FF / I choose to love you (널 사랑하

겠어)/ GS / KYUMIN / Part V

Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya

FB : EmiLy Tinzz Tinee

Twitter : Cristiintin_419

Genre : Romance

Rate : T

Warning : ga sesuai EYD , TYPO , GenderSwitch

Main Cast : KyuMin

Other Cast : always find by ur eyes ^^

Author's Note : Annyeong yeorobun , author gaje kini muncul lagi ini pure MY FF , ini GS ! So kalo ga suka ga usah baca ne ? Don't BASH! Don't COPAS! And so IMPORTANTLY DON'T BE SIDER -Silent Reader- *i really hate it* okey! Cukup celotehannya. Go to story yeorobun ^^

~o0o~

~Flashback on~

"Kyu~",panggil sungmin sambil mendongakan kepalanya yang kini dalam pelukan kyuhyun. Kedua insan ini tengah berada diranjang dan bersiap menuju damainya alam mimpi. Kyuhyun masih saja senantiasa mengusap lembut rambut sungmin yang tergerai indah.

"Eumbb..",dehem kyuhyun menyahuti sungmin.

"Sampai kapan eommamu akan menolakku? Apa aku benar-benar tidak pantas untukmu eoh?",tanya sungmin sambil mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu yang masih terkesan manja.

Chu~

Dengan secepat kilat ia mencuri ciuman dari bibir sungmin."Berhentilah menakuti hal yang sama ming~ sudah kuucapkan berulang kali.. Yeoja yang pantas mendampingiku hanyalah yeoja yang kini berada dihadapanku. Apa jangan-jangan kamu berpikir untuk meninggalkanku eoh?",tebak kyuhyun.

Sungmin menggelengkan kepalanya,"tetapi bisa saja itu yang terbaik untuk kita..",ucap sungmin asal yang membuat kyuhyun kesal setengah mati.

Pletak

Dengan perlahan tapi pasti sakit ia menyentil kening sungmin."Aku harus membuang pikiranmu tentang itu jauh-jauh dari kepalamu. Berani kamu melakukan itu berarti kamu berani siap masuk penjara!",ucap kyuhyun telak yang membuat sungmin menghentikan mengusap keningnya yang baru saja disentil kyuhyun.

"Mwoya? Kenapa harus masuk penjara?",sungmin sangat terlihat bingung dengan pernyataan kyuhyun.

"Ne, karena kamu telah melakukan pembunuhan",ucap kyuhyun lagi.

"Ye?!",sungmin semakin dibuat bingung dengan ucapan-ucapan yang terlontar dari bibir kyuhyun.

Namun kyuhyun tersenyum sendu dan mengusap kembali rambut sungmin."Kalau kamu meninggalkanku sama saja kamu membawa pergi jiwaku. Dan kamu tau bukan kalau raga tanpa jiwa itu sama saja dengan mati. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu ming~",ucap kyuhyun lirih yang justru malah membuat sungmin berdecih santai.

"Sebelum kamu bertemu denganku, kamu masih bisa hidup kyu~ jangan berlebihan",ucap sungmin santai. Namun kyuhyun menggelengkan kepalanya lemah.

"Saat kita bertemu pertama kali, saat itulah kamu berubah menjadi oksigenku, bagaimana bisa seseorang hidup tanpa oksigen eumb?",ucap kyuhyun yang kini sukses membuat sungmin merona.

~Flashback off~

"Saat kamu meninggalkanku ming, saat itulah jiwaku pergi dan aku akan...",ucapan kyuhyun menggantung seiring dengan tatapan kosongnya.

Disisi lain...

"Awwww...",sungmin meringis saat kepingan kaleng tajam saat sungmin membuka minuman kaleng itu menyayat permukaan kulit telunjuknya. Hingga liquid merah kini keluar begitu saja. Sungmin mengerutkan dahinya bingung. Jarinya yang kini berdarah, namun hatinya yang terasa begitu sesak dan sakit.

