Disclaimer : Yugioh! Bukan milik Author ini merupakan sebuah mahakarya yang lahir dari Kazuki Takashi dan Team, disini penulis hanya memiliki hak atas cerita ini dan akun resmi dimana Tulisan ini berada.
Pemeberitahuan : Sengaja ubdate 2 cerita karna Author mau study selama 2 minggu di Jepang.
Bab 17 : -( Kebenaran Jounochi)-
Haru keluar dari singasanan raja dengan pandangan kesal, akhirnya ia sampai diteras kerajaan dan bermaksut melihat keadaan sekitarnya, dicopotnya aksesoris-aksesoris intan serta emas dari tubuhnya dan melempar semua itu kelauar.
"Kau memang luar biasa?"
"HuuuuH…..mau apa lagi kau sekarang!? Apa kau sudah sadar bahwa aku bukan gadis yang kau cari?" ucap Haru sinis, gadis itu berperinsip lebih baik mati ketimbang harus memerankan seseorang yang bukan dirinya, ya meski ia sadar bahwa ini adalah letak kehidupan dirinya yang masalalu. Namun ia tak mau melakukan ini dan membohongi dirinya, ia adalah Haru selamanya.
"Tentu saja, boleh kutanya nama aslimu dayangku?"
"Dayangku, Katanya?" Umpat Haru dalam hati, ia tak habis piker dengan sifat egois raja muda itu, entah disimpan dimana letak saraf pada kepalanya, mengapa ia malah bersikap seperti ini?.
"Aku bukan dayangmu Pharaho NAMAKU HARU DAN SELAMANYA AKAN BEGITU?" Ucap Haru dengan melipat kedua tangan didepan dada.
"Kenapa?"
"Jangan Bodoh, Kau ini mengharapkan dayang itu bukan aku, dayang yang serupa denganku untuk melarikan diri bukan?" Umpat Haru dengan Jujur. Ia tau dampak ini akan membahayakan dirinya sendiri baru kali ini dia bisa mengumpat dan memaki-maki orang dengan lancarnya.
Mungkin ia telah menyadari
Semua ingatan ini
Dan berusaha membatahnya
Sebenarnya ada yang membuat Haru berusaha membenci Atemu
Karna sebuah Ego dan perinsip
Ia tak mau menerima ingatan bahwa dirinya dimasa lalu adalah wanita bangsawan sekaligus keluarga kerajaan yang ironisnya harus kehilangan tahtah, kakak yang ia cintainya, sudari kecilnya mati didepan matanya akibat perang Nubia dan Mesir akibat adu domba dari Ku-alnea.
Menjadi budak terlunatang-lantung sekaligus melihat rakyatnya sendiri menderita jadi tahanan perang
Lalu hidup menjadi dayang di negri musuhnya
Menjadi budak nafsu khusus Pharaho muda yang gemilang
Bahkan jatuh cinta padanya.
Tidakkah itu memalukan? untuk diketahui!.
dan ini tak adil Bagi Haru mengapa ia harus ingat dengan semua ini, diakan sekarang hidup sebagai Gadis SMU biasa yang bahagia dan mengejar mimpinya menjadi seorang DJ professional
hidup dimana ia dicintai oleh seortang kakek, Shun dan teman-temannya.
"Aku tak ingin menjawabnya" Ucap Haru ia lalu hendak meninggalkan Atem dan lenganya dicegat begitu kuat oleh pria itu.
"Lepaskan aku?" Teriak Haru kesal namun kekesalan berubah saat perlakuan pharaoh yang nekat disaat itu juga. Sang pharaoh lalu menekan tubuh gadis itu didinding dan menciumnya disana
"Ummmmmppp!" Haru berusaha lepas dari cengraman lelaki itu, detak-jantungnya naik urun tak karuan seluru tubuhnya memanas, keringatnya bercucuran ini memang bukan ciuman pertamanya, ia sudah pernah berciuman sekali dan itu tak sengaja oleh Yami.
"PLAAAAAAK!"
"DASAR PRIA HIDUNG BELANG!" Ucap Haru lalu meninggalkan Atem sendirian dari sana tampa memandang Atem yang bisa berbuat apa saja di negri ini.
"KAU LEBIH RENDAH DARINYA, AKU BENCI KALIAN!" Ucap Haru dan berlalu.
Shun terdiam melihat bekas portal dimensi yang sudah kosong Cuma dia sendirian disana kini ia sedang khawatir dengan keadaan Adiknya.
"Haru semoga kau selamat" Ucap Shun dengan miris
"Shun?" Panggil suara dengan lembut dan tangan yang halus memegang bahunya.
"Aku tak tahu harus bagai mana sekerang Isis" ucap Shun pada wanita yang di panggilnya Isis, Shun berbalik pada isis lalu menatap gadis itu dengan lekad. Seolah ia tak bisa mengatakan apa-pun saat ini.
"Kau memang tak, pernah berubah kau masih Shananku yang dulu" Ucap Isis dengan sedih.
"Aku tahu, kau juga masih mengingatku" Ucap Shun memeluk gadis itu " Tapi ada yang harus kita lakukan, dan itu lebih penting"Lanjut Shun lalu merasakan getaran hebat dari luar gedung.
"apa yang terjadi?" Ucap Isiz.
"Ayo cari tahu"
Bumi tergempar seolah akan badai pasir tak biasa, angin bertiup lebih kencang sebuah portal dilangit berwarna hijau cera terbentuk diatas kepala, 6 orang anak manusia terjatuh disana.
"WAAAAAAAHHHH!" kepanikan terdengar keras dari mereka. Dan deagan cepat Jounochi memanggil Ka pelindungnya saat itu juga dan menangkap teman-temanya sebelum jatuh kebawa.
"Jounochi-kun kenapa kau bisa mengeluarkan Red eyes" Tanya Ryou kaget dan begitu pula Yugi dan lainya yang saat ini berada di atas tubuh Red eyes.
" Hei Jou jawab ini semua" ucap Anzu minta penjelasan.
"….." Jounochi terdiam ia sadar bahwa ia harus menjelaskan keanehan pada dirinya, siapa dia dan mengapa Red eyes, menjadi patnernya ia sadar bahwa ini semua takdirnya ia tak bisa melarikan diri lagi.
"Kau mungkin tak mengenalku Atemu-san" Panggil Jou lirih, Panggilan Atemu sangat jarang di telinga Yami, Jou hanya biasa memanggilnya Yami yugi bukan Atemu.
"J-Jou apa maksutnya ini" Ucap Honda.
"Dia Red eyes Ka pelindungku"
"Ji-Jika Red eyes Patnermu, K-kau?"
"Benar Atemu, Namaku Jounochi katsuya dan juga Katsu mursaliin, Raja Nubia yang mati ditiang gantungan, yang kau gantung di alun-alun istanamu dan aku menyerahkan diriku demi menghentikan penyerangan Mesir terhadap negriku" Ucap Jou tegas.
"Astaga!"
Bersambung
