Rainy Night chapter pertama! Seperti yg sudah author kasih tau sblmnya, di masa-masa unproductive kmrn author baru bikin potongan2 cerita (prologue). Mungkin sebagian besar udah ngerti ya ceritanya akan kayak apa hehe. Akan terus coba nulis terus dan update terus mulai sekarang. Thaank youuu untuk semua comment dan supportnya dari kalian yang bikin author lanjut terus. Walopun sebenernya gak PD dan kadang mentok ide dan males nulis hahahah. Anyway, here it is.

RAINY NIGHT CHAPTER 1

The flowers that bloom in spring

And the sandy beaches of summer

An autumn evening

And a sunny spot in winter

However many seasons come and go

Our prayer will transcend even time and space –AsuWaKuruKara-TVXQ-

Seoul, April 2013

Sebuah pernikahan mewah digelar di grand ballroom sebuah hotel dengan ribuan tamu undangan malam itu. Putri seorang pejabat dan putra konglomerat Seoul meresmikan jalinan pernikahan mereka malam itu. Pesta eksklusif tersebut dihadiri ratusan keluarga konglomerat lainnya yang adalah kerabat kedua belah pihak keluarga. Gadis-gadis cantik melenggang anggun menikmati malam itu, begitu juga para pria-pria yang tampil rapi dengan jas-jas mewahnya.

Seorang gadis cantik berambut sepundak berdiri anggun ditengah kerumunan beberapa wanita muda lainnya. Rambut hitamnya digerai tertata dengan beberapa jepit dibelakang telinga kirinya. Gaun warna cream muda motif bordir bunga bunga sedikit diatas lutut sederhana terlihat istimewa ditubuhnya, ditambah dengan sebuah pita yang melekat di pinggang rampingnya. Membuat banyak orang memuji kecantikan gadis ini malam itu. Tas Chanel sling berwarna senada beretengger dipundak kanannya, dan terakhir high heels cream YSL simple membuat penampilan wanita ini menjadi semakin sempurna. Make up tipis membuat wajahnya bersinar, ditambah lipstick merah yang terbentuk sempurna saat ia tersenyum di bibir tipisnya. Jung Junsu, wanita cantik ini asyik mengobrol akrab dengan beberapa temannya yang lain. Berpindah dari satu sudut ke sudut ruangan lainnya bercengkramah dengan beberapa orang yang sudah lama tidak ditemui.

Hampir semua pria dan wanita yang melewatinya akan menengok kearah gadis cantik ini. Penampilannya yang simple tapi malah makin memancarkan kecantikan, kesederhanaan dan keanggunan seorang Jung Junsu

"nona Junsuu" suara seorang wanita yang familiar tertangkap telinga Junsu ditengah suasana yang ramai tersebut. Ia menengok kearah suara dan mendapati nona Kim, salah seorang pegawai kepercayaannya ayahnya sedang berjalan menghampirinya

"ne nona Kim?"jawab Junsu memisahkan diri dari teman-temannya sebentar

"Tuan dan Nyonya memanggil anda untuk bertemu dengan salah satu teman Tuan, nona. Anda diminta ikut dengan saya sekarang" jawab nona Kim sopan ditengah keramaian acara tersebut

"ahh okay okay" Junsu pun hanya menurut, berjalan keluar ballroom utama megikuti nona Kim sambil melambai sedikit pada sahabat-sahabatnya, memberi isyarat ia akan kembali nanti

Nona Kim memimpin Junsu menuju sebuah ruangan yang lebih kecil yang adalah masih didalam pesta tersebut. Beberapa orang dewasa berdiri menggerubung ber-ramah tamah dengan satu sama lain. Nona Kim menunjuk sudut dimana appa dan ommanya sudah terlihat dari belakang.

"silahkan nona" nona Kim menunjuk tangannya kearah Yunho dan Jaejoong "tuan dan nyonya sudah menunggu"

"ah okay, thank you nona Kim" sahut Junsu sambil tersenyum lalu berlalu menghampiri orang tuanya. Dengan sopan ia masuk kedalam percakapan orang tuanya tersebut

"annyonghaseyoo" sapa Junsu ramah sambil membungkuk sopan kepada sepasang orang yang lebih tua dihadapannya

"ahhhh Seungwan ssi, ini lah anakku yang kedua, anak perempuan kami satu-satunya, Jung Junsu" Yunho langsung membawa Junsu, putri kesayangannya ke pelukan bahunya "Junsu, ini teman lama appa dan omma, Seungwan ahjussi, Hyerim ahjumonim dan putra mereka, Park Yoochun, nde?" lanjut Yunho

"ah annyonghaseyo, Jung Junsu imnida" Junsu menjabat tangan mereka satu persatu dengan sopan "Jung Junsu, Jung Junsu" ucapnya sambil tersenyum

Senyum lebar terlihat di wajah Seungwan dan Hyerim, terpesona dengan kedatangan Junsu "aigoo,, putri mu ini cantik sekali Yunho ssi! Sopan sekali juga. Ckckck benar-benar menawan putrimu ini" puji Seungwan. Junsu hanya tersenyum malu mendengar kalimat yang selalu dilontarkan orang2 kepadanya itu

