Shun : Manjang
Ega :Ehhh Manjang?
Yura : makin kesini Situasi cerita makin panjang-_-"
Haru : Nasibku bagaimana?
Ray : Tumben ada pembunuhan di Chap?
Haru :biasanya bukannya Ega suka wal di youtube masalah Horror atau Bloondy?
Ega :Ini Chap Khusus Oc Permintaan Hugo Hazikawa
memories she of the world's deserts
"Aaaakh!."
"Sasketeeeeee (Tolonggg aku)-"
Sebuah suara pria berteriak kuat namun dapat diredam dengan suara hujan deras malam itu.
Seorang gadis tersenyum sinis melihat pemandangan langka dihadapan, sebuah pemandangan yang begitu menyenangkan baginya.
"Heheheheheh….hahahaha"
Song:
Bau darah dan Bau nanah
di perkebunan aplen
Hujan dari langit
Seorang Iblis tersenyum
Ia tertawa puas
Melihat Kematian datang
Ibu mati
Dengan cara menyiksa
Dengan cara mengesankan
(Betrix :1976)- translet Simn
Terdapat 10 orang pria berotot dengan kondisi tak bernyawa dan kini sudah yang tidak berbentuk semestinya. Bayangkan seorang lelaki dengan 3 sayatan pada tubuhnya garis horizontal pertama terdapat pada tebasan leher hingga belakang memperlihatkan pita suara dengan lumuran darah disana, Garis kedua terdapat pada belahan perut memanjang dan melebar secara Zikzak menampilkan Tulang ada yang remuk, Jantung yang tertancap, tali urat otot yang patah beberapa bagian, usus yang terburai keluar dan nana bercampur darah yang belum berhenti mengalir, ada mayat yang terpisah dengan kepalanya, ada mayat dengan 5 anggota badanya diamputasi dengan sangat rapi, ada pula mayat dengan otak serta isi dalamnya berserakan dimana-mana ini sudah berkali-kali terjadi namun polisi masih belum bisa menangkap pelKU SADISTIS ITU.
Hanya dengan Berbekal sebuah pedang katana dan tenaga gadis kecil berusia 15 tahun, apa bisa dipercaya sulit untuk mempercayainya tapi itulah kenyataannya dialah pelaku pembantayan itu.
Sambil tersenyum sinis seorang gadis berambut coklat dengan wajah penuh darah memengang erat sebuah pedang ditangan kanannya dan juga bajunya dibasahi hujan sekaligus dengan darah para korbanya yang mati dengan mengenaskan dengan wajah kepuasan.
"Misi selesai"
Siapa-pun pasti akan lari plontang-planting melihatnya keadaan seprti itu, tak satu-pun akan mendekatinya tidak satupun, dan jika ada yang melihatnya maka dapat di pastikan dia akan mati dan katakan pada dunia, selamat tinggal dunia vana.
Hujan makin deras menghujani tubuhnya dengan cepat, bekas-bekas darah perlahan memuai dan bercampur dengan hujan yang membasahi bajunya, ah bau amis mulai merasuk keseluruh penjuru area.
Tapi ada seseorang.
Seseorang bermata ungu lavender memandanginya tak kejauhan. Bajunya yang tahan air dan terlihat rambut hitamnya yang basah. Sang gadis 15 tahun itu melotot lalu dengan ancang-ancang membuka sarung pedang dan siap melenyapkan siapa-pun yang melihat keadaanya saat ini termasuk seseorang yang menatap tak jauh darinya tampa respon sama sekali.
"Tak boleh ada saksi, satu pun"
Hanya malaikat maut yang boleh menyaksikan keganasanya.
PRAAAAANG!
TRAAAANK!
Gadis itu terbelalak menatap, orang yang akan dia bunuh, seseorang itu dapat menangkis sabetan pedangnya, dengan cara memelintir lenganya dengan cepat dan membuang pedangnya ketanah. Itu sangat mustahil dapat menangkis serangan pedang jarak dekat bagi orang Awam pasti sudah mati, Tapi lain cerita kalau dia ahli Beladiri atau Sijutsu ia pasti mengunakan Tehnik-Tehnik untuk mempertahankan diri dengan Timing yang Akurat.
"…."
"Hening"
"Terserah apa yang kau lakukan dengan darah yang tertempel pada tubuhmu, aku sama sekali tidak tertarik yang kau lakukan."Terang orang itu dengan nada tajam.
"K-Kau lalu apa maumu?"
"Kau yang menyerangku dan tiba-tiba ingin meghunuskan pedang itu padaku?"
