Author note :

Chap 2 update...

Disclaimer : Naruto and Harry Potter bukan milik saya

Story : The Dark Mage © Wildan no Arashi

Pair : Naruto x ?

Rate : T

Genre : Adventure, Friendship, and sedikit Romance

Warning : AU, OOC, OC, abal, gaje, typo, dan sebagainya...

Ok.. enjoy the story..

Naruto saat ini sedang berjalan kearah tempat rintangan kedua dilaksanakan, yaitu Danau Black. Naruto sebenarnya agak bingung karena dia tidak melihat sahabatnya sejak dia dipanggil oleh Prof. McGonagall, tapi dia berusaha untuk menghilangkan rasa khawatirnya karena dia sekarang harus bersiap untuk rintangan yang kedua. Naruto menuju ketempat rintangan kedua bersama dengan teman sekamarnya yang lain sekaligus sehabatnya juga, yaitu Tito. Naruto saat ini mengenakan sebuah kaos tanpa lengan berwarna hitam dan biru tua dengan celana pendek berwarna hitam, Naruto saat ini hanya ditemani oleh Prof. McGonagall dan Tito. Naruto sudah mempersiapkan sihir untuk bisa membuatnya bertahan didalam air selama beberapa jam, tapi sihir ini adalah sihir khusus dirinya sendiri. Saat pertandingan dimulai Naruto segera melompat kedalam air bersama dengan para juara yang lainnya kecuali Harry yang entah kenapa, Naruto yang saat ini berenang melewati sebuah tanaman merasa dirinya melihat sesuatu. Naruto segera memegang tongkatnya dan terus berenang untuk keluar dari tanaman tersebut, begitu keluar dia sudah menemukan Harry yang mencoba membebaskan Ron dengan seseorang yang pernah Naruto lihat rasanya. Dia segera bergerak kesana dan membebaskan Dama terlebih dahulu dan berenang untuk menuju kepermukaan, tapi begitu hampir sampai dia yang melihat Harry kesusahan mengurungkan niatnya dan hanya membiarkan tubuh Dama yang naik kepermukaan

Setelahnya Naruto kembali berenang ketempat Harry yang terlihat kesusahan, Harry yang melihat Naruto kembali hanya diam karena kebingungan. Naruto seperti menulis sesuatu di dalam air tersebut menggunakan tongkat sihirnya, dan muncul sebuah garis hitam yang bertuliskan 'Selamatkan mereka berdua, aku akan menahan para putri duyung itu.' Harry yang melihat itu hanya mengangguk dan Naruto segera berenang sambil menyerang beberapa putri duyung supaya mereka mengejarnya, dan renacananya sukses para putri duyung tersebut mengejarnya. Setelah merasa jauh dari Harry Naruto berhenti berenang dan langsung berhadapan dengan para putri duyung, Naruto segera mengarahkan tongkat sihirnya kearah para putri duyung tersebut sambil mengucapkan sebuah mantra

"Offensio Unda." Sebuah gelombang kejut tiba-tiba menghantam para putri duyung tersebut hingga membuat mereka semua berenang menjauh, melihat itu Naruto segera berenang kepermukaan. Tidak ada yang menyadari kalau Naruto sudah berada dipermukaan karena mereka sibuk dengan Harry yang juga baru keluar dari danau tersebut dan juga Naruto muncul dibelakang mereka semua, Dama dan Tito yang menyadari sahabatnya sudah muncul kepermukaan segera membantunya untuk naik dan Dama memberikan handuknya untuk menghangatkan Naruto. Saat melihat Naruto masih kedinginan Dama berjalan kearah Prof. McGonagall untuk meminta handuk lagi sedangkan Tito menemani Naruto

"Profesor.. boleh aku minta handuk lagi?" tanya Dama begitu dia sudah berada disamping Prof. McGonagall, sedangkan Prof. McGonagall yang mendengar suara Dama disampingnya cukup terkejut dan menatap kearahnya.

