IF I'M A GAY, YOU GOT PROBLEM WITH IT?

Disclaimer ©Masashi Kishimoto

Story©Freaky Haha

Pairing: ItaKyuu, SasoDei

Rated: T (rating dapat berubah sewaktu-waktu)

Genre: Romance, Friendship

Warning: Cerita ini di buat demi kesenangan pribadi author.

DLDR!

...

"Haah~"

Pukul 06.00am. Masih terlalu pagi bagi para siswa untuk datang ke sekolah. Minimal mereka telah bangun dan mempersiapkan diri. Bahkan sebagian masih ada yang setia bergumul dengan guling dan selimut mereka.

Tapi lain halnya dengan pemuda bersurai jingga ini. Dia telah duduk manis di bangku kelasnya. Jangan berfikir karena dia rajin! Dia memang rajin sebenarnya, tapi kali ini, itu bukan jawaban yang benar. Entah mengapa kakinya berjalan sendiri untuk pergi ke sekolah.

Masih terlalu sepi di sini. Hanya satu-dua siswa yang telah datang untuk tugas piket atau melakukan kepentingan lain. Tapi, dia-Kyuubi-, hanya meringkuk di tempatnya semula. Tangan di atas meja dan membenamkan wajahnya di sana. Sepertinya dia tertidur.

Tanpa terasa waktu terus berjalan. Satu persatu siswa berdatangan, kelas menjadi semakin ramai. Tapi tidak menjadi gangguan bagi tidur seorang Kyuubi. Sepertinya dia bisa tidur di segala situasi. Eh- pengecualian untuk dua malam terakhir ini.

Pukul 07.15. Lima belas menit menuju jam pelajaran pertama. Di mulai terjaga, namun enggan mengangkat kepalanya. Berat sekali rasanya. Dia sempat berfikir untuk membolos saja di UKS. Itu alasan yang logis mengingat bagaimana pucatnya wajah tampan si jingga ini.

"Ohayou un~" sapa riang sebuah suara, kalian pasti mengenal suara itu. Ya, Deidara. Pemuda itu memang di kenal sebagai seorang yang penuh keceriaan. Di belakangnya muncullah sang kekasih merahnya, Sasori, dia terlihat lebih kalem dan dengan tenang menuju tempat duduknya.

"Ohayou, Kyuubi un!" setelah meletakkan tasnya. Deidara segera menghampiri Kyuubi yang masih tertunduk. "Hei, rubah..." dia berkata sembari menggoncang pelan tubuh Kyuubi.

"Hm?"

"Kenapa pagi-pagi sudah lemas begitu un?" Deidara berkata kembali.

"..." kali ini tidak ada jawaban dari sahabat jingganya.

"Kyuu? Kau tidak apa-apa un?" mulai heran, Deidara bertanya. Nadanya terdengar khawatir, menyadari ada yang salah dengan seorang di sampingnya.

"Aku tidak apa-apa." Dengan lemas dan terhuyung, Kyuubi bangkit dari duduknya. Berjalan palan hendak keluar dari kelasnya.

"Mau kemana un?" Daidara masih heran dengan Kyuubi.

"Toilet." Kyuubi menjawab tanpa menoleh dan tetap berjalan.

BUGH

"Uh!" sepertinya Kyuubi baru saja menabrak seseorang, namun sepertinya dia tidak perduli. "Kyuu?" panggil sang korban. Itachi. Kyuubi bertabrakan dengan Itachi.

Tanpa memperdulikan namanya di panggil oleh sebuah suara yang-tentu saja- sangat di kenalnya, dia terus saja berjalan. Bukan hanya Deidara, Itachi pun heran dengan sikapnya. Tidak biasanya rubah manisnya itu mengacuhkan dirinya begitu saja, minimal dia akan berteriak dan memakinya. Tapi apa ini? bahkan berhenti dan menoleh pun tidak.