"Kurang ajar, Lepaskan aku Sialan" ucapnya mengumpat pada Seorang itu lebih tinggi darinya dan mengunci pergerakanya.
"Diam" ucapnya dengan suara Baritone terdengar berat, ia lalu mencoba mendekatkan wajahnya pada gadis itu untuk melihat sedikit wajahnya, yah berhubung tempat itu tidak terang – terang amat karna pencayahan yang kurang dan Sekarang ia juga bisa melihat wajah seseorang itu.
".Kau cantik juga mirip boneka."ucap orang itu dengan nada datar.
"HAAAH?"
Tiba-tiba seseorang itu melepas tangannya yang mengunci pergerakan si gadis, lalu melepas jaket tahan air dan menampirkan pada kepala sigadis itu, dan membuat gadis itu terserentak diam, dia memang tidak takut pada orang itu. Akan tetapi tatapan dingin dan suara datar baritone orang itu membuatnya terdiam, seolah tak bisa membantah, apa mungkin karna wibawa si orang itu membuatnya diam atau apa.
Entahlah.
"Pulanglah dan mandi air Panas, sebelum tidur Chibi My Doll"Ucapnya lalu mengeluarkan payung lipat dalam Switernya lalu melangkah pergi dari sana tampa menghiraukan gadis itu sendirian.
5 menit kemudian
Sebuah limo mewah memasuki area gang kecil tepat gadis itu yang sedang menunggu dan masuk kedalamnya.
"Sudah selesai meringkus mereka Ru?"Seorang lelaki yang duduk dihadapanya bertanya padanya sambil memegang sebuah koper dan memegang hp.
"Sudah aku sudah meringkus mereka dan mereka sudah tinggal nama saja."Seru gadis itu dengan cengiran dan lalu mengikat rambutnya yang masih basah.
"Ru?"Panggil sang lelaki.
"Ada apa Moku-Nii?"
"Apa jaket itu, jaketmu?"ucapnya lalu menyentuh jaket kebesaran yang dikenakan oleh Ru-(Ruega Kaiba). "Aku tak pernah melihat kau memakai jaket itu sebelumnya?"sambungnya.
"JANGAN SENTUH INI JAKET MILIKU!"Ucap Ruega entah kenapa Moodnya berubah saat Mokuba menyentuh jaket yang di pakenya sekarang. Oke jika Mood seperti itu Mokuba hanya terdiam lalu memandang dengan nada bingung tak biasanya adik manisnya sebegitunya terhadap sebuah jaket.
Sementara ditempat lain disebuah kompex perumahan asri berlantai dua yang sederhana. terlihat seseorang dengan rambut hitamnya yang acak-acakan basah dengan Switernya yang lumayan basah menggunkan celana jins yang sedikit berlumpur membungkus kedua kakinya dan sebuah payung lipat di tanganya di ruang sepatu.
"Kenapa pulang-pulang tubuhmu basa kuyub begini."ucap seseorang pemuda dihadapanya, kedua Kristal Rubynya meneliti setiap sudut tubuh si rambut hitam dangan mata ungu lavender didepanya. Dan menanyakan bekas darah ditanganya dengan wajah sedatar mungkin.
"Aku hanya menemukan seekor anak Neko di gang sebelum sampai rumah Ray" balasnya singkat.
"Lalu mana jaketmu Bukanya saat pergi tadi kau memakainya? "Tanya lagi karna melihat si surai hitam itu hanya mengunakan suiter saja.
"Kuberikan pada Neko itu".ucapnya lalu mencopot sepatu dan segera menuju kamar mandi.
"Neko? Mengapa Neko?"Pikir Ray.
"Ray mengapa kau berada di depan pintu?"Tanya seorang pemuda baru memasuki Teras dan melepaskan mantel lalu meletakanya pada gantungan mantel dan mengganti sendalnya, dengan sandal rumah.
"Eh bukan apa-apa ? Varon-san."Ucap Ray.
"Dimana yang lain?"Tanya Varon pada Ray.
"Umm..Amelda sedang menonton tv, lalu Yura sedang Memperbaiki PC Komputermu yang kau minta tadi sore."ucap Ray.
"Lalu Aniki dan Haru?"
"Aniki-(Shun) sepertinya sedang tertidur dikamarnya, lalu Minato sedang mandi tadi dia datang dengan tubuh kotor dan sepertinya Moodnya lagi jelek" ucap Ray lalu membantu membawa kantung berisi kaleng krim serta sake dalam kantung yang di bawa Varon.
