FF / I choose to love you (널 사랑하
겠어)/ GS / KYUMIN / Part III

Author : Han Hye Neul

Genre : Romance

Rate : T

Warning : ga sesuai EYD , TYPO , GenderSwitch

Main Cast : KyuMin

Other Cast : always find by ur eyes ^^

Author's Note : Annyeong yeorobun , author gaje kini muncul lagi ini pure MY FF , ini GS ! So kalo ga suka ga usah baca ne ? Don't BASH! Don't COPAS! And so IMPORTANTLY DON'T BE SIDER -Silent Reader- *i really hate it* okey! Cukup celotehannya. Go to story yeorobun ^^

~o0o~

Sesosok yeoja dengan menggunakan kemeja putih yang kebesaran untuk tubuh mungilnya kini berdiri dibalcon mungil diapartmentnya. Dia membiarkan dinginnya angin malam menerpa wajahnya dan dengan tanpa ijin memainkan rambut ikalnya yang tergerai indah. Entah karena ia kelilipan atau bagaimana air matanya lolos begitu saja. Ia meremas dada kirinya dengan senyum miris yang ia kembangkan.

"Haruskah appa dan eomma menanggung semuanya kyu ? Kenapa tidak melenyapkanku saja ?",lirih yeoja itu. Air mata terus mengaliri pipi mulusnya. Tanpa isakan atau semacamnya air mata itu terus lolos begitu saja.

- flashback -

"Chagiya~ apa yang kamu lakukan disini eum ? Sekarang sudah larut dan disini sangat dingin, kajja kita masuk",ucap seorang namja jangkung sambil merengkuh tubuh mungil yeoja yang membelakanginya.

"Ahh, kyuhyun-ah~ aniya, nan gwaenchana. Pemandangan disini sangat indah",ucap sang yeoja sambil mengusap lembut punggung tangan namjanya yang ada didepan perutnya tanpa mengalihkan pandangan dari atas langit.

"Tak perlu membuat diriku kedinginan sepertimu sekarang ,aku dapat melihat keindahan yg tiada bandingannya daripada melihat langit ini",ucap kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya.

Mendengar penuturan lembut dari kyuhyun, sang yeoja itu membalikkan tubuhnya hingga melepaskan pelukan kyuhyun dan memandang mata tajam itu dengan antusias."Jeongmalyo ?",tanya yeoja itu sambil mengerjapkan matanya imut.

"Ne",jawab kyuhyun lalu tersenyum.

"Apa itu ?",tanya yeoja itu kembali antusias dan jangan lupakan deretan gigi rapinya kini yang terlihat jelas.

Kyuhyun menarik dagu sungmin dan CHU~. Kini bibir tebal kyuhyun sempurna menepel dibibir M sungmin. Kyuhyun masih memejamkan matanya dan berkebalikan dengan sungmin yang terlihat sangat terkejut dengan aksi dadakan kyuhyun. Beberapa detik setelah itu kyuhyun melepaskan tautan bibirnya.

"Sungmin. Cho sungmin~ kamu adalah ciptaan Tuhan yang paling indah",ucap kyuhyun lembut sambil membenarkan anak poni sungmin.

"A-apa yang kamu katakan kyu, tidak usah berlebihan",ucap sungmin malu sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah wajahnya.

Kyuhyun kembali menarik dagu sungmin kembali sehingga menemukan kedua bola mata mereka.

"Aku hanya mengatakan kejujuran dan aku sangat berharap ciptaan Tuhan yang paling indah ini hanya untukku",ucap kyuhyun kini melepas dagu sungmin dan menarik kedua tangan sungmin,mengusap punggung tangan sungmin serta mencium punggung tangan itu dengan lembut.

"Kyu..",lirih sungmin tanpa ia sadari air matanya lolos begitu saja dari pelupuk matanya.

