Ega : Setelah berbulan-bulan, berabat-abat, berdekade-kade, bertahun tahun(?), akhirnya ada niat bagiku untuk menyelesaikan bab ini untuk segera mencari jalan menuju ending(?).
Shun : Huuuh?, Kau muncul lagi ya?
Ayu : Lama juga setela Fakum karna, ini orang melanjutkan Tour keJepang untuk belajar membuat animasi bergerak…"(-_-)
Ega : APA ADA YANG MERINDUKAN AKU! :D
Yami E : Gak banget, setelah apa yang kau lakukan pada Haru, dan mendekatkanya pada Atem J( Atem Jurig Escape).
Jurig : Jani eh Jadi? Gimana tuh masalah Jounochi A(ayu)?
Ega : Yang Pasti Dia harus ingat semuanya…Harus?
Ayu x Jurig : …
Ega : Oke silakan baca!
By Erlangga186
memories she of the world's deserts
Kembalinya Ingatan Sang-Raja
"Ahk."
Haru terbangun disebuah Ruangan yang indah dan mewah, ia berpikir apa itu masih bisa disebut sebuah kamar, ia tak menyangka bisa ada disini. Kiranya ia akan berada dalam penjara yang dingin nan kotor karna menjadi Wanita berkulit putih alias (pembawa sial) atau mati setelah ia pingsan.
Kini ia berada diatas ranjang sutera yang halus serta empuk, perabotan disana juga sangat indah dan semuanya terbuat dari perak, permata serta emas " Apa ini mimpi?" Pikirnya namun setelah melihat bajunya yang masi mengenakan baju saat ia datang kesini ia sadar itu bukan mimpi.
"Ahkkkk!" Kelunya semakin sakit seluru tubuhnya terasa sakit rasanya ia tak bisa terlalu banyak gerak, nampaknya perlawanannya saat itu menguras tenaganya.
"Kau sudah bangun?" Tanya sebuah suara rendah.
Haru dengan cepat memandanga asal suara, ia menatap horror pada seorang lelaki dengan baju bangsawan mesir berambut jabrix dan bermata raven yang tajam.
"K-Kau?" Ucap Haru wajahnya ternganga ia langsung menghindari tatapanya dengan lelaki bertubuh kekar dan berkulit sawo matang itu, ia tahu bahwa pria itu sangat mirip dengan seseorang yang terus mengusik mimpinya selama ini.
"Kenapa tatapanmu begitu Ack Sunamun?"
"Siapa Kau sebenarnya?"
"Mengapa tak Kau mengenaliku ini aku Atem?"
"Namaku Haru bukan Ack Sunamun, kau salah?"
"Tidak, Tak ada Kau Ack sanamunku"
"Aku tak bohong, aku tak mengenalmu!"
"A-aku akui jika waktu itu adalah kemauanku"
"Apa maksutmu..Hah!?"
"Aku hanya ingin memonopolimu hanya untuku sendiri, aku mau kau disentuh oleh laki-laki lain" Ucap Pemuda bernama Atem dengan wajah seinci depan wajah Haru ia juga memegang lengan Haru dengan lembut dan siap mencium bibirnya.
"TIDAKKKKKKK!" Ucap Haru mulai memberontak,namun meskipun ia berusaha berotak dtapi sia-sia dan memukul Atem tenaga jauh lebih kuat.
"Kenapa kau seperti ini Ack-Su?" Ucap lelaki itu berusaha menahan Haru.
"Aku tak mengenalmu? Aku tak tahu kenapa aku ada disini" Ucap haru terus memberontak.
"Apa maksutmu Ack-Su?"
Haru seumur – umur baru kali ini tak bisa melawan. Selama ini ia biasa menghadapi laki-laki dengan gerakan beladirinya akan tetapi untuk Atem ia tak sanggup menghadapi laki-laki itu.
