Red Eye Chapter 4
START
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Yaa apa apaan itu"luhan mempoutkan bibirnya kesal.
CUP
BLUSH
"HAHAHAHA seharusnya kau lihat wajahmu lu, memerah seperti kepiting rebus hanya karena kecupan singkat"sehun tertawa guling guling disamping badan luhan.
"Y-yaa itu kecupan pertamakuu ! kau telah merebutnya huweeeeeeeeee"luhan merengek gajelas yang dibalas dengan pokerface sehun
"Aku memang hebat berhasil merebut kecupan pertama namja cantik sepertimu lulu hyung"ucapnya sambil tertidur disamping luhan.
"Hft dasar nobita kedua, gasampe 3 detik udah tidur"kata luhan sambil memukul lengan sehun sedikit, kemudian senyuman mulai terukir di bibirnya, senyuman tipis tapi maknanya besar. Yampon puitis sekali kata katamu hari ini lu
'pabbo sehunnie, tidak apa jika kau yang memiliki bibirku, aku sangat sangat senang sehun ah, goodnight ne jangan lupa memimpikanku' gumam luhan lalu tertidur.
Tentu saja tanpa sadar ada yang memperhatikannya
"Lulu hyung, aku tidak akan membiarkanmu bersama maklukh itu. Tidak akan, kecuali jika itu membuatmu bahagia, tapi sebelumnya kami harus memastikan kalau dia baik untukmu."gumam seseorang sambil berlalu pergi.
"Eh, kyungsoo, sedang apa disini ? bukankah kau tadi sedang ngobrol dengan chanyeol dan baekhyun ?"tanya kai yang tiba tiba datang mengagetkan kyungsoo.
"Oh, aku sedang mengecek luhan hyung, ternyata ia sedang tidur bersama sehun"kyungsoo menjawab enteng
"Kau sangat tidak sopan kyungsoo, seharusnya kau melihat muka orang yang kau ajak bicara."kai membalikkan tubuh kyungsoo secara paksa untuk menghadapnya."
"Kau begitu kasar denganku, kenapa aku harus bersikap sopan kepadamu"kyungsoo masih mempertahankan pokerfacenya itu.
Kai segera memeluk tubuh kyungsoo, kyungsoo membalakan matanya namun seakan diubah menjadi batu. Jika ia mau dia bias mengguncangkan tanah ini tapi hatinya melarangnya. Hati dan otaknya seakan lumpuh sesaat. Ia merasakan rasa hangat yang menyelimuti tubuhnya bahkan sampai ke hatinya.
"Kyungsoo, aku mohon jangan seperti ini padaku, aku tau kau tidak begini, cobalah bersikap lembut pada orang selain chanyeol luhan dan baekhyun hyung."Kai melepaskan pelukannya dan memandang kyungsoo sebentar, makin lama makin terhapus jarak diantara mereka dan… mereka berciuman. Tidak ada lumatan, hanya kehangatan yang menjalar ketubuh masing masing.
Kegiatan tersebut berlangsung lama, ciuman lembut tanpa nafsu sedikit pun, hanya ada kehangatan dan suatu rasa yang sulit dimengerti, tapi sayang kai melepaskan tautan tersebut membuat kyungsoo kecewa.
Kyungsoo POV.
Aku selesai mengecek luhan hyung, aku sebenarnya kaget saat membaca pikiran luhan hyung, tapi aku sadar bahwa yang dikatakan luhan hyung itu tulus, aku dapat melihat sorot matanya yang begitu lembut pada sehun.
Itu membuatku tanpa sadar tersenyum, dan tiba tiba saat aku ingin beranjak pergi, kai sudah ada didepanku.
Dia mengatakan sesuatu yang tidak dapat kumengerti, tapi kujawab saja dengan pokerfaceku. Kalian tau ? kai memelukku. Rasanya hangat, aku dapat merasakan rasa hangat tersebut menjalar ketubuhku. Aku merasa enggan menuntaskan pelukan ini, rasanya nyaman. Aku ingin terus seperti ini. Eh ? tunggu, kau gila kyung, kau baru bertemu dengan maklukh ini. Dan kau sudah begini ?
Dia melepaskan pelukan ini, ada rasa kecewa didalam hatiku sejujurnya. Tapi ia masih menatapku, dan jarak diantara kami terhapus dan, bibirnya menyentuh bibirku. Oh dia menciumku, aku merasa senang sekaligus kaget, rasa nyaman dan hangat itu masih ada didalam tubuhku. Tidak tau apa yang salah dengan tubuhku, aku serasa nyaman berada didekatnya, hft, biarlah perasaan yang tidak kumengerti ini terus berkembang, sampai suatu saat perasaan ini menghilang tanpa diketahui kai. Kami juga tidak mungkin bersatu, aku manusia dia exoest. Musuh kota kami. Maafkan aku kai maafkan aku, aku harus terus seperti ini kepadamu. Hh….
PAGINYA
Kyungsoo bertemu kai untuk yang kesekian kalinya dalam waktu yang tidak tepat. Setelah kejadian kemarin ketidak pedulian kyungsoo terhadap kai makin menjadi jadi, sebenarnya kyungsoo juga tidak tega melakukan ini tapi apa daya, perasaan kyungsoo harus di hentikan. Perasaan macam ini hanya akan berakhir dengan miris. Hubungan yang sama sekali tidak akan di setujui oleh semua teman teman mereka kecuali luhan mungkin, karena luhan hyungnya sudah jatuh kedalam pesona sesosok Oh Sehun.
