FF / I choose to love you (널 사랑하
겠어)/ GS / KYUMIN / Part II

Author : Han Hye

Genre : Romance

Rate : T

Warning : ga sesuai EYD , TYPO , GenderSwitch

Main Cast : KyuMin

Other Cast : always find by ur eyes ^^

Author's Note : Annyeong yeorobun , author gaje kini muncul lagi tapi ga bawa FF Series "My pure love to you" *plakk #digetok readers. Mianhae ne ? Author mau lanjutin tuh FF tp ampe skrg belom dapet inspirasi, eh malah munculnya inspirasi buat bikin nih FF. Nah karena ini FF muncul asal gegara kegalauan author memikirkan nasib author SS5 INA nanti :( , ini pure MY FF , ini GS ! So kalo ga suka ga usah baca ne ? Don't BASH! Don't COPAS! And so IMPORTANTLY DON'T BE SIDER -Silent Reader- *i really hate it* okey! Cukup celotehannya. Go to story yeorobun ^^

~o0o~

4 years 8 months later

Apartment

Seorang yeoja masih sibuk menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya ditengah-tengah kedua lututnya itu. Bahkan tak jarang isakannya lolos begitu saja, dikala mimpi buruk yang setiap hari menghantuinya setiap malam itu datang. Yeoja itu benar-benar tidak dapat menjauh dari mimpi tersebut. Haruskah setiap hari ia harus dihantui dengan rasa takut, gelisah, sedih, khawatir dan segala jenis rasa yang membuat hatinya tak tenang.

Ting tong ting tong

Suara bunyi bel membuat si yeoja tersadar kembali. Matanya mengerjap imut,"apa itu kyuhyun?",gumamnya.

Bagaikan memenangkan lotre besar ia berlari menuju pintu apartment dengan senyum yang merekah diwajah imutnya. Bahkan deretan gigi rapinya terlihat sangat jelas sekarang.

Krieett

"Kyuhyun-",ucapan yeoja itu terpotong mana kala bukan sesosok namja yang ia rindukan beberapa tahun belakangan ini yang ada dihadapannya kini. Namun kini yang berdiri tepat dihadapannya itu seorang yeoja paruh baya dengan dandanan yang terlihat elegan.

"Apa kabar Sungmin-ssi?",sapa yeoja itu.

Sungmin hanya bisa mengerjapkan matanya berkali-kali seakan-akan memastikan apa yang ada dihadapannya kini.

"Apa boleh saya masuk? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan",ucap yeoja itu.

"Ah ne, tentu saja",respon sungmin sambil mempersilahkan yeoja itu memasuki apartmentnya yang tidak cukup luas namun tetap terlihat 'sedikit mewah'.

"Silahkan duduk",sungmin mempersilahkan yeoja itu untuk duduk diruang tamunya yang tidak begitu besar.

"Jadi hanya ini yang mampu dibeli bocah bodoh itu?",cicbir yeoja itu sambil mengedarkan pandangannya ke pelosok apartment sederhana itu.

"Apa ahjumma ingin minum teh atau mungkin kopi?",tawar sungmin tanpa merespon perkataan sebelumnya yeoja itu.

"Tidak perlu. Aku datang kesini hanya sebentar. Lebih baik kamu duduk dan ini akan menjadi cepat selesai",perintah yeoja itu.

Sungmin menurut dan ia duduk di sofa sebrang yeoja itu sehingga kini posisi mereka saling berhadapan.

"Ada keperluan apa hingga ahjumma sampai kesini?",tanya sungmin.

"Cih! Berhenti memanggilku ahjumma! Cukup panggil aku Nyonya Cho. Aku benar-benar tidak paham, kenapa anakku yang sangat sempurna itu harus menyukai yeoja sepertimu. Kamu benar-benar tidak sekelas dengannya",ucap nyonya cho alias heechul dengan sombongnya.

"Jwisonghamnida Nyonya Cho.",ucap sungmin sambil menundukkan kepalanya.

"Cih! Ambil ini dan cepat angkat kakimu dari sini!",ucap heechul sambil melempar sebuah amplop coklat yang tebal dan diyakini itu berisi banyak uang.

"Ye?",sungmin mendongakan kepalanya menatap amplop coklat itu."Apa maksud anda sebenarnya?",tanya sungmin.

"Apa masih kurang jelas ? Tentu saja aku ingin menjauhkan hama sepertimu dari anakku!",jelas heechul dengan wajah yang benar-benar menghina.

Sungmin menatap amplop itu lalu menatap heechul bergantian. Beberapa kali ia melakukan itu, selanjutnya ia hanya dapat menghela nafasnya panjang.

"Aku mencintai anak anda dan begitupun sebaliknya. Apa anda tidak memahami itu ?",ucap sungmin lantang sambil menatap heechul.

"Cih! Persetan dengan cinta! Hidup itu harus realistis. Setidaknya cinta itu tidak pantas terjadi diantara kalian. Apa kamu tidak mengerti posisi kelasmu ?",ucap heechul merendahkan sungmin.

