untuk begadang.

CRETTTTTTTTTTTT!

Tubuh gadis itu terserentak agak kaget melihat seorang pemuda diatas motor. Motor Putih besar dengan gambar Blue eyes di pinggirannya, dan menghalagi jalanya gadis itu memandangi mata Lazuli dari cela helm putihnya.

"Naiklah!.."Ucap Pria itu dingin dengan nada suara berat sambil melepas Helm dan memperlihatkan wajahnya yang notabene adalah pria yang tampan dan maskulin"

"Kaiba Seto-kun?"Ucap Haru memandang Wajah pemuda itu.

"Jangan pake embel-embel, aku tidak suka mendengarnya."ucapnya dengan cetus.

"Haaah lalu ada apa mencegatku disini?, Seto?."Tanyanya.

"Naiklah ada yang ingin kubicarakan, denganmu"Ucapnya dingin.

"HAAAH!?."Respon Gadis itu sehingga wajah kaiba jadi agak kesal.

"Apa aku bisa percaya pada lelaki sepertimu?.."Tanya gadis dihadapanya dengan nada tenang dan memasang wajah jutek andalanya, tatapanya mengiklame orang dihadapanya adalah pria atau Om-Om hidung belang di atas motor (Kaiba :Apa maksutnya lu Ngomong GITU AYU).

"Oi-Oi kau pikir aku Lelaki Macam apa Arang!"

"Jadi apa maumu Tante Jamur?"Tanya Haru Cuek.

"Ayo IKUT AKU!"Teriaknya Lantang dan berhasil menarik Gadis itu kemotornya.

"Apa-apan ini!.."Pikir gadis ini tidak habis pikir, ia harus bermasalah dengan 2 Pria yang aneh sekaligus.

Yah sebenarnya ada 3 kalau di kelompokan(?),Yang pertama adalah Si Pharaho yang sepertinya pemuda Dengan Ala mesir Menghantuinya beberap minggu disetiap malamnya di alam bawah sadarnya, Kedua Pria aneh dengan dua Kepribadian dan unik yang selalu membuat Hatinya berdesir aneh DAN.

SEKARANG! OH MY GOD!

Seorang lelaki CO Kaya ,Tidak sopan, sombong, mau menang sendiri Dan, Dan, Dan, EGOISTIS juga bermasalah dengan Denganya rasanya ingin Pecah kepalanya dan pusing memilkirkan semua ini sekaligus.

"Oh MY RA apa yang salah padaku dan mimpi apa aku semalam!…"Teriak gadis itu pada batinya.


PLOP

Ega :Bagaimana dengan Yugi memang dia gak membuat masalah padamu?

Haru :Gak! Dia terlalu manis untuk lelaki mengundang bahaya.

Yugi :'_'

Ayu :Abaikan kata-kata di atas ayo lanjuuuut!.


SELANJUTNYA?

Haru kini terdiam di atas motor dan memengan Pungung pemuda dengan erat dan focus mengendalikan motor yang melaju dengan kecepatan Tinggi selayaknya seperti pembalap pro.(R,A:WOW!)

Haru tidak mengerti jalan pikiran pemuda Kaya dan seorang CO itu.

"kemana kau akan membawaku?"Tanya Gadis itu.

"Kau akan Tau nona Arang.."ucap Seto dengan membalap motornya menuju suatu tempat.

Kaiba focus menjalankan motornya dan tersenyum sinis ala Iblis, ia juga mulai menyukai sentuhan Hangat pada punggung bidangnya yang hangat. Saat ia dipeluk seerat ini.

Ditempat lain.

Seorang gadis berambut coklat telah meminum tehnya dengan wajah tenang, diatas sofa empuk berwarna hijau dengan pandangan serius pada laptop merah cerahnya.

"Ada apa Ru?.."Tanya Mokuba tenang disamping adiknya.

"Aku mendapat Info yang Nii-Kaiba minta secara akurat.."Ucap Gadis itu menoleh dan memasang Cengiran pada parasnya.

"Oh ya Ru, apa kau sudah dengar tentang The raven black wings dan The Death knights bird

?.."Tanya Mokuba dengan nada serius membuat Ru atau yang biasa di panggil Ruega kaiba itu menghilangkan Cengiran Khasnya dan menatap Mokuba dengan pandangan serius.

