FF RED EYE CHAPTER 3
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
START !
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
'Ya para peserta Blood Selection tahun ini, dipersilahkan untuk pergi ke lapangan. 1 setengah jam lagi pelaksanaan Red Eye. Terima kasih' suara Jung seongsaengnim terdengar di kamar Kyungsoo dan segera pergi ke lapangan.
"Kyungsoo – ya, jika kita kalah dalam pertarungan Red Eye ini, kita akan menolong satu sama lain, kan ?"Luhan memulai pembicaraan dengan Kyungsoo setelah berjalan cukup lamaaaaa
"Yeapss . Dan jika salah satu diantara kita menghilang dan tidak ditemukaaan, kita akan mencarinya !"kyungsoo tersenyum memamerkan bibirnya yang berbentuk hati jika tersenyum.
"Kalau dipastikan meninggal bagaimana ?"luhan bertanya sambil melihat lantai.
"Luhan hyung sejak kapan kau menjadi pesimis seperti ini eoh ?"
"Entahlah. Aku hanya takut"
"Hm, aku juga"Kyungsoo berkata sambil menghadap lurus kedepan.
"Hah ?Tapi kau kelihatan biasa saja"
"Aku menyembunyikannya. Aku menyemangati hyung karena tak ingin hyung bertambah sedih. Jika aku sedih, lalu siapa yang akan menghibur kalian, ?" Kyungsoo menatap luhan dengan tatapan datar.
"Dongsaeng baik"Luhan memeluk kyungsoo dengan sayang. Kagum terhadap kyungsoo yang bersikap begitu dewasa. Sedangkan dia merasa bahwa dirinya tak pantas disebut hyung.
"Luhan hyung juga hyung yang baik untukku dan baekhyun."kyungsoo membalas pelukan luhan.
"Eh ?"
"Ne luhan hyung, aku tau yang kau pikirkan. Aku dapat membaca pikiran orang. Apa kau lupa ?"Kyungsoo melepas pelukannya dengan luhan karena mereka sudah sampai di lapangan.
"Seingatku kau hanya punya kekuatan untuk membuat bencana alam, sejak kapan ?"Luhan memiringkan kepalanya bingung.
"Tak tahu. Kekuatan itu datang sendiri."Kyungsoo segera berjalan karena melihat Jang seongsaengnim menatap mereka dengan kesal.
"Mianhae seongsaengnim." Luhan dan kyungsoo membungkukan badannya
"Kenapa kalian telat, kami hampir memulai acaranya tanpa kalian"Jang seongsaengnim marah
"Sudah mulai saja" Jung seongsaengnim datang dan membela luhan kyungsoo
'untung saja'batin luhan.
"Kita akan memulai red eye tahun ini. Sebelum itu, andalkan logika kalian. Gunakan kekuatan kalian masing masing, luhan, kyungsoo, chanyeol dan baekhyun berjuanglah. Kami pergi."jang seongsaengnim menarik jung seongsaengnim menjauh.
"Baekhyun, chanyeol kalian juga punya kekuatan ?"luhan bertanya ditengah tengah redeye.
Baekhyun dan chanyeol mengangguk
"Aku memiliki kekuatan cahaya ."Sahut baekhyun.
"Dan chanyeol memiliki kekuatan api" chanyeol mengangguk mendengarnya.
"Oh, kalau aku memiliki kekuatan telekinesis, memindahkan barang dengan pikiran. Aku juga dapat menghancurkan barang itu."jelas luhan.
"Aku kekuatan membaca pikiran dan kekuatan untuk menimbulkan dan meredakan bencana alam (kalo gasalah, wks)" Kyungsoo menjelaskan juga.
"Baiklah mari kita berjuang bersama sama !"Chanyeol menunjukkan senyum sumringahnya.
"Ne. semoga kita selamat !"Baekhyun berjalan duluan sambil menarik lengan chanyeol
KRASAK KRUSUK KRASAK
"Uh suara apa itu ?" Baekhyun mulai merinding
"Ssst …." Kyungsoo menenangkan.
"Kalo mau nyerang yang gentle dong." Seru luhan dari tempatnya..
"Haha, tak perlu kau suruh aku sudah dibelakangmu" tiba tiba luhan mendengar dibelakangnya ada hembusan nafas seseorang.
