IF I'M A GAY, YOU GOT PROBLEM WITH IT?
Disclaimer ©Masashi Kishimoto
Story©Freaky Haha
Pairing: ItaKyuu, SasoDei
Rated: T (rating dapat berubah sewaktu-waktu)
Genre: Romance, Friendship
Warning: Cerita ini di buat demi kesenangan pribadi author.
DLDR!
...
Seperti biasa. Pagi hari selalu di awali dengan teriakan seorang siluman rubah berekor sembilan yang hendak membangunkan seorang lainnya. Dan percayalah! Hal ini akan terus dan terus berlangsung sampai kapanpun.
Setelah itu, aku bingung akan menceritakan apa lagi. Yah, seperti inilah keadaan Duo Namikaze ini. Kalian juga pasti sudah hafal kan?
Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai dengan kegiatan pagi in di rumah keluarga Uchiha? Baiklah...
"Ne, Sasuke. Kau mau berangkat bersamaku tidak?" tanya seorang di seberang meja 'Sasuke'.
"Tidak." Yah, sepertinya kita harus memaklumi satu orang ini. Dia memang sangat irit berbicara. Yah, diam adalah emas bukan? Tapi kau harus menerapkan itu dalam situasi dan kondisi yang tepat.
"Baiklah, mungkin aku juga pulang telat." Katanya lagi. "Kaa-san, aku akan pulang terlambat hari ini." Kali ini meminta ijin pada sang Kaa-san tercinta.
"Baiklah Itachi-kun. Pulang sebelum makan malam ya." Senyum ramah mengikuti kata-katanya. Memang harus seperti itulah seorang ibu. Tapi tidak untuk sang ayah, di meja paling ujung beliau membaca koran dalam diam.
Setidaknya di keluarga Uchiha ini memulai pagi mereka dengan keadaan lebih tenang. Membosankan? Entahlah, tanyakan saja mereka yang menjalaninya.
...
"Kyuubiiiiii..." siapa yang tidak kaget jika kau baru selangkah memasuki kelas dan tiba-tiba ada seorang yang berteriak kencang kearahmu dan langsung menyeretmu. Hanya menyeret ke tempat duduk sebenarnya.
"Berisik!"
PLAK
Setelah muncul perempatan di kepala sang objek. Langsung, dia mendaratkan sebuah jitakan manis pada teman kuning yang memanggilnya tadi.
"Hehehe... itaaaii!" begitulah respon dari sang tersangka utama. Deidara.
"Ada apa lagi, huh?" Kyuubi kesal. Bukan kesal dalam arti sesungguhnya!
Kyuubi memang tsundere. Dalam hatinya sangat senang memiliki teman seperti Deidara. Tapi, begitulah sifatnya. Dia tidak bisa mengungkapkan perasaanya dengan baik. Tidak apa-apa. Deidara paham dengan sifatnya, walaupun bisa di katakan baru saja mengenal. Percayalah! Deidara adalah orang yang bisa dengan mudah mengerti orang lain.
"Tidak un! Hanya ingin menyapamu saja." Dengan riang si blonde ini tersenyum lebar.
"Huuh!" di balas Kyuubi dengan dengusan.
...
Jam pelajaran terakhir. Jika kalian berada di kelas ini, kalian bisa melihat wajah-wajah tersiksa para tahanan. Atau, kalian juga pernah merasakan sendiri kebosanan akut saat jam pelajaran terakhir?
Kyuubi meletakkan kepalanya di atas meja. Bosan. Puluhan kali kata itu terulang di dalam kepalanya. Ah, kini dia melihat kearah kanan. Bukan kearah Itachi! Tepatnya ke meja seberang. Di lihatnya Deidara sedang bercanda dengan si rambut merah. Si rambut merah? Kyuubi sering memanggilnya begitu, namanya Sasori. 'Moodnya memang sangat labil' Kyuubi mengucap dalam hati.
...