"Kyu~...",gumamnya.

~ Story Begin ~

Dengan tergesa-gesa Sungmin merogoh tasnya untuk mencari ponsel pinknya. Ia terus menggigit bibir bawahnya demi meredam isakannya. Entah apa yang sebenarnya terjadi tapi seketika perasaannya bergemuruh hebat dan ia merasa harus mengetahui kondisi Kyuhyun sekarang. Berulang kali Sungmin meyakinkan dirinya untuk menghubungi Kyuhyun.

"Ya untuk kali ini saja Min! Ah! Pakai saja private number! Setelah mendengar dia baik-baik saja, kau hanya perlu mematikan kembali teleponnya dan semua baik-baik saja! Ya ya ya seperti itu saja",ucap Sungmin monolog.

"Nomor yang an-.."

Sudah lebih dari sepuluh kali Sungmin mencoba menelepon Kyuhyun namun selalu Lady Operator lah yang kian menyapanya terus. Sungmin menghela nafasnya kasar. Ia benar-benar kalut sekarang, ia harus memastikan Kyuhyun-'nya' baik-baik saja.

"Hikss hikss semoga kau baik-baik saja Kyu~",ucap Sungmin disela tangisannya. Ia menyembunyikan wajahnya yang tengah terisak dibalik kedua telapak tangannya.

~ o0o ~

"Uisa-nim tekanan darah pasien menurun, detak jantungnya juga melemah. Pasien hampir tak sadarkan diri",ucap salah satu suster berbaju putih lengkap dengan masker itu panik.

"Siapkan Defibrilator sekarang! Cek golongan darah pasien dan siapkan pasokan untuk darah pasien",perintah Uisa itu telak. Beberapa suster mulai berlalu-lalang berupaya untuk menolong pasien.

"Dan juga segera hubungi keluarga Cho, beritahu tentang keadaan Cho Kyuhyun-ssi",perintah Uisa itu terakhir sebelum ia benar-benar fokus menolong Kyuhyun. Ya benar Cho Kyuhyun. Namja tampan satu ini memang tengah meregang nyawa dimeja operasi. Baiklah mari kita ulas sedikit kejadian yang bisa membawa Kyuhyun ke Seoul International Hospital.

~ Flashback ~

"Saat kamu meninggalkanku ming, saat itulah jiwaku pergi dan aku akan...",ucapan kyuhyun menggantung seiring dengan tatapan kosongnya.

Karena terlalu kosong bahkan Kyuhyun sampai-sampai tidak menyadari kalau dia sudah melanggar lalu lintas. Dia mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata ditambah ia lawan arah sekarang.

Mungkin kini kendaraan yang tengah lawan arah dengan Kyuhyun juga tidak fokus pada jalanan. Sedang telepon atau membalas pesan singkat mungkin ? Karena keteledoran keduanya kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

CKITTT

PRANGG

Saat bagian depan mobil Kyuhyun membentur keras bagian depan mobil lainnya, Kyuhyun langsung membanting stir sehingga mobilnya harus terhenti karena mobil sport kebanggaannya itu menabrak tiang rambu-rambu lalu lintas.

~ Flashback Off ~

Lampu merah didepan ruang ICU kini sudah mati. Itu artinya operasi yang sudah berjalan selama 3 jam telah selesai.

CEKLEK

Pintu ruangan itu terbuka dan terlihat Uisa tengah meregangkan sedikit ototnya dan ia bersiap memberikan penjelasan pada kerabat atau keluarga pasien yang ia tangani. Kini seorang namja bertubuh tambun dengan tuxedo hitam berdiri dan sedikit membungkukan badannya.

"Bagaimana keadaan Tuan Muda ?",tanya namja itu.

"Apa keluarganya tidak ada yang sempat datang ? Sampai-sampai harus anda Shindong-ssi yang mewakilinya",ucap Uisa itu iba.