Luhan menengok dan…..Muncullah 2 sosok bertubuh tinggi tegap dengan wajah yang sangat…. Tampan. Yang satu berkulit tan dan satunya milky skin albino.
Mata luhan terkunci terhadap maklukh berkulit albino itu, dia serasa dibekukan dengan tatapan sedingin es tersebut. Sebut saja luhan gila, tapi sosok didepannya begitu memesona *-*
"Luhan hyung ! Apayang kau lakukan ?"Chanyeol bersiap dengan api di tangannya
"Stop. Biar aku yang bicara pada mereka. Jangan sakiti mereka."Luhan segera maju ke depan dan berbicara dengan sosok tan itu perlahan
"Em, annyeong, apakah anda berasal dari sini ?"Tanya luhan hati hati.
"Ne, aku Kai, dan dia sehun."Maklukh berkulit tan itu mentatap luhan dengan datar, begitu juga dengan maklukh albino disebelahnya
"Bagus kalau begitu, apakah kalian tahu dimana persembunyian EXOest ?"Kyungsoo yang dari tadi diam menenangkan baekhyun mulai keluar dari perssembunyiannya dan baekhyun.
"…."
"Hei,"Kyungsoo melambaikan tangannya didepan muka kai yang tercengang dengan begitu tidak elitnya.
"…"
DUM GRATAK KRASAK KRUSUK *apaini
Bisa ditebak bahwa kyungsoo membuat tanah ini bergetar karena merasa tidak dihiraukan dengan maklukh bernama kai di depannya.
"KYUNGSOO ! HENTIKAN !"Luhan meneriaki kyungsoo yang sudah panas. Sementara kyungsoo dengan tidak merasa bersalah menghentikan aksinya dengan muka datar dan berkata…
"Waeyo luhan hyung ?"
"Eh, apa tadi kau bertanya padaku ?"Kai langsung memotong pembicaraan kyungsoo dan luhan yang … well, kau bisa menebaknya,.
"Kau tau dimana letak persembunyian EXOest ?" Chanyeol maju kedepan.
"Kami EXOest."
DEG
Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo langsung tercengang mendengarnya, tidak perlu kuberitahu, Luhan ? Dia sangat sangat kaget bahwa sosok albino itu sedang menatapnya sambil mengeluarkan smirk yang…. Menggoda, atau mengerikan, tak jelas lah, pokoknya dia sangat kaget
"Tapi kami tidak makan darah sembarangan orang, ingat ?"Kai kembali menjelaskan.
"Biar kutebak kalian para peserta Red Eye kan ?"
"Ya, dan kau pasti tau tujuan kami"Baekhyun menjawab.
"Sepertinya kalian akan kalah, kau, namja cantik, lihatlah kebelakangmu." Kai menunjuk Luhan yang mendadak merinding. Luhan menengok kebelakang dan, melihat wajah es itu lagi, kali ini dengan seringaian yang lebih mengerikan. Tapi tetap saja luhan terpesona melihatnya.
"Kalian pasti tau, jika seorang EXOest menghisap darah kalian maka kalian akan menjadi Blood Selection untuk EXOest tersebut, darah kalian akan menyatu dengan darah mereka jika mereka menghisap darah kalian."Kai melirik Kyungsoo sambil menyeringai.
Sementara Kyungsoo ? Menatap kai dengan wajah datar, seolah tak takut. Kalau mau ia dapat mengguncangkan tanah ini dengan kekuatannya.
"jangan mendekatiku, jika tak ingin terluka, Kai."Kyungsoo memperingatkan.
"Apa ? Coba saja, BABY ."
DEG.
Perlu kalian tahu kyungsoo sangat sensitive dengan kata kata baby. Apalagi dipanggil oleh orang yang baru dikenalnya. Dia benci itu.
"Well, kau melakukan kesalahan besar, kai."Kyungsoo mulai menggerakan tanah tanah hingga bergetar hebat.
Sehun sudah menghisap darah di leher luhan dari tadi -_- dan parahnya luhan hanya bengong membeku. Juga tidak ada yang menyadari hal itu. Bahkan BaekYeol pun yang dari tadi bengong, mencoba mencerna semua hal tidak menyadarinya. Benar benar mereka semua telmi -_-
Baiklah, sehun sudah melepaskan taringnya, dan pipi Luhan memerah sempurna, tidak, hanya untuk sesaat setelah ia melihat Kyungsoo mengguncangkan tanah didekatnya dan kai. Luhan berlari mendekati kyungsoo dan segera memfokuskan dirinya untuk mengendalikan kyungsoo.
