memories she of the world's deserts
Rengkarnasi 7 kesatria
Setiap pilihan selalu memili konsekuensi serta resiko
Dalam memilinya
Aku akan memintamu memilinya.
Sebuah beranda atap ruma terlihat dua orang lelaki yang terduduk sambil memandang mata hari senja, keduanya tak mengatakan sepatah kata pun dari sudut bibirnya namun gelagat mereka seperti berbicara dalam nalar masing-masing.
"Banyak yang kau tanyakan padaku bukan?, Nah cepat bicara apa yang ingin kau tau dariku?."Tanya Shun tampa banyak basa-basi pada lawan bicaranya Yami sekaligus Yugi tentunya.
"Aku memiliki mimpi setiap malam dan itu semakin membuatku bersalah dan kini kau datang dengan sesuatu yang membuat aku bingung harus bilang apa? A-Aku?"ucap Yami dengan wajah Frutasi pada diri sendiri.
"Apa maksutmu apa kau bicarakan?."Ucap Pria lebih dewasa dihadapanya denagan tatapan dingin.
"Apa kau adalah kau adalah orang dari masa-laluku."
"….."
Diam dan Hening
Shun Hanya Terdiam dan tatapanya berubah, Berubah menjadi sedikit mengerikan
Hanya itu saja yang terjadi saat sang Pharaho mulai bertanya dengan nada serius.
"Apa kau adalah.."Ucapan Yami terpotong saat Shun bersuara dan mendekati Yami Lalu mencengram lengan pemuda lebih muda darinya.
"Untuk apa aku harus menjawabnya."ucap Shun mendekatkan wajahnya dan memandang Yami dengan dingin.
"Apa Kau Adalah Shanan?"ucap Yami dengan suara tergetar ia memang tak bisa berbohong jika dia agak ketakutan, selepas dia adalah Pharaho dimasa lalunya dan dia yang sekarang bahwa dia mahluk tuhan yang mempunyai kelemahan yaitu Rasa takut.
"Apa maksutmu?"
"Kau Shanan Aku yakin itu, aku Tak akan lupa Hawa pembunuh serta kekuatan yang keluar dari dua bola matamu dan aku Yakin kau masilah Shanan."Ucap Yami Tegas.
"Aku tidak perduli dengan lelucon, Serta nama yang kau berikan padaku jangan sebut nama itu lagi!"ucap Shun dengan Nada Tegas membuat Yami melihat Bayangan-Bayang Kaiba pada Shun.
Seperti yang diketahui Kaiba Adalah salah satu pendeta pada masa-lalu Pharaho tampa nama yaitu Yami. Saat ini Kaiba juga terlahir kembali dan menjadi Rival abadinya dan bersikukuh untuk menghilangkan ingatan masa lalunya dan memilih masa depan sebagai Kaiba seto.
Kini Yami bertanya-tanya Apa Shun juga tak mengingkan Masa lalunya dan memilih Masa depan Seperti Kaiba ?, lalu Apakah Shun akan lakukan terhadapnya?.
"Konyol sekali tak kusangka sang Pharaho Atem dan salah satu Pendekar dari 7 padang pasir atau yang ku sebut SEBAGAI ANJING RENDAH SANG KAISAR KATSU Sekarang saling berdamai LUCU SEKALI-HAHAHAHAHAHAHA…"ucap seorang Pria dengan Asken berwajah jepang dan berambut merah bagai darah sambil tersenyum licik pada keduanya.
"Jangan ikut campur "Ucap Shun Lalu melepas cengkaraman Lenganya pada Yami dan memandang orang yang kini berada diatap tempat Yami dan Shun berada.
"Shanan tak aku sangka kau kini kau selemah ini, dimana Shanan Pendekar pembunuh berdarah dingin yang dijuluki salah satu 7 padang Pasir.."ucap Lelaki itu semakin membuat Shun muak."
"DIAM KAU HAZAM!."Ucap Yami yang tak perna melupakan pria penghianat yang pernah menjadi komplotan Bakura untuk mencuri mayat ayahnya dulu dan juga orang yang pernah mengambing hitamkan nubia agar kedua Kerajaan Mesir dan Nubia menjadi perang selama 120 tahun.
"Oh Waw! Menakutkan sekaran Sang Pharaho membela bawahan Raja Musuhnya, hahahah- apa aku tidak salah dengar?."Ucap Pria itu.
"Apa yang kau inginkan?"
"Tadinya akau hanya ingin menyapa teman lama, tapi tak kusangka Shanan dan Pharaho sekaligus ada disini juga"
"Aniki kau baik-baik saja."Ucap seorang lelaki berambut Hitam kecoklatan, entah bagai mana dia berada tepat disebelah Shun secepat kilat.