Grepp

Sungmin langsung memeluk tubuh kyuhyun posesif."Tentu saja babo! Aku memang hanya untukmu",ucap sungmin dalam pelukan.

- flashback end -

"Hiksss hiksss..",isakan sungmin kini lolos mengingat kejadian manis yang pernah terjadi dibalcon itu. Ia berjongkok dan menyembunyikan wajahnya disela-sela lututnya itu."Kyu... Eottokhae? Hikss hikss hikss...",

~ o0o ~

Dengan gerakan yang sangat pelan, sungmin mengusap layar ponselnya. Disentuhnya beberapa lama sampai terdengar bunyi nada sambung.

"Yeoboseyo?",ucap orang disebrang telepon itu.

"Y-yeoboseyo Nyonya Cho",ucap sungmin dengan suara seraknya karena ia terlalu banyak menangis.

"Neo! Apa yang ingin kamu bicarakan denganku eoh?",tanya nyonya cho alias heechul dengan angkuhnya."..aku tidak punya banyak waktu meladeni orang sepertimu",lanjutnya lagi.

"Ada yang ingin saya sampaikan pada anda, dan saya rasa akan jauh lebih baik jika kita membicarakan ini secara langsung bukan melalui via telpon",ucap sungmin kembali serak karena ia mati-matian berusaha menahan isakannya. Mungkin mulutnya masih bisa menahan itu semua namun tidak dengan matanya. Airmatanya selalu lolos begitu saja. Bahkan berulang kali sungmin menyeka airmatanya itu.

"Aku ti-...",

"Hanya sebentar nyonya cho. Anggap ini... pertemuan terakhir kita",ucap sungmin yang diakhiri helaan nafas. Karena sungmin cukup lega berhasil mengucapkan tiga kata terakhir itu.

"Baiklah, aku akan memberitahumu kapan dan dimana kita bi-..."

"Aku tunggu di Handel & Gretel jam 4 sore ini",ucapan sungmin memotong ucapan heechul. Selesai mengucapkan kalimat terakhir itu ,sungmin segera memutuskan sambungan telepon itu.

"Mian..mianhae...",lirih sungmin sambil menggenggam erat ponselnya. "Kyuuuu! Huuuuaaa...hikss...hiiikkss...mi-hikkksss anhae kyu arrgghhh,appeuda..eo-mma...ap-ppa",kini isakan sungmin semakin menjadi-jadi.

~ o0o ~

Handel & Gretel

"Benar-benar yeoja yang tak disiplin!",gerutu yeoja paruh baya dengan raut wajah kesalnya. Bagaimana tidak ? Dia itu tipe wanita yang sangat benci menunggu. Untuk mengurangi kejengkelannya ia mengangkat anggun gelas kopi dihadapannya dan menyesapnya dengan elegan. Sesekali ia melirik jam dinding yang menempel di dinding Cafe itu."Tck!",ia berdecak sebal.

Kini sabarnya sudah mencapai klimaks, dengan gerakan angkuh ia menyambar tas disamping kursinya dan berniat pergi dari cafe itu.

"Chamkamaneyo! Hoshh..hoshh.. Jwisonghamnida Nyonya Cho.. Hoshh.. Tadi taxi yang kutumpangi mogok dan mengharuskan aku berjalan kaki mencari halte bus",jelas yeoja sambil terengah-engah nafasnya mungkin karena ia berlari.

"Cih! Alasan klasik, aku tidak ingin membuang waktuku lebih banyak lagi untuk meladeni manusia sepertimu Lee sungmin-ssi",ucap nyonya cho sambil berniat melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Entah dapat keberanian dari mana sungmin menahan tangan heechul.

"Cho kyuhyun..aku...a-aku...",ucap sungmin terbata-bata seakan tak sanggup melanjutkan kalimat itu. Sungmin menutup matanya dan menghela nafas panjang.

'Kyuhyun-ah nan jeongmal saranghae geurigoo nan jeongmal mianhae',batin sungmin. Lalu ia membuka kembali matanya.