"Tentu.. apa kau masih kedinginan, Dama?" ucap sekaligus tanya Prof. McGonagall dan memberikan sebuah handuk, Dama yang mendengar itu hanya menggeleng.

"Tidak terlalu.. handuk ini untuk Naruto." Jawab Dama dan kembali berjalan kearah Naruto yang sedang duduk, Prof. McGonagall yang melihat Naruto tentu saja terkejut dan segera menghampirinya bersama dengan Dama.

"Naruto.. apa kau masih kedinginan?" tanya Prof. McGonagall saat sudah sampai disamping Naruto, Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggeleng pelan. Tentu saja dia sudah agak tidak kedinginan karena sahabatnya sudah memebrikannya sebuah handuk. Semua orang yang mendengar perkataan Prof. McGonagall tadi terkejut saat mendapati Naruto sudah berada disini. Fleur yang tadi sudah mendengar penjelasan dari Harry bahwa Naruto yang membantunya untuk menyelamatkan mereka berdua segera berjalan kearah Naruto dan mencium pipinya, Naruto yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum

"Aku sangat berterimaksih kepadamu, Naruto." Ucap Fleur saat sudah selesai mencium pipi Naruto, Naruto yang mendengar itu menggeleng pelan sambil tersenyum tidak mengidahkan tatapan kedua sahabatnya disampingnya

"Harusnya kau berterimakasih kepada Harry, bukan kepadaku." Ucap Naruto yang masih tersenyum, Fleur yang mendengar itu hanya tersenyum juga

"Aku sudah berterimakasih kepada Harry, dan juga kata Harry kau membantunya untuk menyelamatkan adikku dan sahabatnya." Balas Fleur tersenyum, Naruto yang mendengar itu hanya menghela nafas dan kembali tersenyum

"Anggap saja itu ucapan terimakasihku saat kau mau datang ke festival Yule Ball serta mengajariku berdansa." Ucap Naruto dan tersenyum, Fleur yang mendengar itu juga tersenyum sebelum akhirnya kembali berjalan kearah kepala sekolah mereka. Setelah melakukan diskusi akhirnya juara satu jatuh ketangan Cedric, juara kedua Harry, juara ketiga Naruto, dan juara keempat Krum. Setelahnya Naruto, Dama, dan Tito kembali berjalan kearah Hogwarts sambil sesekali bercanda, Naruto sebenarnya agak khawatir tentang rintangan yang ketiga tapi dia hanya tetap memasang wajah santai

...

Naruto saat ini sedang berjalan-jalan di aula Hogwarts sendirian, Dama tadi entah kemana sudah menghilang begitupun dengan Tito. Naruto berhenti saat dia tidak sengaja berpaspasan dengan Mad-Eye Moody yang sedang meminum entah apa itu, melihat itu Naruto terus saja berjalan. Naruto secara tidak sengaja menabrak seorang siswa wanita karena terlalu sibuk memikirkan tentang Mad-Eye Moody.

"Ah.. maaf.. ini kesalahanku.." ucap Naruto dan berdiri, begitu berdiri Naruto segera menatap kearah orang yang ditabraknya yang ternyata seorang siswi dari asrama Ravenclaw juga dan mengulurkan tangannya untuk membantu siswi tersebut berdiri. "Sekali lagi maafkan aku.." ucap Naruto lagi, saat pandangan mereka bertemu Naruto langsung kaget saat mengetahui orang yang di tabraknya adalah Cho.

"Itu tidak apa-apa.. itu juga karena aku yang kurang memperhatikan." Balas Cho dan menerima uluran tangan Naruto, setelahnya Naruto kembali meminta maaf dan kembali melanjutkan perjalanannya. Meningalkan Cho yang masih menatap kearahnya pergi sampai dirinya benar-benar menghilang

...