"Hah~ apa anda tidak dapat menghargai perasaan kami ?",tanya sungmin masih dengan nada memelas.

"Apa kamu memiliki harga diri? Bahkan kamu memiliki tempat tinggal karena uang anakku. Apa kamu tidak malu tinggal bersama namja yang tidak ada hubungan resmi denganmu berdua saja ? Dasar yeoja murahan",ucap heechul.

Sungmin menatap heechul intens,"jika memang uang ini untuk menghargai diriku. Lalu kira-kira berapa harga yang harus kubayar untuk membeli harga diri anda?",ucap sungmin yang kini membuat heechul menatap sungmin tak percaya.

"Aishh, jinjja! Bagaimana bisa bocah itu menyukai yeoja tak mempunyai sopan santun begini.",oceh heechul.

Sungmin berdiri,"saya ingin istirahat. Berhubungan anda adalah tamu yang tak diundang, maka dari itu saya mohon anda dapat pergi dari sini",ucap sungmin halus untuk mengusir heechul."..dan jangan lupa bawa amplop anda. Sepertinya saya tidak membutuhkan itu",lanjut sungmin.

"Cih! Aku pikir dengan melenyapkan kedua orang tuamu maka kamu akan meninggalkan putraku! Ternyata aku salah, kamu terlalu naif!",ucap heechul yang kini membuat sungmin membulatkan foxy eyesnya.

"M-mwora-go ?",ucap sungmin terbata-bata.

Heechul menatap sungmin sinis."Ne! Aku yang menyuruh orang untuk menabrak kedua orang tuamu. Aku fikir kamu akan menolongnya, sehingga aku bisa melenyapkan kalian semua dari kehidupanku dan kyuhyun. Aku benar-benar menyayangkan kamu tidak ikut terlibat dalam kecelakaan yang disengaja itu",jelas heechul enteng.

Kini fikiran sungmin menjadi tidak fokus. Terlalu banyak kata-kata dipikirannya. Bahkan pandangan matanya kini menjadi buram karena air mata kini menumpuk dipelupuk matanya.

Srett

Heechul menyambar amplop coklat yang ditolak sungmin. "Tolong pikirkan! Pergi dari sini atau orang-orang yang kamu sayangi akan ku lenyapkan. Aku tidak pernah bermain dengan kata-kataku.",ucap heechul sambil bangkit berdiri.

"Apa kamu masih memiliki hati ?",tanya sungmin lirih dengan air mata yang kini mulai lolos dari pelupuk matanya.

Heechul menatap sungmin,"salahkan appamu yang membawa hatiku!",ucap heechul keras. Heechul menghela nafas panjang.

"Mworago ? A-appa ?",lirih sungmin lagi.

"Sudahlah, aku tidak memiliki waktu lagi! Aku ingin mulai besok kamu sudah tidak ada di sini lagi! Atau kamu akan tau akibatnya. Aku pergi",ucap heechul lalu berlalu ke pintu.

Sungmin menatap nanar pintu yang baru saja dilalui heechul.

Brukk

Kini kaki mungilnya tak mampu menopang tubuhnya lagi sampai akhirnya ia ambruk. Hatinya begitu sakit sekarang.

"Bagaimana bisa ia melakukan ini kepada appa dan eomma? Apa ia sebegitunya membenciku ? Kenapa harus eomma dan appa ? Hikss hikss",kini isakan sungmin lolos begitu saja. Ia benar-benar tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi pada dirinya.

Apa saling mencintai itu salah ?

Apa mencintai seseorang dengan tulus itu akan menyakiti ?

Apa menyatukan 2 insan yang saling mencintai itu adalah sesuatu yang tidak mungkin ?

Apa saling mencintai itu bukan takdir yang diinginkan Tuhan ?

-o0o-

Sungmin menatap miris nakas yang berada tepat disamping tempat tidurnya. Disana terdapat 2 buah bingkai foto. Satu bingkai berisi 3 orang yang tengah melebarkan senyumnya, satu yeoja cantik dengan senyum tegasnya, satu namja yang sangat tampan dengan senyuman damainya, dan serta seorang yeoja dengan menggunakan seragam sambil memeluk rangkaian bunga lili yang sangat indah.

"Eo-eomma... A-appa..",lirih sungmin dengan suara serak."Mianhae.. Nan ddaemuneh",lirih sungmin sambil mengusap lembut foto itu.

Kini pandangan sungmin beralih ke arah bingkai foto yang disebelah lagi. Bingkai foto pink yang berisi sepasang kekasih yang tersenyum kompak sambil membuat love sign dengan tangannya. Sungmin tersenyum menatap foto itu, tanpa ia sadari bulir-bulir air mata menetes deras dari matanya.

Pikiran sungmin kembali melayang kemasa yang tak pernah ia ingin ingat lagi.