"Semenjak kejadian tadi sore, Aniki mengurung diri dikamarnya."Ucap Varon dengan nada datar dan wajahnya tersirat rasa Khawatir pada Aniki(Abang) kesayangannya itu.
"Kau benar kuharap Honda dan Jounochi merahasiakan kejadian itu untuk sementara dari Anzu dan miho-chan kita tak bisa membawa gadis-gadis itu dalam bahaya."Ucap Ray.
"Wakkat Arimasen."ucap Varon.
Seusai mandi Haru memasuki kamar kakaknya yang ternyata sudah tidur lebih awal.
"Nii-san"
"….Zzzzz!"
"Kau tidur ya.?"
"….ZZzzzzz!"
Haru lalu memasang expresi kosong lalu merangkak ketempat tidur kakaknya.
Ia memandang wajah datar wajah Shun yang semi-maskuli dan telanjang dada, rambut panjang Hitam Shun yang tergerai dan sedikit berantakan, bulu mata yang panjang, lalu nafas berat tidur yang begitu teratur.
Haru menyukai suara berat saat Shun tidur dan memutuskan bahwa ia kan tidur seranjang dengan Shun malam ini tentu saja Shun tak pernah keberatan soal ini Karna sudah biasa Tidur dengannya saat ia masih umur 11 tahun.
Haru lalu berbaring disamping Shun lalu menjadikan dada Shun sebagai bantal bagi kepalanya, kedua lengan Pria itu lalu langsung melingkar mendekap tubuh gadis itu dengan erat lalu kembali memasang expresi datar diwajah dan memejamkan matanya. Jujur saja dia menyukai dada bidang pemuda lebih tua darinya itu, bau tubuh Shun yang Berbau Mint Cholage itu dapat menjauhkannya dari rasa takut. Lengan kakar Shun selalu menjadi obat penenang baginya jika terserang mimpi buruk saat ia masi umur 8 tahun.
Mungkin hal ini, di anggap aneh oleh segelitir orang tentang hubungan Shun denganya, secara keduanya tak memiliki hubungan darah dan hanya menyatakan kalau mereka kakak beradik angkat. Tapi kalau keduanya berani seranjang bersama dan tidur berpelukan mungkin bagi sudut pandang orang lain itu sangat hina.
Tapi bagi Shun sendiri hal itu tak jadi masalah lagi pula Pemuda yang mendekapnya saat ini adalah Pria yang bertanggung jawab di yakin bahwa pria itu tak akan mencelakainya atau melakukan sesuatu terhadapnya. Tapi jika ada wanita yang akan memiliki nii-shun pasti wanita itu sangat beruntung.
Dream Haru.
"Gelap"
"Gelap"
"Ini dimana kenapa gelap sekali?"
"Ack Namun apa kau bisa mendengarku? "
"Siapa kau?"
"Ini Aku Atemu?"
"Aku Bu-"
Haru tak bisa melanjutkan kata-katanya, saat merasakan sesuatu pada belakangnya ada seseorang mendekap tubuhnya serta cium kepalanya.
"L-lepaskan aku bukan Ack su-"
"Kau tetap kau meski-pun zaman telah berubah aku tak akan melepaskanmu"
Esokan Harinya disekolah
"Hei –Hei kau tau siswa jenius akan satu kelas dengan kita..:Ucap seseorang siswa.
"Kudengar dia loncat kelas loh."
"Mite-mite Kudengar infonya dia seorang dari keluarga Kaiba"ucap siswa lain.
"Ia dia juga masuk hari ini."
"Kudengar dia sangat pintar, umurnya 15 tahun loh."
"Hebat dong bisa sekelas dengan kita"
Semua siswa dan siswi berkerumun sedang membicarakan masalah kedatangan orang kaiba yang bersekolah di sekolah mereka, Tak jauh dari itu terlihat Haru sedang mengunakan Sebuah Trening kain berwarna Abu-abu dan jaket olaraga dari Sekolah Domino. Ia lebih memilih untuk duduk bersantai di tempat duduk dan menunggu Giliranya untuk olaraga Lompat palang karna sekarang pelajaran olaraga, ketimbang mendengarkan Siswa dan Siswi sedang bergosip ria itu bukan kebiasaannya sama sekali.
"Minato Haruzawa"Teriak Pak Kaito guru olaraga.
Tubuh Haru bereaksi dan lekas meninggalkan bangku lalu bersiap-siap untuk olaraga lari lompat Palang, Ia siap pada garis START sambil membenarkan tatanan rambutnya yang pendek serta berantakan, Rambutnya sedikit dikuncir tampa sepatah kata pun membuat orang-orang tahu kalau dia sedang serius, Haru memiliki kebiasaan mengikat rambutnya saat ia serius dalam sesuatu.
