Title : Way To Love

Author :Han JooEun (haraxiah)

Characters : Kim Jaejoong, Jung Yunho, etc.

Pairing : YunJae, YooSu

Warning : BoyxBoy, BL, DLDR, typos bertebaran, alur kecepatan

Summary : Kim Jaejoongadalahsiswabaru yang bertemudengan Jung Yunho, siswadingin di

sekolahbarunya. Keduanya saling jatuh cinta hingga akhirnya terpaksa berpisah.

Chapter 2

Jaejoong masuk ke dalam kelas dan menuju ke tempat duduknya sambil tersenyum. Ia menyapa Karam, teman sebangkunya yang tersenyum manis kepadanya.

"Sudah kerjakan PR Jae?"

Jaejoong mengangguk imut dan mengeluarkan buku pelajarannya. Tiba-tiba sangat auanya berubah mendung. Bukan. Bukan langit yang tengah mendung melainkan namja cantik yang merasa diacuhkan. Jung Yunho baru saja berjalan melewati tempat duduknya.

Semua siswa berganti pakaian olahraga dan berkumpul di lapangan. Jaejoong dengan wajah cerianya (sepertinya namja ini lupa ia baru diachukan beberapa menit yang lalu), bercanda ria bersama Taemin.

"Karam, titip salam pada Jae ya.." kata Yoochun kepada namja cantik di sebelahnya.

"Untuk apa mendekatinya?" Tanya Karam

"Aku tertarik padanya." Jawab Yoochun santai.

"Dasar playboy. Kau kan sudah punya Junsu." Kata Karamsambil menjulurkan lidahnya, "Yun!"

Yunho yang merasa dipanggil tmenoleh dan tersenyum manis kepada Karam. Ia terus mendribble bola basketnya dan melemparnya ke keranjang sebelum Karam menghampirinya.

"Yun, kamu tidak suka ya pada Jaejoong?" Tanya Karam to the point

"Siapa bilang?" jawab Yunho sambil menerima bola basket dari temannya.

"Buktinya, kamu sering acuh padanya." Kata Karam lagi, "Kalian ngobrol ya?"

"Hah? H-Hei.."

Karam sudah berlari pergi menuju Jaejoong dan Taemin sebelum Yunho mengejarnya.

"Joongie, gentian dong ngobrolnya. Aku sama Taemin, dan kamu sama.. Yunho.."

Taemin terkikik geli saat Jaejoong diseret(?) Karam menuju ke tempat Yunho. Yunho terdiam saat mendapati Jaejoon di hadapannya.

"I.. Itu, permainanmu bagus." Ucap Jaejoong mencairkan suasana dingin antara Yunho dan dirinya

"Aku tidak bisa apa-apa." Jawab Yunho tersenyum.

"Aku.. boleh pinjam catatan sejarahmu? Kata Taemin, kita akan menghadapi kuis lusa nanti. Dia bilang catatanmu lah yang paling lengkap."

Yunho mengangguk dan kembali focus kepada ring dan melemparkan bola basketnya. Masuk. Sepertinya Yunho ini benar-benar jago ani?

"Yun. Aku nanti… boleh pulang denganmu?" Tanya Jaejoog memberanikan diri.

"Udaranya panas Jae. Nanti kau malu. Bisa-bisa turun gengsi. Lagipula, kan lebih enak naik kereta ataupun mobil."

Jaejoong menghela nafasnya. Lagi. Namja tinggi itu berjalan meninggalkannya dan bergabung bersama teman-teman lainnya. Jaejoong tidak mengerti. Apa ada yang salah jika ia ingin pulang dibonceng Yunho?

Saat jam istirahat, Jaejoong ditemani Yoochun ke kantin. Mereka duduk di seberang Yunho dan beberapa temannya,tanpa menyadari pandangan amarah yang dilemparkan oleh KimJunsu, teman sekelasnya yang merupakan namja chingu pria yang dihadapannya ini.