"Tentu saja The Raven black wings dan The Death knights bird adalah 2 sosok pemain Game kartu yang cukup legenda sebelum datangnya The King of game yaitu Yugi, nama mereka perlahan pudar dan tak diketahui keberadaanya Sebelum Battel City di Domino, Kaiba-Nii juga pernah mengejar mereka untuk menatang bertarung tapi sayangnya Kaiba –Nii belum menemukan mereka hingga sekarang.."Ucap Ruega dengan wajah serius.

"Kudengar ada sebuah kabar angin kalau Mereka itu, ada diDomino dan salah satu dari mereka sedang bermain Onlain Game buatan perusahaan kita.."Ucap Mokuba sambil meminum the dicangkir miliknya sendiri dengan tenang.

"Benarkah Moku-Nii?" ucap gadis itu sedikit menaikan alisnya.

"Benar"Ucap Mokuba antusias.

"Jadi kau akan menyelidiki Pemain itu, Moku-Nii, kan bisa saja Dia Hanya Gamer yang Nicnamenya sama dan sengaja dibuat-buat?.." dalam kasus itu kan sudah biasa Moku-Nii .."

"Tidak..Kurasa cara bermainya dia seorang Pro dan ia berbeda dengan Gamer lain.."Ucap Mokuba lalu memunculkan Hologram berbentuk layar segi empat dihadapan adiknya.

"Ini adalah Pertarungan Saat evend yang kubuat kemarin sebagai penangung jawab aku juga ada disana sebagai GM yang menyamar jadi player biasa, untuk mengantisipasi adanya BuK atau Hacker yang menghambat evend untuk berbuat Curang,"Jelas Mokuba.

"Ini adalah Vidio Pertandingan itu? Matte bisa saja ia masuk dan mengalahkan mereka dengan Virus atau Chip Hack"Ucap Ruega berasumsi dengan cepat Mokuba menatap sang adik dengan pandangan tajam.

"Sayangnya itu tidak mungkin, kalau dia Meng Hack kami pasti tau dan, Kau tau Reputasi Game kita tak pernah bocor kemana-mana Ruega"

"Jadi ini Asli?"

"Iya ini adalah Vidio saat evend itu, lihat lah padahal Levelnya masih Pemula namun dapat mengalahkan level kelas tinggi dengan formasi tempur yang terbilang jenius dari yang lain"Ucap Mokuba dengan nada datar.

"Aku juga tak menyangka dia sehebat ini, tapi aku belum puas kalau belum tahu siapa dia apa dia benar - benar The Death knights bird atau bukan"Ucap Ruega.

"Aku juga dan makanya Kau bantu aku sekarang, bukankah kau sudah selesai mencari info yang diminta Kaiba-Nii.."Ucap Mokuba menatap adiknya.

"Sudah..,"

"Kalau begitu…"

"Eh"

"Heheheheh kalau begitu ayo bantu aku SEKARANG!"ucap Mokuba lalu mengendong adiknya secara paksa dan menyita Komputer merahnya, untuk membantunya mengerjakan laporan di pusat Kendali.

"BAKKKA NII_MOKUUUUU!.."Teriak adik dengan jengkel dan kembali berteriak keras di telinga Kakak imutnya "TURUNKAN AKU! AKU MAU ISTERAHAT DULUUU! AKU CAPEK!"ucap Gadis itu secara membahana, dan memukul serta menjambak rambut Mokuba yang panjang.

"Tidak Akan Ku Izinkan, Bantu AKU SEKARANG!"teriak Mokuba tajam Ruega menatap Kakaknya dengan cemberut dan Pasrah sepertinya, malam ini dia tak dapa Cake makan malam.

-Ditempat Lain-

-Café Letter Candy-

Seorang gadis Tomboy memandang pemuda bermodel rambut Mamonji dihadapan mejanya dengan pandangan Datar dan memasang pemikiran tanda Tanya pada benaknya, walaupun begitu ia dengan santainya ia meminun Coffe Mocaroitnya perlahan, suasana yang Klasik dengan alunan Sebuah senar Harpa kembali menenagkan pengunjung Yang datang kesana seraya menghangatkan diri dari Hawa dingin awal bulan mei.

"Kaiba-Kun?.."

"Hummm.."Respon pria itu sambil meletakan cangkir LemonTeanya diatas piring kecil.

"Mengapa kau membawaku kesini?.."Tanya Gadis itu.