Atem lalu melempar gadis itu cukup keras di atas ranjang yang empuk, lalu menahan kedua tanganya hingga memposisikan tubuhnya diatas tubuh Haru, bibir Atem langsung menjelajahi leher gadis itu dengan cepat mencium dan memainkan daun telingan gadis itu. Namun sebelum ia bertindak lebih jauh lagi ia berhenti melakukanya, karna gadis yang dia cintainya telah menangis sampai menutup kedua matanya. Dan shu tubuhnya mulai meninggi.
"Ack-Su?" Ucap Atem langsung merangkul gadis itu, dan memposisikan kepalanya pada dada bidangnya. Wajah Haru kian memucat tenaganya kian melemah, membuat jiwa Atem gelisa.
"Aku tak mengerti, aku tak mengenalmu?" Seru gadis itu lemah ia lalu berusaha mengalihkan pandangan matanya dari sang Pharaho ia juga masih menangis.
"…." Sang Pharaho tak berkata apa-pun ia terdiam sejenak, sebuah tatapan menyesal terlihat begitu lembut, ia lalu memeluk gadis itu dengan erat, didadanya.
"Jika kau bukan Ack – sunamun kubuat kau menjadi dirinya" Ucap Shang Pharaho penuh teka-teki.
Jauh dari Mesir disebuah desa jauh dari negri itu terdapat Gua besar yang tersembunyi di perbatasan, tempat persebunyian kaum Kul-nea tepat sebuah penjara tersembunyi. Terlihat seorang gadis tengah terduduk ditanah. Wajahnya kotor dengan lemah memandang bulan sabit dari cela jendela kecil disamping penjara.
"Ku yakin"
"Itu Pasti"
"Aku bisa merasakan kehadiranmu"
"Belahan diriku yang lain"
"Tolong aku diriku yang seorang lagi"
Di keramaian Desa di mesir bagian barat, terlihat seorang lelaki berjalan dengan sempoyongan sambil menabrak beberapa orang yang berpapasan dengannya. Orang-orang yang ditabraknya pun memakinya dengan kesal sebelum melangkah pergi. Tampaknya laki-laki itu sedang sakit. Akhirnya laki-laki itu pun terjatuh di dekat tumpukan sampah, kemudian dia hanya duduk diam di situ dan tidak mencoba untuk bangkit.
"Kau baik-baik saja?"
Seorang lelaki lain tengah berdiri dan memperhatikan dirinya dengan baik mengurkan tanganya, dengan ramah.
"Jangan mendekat kau, tak usah kau mengangguku aku tak pantas mendapatkan itu" Ucapnya pada orang yang hendak menolongnya.
"Aku tahu, aku tak ingin melihatmu seperti ini"
"K-Kenapa kau mau menolongku?"
"Karna kau pantas ditolong Shaka anan" Panggil lelaki itu dengan nada ramah, ucapan lelaki itu membuat bola mata Beriris Coklat itu lelaki yang dipanggil Shaka membulat saat sang pria penolongnya membuka tudung jubahnya.
"Jendral!"
"Syukurlah kau masih hidup Shaka"
"Oh Dewa, Anda masih hidup Tuan Shanan" Ucap Shaka bahagia dan tampa diduga memeluk Shanan, yang sebenarnya adalah Pria yang ia hormati di negri asalnya Nubia menjadi Jendral tertinggi yang agung.
"Mari kita Pergi dari sini, akan kujelaskan segalanya padamu" Ucap Shanan Membantu Shaka berdiri meninggalkan tempat itu.
Domino Japan
Ketegangan masi dirasakan di dalam museum Shadi, Pegassus, Isis ,Yugi, Kaiba, Malik, Anzu, miho, Ryo dan Honda tengah berada dalam satu ruangan dan sedang duduk diatas sofa empuk museum Domino.
Hanya Jounochi serta Shun yang tak ada disana. Berawal saat beberapa menit lalu Shun meninggalkan ruangan dengan seenaknya, Jou juga keluar dengan alasan ketoilet namun tidak kembali-kembali juga.