Naruto saat ini tengah berada dikamarnya dan sedang memandang kearah langit lewat jendelanya, entah kenapa disaat seperti ini dia ingat saat dia bisa berada disini dan berteman dengan Dama dan Tito

Flashback

Prof. Dumbledore, Prof. McGonagall, dan Prof. Snape terlihat berjalan dengan terburu-buru dilorong rekreasi asrama Ravenclaw, padahal saat ini sekolah sihir Hogwarts tengah libur yang otomatis tidak ada murid disitu kecuali beberapa murid yang memang tinggal disana. Prof. Dumbledore dan Prof. McGonagall terlihat berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang kesehatan dengan Prof. Snape dibelakang mereka yang tengah menggendong seorang anak dengan rambut hitam spike, sampai disana Prof. Snape langsung membaringkan anak tersebut disalah satu ranjang

"Bagaimana ini bisa terjadi Albus?" tanya Prof. McGonagall, Prof. Dumbledore yang mendengar itu hanya menggeleng

"Aku juga tidak tau Minerva.. aku tadi hanya merasakan sebuah tekanan sihir jadi aku langsung mengeceknya." Jawab Prof. Dumbledore, mereka semua yang berada disana hanya bisa diam mendengar hal tersebut

"Apa menurut anda dia tidak berbahaya..?" tanya Prof. Snape, Prof. Dumbledore yang mendengar hal tersebut hanya menggeleng dan menjawab

"Tidak.."

Pembicaraan mereka segera berhenti saat anak tersebut membuka matanya dan menampakkan bola mata berwarna biru shappirenya, semua yang melihat itu segera menatap kearah anak tersebut. Anak tersebut terlihat menatap sekeliling sebentar sebelum akhirnya menatap kearah ketiga Profesor tersebut, dan dia hanya melihat dengan bingung kearah mereka bertiga

"Ah.. bagaimana keadaanmu nak?" tanya Prof. Dumbledore dan menatap kearah Naruto, Naruto yang ditatap seperti itu diam sebentar. Dia memang merasa agak asing dengan bahasa yang diucapkan orang didepannya, tapi entah bagaimana dia bisa mengerti ucapan pria tersebut

"Aku tidak apa-apa.." jawab Naruto pelan, ketiga Profesor yang mendengar itu hanya mengangguk. Akhirnya sehabis itu mereka habiskan untuk menanyai asal usul Naruto, entah itu nama, tempat tinggal, dan nama orang tuanya. Dan yang bisa dijawab Naruto hanya namanya, sedangkan untuk tempat tinggal dan nama orang tuanya dia tidak ingat sama sekali. Setelah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan bahwa Naruto akan tinggal di Hogwarts dan juga bersekolah disana, Naruto hanya mengangguk saja saat mereka menawarinya untuk tinggal dan bersekolah disana. Dan lagi dia masih belum terlalu mengetahui dimana dia saat ini, jadi dia lebih memilih untuk menyetujuinya. Setelahnya dia kemudian dipilihkan di asrama mana dia akan tinggal, awalnya topi seleksi cukup bingung karena Naruto hampir memiliki setiap kreteria semua asmara tapi karena saat itu Naruto memilih untuk masuk di asrama Ravenclaw maka topi seleksi memasukkannya di Ravenclaw, setelahnya Naruto segera diantarkan oleh Prof. McGonagall menuju kamarnya. Sampai didepan kamar yang akan ditempati oleh Naruto, Prof. McGonagall mengetuk pintu kamar tersebut beberapa saat. Dan dari situ bisa Naruto simpulkan bahwa kamar tersebut juga terdapat seseorang yang tinggal disitu, dan beberapa saat kemudian pintu kamar tersebut terbuka menunjukkan seorang anak berambut hitam dan memiliki bola mata coklat serta terlihat seumuran dengan Naruto

"Ah... Prof. McGonagall.. ada apa anda kemari Profesor?" ucap anak tersebut dan tersenyum, Prof. McGonagall yang melihat itu hanya tersenyum

"Maaf mengganggumu Dama.. aku kemari mengantarkan Naruto yang mulai sekarang akan menjadi teman sekamarmu dan Tito." Dama segera menatap kearah Naruto begitu mendengar penjelasan dari Prof. McGonagall, dia terus menatap Naruto sebelum akhirnya tersenyum

"Ah.. silakan masuk Naruto.." ucap Dama dan memberi jalan bagi Naruto untuk masuk, Naruto yang melihat itu segera saja berjalan masuk kedalam kamarnya dan Dama

"Baiklah.. kalau begitu kalian akan kutinggalkan dulu.."