"Uuhh..." Kyuubi mengeliat pelan. "Eh?" dia tarkaget. Kelasnya kosong! Mungkin sudah pulang. Di liriknya jam di atas papan tulis, memang menunjukkan lebih duapuluh menit setelah bel pulang. Kemudaian dia tersadar akan satu hal lagi.
"Eh? Apa yang kau lakukan keriput?" nadanya meninggi ketika mendapati teman sebangkunya juga masih duduk bersandar di tempat duduknya. Tidur!
"Kau sudah bangun?" membuka matanya dan berkata lirih sambil mengusap matanya pelan.
"Apa menurutmu aku masih tertidur?" Kyuubi mengangkat sebelah alisnya. Kali ini benar-benar kesal!
"Baiklah. Ayo pulang!" tanpa aba-aba Itachi menarik tangan Kyuubi menuju tempat parkir.
"Cih! Apa-apaan kau keriput sialan? Lepaskan brengsek!" dan percayalah padaku jika aku bahkan sampai tidak bisa menuliskan berapa banyak umpatan-umpayan yang keluar dari bibir manis sang pemuda berrambut jingga tersebut.
"Naiklah!" Itachi memerintah kepada seorang yang berdiri di sampingnya untuk naik ke motornya.
"Tidak! Kau benar-benar sialan! Seenaknya saja." Berkacak pinggang, kini Kyuubi mengambil langkah untuk pergi.
GRAB
"Kali ini kau pulang bersamaku rubah." Dengan senyum manis, dan dengan nada yang penuh penekanan. Itachi menarik tangan Kyuubi. Yaaah, sepuluh menit sudah adegan saling tarik menarik ini terjadi di antara mereka berdua. Dan bisa kita lihat, sepertinya si korban akan segera menyerah.
"Ayolah! Aku lelah, harus segera pulang, jangan menghambatku sialan!" Kyuubi mendesah kesal.
"Bodoh. Maka dari itu! Jika kau ikut bersamaku, bukankah kau dapat lebih menghemat waktu dan biaya untuk naik kereta?" smirk. Itachi menang.
"Bastard!"
...
"Sialaaaaaannn! Bisakah kau tidak mengemudi dengan ugal-ugalan seperti tadi?" Dengan sedikit gemetar, Kyuubi turun dari motor Itachi.
"Jika kau ikut denganku lagi, mungkin bisa." Sekarang senyum mempesonanya dia tampakkan kepada pemuda di depannya. "Oh ya, Kyuu-chan, bolehkah aku mampir?"
"Tidak!" Kyuubi mendelik. "Dan apa-apaan kau memanggilku dengan panggilan menjijikkan macam itu, dasar Keriput!" Kyuubi berjalan memasuki gerbang rumahnya.
TWICH
"Sudah ku bilangkan! Kenapa kau mengikutiku keriput sialan?" Kyuubi kembali berteriak untuk yang kesekian kalinya.
"Aku juga sudah bilang padamu jika aku ingin mampir." Dengan tersenyum, Itachi menjawab enteng.
CKLEK
"Okaeri, Kyuu-nii." Pintu terbuka, Sapa sebuah suara. "Eh? Kau membawa temanmu?" senyum ceria muncul dari sang pemilik suara yang menyapa.
"DIA BUKAN TEMANKU!" kemudian Kyuubi berjalan memasuki rumahnya meninggalkan Itachi dan adiknya.
"Aa, kau adiknya Kyuubi? Manis sekali." Dengan senyumnya, kemudian Itachi mengacak pelan rambut bocah itu. "Aku Itachi. Siapa namamu?"
"Naruto. Namikaze Naruto. Salam kenal." Naruto memang anak yang selalu riang.
"Siapa kau?" tanya Kyuubi menyelidik, dia berhenti di pintu ruang tamunya. Disana duduk seorang dengan seragam sama dengan seragam yang di pakai Naruto. Temannya.
"Eh? Ototou?" Itachi yang menyusul Kyuubi pun ikut berhenti di depan pintu.
"Apa yang kau lakukan di sini baka-Aniki?" sang objek mengembalikan pertanyaan.
"Aaa~ jadi Itachi-nii kakaknya Sasuke?" kini sang blonde yang berbicara.