Sesampainya di toilet, pemuda jingga ini langsung membasuh mukanya. Setidaknya itu bisa membuat wajahnya terlihat sedikit lebih segar. Entah kenapa dia benar-benar merasa lemas hari ini. Hidup segan, matipun enggan. Melihat pantulan wajahnya di kaca, dia menyerinyit, kemudia tertawa merendahkan. Merendahkan seorang payah yang berdiri di hadapannya. Refleksi dirinya.

...

"Kyuu?" Itachi memanggilnya. Tanpa memperdulikan, dia segera menempatkan dirinya di tempat duduk dan menyembunyikan wajahnya di atas tangan yang di lipat di atas meja. "Kau tidak apa-apa kan?" nada Itachi terdengar khawatir.

"..." tidak ada jawaban.

Itachi yang heran dengan tingkah pujaan hatinya kini menengok kearah Deidara. Berharap Deidara mengetahui sesuatu. Tapi, nihil! Deidara menggelengkan kepalanya dan ikut menatap sendu.

"Kyuu. Jangan mengcuhkanku." Pelan, namun penuh penekanan, itulah nada yang di gunakan Itachi. Dia berfikir ini akan berhasil, melihat Kyuubi yang perlahan mengangkat kepalanya dan menatapnya datar dan... dingin.

"Berisik!" Kyuubi membalas dengan nada yang lebih datar dan dingin. Itachi tertegun, bukan karena nada bicara Kyuubi, tapi karena melihat wajah pucat Kyuubi yang terlihat letih.

"Kau..." tanpa ba-bi-bu, Itachi segera meyeret pemuda pirang tersebut. "Ikut aku!" dia berbicara penuh penekanan.

Dengan lemas, Kyuubi mengikutinya tanpa protes. Deidara dan Sasori hanya saling pandang. Berharap tidak terjadi apa-apa dengan si jingga yang terlihat tidak sehat.

Kembali kepada Itachi dan Kyuubi. Dengan langkah cepat, Itachi masih menarik tangan Kyuubi. Ekspresinya terlihat sangat khawatir. Bahkan dia lupa menanyakan sesuatu tentang kejadian malam Minggu kemarin. Hari Minggunya pun ponsel Kyuubi tidak dapat di hubungi. Sedangkan dia tidak dapat mengunjungi pujaan hatinya karena pentingnya urusan dengan kouhainya, Haku.

BRAK

Dengan kasar Itachi membuka pintu UKS. Tidak ada tempat yang terpikirkan olehnya kecuali tempat ini. Kemudian dia memerintahkan Kyuubi untuk duduk di ranjang yang tersedia. Dia menatap Kyuubi intens. Melemparkan pandangan 'apa-yang-sebenarnya-terjadi-dengan-mu?' kepada pemuda di depannya. Kyuubi hanya diam memandang keluar jendela.

"Kau sakit?" tanya Itachi khawatir.

"..."

"Huh! Kenapa kau diam saja?" Itachi mulai kehilangan kesabaran, dia tidak suka di acuhkan seperti ini.

"Kyuu! Lihat aku!" Itachi mengambil tangan kanan Kyuubi dan menggenggamnya.

"Cks!" Kyuubi mendecak, segera dia menampik tangan Itachi.

"Kau ini kenapa?" berkata lirih, Itachi mendudukkan diri di ranjang, di samping Kyuubi yang masih setia diam. "Kemari!" dengan lembut, Itachi menarik Kyuubi untuk menghadapnya. Menaruh punggung tangannya pada dahi sang pujaan hati. Panas.

"Badanmu panas." Itachi bangkit, segera menuju rak tempat penyimpanan obat. Dia ambilnya beberapa pil penurun panas dan segelas air putih. "Ini, minumlah!"

Kyuubi menuruti perintah Itachi. Dia segera memasukkan pil-pil tersebut kedalam mulutnya. Kemudian meletakkan gelas di meja kecil di dekatnya. Itachi hanya menatapnya lekat. Menatap Kyuubi yang menidurkan dirinya dan membelakanginya.

