Author's note

Halo lagi semuanya, mau kasih tau, potongan-potongan cerita di prologue (1.2.3.) ini gak berurutan dengan waktu ya. Jadi utk sekarang silahkan kalian tebak-tebak sendiri gimana kira-kira ceritanya. Nanti pas mulai chapters baru author urutin dari awal. Ini baru potongan beberapa momen2 aja.

Oh ya, maaf ya buat yang suka Yunho, ff saya Yunho jadi bapak-bapak melulu. Author mmg suka wajah dewasanya Yunho yang bijak, jadi deh jadiin Yunho ayah melulu hahahha, maafkan ya.

Ditunggu review nya untuk comment dan feedback. Thanks for visiting and following the story. Have a good day people!

Prologue 4

君がいれば 君とならば
Kimiga ireba kimito naraba
If you are by my side, if we are together

僕 は僕でいることができるよ
Bokuwa bokude irukotoga dekiruyo
I can be my true self

はしゃぎ過ぎた季節が過ぎて行っても
Hashagi sugita kisetsuga sugite ittemo
Even when the playful and carefree days are gone

君は僕のそばにいて
Kimiha bokuno sobaniite
Please stay by my side

いつも僕のそばにいて
Itsumo bokuno sobaniite
Please always stay by my side - Kimi Ga Ireba - Xia Junsu

Departurre Incheon International Airport

Park Yoochun berlari kecil menerobos ratusan orang yang berlalu-lalang di airport tersebut. Matanya menerawang kesegala sudut, mencari beberapa sosok orang yang ingin ditemuinya. Airport yang seperti biasa cukup ramai di sore hari tersebut pun membuat pencarian menjadi semakin tidak mudah, tapi ia terus berjalan menyusuri satu gate ke gate lain, nafasnya mulai tersengal-sengal, dan akhirnya, saat sudah tiba di penghujung koridor, dilihatnya sesosok pasangan yang familiar untuknya

"Jung Yunho ahjussi!" panggil Yoochun sambil masih tersengal-sengal, berlari menghampiri pasangan tersebut. Orang yang namanya disebut pun berbalik. Mendapati pria yang bercucuran keringat tersebut tiba dihadapannya

"oh Yoochun-a" sapa Yunho, disebelahnya, Nyonya Jung pun menyapa "Yoochun-a kau tidak apa-apa?" prihatin melihat Yoochun yang tersengal-sengal

"annyonghaseyo ahjussi, ahjumonim" Yoochun menunduk dengan hormat.

"ahjussi, Junsu dimana?" Tanya nya langsung

"Junsu sudah masuk, pesawatnya take off sekitar 20 menit lagi" jawab Yunho

Muka air Yoochun langsung berubah derastis

"ah! Damn!" umpatnya dalam hati saat mendengar jawaban Yunho

"kata Junsu kau ada urusan penting tapi kalian sudah perpisahan kemarin, makanya katanya kau tidak bisa mengantar" ucap Yunho, membaca raut wajah Yoochun

Yoochun yang mendengar pernyataan Yunho pun langsung mengerti situasi sebenarnya "ah iya ahjussi, aku berubah pikiran tadi, tapi ternyata sudah terlambat" jawabnya "maafkan aku"

"ohh begitu, sayang sekali, tapi yasudah lah, yang penting sudah bertemu kemarin kan, kau bisa menelpon nya nanti yoochun-a" hibur Yunho sambil tertawa kecil

Yoochun masih setengah menunduk, mengelap bulir-bulir keringat nya sedikit

"ne ahjussi" jawab Yoochun cepat

Jaejoong hanya mengamati suasana, sedangkan Yunho pun lalu menepuk-nepuk pundak Yoochun perlahan "ya sudah, kau bersama supir? Ayo kita kebawah bersama" ajak Yunho

Mereka bertiga pun menuju tempat parkir bersama lalu berpisah dan pulang ke kediaman masing-masing setelahnya.

Dimobil Yoochun hanya melamun memandangi jalan kembali ke pusat kota. Beberapa kali dihembuskan nafasnya keluar. Langit perlahan-lahan menjadi gelap, persis seperti suasana hatinya saat ini, pikir pria ini. Urghhh bodoh sekali Park Yoochun, baru tau Junsu flight jam segini! Apa yang bisa kau lakukan untuk Junsu! Damn! Umpat Yoochun lagi sambil terus cemberut.

Lagu ballad yang terputar di radio membuat perasaannya makin kacau. Junsu pasti sudah take off diatas sana. Pandangannya sekilas diarahkan ke langit luas. Hmmmm. Jung Junsu… gumamnya kecil,

Yoochun perlahan-lahan hanyut kedalam memorinya

Flashback

"sorry lama oppa, ayo kita jalan" ucap Junsu saat selesai ke kamar mandi. Deg. Otak Yoochun langsung terpikir sesuatu. Jinhee mana pernah bilang maaf walau harus menunggunya berlama-lama ditoilet.

Yoochun dan Junsu mengeluarkan dompetnya berbarengan dikasir. Yoochun menyodorkan kartunya duluan, tapi langsung ditahan tangan Junsu. "untuk apa oppa?"

Yoochun menjawab dengan wajah bingung "loh, kau mau membeli sepatu ini kan?"

"ne, kan aku yang beli, kenapa kau yang bayar" Junsu langsung menyodorkan credit card nya ke pelayan dengan senyum. Deg. Yoochun langsung teringat momen-momen menemani belanjanya dengan Jinhee, dimana tagihan kartu kreditnya juga lah yg terus bertambah, berbanding lurus dengan jumlah ia masuk ke toko baju atau sepatu dengan wanita ini.