"Ganbate Ha-Kun."Teriak Miho sebagai pengambil nilai yang ditunjuk oleh Kaito Sensei.
"Ayo Haru."ucap Anzu bersama Yugi yang sedang ada di samping garis palang.
"READY!"
"3"
"2"
"1"
DOR!
Terlihat sebuah bayangan orang dari lantai 3 dengan sinis lalu dengan sengaja melempar sebuah Vas bunga cukup berat kebawah tepat seorang gadis berjalan dengan baju olaraga, sepertinya dialah si Kaiba yang di cerita.
Haru masih berlari di Area pacu lari tampa sengaja melihat sesuatu yang akan jatuh dan itu sepeti bongkahan yang amat besar yang akan mengenai seorang wanita pejalan kaki dibawahnya.
"AWWAAASSS!"Haru terserentak dan keluar dari jangka area Loncat palang dan berlari berlawanan arah, dimana gadis itu berada
"Eh?"
Ia lalu menarik gadis itu dalam pelukanya dan bersalto kedepan, Haru juga berhasil menjauhkan gadis dari bahaya sedetik saja Haru salah langkah dapat membuatnya celaka niatnya yang mau menolong akan gagal malah akan mencelakainya.
PRAAANGG!
"Kau baik-baik saja?"
"Eh Are-wa Arigato-ne desu."
"Lain kali hati-hati My Doll"
"EH Doll (OAO)"
"Eh?"
Ia lalu terbelalak kaget setelah mendengar kata doll pada mulut Haru, sementara Haru membantunya berdiri lalu melirik pot berserta sebuah bunga yang pecah, lalu menatap tempat jatuhnya Pot dengan datar. Entah kenapa dia rasa Pot itu sengaja di jatuhkan dari sana.
"Minato Haruzawa!"Teriak Sensei Kaito.
"H-Hai"Ucapnya dengan nada datar.
"Kau tau tahu kau melanggar apa di pelajarku?"Tanya Kaito sensei
"Hai-Arimasen."ucap Haru.
"Kalau begitu kau harus mengunakan Garis Start untuk palang terakhir.
"Hai"Ucap Haru lalu meninggalkan Gadis itu.
"Dan apa kau murit baru yang baru
"Hai"
"Kau Ruega Kaiba?"
"Hai sensei"
"Baiklah Ikuti aba-abaku"
"Hai"
Sebuah tempat tersebunyi di belakang sekolah terlihat beberapa orang sedang bercakap cakap dengan serius.
"BRENGSEK! "Seorang lelaki berteriak kesal dan memukul tembok berkali-kali.
"Hentikan Perbuatanmu Tora kau hanya menyakiti dirimu?"
"BERISIK!" Ucapnya makin kesal.
"Kira-kun Biarkan saja, Dia hanya Kesal karna niatnya mencelakakan Kaiba Ruega gagal"Ucap seorang pemuda berambut Teal dengan tampang acuh.
"Apa-apan kau Ziro"
"Aku hanya membeberkan apa yang kau lakukan saja Tora-kun Atau biasa ku sebut Hazam-kun"ucap pemuda itu lagi.
"Oh ya kudengar kau mendatangi Shanan ya? Apa yang kau inginkan Tora-Kun?"Tanya Kira.
"Cuma menyapa"Ucap Tora pendek.
"Che Kau harus hati hati pada mereka, aku rasa kemampuan Mereka tak berubah meskipun telah terlahir kembali ke zaman ini."Ucap Ziro pada keduanya.
"Kemampuan Pharaho Atemu sudah kembali seperti semula ya sepertinya ingatanya juga."Ucap Eva.
"Ada 3 dari mereka yang patut kita waspadai bukan."Ucap Kira.
"Ya karna 2 diantaranya Belum dapat mengendalikan kekuatan mereka."
"Dibelakang Shanan kalian harus mewaspada pria itu."ucap Tora.
"(Shaka)Yura si pemegang Rantai jangan meremehkan dia"
"Oh Si pemegang Rantai itu Ya, aku tahu dia adalah seorang pendeta sekaligus pemimpin terkuat dinubia bukan, salah satu orang yang sangat di percaya oleh Shanan."Jelas Tora.
"Hentikan kalau kau membahayakan Yura sebelum yang lain, kuyakin dengan pasti Shaka akan membunuhmu dan terus mencarimu sampai keneraka."Sela Kira.