"Kau mau masuk klub apa Jae?"

"Uhm.. apakah ada klub seni di sini?"

"Tentu saja. Dari kelas kita, cukup banyak yang mengikuti kelas seni." Jawab Yoochun sambil memandangi namja yang sedang menyeruput minumannya.

"Aku ingin ikut dance."

"Kalau begitu kita satu klub. Akan banyak teman-teman sekelas di sana. Klub seni mempunyai jadwal latihan yang bersamaan karena kita akan memonopoli ruang kesenian. Selain tari, ada juga yang mengikuti vocal dan jago main gitar." Jelas Yoochun panjang lebar

"Siapa saja?"

"Jung Yonghwa, Lee Jongshin, Kim Junsu, dan Jung Yunho."

Jaejoong menaap Yoochun sesaat ketika mendengar nama Yunho. Ia menoleh ke samping dan melihat Yunho tersenyum ceria kepada Go Ahra, sekretaris OSIS di sekolahnya. Kenapa Yunho tidak pernah tertawa seperti itu di depannya?

Pada jam pulang sekolah, klub pun dimulai, Jaejoong terlihat menikmati latihannya bersama teman satu klub nya. Ia mendapat teman baru lagi, itu la yang ada di benaknya. Merasa lelah, Jaejoong pun duduk di samping Yunho yang sedang memainkan gitarnya sehinnga alunan lembut beserta siulan dan lantunan lirik kecil Yunho terdengar oleh Jaejoong. Jaejoong menutup mata menikmatinya sampai Yunho berhenti.

"Kau pintar main gitar. Suaramu merdu." Puji Jaejoong tulus

"Biasa saja. Aku hanya iseng bermain." Jawab Yunho sepatah dua patah kata, lagi.

"Aku serius. Heechul hyung juga pintar main gitar."

"Siapa Heechul hyung?" Tanya Yunho spontan

"Sepupu Joongie."

Yunho terdiam dan tersenyum. Entah kenapa ia merasa lega mendengar jawaban Jaejoong. Dipanjanginya wajah cantik yang sedang ceria mencritakan tentang sepupunya. Ketika tanda bahwa kegiatan klub selesai, Jaejoong melihat Yunho mendahuluinya dengan muka masam. Ia pun bersiap-siap pulang. Ia melihat Yoochun yang sedang menunggunya dan tersenyum

"Aku bisa pulang sendiri kok, Yoochun-ssi." Kata jaejoong

"Yah, Jae. Mana janji lain kalinya?"

Jaejoong merasa tidak enak, "Tapi, jangat ngebut ya.."

Yoochun tersenyum dan menyerahkan helm nya kepada Jaejoong. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Yunho. Jaejoong menyebut nama Yunho pelan. Ia bisa melihat Yunho melihat sekilas ke arahnya, kemudian kembali focus ke jalanan.

Di rumahnya, Taemin dan Karam dating mengunjungi Jaejoong. IA tersenyum manis kepada dua teman pertamanya di sekolah barunya.

"Jae. Ada banyak titipan salam untukmu. Dari kawan-kawan kelas sebelah." Kata Taemin tiba-tiba saat mereka tengah memakan cookies buatan Jaejoong

"Terima kasih. Tolong salam balik." Kata Jaejoong singkat.

"Kau tidak sadar Jae? Banyak yang naksir padamu." Lanjut Taemin

"Aku tahu, Taeminnie. Tapi aku kurang suka. Mereka seolah memamerkan kekayaan orang tua mereka."

"Hmmm…" angguk Taemin seolah mengerti

"Tapi…" Jaejoong terhenti, "Diantara mereka, ada seseorang yang bersikap dingin sekali padaku."

"Maksudmu, Yunho?" Tanya Karam langsung, sepertinya teman kita satu ini hobby bicara to the point.