"Karna disini tenang dan bisa ngobrol berdua, dan tak ada kenalan atau pun para pemandu sorak Bakka..itu disini"ucap pemuda itu tegas sambil memasang wajah cemberut.

"OoH..dai bou?"

"HAI! Bulan Mei udara hari ini makin dingin, lebih baik kau minum kopi denganku disini."Ucapnya dengan expresi aneh dan memerah, lalu berkata lagi "Kulihat wajahmu saat ada disekolah semakin murung beberapa hari ini."ucapnya dengan nada Prihatin dan cemas.

"Wah Wah tak kusangka Seorang CO Kondang (?) seperti dirimu dapat memperhatikan gerak-gariku beberapa minggu ini, Ternyata kau baik juga ya.."ucap Gadis itu dengan datarnya,

"Diamlah Kepala arang! "

"Tante Jamur"

"DASAR WANITA JADI_JADIAN!"

"Shitake Hat"

"JANGAN BANYAK BICARA ARANG! "Ucap Pemuda dihadapanya, plus dengan wajah makin merah,gadis itu tak marah dan tak membalas kata-kata Seto dan hanya bisa melihat gadis itu terkekek kecil dihadapanya melihat itu. di tersenyum kecil.

"kau yang memaki duluan"

"apa apaan tawamu itu"

"maaf aku kelepasan"

"Nampaknya dia sudah tidak sedih lagi,"Pikir Kaiba denga wajah puas.

"Kaiba Kun Arigato,"Ucapnya dengan Tulus.

Sungguh Cuma itu ungkapan tulus yang bisa Haru ungkapkan bebannya seolah terangkat lebih sekarang. Dan rasanya hatinya lebih ringan dan lebih nyaman dari sebelumnya ia gak menyangka akan dihibur dengan seseorang yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Ia sukses dihibur dengan Seorang Kaiba Seto rasanya itu sebuah kebetulan yang sangat tak terduga.

"kalau begitu aku akan memberi panggilan padamu?."ucap Seto dengan wajah agak cuek dan memerah.

"Apa nama panggilan? Apa kau mau mengataiku Kepala Arang lagi?."Tanya gadis itu.

"aku akan memanggilmu Zawa saat kita bertemu."

"EH?.."

"Bukankah Para pemandu sorak itu memanggilmu dengan panggilan Haru."

"Zawa adalah namaku Saat masih kecil, saat aku dewasa semua orang memanggilku Haru, Semua orang pun memanggilku begitu."

"Ada yang memanggilmu dengan panggilan itu? "

"Ada, Panggilan itu hanya dipakai oleh Kakekku yang sekarang ada di penggalian, dan seorang sahabat masa kecilku."

"Aku adalah orang selanjutnya yang akan meanggimu begitu, kau tak keberatankan."Tanyanya.

"Terserah padamu."

"Ayo kita pergi dari sini, aku ingin kau menemaniku sebentar lagi aku akan mengantarmu pulang tenang saja Zawa."ucap Seto lalu menarik Gadis itu dari Café, usai menyimpan beberapa lembar uang pada meja mereka.

"Baiklah Nampaknya Kaiba bisa, ku percaya"Pikir Haru dengan santai lalu membiarkan lengannya di tarik oleh pemuda CO itu.

My Home

Terlihat seorang pemuda bersurai panjang tengah memasuki area taman kecil di hadapan rumahnya, dengan hewan berbulu nan bulat di atas kepalanya. Lalu melirik hewan itu sambil berkata.

"Sepertinya Haru pulang terlambat, Kibo?."

"Kyuuuuuu.."Ucap mahluk itu sambil mengangguk.

"Helo..Shun Boy?"Panggil seseorang dari belakangnya.

Terlihat seorang Pria dewasa berambut Agak panjang sebahu dengan warna rambut perak, dan sebuah Tux berwarna Pink pucat dengan model jas ala bangsawan belanda, dibalut dengan celana kain bludur putih dan sepatu kulit putih yang Nampak mahal, tengah turun dari mobil mewah dan memandang pemuda dengan tatapan Khas.

"Lama tak bertemu Shun Kazami-Boy, aku cukup rindu padamu"

"Lama tak bertemu dengan anda, Maximillion Pegasus atau bisa kusebut sang Raja Dunia kartun, ada perlu apa denganku?"

Bersambung