"Bukan Cuma dia, Bagai mana dengan Ray-Natsu Ray?."Tanya seseorang yang dari tadi Cuma menjadi pendengar saja.
"Kau benar Eva, Ray juga punya kemampuan dan selalu berada di belakang Shun serta Yura."sela Tora.
"Untuk sementara Kita mengincar Kitana dan Alan, setelah itu aku akan mencari Rengkarnasi Ack namun."ucap Tora melangkah pergi, sambil melempar 2 Foto kearah Eva.
Dalam Foto terdapat wajah seorang gadis berambut Coklat berusia 15 tahun, dan sebuah foto Pemuda bersurai kehijauan dengan asken wajah China wajah tampan namun menyimpan misteri disorot matanya ambernya.
Ruega Kaiba dan Katsuragi Zero.
Disebuah gedung mewah terlihat seorang pemuda yang terus menatap jendela, dan menunggu seseorang dalam ruangan itu dia tidak sendirian seorang lelaki berpakean bangsawan berwarna Mera muda dan bersurai Pirang keperekan tengah duduk santai sambil meminum winenya.
"Kujamin kau akan sangat, puas jika berpatner denganya"
"Pegasus-san?"
"Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya Zero"
Bersambung
Ega : napa Nak jangan marah-marah santai aja Nak.
All : Situ yang kelewat santai Mas.
Ega : eh EYD dah lumayan makasi"Meluk-meluk"
Yura :Runa boleh Tanya Pengawas lu siapa?*orang baru*
Ega : Kalau gitu terserah anda kata san supaya hormat ama yang tua hohoh."sok jadi anak kecil"
Ray : Loh-loh Soal manis dan tidaknya Tanya Perippu hahah mereka juga minta oc dan adegan kekerasan juga-_-.
Shun: kurasa dia manis kok.
All :lirik sun
Haru : salah satunya Opa Ryo Kazami dan Opa Aquarius alfa sama Kanata honggo masih banyak lagi.
Runa: kaga kelainan nih? Assa-Psycho kaya anak ini? Mana manisnya? *plototin Ruega* btw, tu anak kenapa? *nunjuk Ega*
Ega : Lah emang loe lebih manis dari dia?*Lirik Runa*
Haru :aku suka dia manja, gampang nyengir ,suka main-main dan jago berkelahi tingkat Pro apalagi maen bunuh.
Yura : Oke kalau gitu thangs commentnya.
Shun : Oke untuk Yura San
Ega:
Wah walau-pun mereka tergolong Char-Char Yugioh cukup lama dan cukup dilupakan
karna mereka adalah Yugioh generasi pertama, kebanyakan penulis Wanita Cuma mengingat beberapa saja dari generasi pertama contoh: Yami yugi, Kaiba mokuba,Ryou atau mungkin masi beberapa dari Yugioh chara yang terkenal karna dia tampan, uke, seme ,atau apa lah (ini sudut pandangku sebagai penulis cowok).
beberapa contoh: Chara yang sepertinya mulai terlupan adalah :Yuan, Mikey, Diamond an Ryu si pedang ikan saya jarang melihat mereka lagi.
Mereka adalah Char kesukaan saya, dan kartu-kartunya selalu saya mainkan pada saat turnamen berlangsung.
Kebanyakan Penduel sekarang mengunakan Deck kartu Versi generasi XG sekarang ini.
Kalau soal keributan para gadis author seperti mereka ya sudah biasa tapi saya bingung Runa itu lelaki apa wanita-_-"
Ega : Gue payah Gia(Melu-Meluk)
Yami :Oi-Oi
Yugi : lebaynya kumat
Ayu : Hati-hati ama kakakku dia serigala berbulu babi tuh gia
Ega : Jahaaaaaaaaaaaaaaaaaat
Spesial Thangs oc!
Jounochi Katsuya – Katsu Mursalin( King Nubia) Ramon
Kazami Shun – Shanan Kazari( Oc Ayu186)
Ozawa Yura – Shaka anan ( Oc Ayu186)
Minato Haruzawa – Ack namun (Oc Ega)
Varon Bruside – Phaza Kara ( Chara Yugioh!)
Natsu Ray – Abdula Zainal (Oc Kisara yami)
Ruega Kaiba – Syerhety Kitana:( Oc Ruega kaiba)
Katsuragi zero – Paladin Alan( Oc Aquarius Alfa)
Alefia - ( Chara Yugioh!)
Rin Tora – Hazam (Oc Ega)
Kusabe Kira – Zea (Oc Enji86)
Masami Ryou – Nizam (Oc Hugo hazikawa)