"Tuan besar dan Nyonya besar sedang menghadiri pertemuan penting diluar Korea. Jadi tidak mungkin mereka disini sekarang. Jadi ?",jelas dan tanya Shindong pada seseorang berbaju putih itu.

"Hahh~ keterlaluan sekali. Baiklah, Kyuhyun-ssi sudah melewati masa kritisnya. Sebentar lagi ia bisa dipindahkan keruang rawat inap. Mungkin untuk satu minggu kedepan ia harus benar-benar istirahat total. Beberapa tulangnya ada yang retak dan kepalanya terbentuk cukup parah. Setelah ia sadar nanti saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi Kyuhyun-ssi lebih jelas. Baiklah, saya permisi dulu.",jelas Uisa itu panjang lebar. Shindong mengangguk paham dan membungkukan badannya seolah menggiring kepergian Uisa itu.

"Yahh benar juga apa yang diucapkan Uisa, mereka memang keterlaluan",gumam Shindong sambil menatap nanar pintu ICU.

~ o0o ~

Sungmin memandang kosong kearah piringnya. Ia hanya mengaduk-aduk isinya saja tanpa berniat membawa makanan yang masih mengepul dan terlihat lezat itu kedalam mulutnya. Ryeowook dan Eommanya saling berpandangan bingung melihat tingkah Sungmin sekarang. Biasanya yeoja itu yang paling ber'semangat' saat makan namun kali ini ia malah tak mengeluarkan sepatah katapun.

"Sungmin-ah~",panggil Kibum.

Sungmin tersadar dari lamunannya saat ada yang memanggilnya, reflek ia menolehkan kepalanya."Ne Kyuhyun-ah",ucapnya spontan. Namun detik berikutnya ia baru menyadari ia telah salah berucap.

"Jwiseonghaeyo, maksudku eo-eomma. Ah! Sepertinya aku sudah kenyang, tidak apa-apa 'kan jika aku tidur terlebih dahulu ? Aku sangat lelah hari ini",ucap Sungmin seadaanya yang membuat Kibum dan Ryeowook mengangguk paham.

Setelah pamit dengan Kibum dan Ryeowook, Sungmin berjalan gontai menuju kamarnya bersama Ryeowook. Tinggal Kibum dan Ryeowook yang masih terlihat bingung dengan sikap Sungmin.

"Hey, wookie-ah kenapa dengan Sungmin ? Tak biasanya ia seperti ini. Bukankah tadi pagi ia masih semangat untuk melamar pekerjaan ?",ucap Kibum yang benar adanya. Ryeowook menggedikkan bahunya.

"Entahlah eomma, tapi aku yakin ini ada hubungannya dengan Kyuhyun, kekasih Sungmin eonni",ucap Ryeowook yakin.

"Tapi bahkan ia belum memakan masakan eomma. Eomma jadi sedih",ucap Kibum galau.

"Sudahlah eomma , jangan berlebihan. Sungmin eonni mungkin sedang ingin sendiri sekarang. Apa aku perlu tidur dengan eomma dan appa saja ?",ucap Ryeowook polos. Kibum membulatkan matanya saat mendengar ucapan Ryeowook.

"Mwo? Neo mothae!(Apa? Kamu tidak bisa!)",ucap Kibum agak teriak.

"Wae ? Naega mothae waeyo eomma ?",ucap Ryeowook manja.

Kibum menyeringai,"ya tidak masalah sih kalau kau mau tidur diiringi dengan d-desahan eomma mungkin ?",ucap Kibum frontal yang membuat Ryeowook sweat drop seketika.

"Yak! Eomma mesum!"

~ o0o ~

CEKLEK

Ryeowook membuka pintu kamar dan menutupnya kembali dengan perlahan. Ia melihat Sungmin sudah berbaring pada kasurnya dengan posisi membelakanginya. Langkah kaki kecil Ryeowook membawanya mendekati kasur. Dengan hati-hati ia menaiki kasurnya dan memeluk Sungmin dari belakang.