"Kau istirahat saja di sini." Itachi mengelus lembut rambut jingga Kyuubi. "Aku harus kembali ke kelas. Istirahat aku akan kembali kemari." Dengan telaten dia menyelimuti Kyuubi yang masih diam seribu bahasa.

...

"Kyuubi un! Bagaimana keada-" suara tersebut terpotong tiba-tiba saat melihat tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan di UKS. "Eh? Kyuubi dimana un?" dia berbalik, menatap Itachi.

Itachi segera menyeruak masuk, mengecek pemuda jingga yang tadinya tertidur di sana. Selimutnya telah terlipat rapi. Dia mengedarkan pandangannya. Kemana perginya rubah itu? Kenapa dia suka sekali menghilang tanpa jejak sih?!

"Itachi un?" Deidara menatap ragu pada pemuda bersuari hitam panjang di depannya.

"Bantu aku mencarinya!" Dengan nada datarnya dia memerintah. Dia mulai berlari menyusuri koridor. Sedangkan Sasori dan Deidara berinisiatif untuk mencarinya di taman. Tempat yang sering mereka gunakan untuk berkumpul.

...

CKLEK

Pintu atap terbuka. Itachi menarik nafas lega setelah menemukan apa yang di carinya selama beberapa menit terakhir. Tubuhnya penuh peluh, nafasnya tersengal sebab berlari mengitari sekolah demi menemukan seorang yang kini tengah menatapnya datar.

"Kyuu..." sebari berjalan mendekati Kyuubi, Itachi mengembangkan senyumnya, namun Kyuubi segera memalingkan pandangannya.

Tanpa aba-aba, Itachi memeluknya dari belakang. Dia sangat sayang dengan pemuda di dekapannya. Pemuda dengan iris chrimson. Pemuda dengan rambut jingga. Pemuda dengan tempramen tinggi. Dan semua hal tentang pemuda ini.

"Lepaskan." Kyuubi membuka suara. "Pergilah." Dingin, datar dan menusuk. Itachi tertegun.

"Baiklah." Itachi menyerah. "Kyuu. Jika kau ingin aku tidak mengganggumu lagi. Maka kita perjelas hari ini." dengan kesungguhan Itachi berkata.

"Apanya?" Kyuubi berkata remeh.

"Kyuu! Aku sedang tidak bercanda!" kesabarannya pada pemuda jingga ini benar-benar habis.

"Oh, lucu sekali." Entah kemana arah pembicaraan mereka kali ini.

BRAK

Di genggam pundak Kyuubi kemudian di dorongnya ke belakang. Sontak, punggung Kyuubi menghantam tralis. Kyuubi meringis menahan sakit. Itachi benar-benar menyeramkan jika dia sudah mulai serius dengan sesuatu.

"Ummhh!" Kyuubi memberontak. Dia tidak mengira bahwa Itachi akan menciumnya dengan paksa. Dia mengatupkan bibirnya erat-erat. Tangannya memukul dada bidang Itachi. Sungguh! Sial benar nasibnya hari ini.

Sementara itu, Itachi masih berusaha membuat Kyuubi membuka mulutnya. Kedua tangannya menggenggam tangan Kyuubi yang sedaritadi memukulinya. Dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya lebih lama. Dia tidak mau perasaanya di gantungkan begitu saja oleh pemuda beriris chrimson ini.

BUGH

Sebelah tangan Kyuubi akhirnya terbebas. Segera di kepalkannya dan memukul perut itachi sekuat Tenaga.

"Uh!" Itachi terhuyung kebelakang. Melihat Kyuubi yang terlihat sangat kepayahan.

"..."

"Ku katakan sekali lagi, Namikaze Kyuubi. Aku mencintaimu! Bahkan lebih dari yang kau tau. Aku mencintaimu tulus dari hatiku, tidak hanya manis di bibir." Itachi menatap sendu sembari memegangi perutnya, dia sedikit membungkuk. "Aku bukan orang yang akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi..." dia tersenyum kecut. "Ini karena kau yang menginginkannya. Maka aku akan menjauh darimu."