"Apa yang ingin kamu katakan?",bentak heechul.

"Aku...a-aku akan meninggalkannya",sungmin mencoba lancar mengucapkan kalimat yang sama sekali tak pernah ia pikirkan selama bersama kyuhyun, sekalipun saat kyuhyun meninggalkannya untuk sementara. Namun kali ini dengan sangat terpaksa ia harus mengucapkan kalimat terkutuk itu dengan lidah dan bibirnya sendiri.

Heechul intens menatap sungmin yang kini berdiri disampingnya, senyumannya kini mengembang. Genggaman tangan sungmin pada lengan heechul kian melonggar sampai akhirnya benar-benar terlepas.

"Geunde.. Aku memiliki syarat untuk itu!",ucap sungmin.

"Mworago? Apa yang ingin kamu minta? Uang? Atau fasilitas?",ucap heechul asal.

"Ani.. Aku tidak membutuhkan barang fana itu, beritahu aku kapan kyuhyun akan pulang?",ucap sungmin sambil menatap heechul tajam.

~ o0o ~

"Ahh~ sungmin pasti akan senang mengetahui jika aku pulang lebih cepat 4 bulan! Ahh, jeongmal bogoshipda ming!",monolog kyuhyun senang saat dirinya telah turun dari pesawat dan menghirup udara segar di bandara Incheon. Kyuhyun melepaskan kacamata hitam yang bertengger sempurna diwajah tampannya dan melirik tajam arloji silver dipergelangan tangan kirinya."Aigoo~ mau berapa lama ia ingin membuatku menunggu? Tck! Apa aku harus naik taksi?",gumam kyuhyun sambil melirik kanan kiri berharap orang suruhan eommanya untuk menjemputnya itu segera datang.

Tap!

Hentakan kaki keras kyuhyun kini benar-benar menandakan betapa jengkelnya ia menunggu."Okay! Finally I wanna go home with taxi! I really missing my wife!",oceh kyuhyun sendiri kini ia baru melangkahkan satu langkah kakinya namun langkah kakinya terhenti.

"Jwisonghamnida Tuan muda, tadi kami mengalami macet yang cukup parah. Mari saya bawakan koper anda",ucap seorang namja berjas hitam pekat yang berhasil berlari menuju kyuhyun.

"Cih! Palli antar aku pulang",ucap kyuhyun acuh lalu meninggalkan koper beserta pria berjas itu.

Brakk!

Kyuhyun menutup tak sabar pintu mobil mewah itu dan menyenderkan kepalanya saat sudah berhasil duduk didalam mobil."Hah~ aku tak menyangka akan selelah ini.",gumam kyuhyun.

"Tuan muda ingin ke kediaman Cho atau ingin mampir ketempat lain?",tanya pria berjas hitam yang kini duduk dikursi sopir.

"Mwoya? Sejak kapan rumah itu menjadi rumahku? Bawa aku ke apartment dan bangunkan aku jika sudah sampai. Aku benar-benar lelah",ucap kyuhyun memerintahkan namja berjas itu.

"Algeupseumnida Tuan muda",ucap namja berjas itu sambil menstarter mobil hitam mewah itu.

"Hah~ gidarilke ming..",lirih kyuhyun sebelum ia benar-benar terlelap dalam dunia mimpinya.

~o0o~

"Tuan muda.. Kita sudah sampai",ucap namja jangkung berjas hitam itu saat mobil mewah itu telah berhenti anggun disebuah gedung apartment yang tidak begitu terlihat mewah.

Kyuhyun merasa sedikit terusik ketika suara namja berjas hitam itu menyapa telinganya. Dengan malas ia membuka kelopak matanya yang terasa berat. Ia melirik keluar jendela dan terkesiap karena ternyata ia sudah sampai diapartmentnya."Ahh, gomawo sudah mengantarku. Sampaikan salamku pada 'ahjumma bawel' dirumah kediaman Cho itu ne?",ucap kyuhyun sambil menunjukkan seringaiannya.