"Eonni.. Kita saudara bukan ? Jangan pendam masalahmu sendiri saja.. Kalau begitu, gunanya aku dan yang lain disini apa ?",lirih Ryeowook. Ia yakin Sungmin belum tidur. Dan benar saja tubuh Sungmin yang kian bergetar dan terdengar isakan kecil yang lolos menandakan dengan jelas bahwa yeoja imut itu belum memasukki alam mimpi.

Dengan perlahan Sungmin membalikan tubuhnya dan membalas pelukan Ryeowook.

"Aku merindukan Kyuhyun wookie-ah, hikss hikss.. Aku mengkhawatirkannya, aku tak tahu kenapa tapi hatiku tidak tenang wookie",jelas Sungmin disela tangisannya. Ryeowook yang mendengar itu langsung mengusap punggung Sungmin dengan lembut.

"Kenapa tidak mencoba menghubunginya eoh?",tanya Ryeowook.

"Sudah, tapi..tapi...ponselnya tidak bisa dihubungi, aku harus bagaimana wookie? Hikss hikss",

"Kita ke Seoul, eotte ?",saran Ryeowook yang membuat Sungmin langsung melepas pelukannya dan menggeleng kuat.

"Tidak bisa! Eomma Kyuhyun akan marah besar kalau sampai aku memunculkan wajahku didepan Kyuhyun lagi",lirih Sungmin. Ryeowook mengangguk paham.

'Jadi ini alasannya Sungmin meninggalkan Kyuhyun ?',batin Ryeowook.

"Tapi kalau terus begini, kau akan terus membuat Kyuhyun salah paham. Ada baiknya kau menceritakan semuanya pada Kyuhyun dan mencari jalan keluarnya bersama",saran Ryeowook -lagi-.

Sungmin menggelengkan kepalanya lemah,"Aku tidak bisa melakukan itu wookie, kalau aku menceritakan pada Kyuhyun besar kemungkinannya ia akan kembali bertengkar dengan eommanya dan mungkin ia malah membawaku kawin lari! Shirreo!",ucap Sungmin.

"Tapi kalau begini hubungan kalian berdualah yang jadi korban!",ucap Ryeowook gemas.

"Bukankah jodoh tidak akan tertukar ? Kalau Kyuhyun memang jodohku pasti ada jalan untuk kami nanti",ucap Sungmin telak.

"Aishh, terserah kau saja! Lebih baik sekarang kau tidur ne ? Kau bilang kau besok mulai kerja 'kan ?",ucap Ryeowook yang dibalas anggukan Sungmin. Tak lama kemudian keduanya mulai terlelap.

~ o0o ~

"Kau habis menangis ya semalam ?",ucapan Henry membuat Sungmin tersentak lamunannya. Dengan cepat ia menyembunyikan wajahnya. Henry mendekati meja Sungmin yang memang satu ruangan dengannya. Dengan lembut ia menyentuh dagu Sungmin dan mengangkatnya.

"Kau menangis ?",tanya Henry lagi.

Sungmin masih belum berani menatap Henry langsung."Jwisonghamnida sajangnim, saya sudah mencoba mengkompresnya tadi pagi, tapi masih saja berbekas.",jelas Sungmin.

"Bukannya saya sudah bilang sebelumnya, jangan panggil saya sajang-..",ucapan Henry dengan cepat terpotong dan juga Sungmin menghindari Henry hingga dagunya kini sudah tak tersentuh jemari henry.

"Maaf, Anda adalah atasan saya. Saya hanya mengikuti peraturan yang ada, tidak sopan juga bila saya menggunakan bahasa informal dengan atasan saya. Jika anda merasa terganggu saya akan mengkompres ulang lagi mata saya",baru saja Sungmin ingin beranjak namun tangan Henry menahannya.