"pagi, maaf membuat kalian menungguku untuk sarapan"suara seseorang membuyarkan lamunan kyungsoo yang sedari tadi hanya menaruh dagunya pada kedua telapak tangannya.
"ah tidak apa apa, kita juga belum mau sarapan kok"kata luhan memaklumi
"lagipula kita mau makan apa ? Kyungsoo saja belum mulai memasak"sahut baekhyun.
"kyungsoo ~ buatkan kami makaannann"kata chanyeol memegangi perutnya dengan wajah dibuat semelas mungkin. Tapi aktingnya sangat gagal karena suaranya yang begitu nge bass ): #chanyeolrapopo
"oh ne, maaf ga nyadar udah pada kumpul hehe"kata kyungsoo dengan cengirannya, membuat semua orang disana memutarkan bola mata malas, kecuali kai dan sehun tentunya
"jadi pada mau makan apa nih ?"kata kyungsoo menatap satu persatu orang orang disana kecuali kai, ia masih terlalu canggung untuk memandang kai.
Kai melihat itu, kai melihat semuanya. Ada terbesit rasa kecewa dan hatinya pun berdenyut sakit, namun ia mengerti. 'karena perlakuannya semalam mungkin', batinnya.
"Roti bakar" – baekhyun
"Sandwich" – chanyeol
"susu dan roti bakar" – luhan
"darah luhan" – sehun
PLAKKK
dan 4 pukulan mendarat di kepala sehun. Namun maklukh albino itu tetap saja kebal, walaupun saat luhan memukul kepalanya sehun langsung meringis sakit, tapi sebenarnya itu tidak sakit /loh
"disar, jangan mentang mentang darahku sudah sangat manis di mulutmu kau bisa seenaknya menghisap darahku setiap hari !"luhan menendang tulang kering sehun. Sehun mengaduh karena demi ini sakit sekali.
'kecil kecil tenaga kuda' batin sehun.
"karena yang paling simple dan bikin kenyang itu roti bakar dan susu, kita akan makan itu"kata kyungsoo sambil menyiapkan 2 kotak susu 2L yang sudah disiapkan saat ingin pergi dan 7 roti bakar yang sudah diolesi selai.
15 menit kemudian
"sudah jadi, ayo kita makan"ujar kyungsoo tepat setelah perut chanyeol merengek minta diisi.
"haaahh akhirnya aku bisa mengisi cacing perutku yang sudah menggeliat dari tadi" ujar baekhyun melahap roti bakarnya dengan beringas.
"luhan hyung, ohsehun, kimjongin, chanchan ini roti dan susu kalian"kata kyungsoo yang rada cepat saat menyebutkan nama ohsehun dan kimjongin, entah kenapa ia jadi gugup setelah melihat pikiran luhan hyung dan kejadian kemarin malam.
"yaa kyungsoo jangan memanggilku dengan sebutan itu"rengek chanyeol dengan suara bassnya yang sangat terdengar –ehm- menjijikan
"ah ayolah aku baru saja ingin memasukan sarapanku kedalam mulut tapi aku ingin mengeluarkannya lagi"kata luhan dengan nada memelas yang menurut sehun sangat –ehm- menggemaskan
"lulu ge ~"
Awalnya luhan kaget siapa yang memanggilnya seperti itu, tapi setelah ia menghadap ke sampingnya ia tau, orang yang sedang melakukan aegyo, dengan wajah yang sangat sangat failed tapi ga failed juga sih /apa.
"ne sehunnie ?"balas luhan dengan senyum yang dibuat buat. Tau apa yang akan dikatakan sehun
"ayo kita ke tenda"dengan senyum pula sehun membalas kata kata luhan
DEG.
Tidak separah yang luhan katakan, luhan langsung menaruh gelas susunya dan roti bakarnya, serta mengambil gelas susu sehun dan roti bakar sehun, dan menaruhnya di piring.
"ne, ayo"kata luhan dengan senyum manisnya. Sehun sempat kaget, terlebih lagi luhan yang langsung menggandeng tangannya.
Semua mata disana terbengong bengong.
Saat sehun sudah membalas genggaman tangan luhan, luhan langsung menjalankan misinya yaitu mendorong sehun kedepan dan menendang pantat sehun. Dan misi itu berhasil, sehun yang sangat kaget langsung terjatuh ke tanah.
"sehunnie, tahu apa yang akan kulakukan lagi jika kau mengajakku ketenda secara terang terangan ?"
"apa hyung ?"
Luhan mengarahkan jari telunjuknya ke leher lalu menggerakannya yang berarti 'mati'.
"memang kau bisa hidup tanpaku ?"kata sehun yang sudah bangkit lalu mengeluarkan smirknya.
Acara sarapan mereka pun tertunda, semua sibuk memerhatikan pasangan hunhan. Tapi hunhan terus melakukan perdebatan
BLUSH
Kata kata sehun sukses membuat luhan memblushing, sehun menyeringai puas melihatnya.
"sudah kuduga kau jatuh cinta padaku"kata sehun. Luhan sudah malu, dia segera berjalan kearah sehun. Merasakan aura yang kurang baik, sehun langsung berlari kedalam tenda dan luhan mengejarnya. Untung tenda itu dari busa jika tidak tenda malang itu mungkin sudah sobek, karena luhan memukulnya, menendangnya dan mencakar cakar tenda malang itu berharap dapat terbuka. Seketika disana terdengar suara tawa yang sangat keras, dapat ditebak itu suara tawa teman teman luhan yang durhaka, luhan hanya dapat menahan malu dibuatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