"Ah ya tentu Profesor." Balas Dama kepada ucapan Prof. McGonagall, Prof. McGonagall yang melihat itu segera berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut. Merasa Prof. McGonagall sudah tidak ada Dama kembali menutup pintu kamar tersebut dan menatap kearah Naruto yang masih membereskan barang-barangnya, Dama yang melihat itu segera membantu Naruto. "Ah ya.. kita belum sempat berkenalan.. aku Dama Ardiansyah dan dia yang tidur disana.."

"Tito Aldrain.." potong Tito dan langsung berdiri, dia kemudian berjalan kearah Dama dan Naruto dan membantu membereskan barang bawaan Naruto

Naruto segera menatap kearah Dama dan Tito begitu mendengar ucapan mereka barusan. "Naruto Uzumaki." Ucap Naruto datar, Dama yang mendengar itu hanya terkekeh sedang Tito hanya menggelengkan kepalanya dan tingkah mereka berhasil membuat Naruto yang berada disampingnya kebingungan. "Ada apa..?" tanya Naruto sambil mengangkat sebelah alisnya

"Tidak.. hanya saja sifatmu itu sangat unik." Jawab Tito dan menyunggingkan sebuah senyuman, Naruto yang mendengar itu hanya mendengus dan kembali menata barangnya

"Kalian bodoh."

"A.. jika kami bodoh kenapa kami bisa berada diasrama ini, Naruto.. Asrama Ravenclaw dikenal karena asrama Ravenclaw biasanya diisi oleh murid-murid yang pintar." Balas Dama terhadap perkataan Naruto barusan, Naruto hanya kembali mendengus mendengar perkataan Dama barusan. Dan akhirnya mereka habiskan waktu mereka dengan mengobrol, entah itu cerita diri mereka sendiri, sekolah, Hogwarts, sihir, dan lainnya

End Flashback

Naruto hanya tersenyum mengingat masa lalunya tersebut, sungguh saat itu dia memang agak khawatir karena dia belum terlalu mengetahui dimana dia berada. Tapi sekarang berbeda.. dia sudah memiliki dua orang sahabat dan orang-orang yang dia sayangi untuk dilindunginya, entah kenapa perkataan tersebut serasa tidak asing baginya. Dia serasa pernah mendengar perkataan tersebut dari seseorang yang juga dia sayangi, tapi dia tidak bisa mengingatnya. Menyedihkan. Dia bahkan tidak bisa mengingat apapun sampai sekarang, siapa dia? Dari mana dia? Dan bagaimana dia bisa berakhir disini? Jawabannya masih belum ditemukan oleh Naruto hingga sekarang. Ah sudahlah untuk sekarang hal itu tidak usah dipikirkannya, dia harus segera bersiap-siap untuk menghadapi rintangan ketiga dan mencari tau ada apa dengan Turnamen Triwizard tahun ini

...

Naruto saat ini tengah berjalan menuju kearah tempat rintangan ketiga akan dilaksanakan, Naruto mengenakan sebuah kaos lengan panjang berwarna biru tua dan hitam dan juga sebuah celana hitam. Begitu sampai ditempat rintangan ketiga yang akan dilaksanakan Naruto langsung ditemani oleh Prof. Snape, Naruto dan Prof. Snape memang agak dekat jadi sekarang Prof. Snape lah yang menemani Naruto. Setelah menerima penjelasan tentang tantangan tahap ketiga dari Dumbledore, tantangan tersebut langsung dimulai. Naruto yang mendengar itu segera berjalan masuk kedalam labirin untuk mencari piala api yang terletak ditengah labirin tersebut, Naruto berjalan sambil memegang tongkat sihirnya untuk bersiap-siap karena dia masih belum tau rintangan seperti apa yang sedang menunggungnya. Naruto terus berjalan entah kemana, dan kadang dia menemukan jalan buntu. Merasa sudah cukup Naruto memanggil Karasu dan menyuruhnya untuk menunjukkan jalannya, ditengah perjalanan dia mendengar suara teriakan seorang wanita. Naruto langsung tau pemilik suara tersebut karena dari lima peserta turnamen ini hanya satu peseta yang seorang wanita, Naruto segera menyuruh Karasu untuk bergerak kearah asal teriakan tersebut. Sampai disana Naruto bisa melihat tubuh Fleur yang tergeletak dan ditarik oleh sebuah akar, Naruto hanya membiarkannya saja itu agar Fleur aman, karena Naruto merasa ada yang tidak beres ditantangan ketiga ini