"Yura kau kenapa ada disini?."Ucap Shun Pada pemuda
"Oh ya soal, Ack namun sayang sekali aku tak bisa menecicipnya waktu itu dia malah Mati demi menyegal kegelapan bersama 7 orang bodoh itu sangat disayang. Apakah dia terlahir kembali seperti kalian.."ucapnya makin sinis.
"K-Kau!."Ucap Yami mulai Terpancing Emosi saat nama Ack namun disebut dengan nada kotor
"Jaga mulutmu sebelum aku marah."Ucap Shun.
"Apa bisa kau mengunakan kemapuanmu ditempat banyak orang begini."Ucap Hazam dengan nada tajam.
"Kalau kalian ingin bertarung jangan Hawatir."Ucap sebuah suara dengan nada lembut namun tegas lalu semua orang melirik asal suara di bawa beranda kamar, dan disana Ada seorang pria berambut perak sedang bersandar diding beranda.
"Ceh Sungguh diluar dugaan aku tak menyangka aku bisa melihat kembalinya7 dari para bedebah bodoh disini."Ucap Hazam.
"Kurang Ajar Biadab kau harus mati di tanganku."Ucap Yami yang emosinya benar-benar memuncak Sennen Puzz bercahaya, bersamaan dengan munculnya eyes mark didahi Yami Yugi.
" Sayangnya aku tidak ingin Pharaho, tidak sekarang."ucap Hazam lalu menghilang secepat chanya.
Perlahan Tapi pasti tubuh Yami pun melemah dan kesadarnya makin menghilang Tubuhnya yang awalnya berdiri kokoh sekarang mulai tumbang dan akan jatuh dari Atap.
"RAAAAAYYYY!."Teriak Shun Pada pemuda yang berambut perak didekat beranda menatap Yami terjatuh dari atap dan segera menangkapnya sebelum terjatu kelantai satu.
"Hampir saja Aniki."ucap Yura sambil menghela napas dalam dan bergerak duluan sambil mencopot sepatunya dan turun melalu beranda.
"Ya Ayo kita Masuk."Ucap Shun disambut anggukan Yura dan Ray yang mengendong tubuh Yugi yang pingsan.
".-Sesampainya dirumah-."
"ADA APA INII !."Ucap Honda dan Jou kaget melihat keadaan Yugi yang pingsan.
"Ceritanya nanti saja."ucap Yura cuek lalu meletakan sepatunya pada Rak sepatu.
"Akan kami jelaskan setelah ini."Ucap Ray tenang lalu membawa pemuda itu kekamar shun lalu membaringkanya di kasur.
"Dimana Yang lain Varon?."Tanya Shun karna situasi rumah sangat tenang.
"Haru, Anzu dan miho-Chan pergi ke supermarket dekat sini. Untuk membeli Mayones sementara aku, Amelda Honda serta Jou-san menjaga Rumah dan memindakan barang-barang berat."Jelas Varon.
"Baiklah silakan jelaskan semua pada mereka Aniki."ucap Yura lalu membuka isi kukas mini yang ada dikamar dan mengambil 7 kaleng kopi dingin disana dan meletakan diatas karpet dimana para pria itu duduk beralas karpet saja, dan tak jauh dari sana yami terbaring di tempat tidur.
5 MENIT KEMUDIAN!
"Astaga!"ucap Honda terbelalak kaget.
"Karna itu komplotan Bakura yang sepertinya terlahir kembali ingin mendapatkan menghancurkan kekuatan 7 kami agar melepaskan EXODIA dari Shun.
"Lalu siapa 7 orang itu!?"Tanya Jounochi.
"Aku namaku Ozawa Yura dikehidupan masalaluku adalah pendeta pengapdi kerajaan Nubia bernama Shaka aku adalah 7 dari orang-orang yang menyegel EXODIA.
"Aku Natsu Ray dikehidupan masalalu adalah salah satu prajurit dari Nubia bernama Zainal Yurosiku-mina."
"Lalu dia..?"Tanya Jou melirik Shun.
"Aniki adalah Salah satu komandan yang menjadi Bawahan Kaisar tertinggi Raja Nubia dia adalah Prajurit yang bertugas melindungi Raja pada zaman kami sebelumnya"ucap Yura menerangkan panjang lebarnya.
" kalian mengetahui masa-lalu kalian"ucap Honda.
"Kami sama sekali tidak tahu-menahu soal itu, kami sudah mendapat memory itu saat kami berusia 5 tahun"ucap Ray dengan nada serius.