- Flashback -

7 years 8 months ago

"Happy 2nd anniversary chagiaaa~",ucap seorang namja manja sambil memeluk yeoja mungilnya possesif. Namun respon yang diberikan yeoja itu malah sangat bertantangan dengannya. Yeoja itu melepaskan pelukan namjanya dan menatapnya tajam.

Pletakk

Sebuah sentilan yang cukup keras berhasil membuat dahi sang namja itu memerah sempurna."Argghh, appo! Yak lee sungmin, bahkan dihari spesial begini saja kamu masih memukulku?",protes namja itu sambil mengerucutkan bibirnya.

"Cih! Jangan manja Cho kyuhyun-ssi. Bahkan didepan appa dan eomma kamu masih berani memelukku. Tidak sopan",protes yeoja bernama sungmin itu pada namja yang bernama kyuhyun.

"Hhehe, bahkan eomma dan appa tidak mempermasalahkan itu, benarkan eomma appa?",tanya kyuhyun smabil menatap sepasang suami istri yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak yeoja satu-satunya itu bersama dengan namjachingunya yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

"Dasar, kajja! Untuk anniv kali ini apa boleh appa yang mentraktir kalian ?",tawar appa sungmin.

Kyuhyun menatap appa sungmin berbinar."Jeongmalyo ?".

"Tentu sajaa! Kajja! Eomma akan bersiap-siap",ucap yeoja cantik berahang tegas yang bernama lee hyuk jae atau eunhyuk, istri dari seorang pria tampan bernama lee donghae.

Kini mereka berempat berjalan santai di daerah myeongdong sambil melihat-lihat toko disepanjang myeong dong. Kadang canda gurau terjadi disela perbincangan mereka. Benar-benar terlihat sempurna sebagai sebuah keluarga utuh.

"Yeobo, aku ingin Kue ikan yang disebrang jalan itu, kajja beli itu!",pinta eunhyuk manja.

"Eomma! Bukankah tadi kita setuju untuk membeli baju dulu ?",protes sungmin.

"Sudah-sudah bagaimana kalo appa dan eomma beli kue ikan lalu kita ke toko baju duluan ? Eotte ?",saran kyuhyun.

"Nah! Begitu saja, jebalyo hae, aku ingin itu",pinta eunhyuk kembali manja.

"Baiklah, kalian ke toko duluan ne?",ucap donghae yang direspona anggukan kompak oleh kyumin.

Baru beberapa langkah sungmin dan kyuhyun berjalan tanpa haehyuk namun ia menghentikan langkahnya."Waeyo ?",tanya kyuhyun.

"Dompet kita kan dipegang eomma",ucap sungmin. Lalu ia menoleh ke arah eunhae. Seketika matanya membulat kala sebuah mobil minibus berlaju kencang ke arah eunhae yang tengah menyebrang."EOMMA APPA AWAS!",teriak sungmin sambil berlari sekencang-kencangnya disusul oleh kyuhyun juga.

Namun bodohnya kenapa eunhae bukannya menepi malah mereka menoleh ke sungmin yang memanggilnya. Laluu...

Ciiiitttttttt brakkkk prranggggg bughhh

"ANDWAEEEEE!",teriak sungmin frustasi.

- flashback end -

"Hikss..hikss... Nan.. Hikss..eo-ttokhae ..hikss kyu!",ucap sungmin terputus-putus. Karena nafasnya tersengal-sengal akibat tangisannya. Berulang kali sungmin menepuk-nepuk dada kirinya berharap rasa sakit yang mendera dadanya itu akan berkurang. Namun hasilnya nihil, malah kini ia semakin sakit.

Kejadian itu kembali berputar-putar dikepalanya. Ia menekuk kedua kakinya dan menyembunyikan wajahnya disela-sela kakinya untuk meredam isakannya.

"Eomma! Appa! Apa yang harus kulakukan ? Hiksss hikss",

"Haruskah aku meninggalkannya ?"

"Haruskah aku menerimanya seolah tak terjadi apa-apa ?"

"Haruskah aku membalas segala perbuatan yeoja sadis itu ?"

"Atau... Haruskah aku lenyap juga dari kehidupan mereka ?"

Sungmin sibuk berkutit dengan fikirannya sendiri. Ia benar-benar tidak tau harus melakukan apa lagi sekarang.

-o0o-

Heechul memijit lembut dahinya. Sekarang pikirannya benar-benar tidak tenang. Ia merogoh tas expensive miliknya dan mengeluarkan ponsel bewarna Silver miliknya.

Disentuh-sentuhnya layar besar ponsel itu sampai tepat sebuah gambar yang muncul. Digambar itu terlihat tiga orang dengan seragam yang sama. Dua yeoja disisi kanan dan kiri dan satu namja ditengah-tengah. Heechul tersenyum miris menatap gambar itu.

"Seharusnya kamu memilih aku, bukan dia...",lirih heechul.

TBC

Kekekeke~ TBC again.
Gimana reader kelanjutannya ? Gaje kah ? Makin tijel(tidak jelas) kah ?
Tapi aku berharap readers pada suka dehh ^^