Melanjutkan kembali perjalanannya Naruto kemudian melihat bahwa Cedric dan Harry sedang bertarung dengan Krum, saat melihat Cedric berhasil melumpuhkan Krum Naruto keluar dari persembunyiannya dan berjalan kearah Harry dan Cedric yang sedang melihat tubuh Krum yang ditarik oleh akar-akar untuk pergi dari tempat tersebut. Mereka bertiga kemudian dikejutkan oleh sebuah angin yang cukup kuat menerpa mereka, dan mereka juga melihat bahwa labirin didepan mereka mulai menutup. Menuruti insting mereka bertiga berlari secepatnya menuju kearah piala tersebut, sempat terjadi persaingan diantara mereka bertiga. Saat melihat Cedric yang tertangkap oleh akar-akar Harry dan Naruto segera menatap kearah Cedric, Naruto segera berjalan kearah Cedric dan membantunya sedangkan Harry masih bimbang. Setelah beberapa saat akhirnya Harry memutuskan untuk menolong Cedric

"Terimakasih sudah menolongku Harry.. Naruto.." Harry dan Naruto hanya mengangguk mendengar ucapan Cedric barusan, mereka akhirnya berjalan menuju kearah piala tersebut. "Kalian berdua yang pantas mendapatkan piala tersebut.." kata Cedric lagi

Naruto yang mendengar itu hanya menghela nafas. "Kau yang pantas Harry.. aku tidak ingin terlibat dalam sesuatu yang merepotkan." Harry dan Cedric mengangkat sebelah alisnya bingung ketiga mendengar perkataan Naruto barusan

"Tidak.. kita akan menjadi juara turnamen ini bersama-sama.. ini demi Hogwarts.." balas Harry dan tersenyum, Naruto dan Cedric hanya mengangguk mendengar itu. "Kita pegang bersama-sama dalam hitungan ketiga.. satu.. dua.. tiga!"

Mereka bertiga langsung menyentuh piala tersebut bersama-sama, sesaat sebuah cahaya yang sangat terang membutakan mereka sebelum akhirnya mereka tiba-tiba jatuh diatas sebuah rumput. Naruto langsung berdiri dan menatap sekitarnya, dia tau sekarang mereka berada disebuah pemakaman tapi pertanyaan yang tepat untuk ini adalah kenapa mereka ada disini dan kenapa juga terdapat sebuah tungku

"Piala itu sebuah Portkey." Ucap Cedric dan berjalan disana untuk melihat-lihat, Naruto yang mendengar itu hanya diam dan berjalan meninggalkan mereka

"Aku akan melihat keadaan sebentar.." kata Naruto dan berjalan pergi, Harry dan Cedric hanya mengangguk mendengar hal tersebut. Naruto saat ini semakin menjelajahi kuburan ini untuk mencari tau apa ada orang lain selain mereka bertiga, dia sudah cukup lama meninggalkan Harry dan Cedric. Saat Naruto berniat kembali ketempat Harry dan Cedric berada Naruto dikejutkan oleh sebuah tanda yang muncul diatas langit, dan beberapa partikel-partikel kegelapan turun ketempat dimana Harry dan Cedric berada. Merasakan sesuatu yang tidak enak Naruto dengan kecepatan penuh berlari ketempat Harry dan Cedric, sampai disana dia melihat bahwa Harry sedang beradu sihir dengan seorang pria aneh sedangkan Cedric tergeletak dibelakang Harry. Naruto yang melihat Harry terdesak segera mengeluarkan tongkat sihirnya berniat untuk membantunya, tapi niatnya dia urungkan saat Harry bisa meloloskan diri dari adu sihir tersebut. Tapi Harry tidak menyadari seorang dengan pakaian serba hitam berada didekatnya, melihat itu Naruto segera mengarahkan tongkat sihirnya kearah orang tersebut