"Ahjumma bawel?",ucap namja berjas itu bingung sambil menaikan salah satu alisnya.

"Hhehe.. Sudah jangan terlalu dipikirkan, aku hanya bercanda",ucap kyuhyun lalu terkekeh.

"Ahh, algeupsemnida.. Apa perlu saya bantu membawa koper anda kedalam?",tawar namja itu.

"Andwae! Eobsoyo, aku masih memiliki kedua tangan. Cukup buka bagasi belakang saja. Aku bisa mengambilnya sendiri",ucap kyuhyun sambil menggenakan ranselnya lalu membuka knop pintu mobil itu.

"Algeupseumnida Tuan..",ucap namja berjas itu lalu menekan tombol yang ada didekat kemudi untuk membuka bagasi. Kyuhyun yang kini memang sudah diluar mobil langsung menuju bagasi belakang lalu menyambar koper biru yang bertengger indah didalam bagasi itu.

Brak!

Kyuhyun menutup bagasi mobil itu. Lalu namja berjas hitam itu keluar dari mobil."Hati-hati dijalan ne?",ucap kyuhyun basa-basi lalu memamerkan senyumnya yang terus merekah sejak membuka mata tadi, hmm... Atau sejak sebelum ia naek pesawat? Entahlah. Namja berjas hitam itu membungkukkan badannya lalu masuk kembali kedalam mobil lalu mulai melajukan mobil itu meninggalkan kyuhyun yang sudah berjalan masuk kedalam gedung 'kebahagian'nya itu.

~o0o~

Teeett teeettt

Bunyi itu terdengar saat kyuhyun berhasil menekan kata sandi untuk membuka pintu rumahnya. Senyum kyuhyun mengembang.

'Dia masih menggunakan tanggal jadian kami',batin kyuhyun.

Ceklek

Kyuhyun perlahan membuka knop pintu itu."Ming~",panggil kyuhyun saat memasukki rumahnya."Ming, kamu di-...",ucapan kyuhyun terhenti saat aroma yang sangat harum menyeruak dalam indra penciumannya. Dengan langkah kaki cepat kyuhyun segera menuju dapur dan jangan lupakan senyuman lebarnya.

"Ming!",upaya kyuhyun untuk mengagetkan sungmin. Namun nihil, ternyata tak ada sungmin didapur. Hanya ada sebuah kertas memo kecil bewarna pink yang menempel didepan kulkas. Kini ulasan diwajah kyuhyun berubah menjadi wajah yang tampak bingung. Dia melangkahkan kaki jenjangnya menuju kulkas dan diambilnya kertas itu. Matanya kekanan kekiri membaca setiap hangeul yang terukir dikertas itu.

'Aigoo, apa uri kyuhyun sudah sampai dirumah sekarang ? :)
Kyuhyun-ah, palli makan makanan yang sudah aku buatkan untukmu. Selagi itu masih hangat, aku keluar sebentar ne? Dan sebelum aku pulang kamu harus menghabiskan makanan itu! Arra?
Bogoshipda kyuhyun-ahh~ naddo saranghae ^^'

Kyuhyun menarik sudut bibirnya hingga memperlihatkan senyuman manisnya. Sangat manis. Ditekuknya kertas memo pink itu lalu dimasukkan kedalam sakunya.

"Cha! Kebetulan aku juga sangat lapar sekarang",gumam kyuhyun. Lalu ia duduk disalah satu kursi meja makan yang memang biasa ia gunakan. Dihadapannya kini tersaji berbagai jenis makanan kesukaannya. Dan yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah mangkuk yang berisi jjajangmyun. Dengan sangat antusias kyuhyun mengaduk-ngaduk mangkuk itu lalu menyuapi kedalam mulutnya.