"..."

Berdiri saling berhadapan. Diam menyelimuti mereka. Tidak ada yang ingin memecah keheningan yang terjadi.

"Cih!" merasa bosan dengan keadaan, Kyuubi mendecih kesal. "Mudah sekali kau berbicara seperti itu." Kyuubi berjalan mendekati tralis kembai, mengedarkan pandangan kebawah.

"Apa maksudmu?"

"Haah~" menghela nafas pelan, Kyuubi melanjutkan. "Kau berkata mencintaiku, tetapi dengan santainya kau memeluk orang lain di depnku? Berbincang dengannya sampai melupakanku? Menganggapku tidak ada, begitu?" Kyuubi masih berbicara datar, tanpa menoleh kearh Itachi.

"Astagaaa~" Itachi memukul kepalanya sendiri dengan tangan kanan. "Haku!" dia teringat peristiwa malam Minggu saat tanpa sengaja bertemu dengan Kuohai kesayangannya di festival. Kemudian dia terkekeh pelan.

"Berhenti tertawa. Tidak ada yang lucu." Kembali Kyuubi menajamkan tatapannya kepada sang Uchiha.

"Oh, jadi, kau cemburu? Begitu?"

"Cih! Menjijikkan! Siapa yang cemburu?"

"Kemarilah!" seakan tau balasan akan perasaanya. Itachi dengan lancang menarik Kyuubi, kemudian memeluknya. Kini dia yakin bahwa Kyuubi juga menyukainya. Tidak ada kata-kata tersurat dan terucap memang, hanya sebuah kesan tersirat yang di tunjukkan. Kemudian dia teringat kata-kata Deidara, 'Kyuubi memang seorang tsundere parah!'.

"Lepaskan aku!" kembali, Kyuubi memberontak. "Keriput sialan! Lepaskan aku!"

"Diamlah! Kau sedang sakit! Aku tidak ingin ku pingsan di sini." dengan lembut Itachi melonggarkan pelukannya. Menatap wajah kesal Kyuubi.

"Bagaimana?"

"Apanya?"

"Kau mau menjadi kekasihku?"

"Cih! Apa-apaan!" wajah Kyuubi sedikit bersemu. Wajahnya yang memerah karena demamnya bertambah memerah karena mendengar pernyataan Itachi.

"Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak."

"Aku tidak tau."

"Jangan tsundere!"

KRINGG

Bel berbunyi. Tanda pergantian pelajaran. Mereka sudah melewatkan satu jam pelaharan Kurenai-sensei, dan tidak mungkin mereka akan membolos lebih lama lagi. Dengan sedikit terhuyung Kyuubi bangkit dari duduknya. Matanya sedikit berkunang-kunang, namun dapat dia fokuskan kembali.

"Kau mau masuk atau tidak." Kyuubi berkata tanpa menoleh. Itachi kemudian mengikutinya dari belakang.

...

"Kyuubi un, kau benar-benar sudah baikan?" Deidara mendekati Kyuubi. Kelas sudah kosong sekarang. Tinggal empat sekawan ini yang masih menetap.

"Ya~" itulah jawaban singkat oleh Kyuubi.

"Kenapa bisa sakit begini un?" pemuda blonde ini masing sangat penasaran.

"Entahlah. Terlalu lelah, kehujanan, dan insomnia."

"Haahh? Pantas saja un." Deidara berkacak pinggang, meklum setelah mendengar jawaban Kyuubi. "Memangnya kau kemana saja un? Pergi tanpa membawa payung? Kau kan tau kalau ini musim hujan un!" Deidara mengoceh tanpa henti.

"Kau tau Dei? Kau semakin terlihat sepeti ibu-ibu!" Kyuubi mencibir. "Berbahagialah kau, Saso! Seperinya pacarmu akan benar-benar berubah menjadi perempuan saat kalian menikah nanti."