"Iya. Kebetulan sekali ya Naru-chan." Tangan Itachi trangkat, hendak mengacak rambut Naruto lagi.
"Jangan sentuh adikku!" Kyuubi menarik Naruto kedalam pelukannya dengan cepat. Itachi kaget, dan memasang wajah konyol.
"Haaah~ seorang brother complex ternyata. Haha..." Itachi mulai berbicara lagi.
"Diam kau!"
"Sudah... sudah! Kyuu-nii, sebaiknya kau ganti baju dulu. Itachi-nii, duduklah, apa mau aku buatkan jus tomat seperti Sasuke?" yah, orang yang lebih kecil kadang adalah orang yang bisa bersikap dewasa.
"Terimakasih, Naru-chan." Itachi tersenyum lagi.
...
TAP TAP TAP
"Jadi, apa maksudmu datang kemari?" melagkah keluar dari kamarnya Kyuubi melempar pertanyaan ketus pada Itachi.
"Tidak ada maksud tertentu." Itachi meletakkan gelasnya. "Hanya ingin bertanya beberapa hal saja."
"Hah?" Kyuubi heran.
"Bagaimana kalau kita bicara di teras saja? Di sini panas sekali~" sambil membuka dua kancing atas bajunya, Itachi berjalan keluar. Kyuubi mengikuti dengan kesal.
Seharusnya dia membiarkan saja orang ini berlumut di ruang tamunya dan dia tidur di kamarnya. Tapi dia tahu sopan santun. Tidak boleh membiarkan tamunya begitu saja. Yah, walaupun tamunya sangat tidak di harapkan sebenarnya. Sekarang mereka telah berada di teras depan rumah kecil Kyuubi, meninggalkan Uchiha-Namikaze yang lebih muda.
"Nah. Di sini anginnya sangat sejuk." Senyum seperti biasa, Itachi kemudian duduk di lantai. Kyuubi mengikutinya duduk, tidak jauh dari Itachi.
Diam untuk beberapa saat.
"Ne, Kyuu-chan." Di alihkan pandangan Itachi kearah Kyuubi.
"Hm?"
"Aku sedikit penasaran."
"Apa lagi?"
"Aku pikir kau bukan seorang gay. Tapi kenapa orang-orang menge'judge'mu sebagai seorang gay?"
"Kau pikir begitu? Haha..." Kyuubi tertawa melecehkan, mengingat betapa konyolnya orang-orang di sekolahnya. "Mungkin karena mereka bodoh. Hahaha..." kali ini dia benar-benar tertawa. Tidak jelas apa yang dia tertawakan.
"Lalu, jika aku benar-benar gay, apa masalahmu? Mau merendahkanku? Menghinaku?" kini dia berkata sambil melihat lurus kearah awan.
"Tidak. Untuk apa? Bukankah aku sudah pernah berkata jika aku tidak masalah dengan orientasi sex seseorang?"
"Lalu? Untuk apa kau bertanya?" Dahi Kyuubi berkedut.
"Hanya penasaran saja." Wajah Itachi benar-benar tanpa dosa. "Kau tau kan, aku baru saja kembali dari luar negeri. Di sana hal semacam homosex sangatlah mungkin. Jadi aku sudah terbiasa dengan itu."
"Entahlah. Aku tidak tau. Entah aku normal, atau gay. Aku sama sekali tidak pernah tertarik mengurusi hal semacam itu. Bahkan diriku sendiri. Kenapa kau malah mengurusi urusan orang lain bastard?"
"Hahaha... kau memang aneh. Jangan-jangan kau selfcon*self complex*? Hahaha..."
"Jangan berbicara sembarangan! Bodoh!" sebuah pukulan manis mendarat di kepala sang raven.
"Itaai! Kau pikir itu tidak sakit?" kemudian Itachi menarik rambut jingga Kyuubi.
BUGH BUGH TAK PLAK BUGH BRAK
Haha... sepertinya konflik tidak bisa di hindari lagi. Beberapa menit mereka membuat keributan, dan sepertinya sudah puas telah menyiksa satu sama lain. Kini mereka duduk bersandar kembali dengan tenang.
