Writer's note
Untuk menjawab comment airaa: saya masih TVXQ5 fans, dan juga homin ataupun jyj fans. Tapi dalam fanfiction, author masih take all 5 members into account as tvxq sampai skrg. Jadi di semua ff saya kalau ada nama TVXQ/DBSK itu masih dengan 5 member, gak ada JYJ atau Homin (berbeda dgn as a real life fan ya) Mohon dihargai keputusan author. Thanks for the understanding dan thanks for visiting!
Oh ya, author juga jadi gak enak langsung banyak yang baca gini (beneran atau ke geer-an? Hahahah) anyway saya seneng kalau banyak yang baca, semoga suka, buat yang nunggu mohon maaf, semoga saya bica update lg asap yaa. Thanks for visiting semuanyaaa! Have a good day
"You're always looking at far places
You always pretend not to know my heart
Though my slow footsteps chase after you
I keep getting scared that you'll get two steps farther" - I love you - Xia Junsu
Park Hyatt Hotel, Tokyo
Yoochun membulak balikan badannya yang tergeletak di ranjang sedikit gelisah. Sudah lebih dari 30 menit ia mencoba terlelap, tapi tak bisa juga. Ia menatap langit-langit kamar yang tinggi dan indah. Hmmm begitu indahnya hari ini! Pikir yoochun. Seharian bersama Junsu, city tour, hunting foto, menikmati kota Tokyo di musim semi. Senyum lebar tergurat di wajah Yoochun sambil pria ini masih memejamkan mata.
Yoochun berbalik kesamping kiri, tumpukan bantal putih menghalangi pandangannya. Senyum manis kembali tersimpul di wajah park yoochun. Dengan sangat perlahan di tengah kesunyian ia membuka selimut tebal yang membungkus tubuhnya, lalu dengan sangat perlahan lagi, menggeser tubuhnya ke sebelah kiri sedikit, naik dan bertumpu di tumpukan batal yang adalah pembatas antara dirinya dengan orang disebelahnya ini lalu memandangi sosok wanita yang sedang terlelap dibawahnya
Junsu sedang tertidur pulas sambil memeluk guling, tubuhnya tertutup selimut tebal hingga leher, ac kamar mereka memang menjadi semakin dingin malam itu. Junsu pasti capek sekali hari ini. Pikir yoochun sambil masih memandangi wajah dibawahnya. Makin dilihat, yoochun semakin terbuai dalam pikirannya. Ingin dibelainya wajah gadis ini, tapi ia tak mau membuat Junsu terbangun. Perlahan tapi pasti, pelan-pelan wajah Yoochun semakin mendekat. Tubuhnya masih bertumpu di tumpukan bantal tersebut. Untung juga ada pembatas ini! Jadi aku tidak menimpa Junsu tanpa harus menahan, kekeke pikir pria jangkung ini.
Semenit kemudian Yoochun masih setia diposisinya tadi, perlahan batang hidungnya semakin mendekat dengan batang hidung Junsu. Jarak diantara wajah mereka sangatlah dekat, hingga Yoochun bisa mendengar dan merasakan nafas junsu yang teratur tepat dipipinya di tengah kesunyian kamar itu. Dengan sangat perlahan Yoochun semakin maju, lalu dipertemukalah kedua batang hidung mereka dengan sangat perlahan, digerakannya dengan lembut beberapa kali batang hidung itu, yang lalu dengan sukses membuat wajah pria ini memerah padam. Yoochun mengikuti instingnya, ia miringkan wajahnya, mendekatkan bibirnya ke bibir yang tak bergerak tersebut, lalu menggulum nya lembut. Sangat lembut.
Baru kali ini Yoochun bisa sedekat ini dengan Junsu. Walau ini adalah malam kedua mereka bermalam bersama. Selain pegangan tangan, rangkulan pundak dan pinggang dan kecupan di kening, baru kali ini yoochun bisa sedekat ini dengan tunangannya sendiri.
Baru beberapa detik mata Yoochun tertutup sambil mencium bibir tersebut. Tiba-tiba dengan pelan bibir Junsu bergerak sedikit yang tentu saja membuat yoochun sangatlah kaget dan langsung mengangkat kembali tubuhnya
"Eeurghhh" gumam junsu perlahan dalam lelap lalu membalikan tubuhnya kekiri sambil msih memeluk guling
Fiuhhh untung hanya sedikit mengingau. Pikir Yoochun lega lalu tersenyum kembali memandangi wajah polos Junsu. Ia merapikan dan merapatkan kembali selimut Junsu dan bersiap merapikan bantal pembatas itu. "Goodnight Jung Junsuku, aku mencintaimu baby" ucap yoochun lalu mencium sekilas pipi kanan junsu yang menyembul dengan posisi tidurnya yang miring
"Jung junsu, kau hanya milikku" pikir yoochun lagi sambil tertawa-tawa kecil sendiri dibalik selimutnya
Barulah setelahnya, yoochun bisa terlelap malam itu