"Tidak perlu, kita harus bersiap-siap sekarang. Kita ke Seoul",ucap Henry yang membuat mata Sungmin membulat.

"Ne? Seoul ?",tanya Sungmin tak percaya.

"Ya, kita akan ke Seoul. Kemarin malam Direktur di Kantor pusat di Seoul mengalami kecelakaan, jadi kita dapat sedikit pekerjaan di kantor pusat selama satu minggu kedepan. Kau kan Assisten-ku jadi kau harus ikut",jelas Henry yang membuat Sungmin terpaku.

DEG

'Apa yang kau pikirkan Ming! Itu bukan Kyuhyun yang kecelakaan kenapa hatimu yang sakit?',batin Sungmin.

"Hey, Lee Sungmin-ssi",panggil Henry yang membuat Sungmin tersadar dari lamunannya.

"Ye? Apa anda mengucapkan sesuatu ?",tanya Sungmin tak enak.

"Ani, tidak apa-apa 'kan kalau kita ke Seoul selama satu minggu ?",tanya Henry.

Sungmin menggeleng,"ini sudah menjadi tugasku 'kan ? Tentu saja tidak masalah. Kapan kita akan berangkat ke Seoul ?",tanya Sungmin.

"Sekarang, kau bisa menghubungi keluargamu dulu",ucap Henry.

"Sekarang ? Apa tidak terlalu terburu-buru ? Lagipula aku belum membawa barang-barangku",ucap Sungmin yang membuat Henry geleng-geleng.

"Kita akan menjenguk Direktur dulu, dan kau tidak perlu membawa apapun karena semua sudah disiapkan oleh perusahaan.",ucap Henry telak.

~ o0o ~

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam kini mereka berdua -Henry dan Sungmin- sudah sampai di Seoul International Hospital. Setelah dipandu oleh salah satu orang Suster kini keduanya sudah sampai didepan sebuah ruangan VIP dengan nama jelas yang tertera dipintu itu '조 규 현'. Tubuh Sungmin mematung didepan ruangan itu. Henry sudah mengetuk pintunya terlebih dahulu dan dengan hati-hati ia membuka pintu geser itu.

"Annyeonghaseyo Cho sajangnim~",sapa Henry yang memang sudah masuk terlebih dahulu. Karena Sungmin tak kunjung menyusul, Henry menolehkan kepalanya kebelakang. Dilihatnya Sungmin masih mematung didepan.

"Hey, Lee Sungmin-ssi palli masuk!",ucap Henry agak berbisik namun cukup untuk menyadarkan Sungmin.

"Ah i-iya",ucap Sungmin gugup. Bahkan ia sangat gugup. Ternyata perasaannya tidak enak itu benar-benar nyata! Kyuhyun memang mengalami kecelakaan. Dengan perlahan ia memasuki ruang rawat itu. Dapat ia lihat namja yang benar-benar ia rindukan kini tengah duduk diatas tempat tidur ditemani dengan laptopnya. Dan jangan lupakan ia menatap Henry dan Sungmin dengan pandangan datar. Eh? Datar ? Iya! Betul, tidak salah lagi. Namja bernama Kyuhyun itu menatap Henry dan Sungmin datar!

"A-annyeong",sapa Sungmin. Kyuhyun menautkan alisnya bingung. Ia menatap Sungmin masih dengan datar.

"Sungmin-ssi! Gunakan bahasa formal!",tegur Henry.

"Jwisonghamnida, annyeonghaseyo sajangnim",ucap Sungmin gugup sambil membungkukan tubuhnya.

"Maaf kami mengganggu istirahat anda. Saya Henry Kepala Kantor Cabang perusahaan anda di Mokpo dan ini assisten saya, Lee Sungmin",jelas henry yang membuat Kyuhyun mengangguk paham.

