Hallooo, author balik lagi disini. ya Tuhan, baru baca ulang ff kiss the baby sky dari awal kemarin, baru sadar banyaaaak banget typo dan keterbalikan antara yoochun dan changmin. Banyak banget nulis restoran yoochun atau yoochun yang masak. Aigoo, malu banget sama kalian semua! Hahahha. Maaf ya semuanya, maafkan bahasa author yang suka belibet gak jelas juga, maklum baru pertama kali nulis –mau describenya kayak apa, malah ditulisnya dalam bahasa yg ribet. Hahahaah. So, karna author baru selesai ujian ini, langsung saya update kiss the baby sky dan rainy night. Semoga nanti updatenya bisa lancar terus hahahhaah. Thanks utk semua yang baca. Makasihhh

In a place that doesn't have you

I can't linger there any longer

I worry if you love someone else

I will get to hate you so I cry for a long time

I'm in an unknown place

As if it is a different world

Are you in love with a different person?

As if you will be happy even when I'm not here?

No matter what time I'm in

To me it's only you even when everything changes

Even though I'm no there, can you smile like you are now?

Though I live like this, it's as if I'm not living at all - 싫 어 도 – 김 재 중

Rumah kediaman Jung Yunho, Jaejoong dan Junsu

18:30

tok tok tok

"Tuan" panggil seorang pegawai rumah Yunho melongok ke ruang kerja tuannya, dimana Yunho sedang membaca novel di meja kerja biasanya

"ya?" Tanya Yunho

"anda kedatangan tamu Tuan, Tuan Park Yoochun baru saja tiba" ucap nya

"oh, baiklah, persilahkan masuk dan suruh Yoochun duduk diruang tengah ya" jawab Yunho sambil melepas kaca matanya dan menutup buku tersebut. Menaruhnya kembali ke rak buku yang tersusun rapi, lalu melenggang keluar ruangan nya dengan santai

"oh Yoochuna" panggil Yunho ramah saat menapakkan kaki di anak tangga terakhir. Dari atas dan kejauhan sudah dilihatnya sejak tadi Yoochun duduk terdiam sendiri diruang tengah

"ah Jung Yunho ahjussi. Annyonghaseyo, apa kabar ahjussi?" Yoochun bangun dan langsung membungkuk hormat kepada Yunho

"baik baik, kabar baik, hahah, kau juga apa kabar? Sudah lama sekali tidak bertemu oeh?" Yunho menepuk nepuk pundak pemuda itu dan mempersilahkannya duduk kembali

"baik juga ahjussi, hehe iya sudah lama sekali. Terima kasih sudah mengundangku malam ini ahjussi" jawab Yoochun sopan

"haahha tidak apa. Baru selesai kantor tadi?"

"iya betul, tadi pulang sebentar untuk beberes sebentar lalu langsung kesini" jawab Yoochun sambil tersenyum diikuti anggukan Yunho

"Selamat ahjussi, Junsu sudah lulus master. Anak ahjussi sudah selesai semua pendidikannya, hehe" Yoochun berkata pelan, secara tidak langsung membawa Junsu, sosok yang sangat dirindukannya

"hahahahahahha kau bisa saja yoochun. Ahahah terima kasih terima kasih hahah" Yunho tertawa renyah

"Junsuu, sudah dirumah ahjussi?" Yoochun menengok ke kanan kiri tidak mendapati sosok yang dicarinya tersebut

"ah iya, Junsu sedang bantu masak ommanya. Sebentar lagi juga selesai, sebentar ya, nanti kita makan malam bersama" jawab Yunho diikuti anggukan bahagia dan wajah sumrigah Yoochun.

Junsu junsu junsu! Sebentar lagi kita akan bertemu! Hanya itu yang ada dipikirannya selama 5 hari terakhhir ini. Sejak senin kemarin Yunho ahjussi menelponnya mengabarkan kepulangan Junsu. Ia sudah sangat tak sabar untuk hari Jumat ini datang. Untuk bertemu dengan Junsu nya.

Yoochun dan Yunho asik berbincang akrab diruang tengah hingga akhirnya seorang pelayan rumah datang untuk mengundang mereka ke meja makan. Jaejoong dan Junsu sudah selesai memasak.

"ah baiklah, ayo Yoochun kita ke ruang makan" ucap Yunho bangkit dari duduknya. Diikuti senyum Yoochun lalu mereka segera menuju ruang makan.

Senyum Yoochun langsung mengembang selebar mungkin melihat sesosok wanita dengan pakaian santai, tshirt biasa dan celana training santai, rambut sepundak diikat satu tidak terlalu rapi tapi juga tidak terlalu berantakan, sedang menata piring-piring makanan di meja makan besar itu. Tidak menyadari kedatangan ayah dan seorang tamunya

"Junsuuu" panggil Yunho, diikuti tengokan putrinya "lihat ini siapa yang datang, Yoochun-a, ayo duduk"

Berbeda dengan yang lain, Junsu cengo sedetik melihat pria yang berjalan dibelakang ayahnya ini. Pria yang sudah agak lama tidak ditemuinya. Park Yoochun. Yoochun oppa.