"Ahh~ mashita! Aku sangat merindukan jjajangmyun buatannya, ini sangat enak",monolog kyuhyun memuji masakan yang kini masuk ke kerongkongannya. Bahkan dia melupakan ransel yang masih menggantung sempurna dipundak lapangnya.

~o0o~

Setelah selesai dengan acara makan-makannya. Ia dengan setia menunggu sungmin hingga hari menjelang senja. Kyuhyun masih saja menunggu sungmin diruang tamu, bahkan tak jarang ia melihat balcon. Berharap ia akan melihat sungmin dari atas sana.

"Aigoo, kemana yeoja itu? Jika aku meneleponnya apa akan mengganggunya? Arrgghhh, ming aku ingin istirahat, tapi kenapa kamu belum pulang juga eoh ? Aku rindu saat-saat kamu mengusap-usap rambutku sebelum tidur",oceh kyuhyun dan bahkan ia merengek bagaikan anak kecil yang tidak dibelikan permen. Akhirnya kyuhyun memutuskan untuk kekamar duluan, karena kini matanya benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Apa sebegitu lelahnya perjalanan hingga ia terus saja mengeluh untuk beristirahat?

Kyuhyun mengedarkan pandangannya kepelosok ruangan bernuansa putih pink itu. Kyuhyun mendudukan dirinya disisi kasur, mengusap lembut sprei kasur itu. Lalu ia mengambil salah satu bantal disana, dipeluknya layaknya memeluk seorang yeoja. Menghirup kuat-kuat aroma bantal itu."Wanginya masih tetap sama, strawberry~",gumam kyuhyun sambil memejamkan matanya. Tak lama kemudian ia membuka kembali matanya dan menajamkan pengelihatan matanya kenakas disebelah tempat tidurnya. Pandangan matanya tertuju pada kotak tipis bewarna pink yang ada diatas nakas itu. Dan dikotak tipis yang biasa disebut ponsel itu terletak sebuah cincin yang sangat kyuhyun tau betul jika itu cincin kramat antara hubungannya dengan sungmin yang sangat pantang untuk dilepaskan. Seketika mata kyuhyun membulat. Dengan perlahan ia mengambil kedua benda itu. Dengan menggunakan jari ditangan kanannya ia mengusap layar ponsel itu. Ternyata saat dinyalakan ponsel itu berada di aplikasi voice recorder. Dengan sentuhan pelan kyuhyun menekan tombol play.

'Hey kyu! Apa kamu sudah menghabiskan makanan yang sudah aku siapkan ? Harus habis ne ?
Kyuhyun-ah, mianhae sebenarnya aku bukan keluar sebentar tapi...
Aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi..
Mianhaeyo, aku benar-benar lelah dan tidak bisa menunggumu lagi.
Aku rasa kamu akan baik-baik saja, karena selama ini kita hidup terpisah dan kita sama-sama baik-baik bukan?
Jadi tak masalah jika aku ingin kita memperpanjang ini kan?
Aku sudah tak sanggup menjalani hidup bersamamu.
Aku tak ingin banyak yang menderita karena hubungan kita kyu.
Aku mohon kamu dapat mengerti itu.
Mian karena tidak bisa menepati janji kita, maka dari itu aku kembalikan cincin ini.
Jangan khawatir kyu, aku tidak membawa barang apapun.
Karena semua barang yang aku miliki itu berasal darimu, dan aku tidak ingin memilikinya lagi.
Lagipula kini aku sudah mendapatkan namja lain yang bisa menerimaku dan bahkan keluarganya menerimaku juga.
Terimakasih selama ini kamu mau menjagaku.
Kyuhyun-ah, aku juga ucapkan chukkae untuk gelar yang kini kamu dapatkan.
Annyeong~"

Kyuhyun hanya terpaku mendengar setiap kata yang terlontar dari rekaman itu. Hatinya begitu mencelos mendengar 'sambutan' dari orang yang benar-benar dirindukannya. Bahkan untuk menangispun tak bisa kyuhyun lakukan. Ia hanya bisa menggenggam erat benda yang ada dikedua genggaman tangannya. Pandangannya kosong menatap keluar. Ia benar-benar terlihat seperti orang yang kehilangan jiwanya.