"Kau ini apa-apaan sih un!" Deidara cemberut, menggembungkan pipinya dan memajukan bibirnya. "Aku kan perduli padamu un! Kau malah berkata seperti itu!"

"Baikalah, maafkan aku. Kemarin aku pergi ke tempat pamanku dan aku terlalu malas untuk membawa payung." Kyuubi menjawab malas.

"Sudahlah. Ayo segera pulang!" Sasori menengahi. Dan kemudian mereka berjalan bersama menuju tempat parkir.

"Ayo un!"

"Kyuu, kau ikut bersamaku!" Itachi dengan tenang mengamit sebelah tangan Kyuubi.

"Haah~" Kyuubi memutar bola matanya bosan. Dia tau, sekeras apapun menolak, pasti Itachi tetap tidak akan mengurungkan niatnya.

"Baiklah, kita berpisah di sini ya un!" Deidara berkata riang. "Sampai bertemu besok!" kemudian dia melambaikan tangannya pada Itachi dan Kyuubi. Dengan di injakknya kopling sepeda motor dan menarik gas motornya, Sasori berlalu. Begitupula dangan Itachi.

...

Sekitar lima belas menit perjalanan, akhirnya Itachi menghentikan motornya. Kali ini dia tidak mengebut lagi, dia sudah berjanji pada Kyuubi, kalian ingat? Mereka turun dari motor dan kemudian membuka helm. Berjalan pelan menuju pintu masuk.

"Kenapa kau membawaku kerumahmu?" Kyuubi bertanya curiga.

"Tidak. Hanya saja aku ingin mengenalkanmu pada seseorang." Itachi tersenyum kecil sembari memutar kunci rumahnya. Kemudian mempersilahkan pemuda jingga itu masuk.

"Masuklah. Orang tuaku sedang tidak ada di rumah."

"Lalu? Kau ingin memperkenalkanku pada siapa?" Kyuubi menaikkan alisnya, heran.

"Kau berharap aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku, Kyuu?" Itachi tersenyum penuh arti.

"A-apa-apaan. Tentu saja tidak!" Kyuubi memalingkan muka. Terlihat lagi semburat merah di wajahnya.

"Tenang saja. Aku akan melakukannya saat mereka sudah pulang dari Suna." Di tepuknya kepala Kyuubi pelan dengan penuh sayang. "Tapi sekarang aku akan memperkenalkanmu pada seorang yang aku sayangi juga." Itachi menerawang.

"Baiklah. Ayo ke kamarku. Kau harus mengganti pakaianmu, tidak mungkin kau memakai seragam seperti ini kan?" Itachi menarik tangan Kyuubi pelan menuju kamarnya.

Sejenak, Kyuubi terpesona dengan dekorasi kamar Itachi. Warna biru tua di padukan dengan sedikit warna abu-abu, beberapa kaca motif bambu dan dengan lantai tang terbuat dari kayu. Terlihat sedikit tradisional memang, tapi juga ada sedikit kesan modern. Sungguh serasi. Sangat pas dengat image Itachi. Sangat menenangkan di sini. Entah hanya perasaan Kyuubi atau hal itu memang benar.

"Duduklah. Aku akan berganti baju sekaligus mencariakan baju untukmu." Itachi menyuruh Kyuubi untuk duduk di atas ranjang king sizenya.

"Hm." Jawab Kyuubi singkat.

Tidak lebih dari sepuluh menit, Itchi keluar dari kamar mandi. Dia telah berganti dengan pakaian kasual. Celana jeans hitam dan kaus berwarna biru tua, hanya sederhana, tapi terlihat sangat pas dan cocok untuknya. Di tangan kanannya terdapat satu lipat baju dan celana untuk sang pujaan hati. Dia berjalan menuju Kyuubi.

"Hah?" dia berhenti melangkah, dia melihat Kyuubi yang tengah jatuh tertidur di ranjangnya dengan damai. Wajahnya masih sedikit memerah, bibir plumnya sedikit terbuka dengan nafasnya yang berat. Di sentuhnya dahi Kyuubi dengan punggung tangannya. Masih hangat, walaupun tidak separah tadi pagi.