"Cuma kalian bertiga, Lalu kemana yang lainya.."Ucap Honda.
"Bukan tiga tapi berlima ucap."Amelda.
"Aku juga adalah salah satu dari mereka, aku juga mendapat ingatan saat usia 5 tahun,"Ucap Varon dengan nada merunduk.
"Maaf Aniki aku tidak mangatanya padamu selama ini"ucap Varon Pada Shun walau menundukan wajah malu pada pemuda yang lebih tau darinya.
"Tidak apa-apa semua kan baik-baik saja Varon."ucap Shun.
"Lalu yang kelima Adalah Haru-san."
DEG!
Jounochi Memory."
Disebuah tempat yang cukup gelap hanya satu 2 lilin yang menyala.
Terlihat seorang lelaki berambut panjang hitam bersama seorang Pria berambut pirang yang tengah memandang pria berambut hitam dengan lekat berada di jeruji besi denagntubuh kotor dan bekas-bekas penyiksaan.
"Yang mulia."ucap Lelaki yang sepertinya seumuran dengan pria berambut pirang dan bermata madu pucat, ia memiliki bekas-bekas penyiksaan disekujur tubuhnya dan itu belum kering
"Heheh…Jangan terlalu hawatir padaku Shanan"
"Tapi Tubuh anda.''
"Tidak apa apa Shanan, aku punya permintaan padamu"
"Apa?"
"Ini permintaan dari Abdimu dan sekaligus orang yang sangat kuhargai sebagai Kakakku."
"yang Muli-"
"Kakak tolong bunuh aku."
Bersambung!
Yura
Sejauh ini Ruega anak yang manis kok dia tidak menyusahkan bagi saya Haru juga sepertinya akrab denganya diluar cerita.."Hahahahahah(sok jadi Ayah)
Taka pa Yura-san aku mengerti kok sikap anak sekarang(smile)
Ada beberapa perbedaan Yura dan Runa makanya aku tahu meskipun nada kalian sama sama baku saya berterimakasi atas membaca cerita saya(bungkuk badan)
Ohya kau teringat siapa?
Kalau itu aku tak apa apa kok senyum polos
Oke saya akan membacakan untuk Ryo
Anyohaseong My name Ega
안녕하세요
Kaiba Ruega 같은
나는 또한 소녀의 순결의 특성뿐만 아니라 잔인한. 좋아 그는 제의 눈에 믿을 수
나는 내 이야기 에 그를 포함하는 이유 ^ _ ^
읽어 주셔서 감사합니다
Nice lanjut Varon
Varon : Kaku
Ega : varon OIIIIII
Varon:…..
Gia ; Meluk-meluk varon
Varon :Oi oi tubuhku sesak(malu dipeluk cewek)
All Girls: kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk jangan peluk-peluk Pangeran kami..(nyakar dinding)
Shun : Ribut sekali disini.."
All Girls :Kyaaaaaaaaaaak Shuuuun-
Amelda: Kalian populer teman.."(sinis)
Haru :…..kalem-_-"
Pegiy : See Lady Gia
Ega: pegasusan-san bakal muncul chap depan hahahahaha-
Haru :oke Arisato-kun
Varon : kau dapat pujian dari Alfa tuh katanya kau gadis kuat.
Haru :Arigatogozaimasu
Ega –setiap manusia mempunyai kelemahan tersendiri menskipun ibarat benteng dia manusia yang kuat tapi belum tentu dalamnya iakan?
Ray :Oke untuk Ruega yang manis."Baca naskah dengan senyum super sinis."
Haru :sepertinya ini surat ancaman dari Runa.."(Lirik surat) Ruega-san apa maksutnya emosinya tak terasa? (abaikan para lelaki dan tersyum sambil ngelus-ngelus kepala Ruega)..Kawaii Ruega kau seperti bonekaaa."senyum dingin.
Ega:…
Ray : Ega? Ega?(nepuk-nepuk pundak ega)
Ega : hehe…
Yura x Ray :eh?
Ega :sepertinya ada yang cemburu disana_ ..YEEEY!
Varon :Reaksi macam apa itu?
Yura :Reaksi yang luar biasa tak aku duga!-_-
Ega : Aku sangat suka melihat pemuda cemburu akhirnya pancinganku berhasil saatnya Kulakukan rencana itu!-(ketawa paling laknat sampai di neraka)
Ray : mulai gila.
Yura : jangan-jangan kena Flu musim kemarau(?)
Haru :sepertinya! Astaga aku akan mengalami sesuatu yang berbahaya…-_-"
Shun :Dan aku juga
