Disclaimer : Yugioh! Bukan milik Author ini merupakan sebuah mahakarya yang lahir dari Kazuki Takashi dan Team, disini penulis hanya memiliki hak atas cerita ini dan akun resmi dimana Tulisan ini berada.

Bab : 16 -(Dayang yang Liar)-

Ditaman Domino

"Che Ruega?"

"Kau baik – baik saja?" Tanya Gadis itu sambil Nyengir membuat Yura semakin kesal saja.

"Bukan urusanmu?" Ucap Yura memasang tampang sedikit cetus.

"Hei-hei kalian saat ini apa yang kalian perbi-" Ucap Varon terputus saat menlihat tindakan Dazt yang menyerang mereka dengan sebuah cahaya hijau dalam mantra segelnya.

"AWWAAAASSSSS!"

DUAAAAAARRRR!!

Sebuah cahaya hijau yang nyaris, mengenai ketinganya sampai sebuah cahaya berupa force Field berwarna Kuning cerah menyabet cahanya hijau tersebut dan menimbulkan ledakan dasyat disana.

Sebuah kabut pun menyelubungi semua area, namun saat kabut mulai menipis Yura terngaga ternyata yang menciptakan force Field itu adalah?

"Ray?" Panggil Yura kaget.

"BODOH NGAPAIN KALIAN MALAH BERDEBAT DISINI!" Ucap Ray, Pemuda berambut perak itu tengah menahan kekuatan kegelapan milik Dazt dengan Force Field yang merupakan kemampuan yang dimilikinya untuk menciptakan prisai pelindung untuk mereka berempat dengan emosi sepertinya ia lagi Bad mood.

Meski dia adalah salah satu prajurit dimasalalu Ray adalah Prajurit yang memiliki kemampuan perisai pelindung tampa terlihat.

"KAAUUUU!BEDEBAH PARJURIT ZINALLLLL!" Teriak Dazt kesal karna kekuatannya berhasil dipatahkan dan memanggil nama masa-lalu Ray.

"Merindukanku Noir?" Tanya Ray dengan senyuman sinis, yang mengubah Prisai auranya menjadi Sebilah busur panah cahaya kuning, dan siap membidik Dazt.

"Noir?" Ucap Ruega bingung.

"Noir merasuki tubuh Dazt dan mengendalikanya bagai bonekanya" ucap Ray dengan tatapan Sinis.

"Jadi dia adalah kegelapan ciptaan milik Hazam!?" Ucap Varon.

"Siaaal mereka mulai bergerak!" Ucap Yura kesal dan langsung memainkan rantai ditanganya.

"Ayo kita keluar dia dari tubuh Darzt" Ucap Varon tampa tanggung-tanggung mengeluarkan petir dari lengan kirinya menegelilingi tanganya.

"Ayo serang" Ucap Ruega dengan sebuah cahaya berwarn ungu dan dilemparnya seperti boomerang.


Kembali kemusium Domino

"Baiklah kita mulai semuanya"

Sennen Puzzel dipegang oleh yugi, Sennen rod dipegang oleh Kaiba, Sennen Tauk di pegang oleh Isis, Sennen Eye dipegang oleh Pegassus, Sennen Ring dipegang oleh Ryou, Sennen Key yang di pegang oleh Shadi, dan Malik yang mewakili Shadi untuk memegang Sennen libra.

"Apa semua lengkap!?" Tanya Anzu yang berada ditengah mereka"

"Semua Lengkap, sekarang adalah mengirimkan 1 kekuatan cahaya dari orang yang memiliki ikatan masalalu"Ucap Isis.

"Kurasa Shun yang harus melakukannya" Ucap Marik

"TIDAK…" Ucap seseorang memotong ucapan Isis dan berjalan keara mereka semua, dan orang itu adalah Jounochi teman mereka, yang berjalan bersama Shun disampingnya.

"Ahhhh!"

"JOU!