"Mungkin aku akan membiarkannya beristirahat sejenak. Mereka akan datang satu jam lagi." 03.00pm. Itachi melirik jam yang terdapat di dindingnya.

...

"Nggghh..." Kyuubi mengerjapkan matanya. Menyesuaikan diri dengan cahaya sekitar. Kemudian teringat bahwa dia sedang berada di dalam kamar Itachi.

"Kemana dia?" bergumam pelan dan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan. Di dapatinya lipatan baju dan celana tepat di samping badannya. Dia tau bahwa Itachi telah menyiapkan baju tersebut untuknya. Tanpa pikir panjang, Kyuubi mengambilnya dan berjalan menuju kamar mandi.

KLEK

Pintu kamar mandi terbuka dan kemudian menampakkan seorang dengan kaus yang senada dengan rambutnya, jingga, dan celana ¾ yang sangat pas di kaki jenjangnya. Oh! Aku berani bertaruh jika kalian akan berkata bahwa Kyuubi sangat manis!

Di saat yang bersamaan, pintu kamar terbuka dari luar. Itachi di sana. Dengan langkah santai, dia berjalan mendekati Kyuubi. Tidak lupa senyum menawan yang selalu menghiasi wajah tampannya.

"Ayo turun!" dengan segera, Itachi menarik tangan Kyuubi. Tentu saja perbuatan Itachi menuai protes dari sang rubah manisnya ini.

"Aku bisa berjalan sendiri! Jangan menarikku seperti ini!" Kyuubi menarik tangannya, tubuhnya hampir saja limbung saat Itachi menariknya tiba-tiba tadi. Tapi tentu saja, Itachi adalah orang yang paling keras kepala yang pernah Kyuubi kenal, jadi dia tidak akan melepaskan tangannya dari tangan Kyuubi.

Mereka menuruni tangga dengan bergandengan. Oh! Tidak lupa dengan adu mulut juga! Sungguh, hal itu tidaklah afdol jika tidak di lakukan. Seorang keras kepala dengan seorang tsundere. Apa yang kalian harapkan?

Saat menginjak tangga paling dasar. Kyuubi mendapati dua orang sedang duduk manis menatap mereka. Seorang dari mereka, Kyuubi pernah bertemu dengannya. Ya, seorang dengan wajah yang sangat cantik, kohai dari Itachi. Dia sedang melambai kearah Kyuubi, atau mungkin Itachi? Entahlah. Seorang yang lain, pria yang, emm... Kyuubi berfikir usiannya sudah menginjak angka 30, dia memakai masker putih. Aneh, ini di dalam ruangan, tapi kenapa dia masih memakai masker? Seperti Kakashi saja, pikir Kyuubi.

"Maaf membuat kalian menunggu." Itachi berkata ramah. "Rubah ini sulit di jinakkan." Dia terkekeh.

"Apa maksudmu sialan?" mata Kyuubi memicing. Di injaknya kaki kanan Itachi dengan penuh sayang.

"Isshh. Itaaiii!" dengan masih menahan sakit, Itachi mendudukkan dirinya di sofa, tepat di hadapan kedua tamunya, begitu juga Kyuubi.

"Aaaa~" mata Haku sedikit berbinar melihat kearah Kyuubi. "Ini ya yang bernama Kyuubi? Dia manis, senpai!" kemudian di alihkan pandangannya menuju senpainya.

"Tentu saja." Itachi berucap bangga sementara Kyuubi mendengus kesal. "Ah, kenalkan Kyuu. Ini kouhai ku saat di Inggris, Haku. Dan yang itu, Zabuza-sensei."

"Kyuubi desu. Yoroshiku!" kali ini Kyuubi sedikit membungkukkan badan. Setidaknya dia tau tatakrama.