"Apa begitu kelihatan?" Tanya Jaejoong

"Yah.. Yunho memang banyak yang naksir, Jae. Aku juga pernah menyukainya." Lanjut Karam

"Terus?Pacaran?" Tanya Jaejoong ingin tahu. Penasaran eoh?

"Tidak. Yunho memang sulit didekati. Sikapnyab dewasa. Tapi syukurlah aku tidak acaran dengannya. Karena itu aku sekarang bisa bersama Changminnie."

"Apa bagusnya si food monster itu." Celutuk Taemin

"Yah! Minnie itu baik, tampan lagi. Daripada si mata kodok Minho!" balas Karam tak kalah jujur (loh?)

Jaejoong hanya bisa tertawa melihat dua temannya itu. Sejenak pikirannya melayang memikirkan Yunho. Namja itu sangat sulit ia dekati. Jaejoong tidak mengerti. Apakah Yunho memang tidak suka dengannya?

~Cassiopeia~

Keesokan harinya, Jaejoong tengah sibuk mencatat catatan dari catatan yang ia pinjam dari Karam. Ia tolehkan kepalanya ke belakang namun ia tidak dapat menemukan Yunho di sana. Apakah ia sakit? Atau dia akan terlambat lagi?

Sedangkan Karam masuk ke US dengan bibir mengerucut. Ia berniat membuat masakan kecil untuk Changmin, akan tetapi tangannya menjadi korban irisan pisau saat ia hendak memotong sandwichnya. Diambilnya perban dan obat merah ketika menangkap sosok yang familiar di tempat tidur.

"Loh? Yun.. Kau tidak masuk?" Tanya nya

"Ah.. Karam. Tolong bilang pada Miss Song kalau aku tidak bias mengikuti kelas. Kepalaku pusing."

"Oh. Iya akan kusampaikan juga pada Jaejoongie." Kata KAram sebelum melesat kabur

"Jangan! Dia bukan apa-apaku.. Karam!"

Yunho mendengus sebal melihat tingkah Karam. Ia menatap ke langit-langit UKS sebelum ia mendengar suara yang familiar meminta izin kepa Pak Han, guru kesehatan sekolahnya. Yunho buru-buru berbaklik dan menutup matanya ketika ia merasa tirai penghalang akan sibuka. Dan benar saja, beberapa detik kemudian, Jaejoong berdiri di sampingya.

"Yun.. Yunho."

Merasa namanya dipanggil, ia pura-pura menggeliat pelan dan membuka matanya. Dilihatnya Jaejoong menatapnya dengan pandangan khawatir.

"Kau sakit?" Tanya Jaejoong lagi.

"Ah. Hanya pusing biasa. Aku tidak apa-apa."

Jaejoong kemudian duduk di samping tempat tidur. Ia menyerahkan sebutir obat dan sebotol air minum kepada Yunho. Yunho tersenyum menerimanya dan meneguk obat itu.

"Ini jam pelajaran, kenapa kau keluar kelas?" Tanya Yunho

Jaejoong terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Ia hanya cemas saat Karam memberitahukan kalau Yunho sedang sakit dan berada di UKS.

"Cepatlah kembali ke kelas. Nanti kau ketinggalan pelajaran."

"Ne." Kata Jaejoong sambil berdiri, hendak kembali ke kelas, "Y-Yun.."

"Hm?"

"Nanti pulang sama-sama ya."

Selesai mengatakannya, Jaejoong melesat kabur dari UKS sebelum Yunho menjawabnya. Yunho dibiarkan terbengong di UKS. Lama ia menatap pintu, ia kembali berbaring. Tiba-tiba, sebuah senyum cerah terpatri di wajah tampannya. Kaki dan tangannya terangkat di udara.

"Yeahhhhh!" jeritnya bahagia

To Be Continued

~YJS~

Ahahaha... Seneng juga ada yang ikuti cerita ini. Mind to review?

Kalau nggk bagus, Jooeun nggak lanjutin lagi.

Thank you. See you in the next chapter.