"Aku yang akan melakukanya" Seru Jou tampa basa-basi lalu menciptakan bulatan lambang di tanah berwarna biru, menyelibungi Mereka yang ada dalam lingkaran.

"Apa yang kau lakukan Jounochi" Tanya Honda.

"…." Jounochi tak berkata apapun Lingakaran waktu telah menyelebungi mereka. lingkaran mantra tepat dimana Yugi, Anzu ,Honda, Ryou, Miho berpijak. Sementara Isis, Kaiba, Shun, Peggasus, Malik, Shadi berada diluar portal sebelum Portal terbentuk sempurna Jou dengan cepat memasuki portal itu.

"Kami akan mengrus disini, sisamnya bawa gadis itu kembali" Ucap Kaiba.

"Kami akan membawanya kembali" Ucap Yugi.

"Pergilah menuju masa-lalu" Ucap Isis,dan Yugi lalu menghilang bersama yang lain dalam lingkaran portal itu.

"Teman teman selamat berjuang.." seru Isis dalam hati


Mungkin ini adalah Siang yang tak pernah diharapkan oleh Haru

Dimana gadis itu dituntut untuk menjadi Ack-sunamun dan meski ia berkeras bahwa dia bukan gadis yang Pharaho inginkan. Akan tetapi masalah sekarang bahwa Sang Pharaho sepertinya tak akan melepaskannya begitu saja.

Tubuhnya yang habis Mandi dengan ramuan rempah-rempahan dan minyak zaitun hingga wangi tubuhnya begitu harum, dan dapat dicium oleh orang disekitarnya.

Kini ia disuruh mengenakan gaun dengan banyaknya manik-manik serta begitu panjang , dari kain katun berserat tipi, jujur saja gadis itu tak-nyaman memakainya karna begitu ketat ditubuhnya dan akksesorisnya yang terlalu berlebihan.

Wajahnya yang ditaburi dengan Mutiara bubuk yang dihancurkan sebagai alas-bedak diwajahnhya.

Kelopak matanya yang menghitam dengan mengnakan Karat besi sebagai pewarna black shadow di Kelopak matanya.

Bibirnya yang diberi sentuhan berwarna kuning cerah mengunakan bubuk Emas Penampilan sunggu berbeda dari Haru yang sebelumnya.

"Selamat datang Ack-su" Ucap Seorang wanita cantik yang mirip dengan nona Isis, namun sepertinya sedikit lebih muda yang merupakan pendeta istana bernama Isizu.

"A-Anu?" Ucap Haru sebenarnya gugup untuk mengatakan apa pun saat ini, ia tak tau bersikap seperti apa bagaimana ia bersikap tentu saja ia tak mau berperan sebagai Ack -sanamun. Memangnya seperti apa gerak-gerik seorang dayang istana seperti Ack-sanamun? Apa lagi sikap Haru yang agak mirip laki-laki dan cuek, sekarang harus bergerak angun seperti dia . Apa kata Shun kalau tau kalau adik angkat sekaligus gadis kesayangan itu di perlakukan seperti ini.

Haru yang kesulitan bergerak akibat gaunya yang panjang tak sengaja hampir jatuh dan seseorang berhasil menangkapnya, ia melihat siapa yang ia tubruk dan menangkap tubuhnya ia kebingungan bukan kepalang karna pemuda itu sangat mirip dengan Seto.

"Seto-kun!"

Si Pemuda yang merupakan Pemimpin Pendeta suci istana agung itu langsung menatapinya. Sepertinya dia mendengar ucapan Haru tadi. Tatapannya seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi diurungkan niatnya.

"Baiklah Ack-Sanamun, Sang Mari kupandu menuju altar istana" Ucap pemuda itu.

Sampailah Isizu, Seto serta Haru di Area Singasana Sang Pharaho yang megah. Prabotan yang hampir selurunya adalah emas dan perak bertahtahkan berlian. Haru berjalan dengan gaya-apa adanya akan tapi memang sangat berbedaa baik Haru dan Ack-Namun sangat jauh berbeda meskipun mereka adalah orang yang sama. Perbedaan itu cenderung dari pembawaan dan sikapnya.