Entah siapa yang memulai, sepertinya percakapan mereka sudah mulai mendalam. Bercerita tentang diri masing masing dan hal-hal lain. Dari sana Kyuubi tau bahwa Haku ternyata seorang laki-laki, sungguh! Suara, wajah dan postur tubuhnya sangat menipu! Dan yang lebih penting lagi, ternyata Zabuza-san dan Haku adalah sepasang kekasih. Bagaimana bisa? Uh, anything's possible, right? Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja. Tidak terkecuali dalam hubungan terlarang guru dan murid, 30tahun dan 17tahun, laki-laki dan laki-laki, kan?

Rupanya, Itachi lah yang berjasa dalam hubungan mereka. Dia yang menjadi perantara dan membantu menyatukan keduanya. Ikut menyembunyikan hubungan mereka dari publik dan tetap terus mendukung kedua orang tersebut. Bisa di katakan, Kyuubi sedikit kagum pada Itachi dalam hal ini.

"Begitulah." Haku mengakhiri cerita, tidak lupa dengan senyum yang terus mengembang. Dia bocah yang riang gembira seperti Deidara.

"Kyuubi-senpai, kau beruntung sekali mempunyai kekasih seperti Itachi-senpai!" lanjut Haku.

"Heh?" Kyuubi menyerinyit. "Tapi aku bukan-"

"Sepertinya kita harus segera pamit." Zabuza-san memotong perkataan Kyuubi. "Kami harus sampai di AirPort duapuluh menit lagi."

"Oh! Iya, kami akan pulang ke Inggris malam ini. Ah, jujur saja, di sini sangat menyenangkan. Tapi, mau bagaimana lagi?" Haku terlihat sedikit kecewa. Dia datang jauh-jauh menuju kampung halaman hanya untuk bertemu dengan senpai-nya dan mengucap banyak terimakasih.

"Hati-hati!" Itachi tersenyum penuh ketulusan. "Jaga diri di sana, Haku! Jangan menyusahkan Zabuza-sensei."

"Tapi dia suka jika aku menyusahkannya." Balas Haku dengan wajah polosya.

"Sudah..." Zabuza-san menengahi. "Itachi, kami harus segera pergi sekarang."

"Iya, Itachi-senpai. Berjanjilah untuk mengunjungi kami!" mata Haku terlihat sedikit berkaca-kaca. "Kyuubi-senpai, tolong jaga Itachi-senpai ya!" kemudian Haku berjalan meju dan memeluk Kyuubi. Sedikit tertegun. Kemudian Kyuubi tersenyum dan membalas pelukan dari kouhai kesayangan Itachi. "Baiklah, aku janji."

"Satu lagi, Itachi-senpai!" kali ini Haku menghampiri Itachi. "Kau juga harus menjaga Kyuubi-senpai!"

"Tentu saja. Tanpa kau suruh pun aku akan melakukannya." Itachi berkata mantap. "Aku minta maaf karena tidak bisa mengantar kalian ke AirPort. Kalian tau kan? Keadaan Kyuubi tidak begitu baik."

"Tidak apa-apa. Kami senang sudah di terima di sini."

"Baiklah. Selamat jalan." Itachi dan Kyuubi mengantarkan mereka sampai pekarangan rumah. Menatap mereka dari memasuki mobil sampai menjauh dan tidak terlihat.

...

"Aku harus pulang. Ini sudah sangat larut." Ucap Kyuubi, sekarang mereka telah berada di kamar Itachi-lagi-.

"Tidak, kau tetap di sini." Itachi berkata pelan, dia fokus dengan buku yang dia baca.

"Tapi Naruto sendirian!"

"Sasuke ada di sana." Kyuubi sepertinya sudah kehilangan kata-kata. Tidak mungkin dia menginap di sini.

"Aku tidak perduli. Aku ingin pulang." Kyuubi kembali merajuk.

"Tidak! Kau masih belum pulih. Aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian."

"Kau akan mengantarku!"

"Tidak! Di luar gerimis."