'Kenapa reaksi Kyuhyun melihatku sepertinya biasa saja ?',batin Sungmin.

"Apa keadaan anda baik-baik saja ?",tanya Sungmin yang sangat jelas dengan nada khawatir.

Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin,"Ya lumayan, walaupun kepalaku masih sedikit sakit. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku Lee Sungmin-ssi"

DEG

'Kyuhyun-ku tak pernah memanggilku seperti itu, ada apa sebenarnya ?',batin Sungmin.

SRETT

"Kyuhyun-ah mianhae eom-...",ucapan Yeoja paruh baya itu terhenti diambang pintu saat melihat Sungmin ada diruangan yang sama dengan putranya.

"Yak! Apa yang kau lakukan disini eoh ?",ucap eomma Kyuhyun kalap. Namun dengan sigap Henry melindungi Sungmin dibalik punggungnya.

"Maaf Nyonya, dia adalah Assistenku",ucap Henry.

"Eomma, kau berlebihan. Memangnya kau mengenal...siapa namamu tadi? Ah! Lee Sungmin-ssi?",ucap Kyuhyun yang membuat Sungmin dan Eommanya menatap tak percaya.

"Kau benar-benar tidak tahu siapa aku ?",tanya Sungmin tak percaya. Demi Tuhan ia menahan air mata yang sudah menumpuk dipelupuk matanya.

"Apa kita pernah kenal sebelumnya ?",tanya Kyuhyun masih dengan tampang yang memang ia pasang datar sejak tadi.

"A-aniya! Kalian tidak saling mengenal! Ya! Tidak saling mengenal, eomma hanya panik saja melihat 'orang asing' yang berkeliaran disekitarmu",ucap Eomma Kyuhyun menyindir Sungmin.

"J-jwisonghamnida, saya permisi dulu",pamit Sungmin langsung keluar dari ruangan itu tanpa memperdulikan Henry.

Hatinya begitu sesak sekarang. Ia tidak kuat untuk lebih lama lagi berada diruangan itu.

'Sebenarnya ada apa denganmu Kyu ?',batin Sungmin.

~ o0o ~

Setelah menenangkan diri di koridor sepi rumah sakit itu, Sungmin beranjak menuju bagian informasi. Ia ingin menemui dokter yang menangani Kyuhyun. Kini ia sudah didepan ruangan Dokter Jung, dokter yang menangani Kyuhyun.

Baru saja ia ingin menegtuk pintu itu, namun ternyata pintu itu terbuka. Terlihat Eomma Kyuhyun tengah berbicara dengan Dokter Jung. Sungmin mencoba mendengarkana apa yang tengah mereka perbincangkan.

"Kau bilang Kyuhyun baik-baik saja, tapi kenapa sekarang dia bisa amnesia begitu ?",tanya heechul gemas.

"Hmmm, sabar chullie. Memang seharusnya tidak ada masalah dengan Kyuhyun. Buktinya ia masih mengingat kita semua 'kan ?",heechul mengangguk.

"Lalu bagaimana bisa Kyuhyun tidak ingat dengan si Sungmin itu?",tanya Heechul lagi.

"Mungkin saat ia mengalami kecelakaan, Sungmin-lah yang memenuhi kepalanya. Bisa jadi memori di otaknya seolah mengunci segala sesuatu tentang Sungmin. Jadi sebenarnya bukan amnesia melainkan alam bawah sadar Kyuhyun-lah yang mengunci semua memori itu dalam-dalam",jelas Dokter Jung yang membuat Sungmin membekap mulutnya untuk meredam isakannya.

'Jadi Kyuhyun-lah yang melupakanku ?',batin Sungmin.

TBC

Setelah sekian lama tidak melanjutkan FF ini, akhirnya bisa publish juga.

Maaf yaa kalo updatenya basi banget.

Smoga masih ada yang nunggu FF ini deh ^^

Ditunggu komennya ya :D