"Impetus Tenebris." Sebuah bola sihir berwarna hitam langsung melesat kearah orang tersebut dan menghantamnya sehingga membuatnya terlempar, Harry yang mendengar seseorang menguncapkan mantra segera menatap keorang tersebut dan menemukan Naruto sedang berjalan kearahnya

"Cepat pegang pundakku Naruto." Naruto hanya menuruti saja ucapan Harry barusan, Harry kemudian mengambil piala tadi menggunakan sihir dan mereka kembali dibutakan oleh cahaya sebelum akhirnya berada didalam sebuah tenda dimana semua orang tengah menunggu dengan gembira. Tapi mereka semua langsung diam saat melihat Harry yang menangis diatas tubuh Cedric yang tergeletak, dan beberapa saat kemudian didalam tenda tersebut berubah yang tadinya penuh kegembiraan sekarang menjadi penuh kesedihan. Naruto yang melihat itu segera berjalan keluar dari dalam tenda tersebut, Dama dan Tito yang melihat itu segera menyusul Naruto yang sudah keluar terlebih dulu

"Naruto.. tunggu." Ucap Dama dan memegang pundak Naruto, Naruto yang dipegang pundaknya hanya diam. "Ada apa sebenarnya Naruto..?" tanya Dama lagi

Naruto yang mendengar itu hanya menjambak rambutnya kesal. "I-Ini salahku.. seharusnya aku tidak meninggalkan mereka berdua.." ucap Naruto yang sekarang sudah duduk ditanah, Dama yang mendengar itu hanya bisa tersenyum sedih kearah sahabatnya tersebut. "Aku meninggalkan mereka untuk mencari tau kami sedang berada dimana.. tepat saat aku ingin kembali aku melihat sebuah tanda yang seperti berada dikoran, melihat itu aku segera bergegas kembali ketempat Harry dan Cedric berada.. disana aku melihat Harry sedang berduel dengan seorang pria yang aneh sedangkan Cedric sudah.."

Naruto tidak bisa melanjutkan perkataannya setelah itu, pemuda tersebut menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis dalam diam. Dama Tito yang melihat itu hanya bisa diam sebelum akhirnya Tito menyentuh pundah Naruto dan tersenyum kearahnya

"Kau tidak bisa menyalahkan dirimu Naruto.."

"Tentu semua ini salahku! Seandainya aku tidak meninggalkan merek-"

"Kau pikir meski begitu Cedric bisa selamat..! itu sudah takdir Naruto.. kita tidak bisa melakukan apa-apa.. yang terpenting hanya tetap jalani hidup ini.. aku yakin Cedric pasti ingin kita semua begitu." Naruto hanya bisa diam mendengar ucapan Tito barusan, dia berusaha menyerap kata-kata Tito barusan. Setelah tenang Tito dan Dama kemudian membantu Naruto untuk kembali kekamar mereka, meski beberapa Profesor sedang mencari Naruto tapi mereka berdua tau Naruto saat ini butuh untuk beristirahat, dia sudah cukup tertekan dan mereka tidak ingin membuat teman mereka tersebut lebih tertekan lagi

...