"Cepat berceritalah rubah!"
"Kenapa kau begitu ingin tau?" Kyuubi menatap tajam kearah Itachi. "Atau jangan-jangan malah kau yang gay dan mengincarku?"
"Memang." Kyuubi membatu. Kata-katanya tadi hanya sebuah candaan, tapi balasannya sangat mengerikan.
"Hahahahaha... seharusnya aku mengambil fotomu tadi! Ekspresimu sangat lucu!" Itachi tertawa terpingkl-pingkal sambil memegangi perutnya.
PLAK
Pukulan Kyuubi melayang lagi.
"Tidak lucu bodoh!"
"Sudah, jangan memulai lagi. Aku bisa benar-benar memukulmu loh. Haha... lagi pula aku seorang Bi, jadi bersiaplah jika kata-kataku tadi menjadi kenyataan." Itachi tersenyum menantang.
"Kau benar-benar sialan!" Kyuubi menggeram kesal. Benar-benar kesal kali ini.
"Makannya, cepatlah bercerita sebelum kau mati darah tinggi." Itachi tersenyum. Benar juga, siapa tau jika Kyuubi bercerita Itachi akan segera pulang.
"Ckss! Bailkah!"
Flashback-On
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Kyuubi dengan sangat khawatir. Dia sering mendapati adiknya sedang di ganggu oleh segerombolan anak nakal.
"Hikkss... ti-tidak..."
"Kalau begitu kenapa masih menangis? jangan menangis lagi, kau ini laki-laki." Dengan sayang Kyuubi menarik Naruto dalam pelukannya. Lama mereka berada dalam posisi seperti ini. "Sudah, diamlah. Kau ini laki-laki tidak sih?" kata Kyuubi menasehatinya.
"Aku... tidak akan menagis lagi." Senyum cerahnya kemabali terpancar, manis sekali. Kyuubi tarik lagi Naruto dalam pelukannya. Kyuubi kecup sebentar pucuk kepalanya.
"Kyuu..bi... Kau GAY?" seorang teman kelas Kyubi melihat apa yang sedang mereka lakukan.
"Hah?" Kyuubi menatapnya bingung. Kemudaian dia sadar posisinya.
"Kau... GAY!"
Flashback-Off
"Hahahahahahahaahahah..." Itachi sepertinya tidak akan bisa berhenti tertawa. Bukan karena cerita Kyuubi yang lucu, tapi karena gosip yang timbul setelah kejadian itu.
"Jangan tertawa!"
"Gomen. Haha... itu karena sifat brocom mu! Kau tidak harus memperlakukan Naruto seperti anak SD, dia sudah besar."
"Memangnya tidak boleh aku terlalu sayang padanya? Dia adikku... satu-satunya keluarga kandungku." Yah, kini aura Kyuubi meredup.
"Eh, Kyuu?" Itachi bingung. "Apa aku salah bicara?"
"Tidak." Kyuubi mengangkat kepalanya. Tersenyum kearah Itachi.
'Manis!' inner Itachi berkata. "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud."
"Sudah kubilang tidak apa-apa keriput!" Kyuubi berdiri, hendak memasuki rumah. "Masuklah, sudah mulai petang."
...
"Dobe! Cepat selesaikan! Hanya tinggal dua nomor lagi." Sasuke mengguncang-guncang tubuh Naruto yang sudah lemas.
"Aku sudah tidak sanggup lagi teme. Otakku bekerja terlalu keras hari ini." dia berkata memelas.
"Cks! Ini sudah mulai petang. Aku harus segera pulang, bagaimana kau mengerjakannya jika aku pulang?"
"Aku bisa meminta tolong pada Kyuu-nii." Dia teringat sesuatu... KYUUBI TIDAK MUNGKIN MAU. "Tapi itu sepertinya tidak mungkin."
"Merepotkan! Kemarikan." Dengan sedikit dongkol Sasuke mengerjakan dua nomor pekerjaan Naruto. "Ini!"