"alright, Schönen Dank" ucap Junsu menutup pembicaraan lalu menjauhkan handphone itu dan meletakannya dimeja, lanjut kembali menikmati makan siangnya

"kau bisa bicara bahasa Jerman?" Tanya Yoochun yang duduk dihadapannya

"ne" jawab Junsu singkat karna masih mengunyah

"baru belajar?"

"tidak, aku selesai undergraduate di Jerman, 3 tahun" jawab Junsu sekali lagi tanpa berpaling sedikit pun, tanpa menengok dan melihat ke mata Yoochun sama sekali.

Muka Yoochun langsung memerah mendengarnya.

"Junsu-ssi, kamu kidal?" Tanya Yoochun ditengah makan siang mereka, sekali lagi berhadapan

"ne, oppa juga kan?" jawab Junsu sekali lagi tanpa menatapnya.

Sekali lagi Yoochun menyadari sesuatu. Ia malu, dan marah pada dirinya sendiri. Sudah berapa puluh kali ia makan dengan gadis ini, tapi hal sekecil ini pun tidak pernah diketahuinya Dan kali ini.. ia kecewa dengan wanita ini yang tidak menatap nya sama sekali saat berbicara dengannya.

Junsu dan Yoochun duduk berhadapan di suatu coffee shop di satu sore, sibuk dengan handphone nya masing-masing dalam diam

"ireumi mwoeyo?" telinga Yoochun sayup-sayup menangkap suara halus itu ditengah keramaian café

"Kim Hyera? Hyera-ya myeot sal iyeyo?" suara itu lagi

"ahh yeot seol sal iye yo. Pintar sekali kamu. Sini unni ikatkan tali rambutnya"

Yoochun menengok kali ini, dihadapannya terlihat Junsu yang bermain dan berbincang akrab dengan ibu dan anak dimeja sebelah mereka. Deg. Sekali lagi Yoochun teringat sesuatu. Saat ia jalan dengan Jinhee, saat ada anak kecil di dekat mereka, Yoochun yang sering tersenyum kepada mereka, tidak pernah melihat Jinhee tersenyum kepada anak-anak manis itu. Ia memang sangat tidak suka anak kecil. Berbeda sekali dengan…..

"thank you sudah diantar oppa. Annyong" ucap Junsu saat mobil Yoochun tiba didepan lobby rumah Junsu. Junsu memang jarang tersenyum saat mengucapkannya, tapi sejak awal mereka pergi, tak pernah sekalipun Junsu lupa mengucapkan terima kasih padanya. Sedangkan Jinhee…. Hanya bilang terima kasih saat selesai belanja

"sorry lama nunggunya, antriannya panjang sekali!" ucap Junsu setiap kali selesai berbelanja disatu toko. Hari itu memang banyak toko yang sedang sale, alhasil ia belanja banyak dan harus mengantri cukup lama

"iya tak apa, santai saja" balas Yoochun akhirnya setelah toko ketiga, setelah ketiga kalinya Junsu mengucap kalimat yang sama

"kau belanja merk-merk seperti ini? Saat discount pula?" Tanya Yoochun saat Junsu selesai berbelanja di satu butik menengah keatas, tidak murah, tapi untuk wanita sekelas Junsu, memang ini bukan tipenya

"iya untuk baju-baju santai. Memangnya kenapa? Bajunya nyaman dipakai" jawab Junsu sedikit cemberut lalu melenggang jalan duluan

Yoochun pun langsung salah tingkah karna bukan itu yang ia maksdud, tapi ia pun tidak bisa menjelaskan lebih lanjut, dan hanya mengejar Junsu setelahnya. Maksud Yoochun adalah, wanita-wanita lain yang Yoochun kenal yang tidak sekaya Junsu pun sudah tak mau alias gengsi belanja di butik menengah keatas seperti ini. Sedangkan tunangannya satu ini. Sekali lagi, berbeda.

Yoochun keluar dari ruang kerja menuju lantai bawah rumahnya saat mencium wangi makanan yang sangat harum. Tak disangka dilihat 2 wanita sedang mengerjakan tugas masing-masing didapur.

"Junsu juga bantu masak omma?" tanyanya sambil memandangi makanan-makanan seap yang tersaji. Yoochun menengok kearah dapur, berharap Junsu akan melihatnya, merespon ucapannya, tapi sayang, cuma ibunya yang menengok. Junsu melirik pun tidak.

"ah iya,,, Junsu membantu sekali! Aigoo bajumu jadi bau minyak Junsu-ya, aduh jadi membuatmu repot begini" jawab Omma Yoochun

Junsu tertawa kecil menengok ke omma yoochun "tidak apa-apa ahjumonim, tentu saja harus bantu sedikit hehe" jawabnya

"aku akan minta pelayan menyiapkan baju ganti untukmu nanti ya Junsu, kau jadi bau minyak begini karna membantu saya, hahaha, kau juga sangat ahli dalam memasak, pintar sekali Junsu ini" Nyonya Park terus melontarkan pujian

"hahahhaha tidak sama sekali ahjumonim"

Yoochun memandangi Junsu yang sibuk menggoreng beberapa hidangan, bulir-bulir keringat terlihat jelas diwajahnya, terlihat sekali tangan itu seudah sangat cekatan dalam urusan memasak, pikir Yoochun. Padahal Junsu sudah berpakaian rapi hari itu dan hanya datang sebagai tamu. Tapi malah ikut menjadi salah satu koki.

Flashback ends

LAN – TUES 27/5/14 – 04:36 AM – author ngantuk & harus belajar, hahaha, adios!-