Naruto bangun dari tidurnya pagi ini saat cahaya matahari mengenai wajahnya, dia kemudian menatap kesekelilingnya dan menemukan bahwa Dama dan Tito sedang bermain catur dengan serius, mereka berdua telah memakai seragam sekolah Hogwarts untuk bersiap-siap menghadiri acara perpisahan sekaligus mengenang Cedric. Naruto yang melihat kedua temannya sudah memakai seragam mereka segera bangun dan menyambar sebuah handuk sebelum akhirnya menuju kamar mandi, beberapa menit kemudian Naruto sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk

"Bisakah kalian berdua keluar.. aku ingin memakai seragamku." Ucap Naruto dan mengambil seragamnya, Tito dan Dama yang mendengar itu menghentikan acara mereka sejenak dan menatap kearah Naruto

"Oh ayolah Naruto.. kita semua ini kan laki-laki.. jadi untuk apa malu.." balas Dama dengan nada seperti biasanya dan tersenyum, Tito yang berada disampinya hanya mengangguk mendengar itu

"Yah.. dan lagi kami tidak mungkin memperkosamu Naruto." Ucapan Tito barusan langsung dihadiahi sebuah glare oleh Naruto, Tito yang ditatap dengan glare oleh Naruto hanya menggaruk sebelah pipinya dan tersenyum innocent

"Keluar sekarang atau aku akan menggunakan sihirku untuk membuat kalian berdua keluar." Ucap Naruto dengan nada mengancam, Dama dan Tito yang mendengar itu hanya tersenyum dan menjawab dengan kompak

"Coba saja!"

"Baiklah kalau begitu..." ucap Naruto dan mengambil tongkat sihirnya, Dama dan Tito yang melihat itu langsung berlari keluar dari kamar tersebut. Naruto hanya tersenyum melihat itu dan kembali menaruh tongkatnya, kemudian dia mulai memakai seragamnya. Selesai berpakaian dia kemudian keluar dari kamarnya dan menemukan kedua temannya sedang menunggunya sambil mengobrol. "Ayo berangkat." Dama dan Tito yang mendengar itu hanya mengangguk dan berjalan menuju keaula besar

...

Sesudah acara bela sungkawa untuk Cedric, semua siswa dari dua sekolah lainnya harus kembali kesekolah mereka. Naruto saat ini sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya disebuah batang pohon dan menatap kearah semua siswa dari tiga sekolah tersebut yang sedang mengucapkan perpisahan. Dan untuk kedua sahabatnya entah mereka sedang kemana, mereka hanya mengatakan pada Naruto bahwa mereka mempunyai sebuah urusan dan meninggalkan Naruto. Tidak lama kemudian Naruto melihat Fleur berjalan kearahnya bersama dengan adiknya

"Naruto.." sapa Fleur begitu sampai didepan Naruto, Naruto yang mendengar itu menatap bingung kearah Fleur. "Kau tidak ingin mengucapkan perpisahan padaku?" tanya Fleur tersenyum

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum. "Apa perlu?" tanya Naruto yang masih tersenyum, Fleur yang mendengar itu hanya tersenyum

"Aku dan adikku, Gabriel hanya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas bantuanmu selama ini.." ucap Fleur dan mencium pipi Naruto, Naruto hanya bisa diam menerima ciuman di pipinya tersebut

"Y-Ya itu tidak masalah." Balas Naruto yang baru sadar dari keterkejutannya. Fleur yang mendengar itu kemudian mengucapkan sampai jumpa begitu juga dengan Gabriel adiknya kepada Naruto dan menuju kearah para murid dari sekolah Beauxbatons lainnya yang sudah naik ke kendaraan mereka. Sepertinya sekarang dia harus mencari kedua sahabatnya, Dama dan Tito

TBC

Yo.. saya kembali lagi.. maaf karena saya sangat lama mengupdate fic saya yang lainnya.. ada beberapa urusan pribadi yang harus dikerjakan dan lagi-lagi laptop saya eror dan tidak bisa connect terhadap internet, jadi saya harus minjam laptop punya om saya dulu.. dan untuk masalah pair Naruto mungkin akan Naruto x Fleur atau Naruto x Cho.. dan chap depan mungkin pairnya sudah ditentukan.. dan terakhir jika anda mau mereview silakan.. saya sangat hargai review dari anda.. See You Next Time..

Wildan no Arashi Out