"Tak ingin melihatku lagi? Lelah menungguku? Baik-baik saja jika berpisah? Bahkan ia memiliki namja lain? Ahh aigoo bichyeoso! Maldo andwae..",ucap kyuhyun pelan sambil menggelengkan kepalanya perlahan berharap yang tadi ia dengar itu hanya ilusi belaka.

Kyuhyun membuka genggaman ditangan kirinya. Dilihatnya benda kecil putih berbentuk lingkaran itu. Kini airmatanya lolos begitu saja, hatinya begitu sakit melihat benda pengikat hubungannya dengan sungmin kini dikembalikan kepadanya dengan begitu mudahnya.

"Apa ia pikir hanya ia yang merasa menderita?! Apa ia tidak bisa menunggu sebentar lagi?! WAEE? Geure! Pergilah sana! Aaaarrrgggghhhhh!",geram kyuhyun lalu mengepalkan kedua genggamannya hingga telapak tangannya jelas-jelas bewarna putih.

Pranggg!

Kyuhyun melempar ponsel pink itu ke dinding beton kamarnya hingga nasib ponsel itu tidak dapat dibayangkan lagi. Kyuhyun terduduk dibawah tempat tidur. Salah satu kakinya ditekuk dan dijadikan sandaran untuk kepalanya. Kini kyuhyun benar-benar meluapkan perasaannya disana. Tangan kirinya masih kuat menggenggam cincin itu.

~ o0o ~

HanKyung Company's Build

"Nyonya siang ini anda akan ada meeting dengan Kepala pimpinan Hyundai Department",ucap seorang namja muda bertubuh subur pada seorang yeoja paruh baya yang selalu ia ikuti kemanapun saat jam kerja terkecuali ke dalam toilet. Langkah kaki yeoja paruh baya itu terhenti, ia berbalik menatap namja bertubuh subur itu."Shin Donghee-ssi, biarkan aku istirahat sebentar ne? Untuk 2 jam kedepan jadwalku kosong bukan? Tinggalkan aku sekarang, aku sedang tidak ingin diganggu. Arra?",ucap yeoja paruh baya itu dengan nada gusar.

"Ye, algeupseumnida Nyonya Cho. Ah iya. Tadi rekan saya yang menjemput Tuan muda menelepon, ia mengatakan Tuan muda sudah sampai diapartment dengan selamat",ucap namja bernama shin donghee itu.

"Ahh ne ~ tolong suruh anak buahku untuk tetap mengawasi anak itu. Jangan biarkan dia kabur. Sudahlah aku ingin istirahat",ucap wanita itu.

"Ye, algeupseumnida Nyonya. Selamat beristirahat",ucap shin donghee lalu ia membungkukkan badannya dan pergi dari sana.

Sedangkan nyonya Cho masuk kedalam ruangannya. Ia menduduki kursi besarnya yang sangat nyaman itu. Ia menyenderkan kepalanya disenderan kursi itu. Mungkin beginilah lelahnya menjadi wakil direktur. Yang mengharuskan ia mengurusi semua masalah perusahaan karena direktur utamanya harus mengurusi cabang kantornya yang berada di Jepang.

Nyonya Cho alias heechul kini memijit keningnya dengan gerakan teratur. Kini pikirannya benar-benar membuatnya pening. Apalagi memikrikan masalah anak semata wayangnya, 'Cho kyuhyun'.

'Apa yang kulakukan ini sudah benar? Dan terbaik?',batin heechul.

"Terbaik?",gumamnya dengan suara pelan."...untukku atau untuk kyuhyun?...",lanjutnya lagi.

T to the B to the C is TBC ...

Mind to RnR ? ^^