"Junsu, sapa Yoochun dong, masa diam saja" kata Yunho memecah suasana, mengingatkan tata karma kepada putri bungsunya ini

"ah.. iya appa. Annyonghaseyo oppa" Junsu sadar dari cengonya dan langsung menyapa Yoochun, membungkuk sedikit

"ah iya, annyonghaseyo" Yoochun balas membungkuk sedikit juga

"Jaejoong-a, lihat Yoochun sudah datang!" ucap Yunho lagi saat melihat kedatangan istrinya yang baru selesai ganti baju diatas

"oh annyonghaseyo ahjumonim!" Yoochun membungkuk sopan kearah Jaejoong, masih diujung meja

"ohh annyonghaseyo Yoochun-a lama tidak bertemu ne. Apa kabar? Ayo duduk duduk" balas Jaejoong dengan senyum yang berbeda tipis dengan senyum manis Junsu

"baik ahjumonim, ah iya terima kasih" Yoochun pun akhirnya mengambil duduknya dihadapan Yoochun dan Jaejoong yang duduk berdampingan. Bangku disebelahnya masih kosong. Junsu sedang dikamarnya ganti baju sejenak. Ia segera kabur setelah menyapa Yoochun yang perhatiannya dialihkan kedatangan Jaejoong omma.

Yunho Yoochun dan Jaejoong melanjutkan pembicaraan akrab mereka. Sekitar tiga menit kemudian Junsu akhirnya kembali turun

"appa tidak bilang kalau akan ada tamu" ucap Junsu sambil menyendoki nasi ke piring yang tersaji satu persatu

"iyaa. Kan kamu baru pulang Junsu, sedikit perayaan lah, sudah lama Yoochun tidak kesini juga kan. Ne?" jawab Yunho santai

"ne benar ahjussi" Yoochun membalas perkataan Yunho sambil tersenyum lebar

"oppa" Junsu menyodorkan piring yang disendoki nasi olehnya kepada Yoochun, terakhir sebelum ia mengambil nasi untuk diri nya sendiri

"ah, terima kasih Junsu" balas Yoochun ramah sambil menatap kekedua matanya. Tapi Junsu sama sekali tidak melihatnya, ia hanya tersenyum simpul, tersenyum sopan. Yoochun yang sejak tadi memandangi Junsu baru bisa bertatapan sekali dengan gadis ini, saat Junsu pertama kali melihatnya. Setelahnya, Junsu terus menghindari tatapan Yoochun. Dan ini membuat hati Yoochun menciut sedikit. Kecewa, tapi ia tetap tak akan menyerah, pikirnya.

21:30

"terima kasih banyak ahjussi, ahjumonim, makan malamnya. Sudah ngobrol-ngobrol banyak juga, aku senang sekali. Terima kasih" ucap Yoochun sambil membungkuk sedikit diruang tengah rumah keluarga Jung ini. Mereka sudah hendak berpisah, selesai makan malam. Yunho dan Jaejoong hanya bisa mengangguk-angguk sopan. Junsu berdiri disamping Yoochun, hendak mengantarnya ke pintu depan

"oh iya ahjussi, ahjumonim, besok, boleh aku pinjam Junsu sebentar untuk jalan-jalan bersama. Kan sudah cukup lama.. nggg" ucap Yoochun malu-malu sedikit "sudah cukup lama kami tidak bertemu, hehe" Junsu yang tadinya tidak terlalu fokus langsung memandangi Yoochun saat pria ini melontarkan kalimat tersebut. Terlebih lagi, ia kalah cepat dengan reaksi sang appa

"ohh tentu tentu, haish kami mengertilah Yoochun. Tidak perlu segan, sering-sering lah main kesini oeh?" jawab Yunho

Junsu hanya bisa diam melihat ayah nya terlanjut akrab dengan pria ini. Ia hanya bisa menghela nafas panjang.

Di pintu masuk rumah, Junsu dan Yoochun berdiri berdampingan menunggu mobil Yoochun datang. Junsu masih terdiam, entah malas, cuek, capek atau memang sudah tidak perduli, ia juga tidak mengerti. Ia hanya sedang tidak ingin bicara banyak mala mini

"Jung Junsu, kenapa kau tidak memberitahuku saat kau akan pergi tahun lalu?" Yoochun membuka percakapan ditengah hening itu

"ahh mian oppa" jawab Junsu singkat dengan sangat pelan. Matanya masih melihat kebawah, menolak menatap mata Yoochun yang memandangi nya. Ia mengaku salah, walaupun sebenarnya tidak juga sih, bela Junsu dalam hatinya. Ia hanya sedang tidak berdebat, biarlah kata mian yang menyelesaikan semuanya

"kau.. masih tunanganku. Kita…" ucap Yoochun yang langsung dipotong Junsu yang menatapnya langsung

"oppa geumanhae. Hentikanlah…" ucap Junsu sambil melirih sekilas

Tapi Yoochun tidak mau mengerti, ia hanya menggelengkan kepala lalu melanjutkan

"kita perlu bicara, kujemput kau besok siang. Istirahatlah, selamat malam Junsu" pas sekali mobil Yoochun tiba. Pria ini langsung berlalu kebelakang kemudi sedan hitamnya lalu berlalu.

Ia tidak mau mendengar alasan Junsu. Sudah cukup ia berbuat bodoh lalu bersabar. 1 tahun bersabar. Sekaranglah saatnya, dan apapun yang terjadi, Yoochun sangat ingin memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ia harus memilikinya bagaimanapun caranya, pikir Yoochun lagi. Jung Junsu. Kau harus menjadi milikku Jung Junsu

Author's note: author sudah memasuki tahap liburaan, akan terus update asap. Thanks buat semua yang sudah baca! Have a good day!