"Terimakasih Sasu-temeee~~" Naruto memeluk Sasuke dengan riangnya.
"Jangan memeluk orang sembarangan Naruto!" dengan segera, Kyuubi menarik Naruto. "Dan kau, anak ayam! Jangan macam-macam dengan adikku!"
"A-anak ayam?" muncul perempatan di dahi sasuke. "Siapa yang kau panggil anak ayam, RUBAH busuk?" bagus, emosinya terpancing. Sementara itu, Itachi hanya tertawa mendengar Kyuubi mengejek adiknya.
"Tentu saja kau! Siapa lagi?"
"Kalian berhentilah!" Lagi-lagi Naruto yang menjadi penengah. Kadang dia memang 'dobe' tapi kadang juga dia bisa menjadi bijak. Yah, walaupun hanya untuk menengahi pertengkaran kecil macam ini.
"Ne, Kyuu-chan, Naru-chan. Sepertinya kami harus segera pulang. Hari mulai gelap dan kami sudah berjanji pada Okaa-san untuk pulang sebelum makan malam." Kata Itachi.
"Yaah, padahal aku berharap Itachi-nii dan teme akan makan malam di sini." nada Naruto memelas. "Kalian harus mencoba masakan Kyuu-nii lain kali. Sangat lezat!" Naruto mengacungkan kedua ibu jarinua.
"Benarkah? Baiklah. Kami berjanji akan datang untuk makan malam." Itachi sepertinya benar-benar tertarik.
"Tidak usah!" Kyuubi segera berteriak.
"Kyuu-nii, jangan begitu!" Naruto menggembungkan pipinya. Sasuke ber'doki-doki'. "Benarkah? Janji ya?"
"Iya, kami berjanji." Itachi menatap Kyuubi yang kesal. "Ayo Sasuke, kita pulang."
...
After Diner, in Sasuke's Room
"Naruto sangat manis ya." Itachi tidur di ranjang Sasuke sambil memainkan PSPnya. Melihat sejenak sang adik yang sibuk dengan ponselnya.
"Apa yang kau katakan?" Sasuke menoleh kearah Itachi dengan pandangan membunuh.
"Ahahaha... tenang saja. Aku tidak akan mengambil bagian mu ototou." Tertawa karena reaksi Sasuke, kemudian perhatiannya kembali ke layar PSPnya lagi.
"Cih!"
"Lagi pula kau juga sudah mengincar bagianku."
"Rubah setan busuk itu?" Sasuke menyelidik.
"Hey! Dia tidak seburuk itu." Itachi melirik. "Dia benar-benar manis. Apalagi jika sedang marah. Hahaha..."
"Kau sinting aniki. Aku tidak tau kemana arah jalan pikiranmu." Benar, tidak ada yang bisa menebak arah jalan pikiran sinting Itachi. Itulah salah satu hal yang membuatnya bangga akan dirinya.
"Cepatlah tidur." Itachi beranjak dari ranjang Sasuke. Berjalan keluar menuju kamarnya sendiri di seberang pintu.
~~TBC~~
Akhirnyaaaaaa~~
Jujur aja, kalo fic yang ini Haha sempet kena WB!
Tapi, setelah mikir mikir mikir dan mikir akhirnya dapet alurnya lagi, yah walopun masih banyak kurangnya sih wkwkwk...
Ada yang nungguin nggak sih? #plak
thanks to :
CindyAra : makasii~ XD
Arum Junnie : itu, kalo Deidara udah jelas kan? kalo Itachi nya aku buat bi :3 yang lain menyusul #slaped
Zora Fujoshi : iya, aku suka itachi gila XD maniak~ tapi nggak kebangetan maniaknya...
Yamaguchi Akane : yooo! Anda benar *tabur bunga* XD aa~ penasarannya kan cuma modus #lalala soal Dei yang mau temenan sama Kyuubi di chap depan yak XD
missapple05 : tenang, Deridara korban perasaan dulu di sini XD
terima kasiiihhh~~