Tak lama kemudian, Kyungsoo sudah tenang dan kai menunjukkan senyum kemenangannya -_-
MALAM TIBA ~
"Kai, Sehun. Kalian tidak pulang ke tempat kalian ?"Tanya Baekhyun setelah bercakap cakap dengan Kai dan Sehun. Tidak lebih tepatnya hanya kai karena daritadi Sehun sibuk menghisap darah luhan dan menjawab pertanyaan pertanyaan luhan.
"Apa ? Pulang ? Tidak, kami sedang kesal di istana."Kai menjawab datar
"Istana ? Oh, jadi EXOest tinggal di istana."Baekhyun mangguk mangguk sambil memainkan rambut chanyeol yang tertidur di pahanya.
"Tidak, tidak semua. Kami anak dari Raja EXOest, Kyuhyun dan Ratu EXOest, Sungmin."
" Ahh, ok aku mengerti. Bytheway, maklukh albino itu.. sudah menjadikan luhan blood selectionnya ?"Kata Kyungsoo yang tiba tiba datang setelah memasak sosis untuk mereka.
Kai menengok ke sehun yang masih sibuk dengan darah luhan, dan luhan mengerang kesakitan, juga sekali sekali luhan menjitak kepala sehun dengan tidak elit .
"Kelihatannya seperti itu, ohya, temanmu luhan itu pintar juga berteman dengan sehun. Selama ini sehun belum pernah akrab seperti itu dengan orang. Dia selalu membalas omongan semua orang dengan muka datarnya. Rasanya ingin sekali kuberaki muka datarnya itu dan kukatakan, "Eat that shit !" Tapi itu tak mungkin karena kami saudara dan aku kakaknya. Bisa bisa aku dibakar oleh eomma appa -_-"
"Oh jadi begitu. Berakilah mukaku yang tampan ini jika kau bisa, temsek."Kata Sehun yang tiba tiba datang dengan smirknya
"MWOYA ?! TEMSEK ? WTF ! PERSETAN DENGAN EOMMA APPA, KAU !"Kai berteriak teriak gak woles /?
"Waeyo, temsek hyung ?Kau marah?"Sehun kembali mengeluarkan smirknya yang sudah menjadi kebanggaannya.
"ERRRRR AWAS KAU OHSEHUN !" Kai mulai mendekati sehun dengan tidak woles
"HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN JANGAN GANGGU TIDURKU !"Chanyeol bangun dan berteriak dengan suara bassnya.
"Benar, kalian menghancurkan moodku untuk memakan sosis enak ini" Luhan meletakkan sosisnya ke tangan kai dan mulai masuk ke tenda untuk tidur
Dalem tenda
"Moodku rusak sudah karena maklukh hitam kelam itu"Luhan mempoutkan bibirnya tak sadar ada yang menahan untuk tidak menghisap darahnya sekarang juga -_-
"Hm, sepertinya kau perlu makan sekarang atau kau bisa mati kehabisan darah"
"Ohoh kau mengagetkanku sehun – ah"
"Aku tak sabar mencicipi darahmu (LAGI)"
"AH TIDAK SEKARANG LEHERKU SUDAH KERAM KARNAMU, KAU SUDAH MENGHISAP DARAHKU SECARA PAKSA 11 KALI HARI INI !"Luhan menutupi tubuhnya dengan sleeping bagnya buruburu
"Ayolah biar genap 12"Sehun menarik narik sleeping bag luhan secara ga woles.
"Tidak tidak sudah cukup. Lagipula aku sudah pusing kehilangan banyak darah hari ini !"
"Ayolah"
"Tidak"
"Harus mau"
"Tidak"
"Lu ge~ ayolah" sehun menarik sleeping bag luhan sampai sobek ._.a
"Oh sehun, apalagi ini" Kata luhan mendadak bangun dan tidak menyadari sehun ada didepannya dan….
Wajahnya mereka memerah. Tidak, wajah luhan doang sebenernya.
"Izinkan aku menghisap darahmu atau aku akan menciummu"
.
.
.
..
..
.
..
.
.
..
.
.
TBC