"Cks! Aarrgghhh!" Kyuubi mengacak rambutnya frustasi. Oh~ manis sekali rubah ini saat merajuk, pikir Itachi.

Kemudian dia menutup bukunya dan beranjak menuju kasurnya. Kyuubi menidurkan dirinya di sana, menggulung dan membelakangi Itachi. Perlahan, Itachi menaiki kasurnya dan mendekati Kyuubi.

"Kau marah, Kyuu?" tangannya memegang bahu Kyuubi.

"..."

"Haaah~" Itachi menghela nafas. Ingat apa yang di katakan naruto saat dia menelfonnya tadi, Kyuubi akan menjadi sangat manja dan moody saat dia sakit. "Terserah. Yang penting sekarang kau harus minum obat. Setelah itu kau boleh menghabiskan pie apel di kulkas."

"Benarkah?" mendengar kata 'apel', Kyuubi langsung bangkit dan terlihat sangat bersemangat.

"Iya." Itachi tersenyum dan mengacak rambut rubah manisnya.

"Kyuu?" Itachi memnggilnya dengan nada yang sangat lembut.

"Hm?"

"Kau masih berhutang sebuah jawaban padaku."

"E-eh?"

"Kau mau menjadi kekasihku?" Itachi memegang kedua tangan Kyuubi lembut.

"A-aku..." untuk pertama kalinya, Kyuubi merasa dirinya seperti seorang gadis yang sedang kasmaran.

"Baiklah, aku akan mengambil pie mu, selama itu, pikirkan jawabannya." Itachi melepas genggamannya dan menuruni kasur.

"Heh! Keriput sialan!" mendengar itu, Itachi menghentikan langkahnya.

"Ada apa?"

"Kata-katamu..." wajahnya sedikit merona. "Aku akan membunuhmu jika kau berani menghiantiku!"

BUGH

"Sialaaannn!" Kyuubi berteriak setelah Itachi dengan tiba-tiba menerjangnya, memeluknya dan menindihnya.

"Sepertinya, pie apel mu harus menunggu sampai besok." Itachi menyeringai. Tiba tiba Kyuubi merasakan perasaan yang sangat tidak enak.

"I-Itachi..." Kyuubi menatap horror. "TIDDAAAAAAKKKK!"

~~END~~

Akhiiiirrrrrrnnyyyaaaa~ satu tanggungan lepas jugaaaakk XD

Maaf updatenya lama buanget, soalnya Haha lagi UTS, jadi ya keadaan tidak memungkinkan buat ngelanjutin fic. Apalagi FFn di blokir dari provider yg Haha pakek. SIAL! Haha bener down pas itu, sempet ngambek jugak LOL

Yang penting selesai lah! Gitu aja XD

Buat Dream Investation, juga bakal selesai dalam 1 atau 2 chap lagi.

Buat Vampire in Trap... *jeng jeeeennngg* Haha bakal buat sekuelnya kok, berchapter, SasuNaru sama ItaKyuu ya... tapi setelah selesaiin D.I ya :D penting nih, READER MAU RATING APA?

Akhir kata... Wasalam~

Thanks to:

minae cute: aaa~ romancenya susah dapet sih XD

RaraRyanFujoshiSN: ini udah lanjut :3 maaf lama~ XD #watados

Kyori SasoDei: sasodei-nya udah ngestak di situ aja XD gomen ya~ mungkin di fic lain~

Mizury23: thanks XD maaf baru update~

Zora Fujoshi: jangan~ Haku juga uke! Dia juga manis LOL XD

Yamaguchi Akane: Haku trap LOL dia kelewat cantik XD

Kujyou SasoDei-Qy: Dei-uke-manis XD iya udah end... mungkin lain kali buat pair SasoDei~

azurradeva: makasi XD iya, soalnya udah terlalu banyak yang buat seangkatan SasuNaru, dkk sih~ cari yang nggak mainstream LOL

missapple05, ya sudah~ jangan nangis yak XD

KenMay: makasih~ maaf baru lanjut :3