"Peggasus apa benar kau punya cara agar kami bisa kesana?" Tanya Yugi membuka suaranya.
"Yah Itu benar" Ucap Peggasus tenang dan melirik Shadi untuk melanjutkan pembicaraan ini.
"Diperlukan 7 kekuatan Item-sennen dan kekuatan sejati dari orang pemilik ingatan jika kalian ingin kedunia itu" Jelas Shadi.
"Dan caranya adalah membiarkan pemakai sebelumnya mengunakan benda itu lagi, maka kekuatan 7 senen itu akan membuka gelombang waktu dimana Haru pergi" Sambung Isis.
Suasana tegang di ruang pertemuan sangan jauh berbeda di tempat Shun sekarang.
Shun berada di loteng sambil terduduk dan menatap langit kelam diatas kepalanya wajah tenangnya mungkin dapat menipu semua orang namun tak bisa menipu hati kecilnya bahwa dia sedang gusar. Sejujurnya tak ingin Haru mengambil jalan ini untuk mencari ingatanya, ia tak mau jikalau gadis yang disayanginya semakin terluka mengetahui semua ini.
"Maafkan aku Katsu aku tak bisa menjaganya" Pinta Shun pelan sambil menutup matanya.
"Kau sudah berusaha Shanan"
Wajah Shun terkejut bukan main melihat seseorang yang memanggil nama Dunia masalalunya sekali pun Yura, Valon, Ray atau pun Zero tak pernah memanggil nama masa-lalunya, dan yang memanggilnya adalah seorang Pemuda berambut Lemon madu dihadapanya.
"Katsuya- K –Kun" Ucap Shun kaget dan rasa gugupnya terlihat sangat Kuat sementara Jounochi Katsuya hanya tersenyum di balik wajanya tenang.
"Apa ini sesuatu yang mustahil, mengapa kau tahu nama masa-laluku?" Tanya Shun dengan pandangan meniliti meski ia tahu apa maksut dari semua ini.
"Karna kau adalah sahabat yang kusayangi Shanan"
"R-Rajaku!?" Tatapan Shun menyurut, ucapanya bergema dan gemetaran membuat Sang Pemuda Lemon madu tersenyum rama dan memeluk Shun, Memeluk orang yang merupakan Sahabat akribnya di masa lampau dan itu tetap berlaku dikehidupanya sekarang.
"Aku sudah ingat dengan semua hal ini, semua itu terjadi saat mengetahui kalau Haru kembali kedunia masa 3000 tahun dunia kita, itu membuat aku Kaget sekali" Ucap Jounochi melepas pelukanya dari Shun sambil memandang kelangit yang kelam.
"Aku ingin mengejarnya sebelum semuanya terlambat, aku harus menyelamatkan Haru dari sana, dan Kita akan memerangi penguna kekuatan gelap sebelum mereka mengaktifkan belenggu Exsodia dan membuat dunia ini menjadi Kiamat" Ucap Shun.
"Aku akan bersamamu sampai akhir, mari kita pergi bersama Sudaraku" Ucap Jou.
tiba tiba Monester berdatangan di kegelapan
Bersamaan orang – orang tak diundang yang siap menghadang mereka dan memasang pembatas kegelapan disekeliling mereka. Sebuah angin butih beliung mengitari mereka.
"Shun jangan bergerak dari tempatmu"
"Apa maksumu"
"Kali ini biar aku yang melindungimu Shun"
"Tapi Jou!"
"Keluarlah Ka-ku, yang telah tertidur bangkitlah saat aku memanggilmu" Ucap Jou dengan senyuman, tibah tiba sebuah bayangan dasyat keluar dari dari awan diatas kepala mereka. Muncul sebuah monster yang merupakan penjaga sang raja Nubia, Sang Naga Berdarah.
Red eyes Dragon telah muncul
Bersama
Terpanggilnya dengan ingatan Sang Raja
Bersambung