Pemuda itu lalu menoleh kembali pada Kearah Haru.

"Apa kau sekarang lebih baik sekarang?" tanya Simon sambil nyengir.

"Baik Kakek?

"Aku baik tuanku Simon" ucap Haru sebisanya, nampaknya dia tak mudah berpura-pura seperti ini.

Tampa diduga ada seseorang yang memandangi Haru begitu lekat dari area berdirinya barisan prajurit kerajaan

Gadis itu hanya diam saat ia diminta Atem berdiri diseblah singsananya dan Haru hanya bisa mematuhinya, memandangan semua orang dengan tatapan cuek nan dingin

Seorang yang notabenenya adalah Pemuda itu masih menatap Haru dengan kesal selama beberapa saat, sebelum membenamkan Fantasy diotaknya. Andai ia bisa menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan mencium bibirnya. Sekarang dia benar-benar tidak sabar untuk membawa Ack-sanamun ke tempat tidurnya. Dia akan mengikat gadis itu di sana untuk selamanya.

Akan tetapi

Sungguh pemikiran yang sangat luar biasa konyol, Apa yang terjadi seandainya jika dia tahu bahwa wanita yang ada di samping singasana Pharaho itu adalah Gadis lain yang jauh lebih mengerkan.

Namun tiba-tiba sebuah anak panah misterius datang dan siap menuuju arah sang Pharaho duduk

Lalu…."

PHARAHO AWWWAAAS! Teriak isizu.

Haru memandang denga tatapan horror

Dengan cepat Haru berlari merebut pedang salah satu pengawal yang berada di samping singasana Pharaho dan langsung berlari menyabet anak panah yang nyaris hendak bertuju pada jantung Pharaho muda itu.

PRAAAAAANG!

Semua pandangan bertuju pada Haru, dimana saat ini gadis berdiri dengan memegang sebuah pedang ditanganya dengan tatapan acuh dan angun, mengoda iman setiap lelaki yang memandanginya.

Ini adalah tontonan yang tak terduga, membuat seisi dewan istana menghela napas berat.

Dimana tidak!

Mana mungkin seorang wanita yang menjadi seorang dayang mampu memegang sejata dan menyabet anak panah yang dengan cepat di udara. Isizu saja yang merupakan seorang salah-satu komandan pendeta Agung saja tak pernah memengan sejata apa lagi pedang.

"SIAPA YANG MELEMPAR PANAH INI" Ucap Simon.

"INI ADALAH PENGHINAN, PRAJURIT TANGKAP SIAPA YANG MENEMBAKAN ANAK PANAH INI PADA PHARAHO!" Simon sambil meremas anak panah yang ia temukan dilantai berbatu itu.

" Huuuuuuh! Menyebalkan Gaun ini ketat sekali" Ucap Haru dengan dalam hati lalu ingin melempar pedang dilantai dengan wajah Bad mood. Sepetinya suasana hati gadis berawajah dingin itu semakin buruk saja, ingin rasanya dia merobek gaun ini dengan pedang yang ada ditanganya sekarang.

"Aku mau pergi!" ucap Haru dengan kesal lalu melepar pedang itu ketanah. Ingin rasanya ia pergi dan mencopot semua perhiasan ini yang sangat berat, serta baju yang begitu ketat dan panjang(O,O).

"He-Hei Ack-sunamun kau mau kemana!" panggil beberapa dayang.

"Simon!?" Panggil Atem.

"Ada apa Pharaho!" Tanya Simon.

"Aku Ingin kau mencari si pelaku yang siapa yang tadi berani memanah di sini"Ucap Atem berdiri meninggalkan singa sananya.

"Mau kemana Pharaho!"

"Mencari dayang Pribadiku Yang sangat liar itu" ucapnya tersenyum sinis.

BERSAMBUNG!