"Junsu ssi, ini putra ahjussi, Yoochun, kalian sepertinya seumur, semoga bisa berteman lebih dekat mulai sekarang, oeh?" tambah Park Seungwan lagi yang diikuti tawa renyah 5 orang lain disekelilingnya. Junsu hanya bertukar senyum sopan dengan pria yang baru ditemuinya ini. Karna ini pertama kalinya Junsu meilhat mereka, dan ditengah keramaian acara yang dihadiri ratusan kepala, gadis ini hanya melihat sekilas-sekilas wajah ahjussi, ahjumonim dan putranya ini. Sudah sering sekali ia dikenalkan dengan keluarga teman-teman ayahnya seperti ini sampai Junsu pusing sendiri saat mencoba mengenalinya satu persatu. Sebagai konglomerat dan businessman kelas atas, tentu saja Jung Yunho dan Jaejoong punya relasi dimana-mana, dan seringkali setelah bercakap-cakap, teman-teman lamanya kan akan meminta dikenalkan dengan putri seorang Jung Yunho, persis seperti malam ini; yang dikira Junsu akan sama saja dengan keluarga-keluarga lainnya yang ia kira hanya akan dilihatnya untuk sekali. Tanpa diketahuinya, malam ini, keluarga teman Yunho yang kali ini, berbeda.

Rumah Park Yoochun

Park Yoochun berdiri tegap sambil merapikan lengan kemeja birunya didepan kaca lemari di dalam kamar pribadinya. Wajahnya terlihat segar dan ia sedang bersiap dengan pakaian rapi malam itu. Kemeja biru casual, celana coklat, belt dan sepatu dengan warna senada terlihat sempurna ditubuhnya. Wangi cologne khas pria harum tercium tapi tidak terlalu mencolok dari sosoknya yang tegap. Pria tampan ini menggulum senyum sedikit menganggumi wajah tampannya di cermin (hahahahah), ia dan appa dan ommanya akan berkunjung kerumah seorang teman hari ini. Teman yang putrinya akan dijadikan calon istriku. Ck. Pikir Yoochun

Ya, dengan pembicaraan sepihaknya dengan Park Seungwan, sang ayah, Yoochun tidak punya banyak pilihan selain menurut untuk pergi malam ini. Beramah tamah ke rumah –yang katanya- calon mertuanya, menemui calon istrinya yang Yoochun sendiri tidak begitu ingat wajahnya seperti apa.

Seungwan sudah bilang mereka –Yoochun dan wanita yang dimaksud appa nya ini sudah pernah bertemu dipernikahan Kang Hyeri 2 bulan lalu. Tapi sayangnya malam itu, Yoochun digeret orang tuanya untuk tidak ber-ramah tamah dengan satu keluarga saja. Beberapa keluarga yang membawa putrinya berbasa-basi dengan ia dan orang tuanya malam itu. Dan dimata Yoochun, semua wanita di pesta itu terlihat sama, saking banyaknya dan membuatnya pusing bahkan hanya untuk mencoba mengingat. Park Seungwan sudah mencoba memberikan deskripsi untuk Yoochun mengingat tentang keluarga Jung, tapi tetap saja putranya ini tidak bisa ingat –atau karena memang sengaja tidak mau ingat.

Cling Cling

Handphone Yoochun berbunyi dua kali ditengah kesunyian mobil keluarga Park di perjalanan malam itu. Yoochun membuka handphonenya. Membaca pesan yang masuk

Oppa, besok nonton The Hunger Games ya!

Jam 11 seperti biasa? Aku tunggu! ^^ Xx

Yoochun tersenyum sedikit membaca pesan dari Jinhee tersebut, lalu jarinya dengan cekatan mengetik balasan dengan cepat

Oke, tentu saja! Jam 11 besok! Xx

Pertemuan kedua keluarga itu berjalan dengan baik hingga diakhiri dengan Yoochun yang menyetir kembali kerumahnya. Ia tidak merasakan apa-apa malam itu. Hanya makan malam biasa, harus ber-ramah tamah seperti biasanya, dan oh ya, bertemu dengan gadis yang selama ini dimaksud oleh appa nya. Yoochun mengingatnya sekarang, gadis yang mengenakan gaun motif border bunga-bunga krem malam itu, Junsu –nama wanita itu tidak terlalu berbeda dengan pertama kali mereka bertemu, hanya bibirnya yang tanpa lipstick merah malam ini yang menjadi perbedaan. Disamping itu, Yoochun tidak –karna tidak mau terlalu memperhatikan. Ia hanya mengikuti alur yang dimainkan ayahnya malam itu. Ngobrol-ngobrol dengan Jung Yunho ahjussi dan mengetahui beberapa informasi tentang Junsu –calon istrinya ini. Yoochun sekarang tahu kalau Junsu 2 tahun lebih muda darinya, lalu… hmm… lalu.. well ok hanya itu informasi yang ia cerna malam ini. Pikir Yoochun sambil menggaruk-garuk kepalanya sendiri sambil menyetir

Flashback

"perjodohan apa sih appa, aku bisa mencari pasanganku sendiri" ucap Yoochun

"kau memang bisa mencari pasangan sendiri. Tapi apa kau bisa mencari pasangan sebagus yang appa pilihkan? Kau ini tidak bisa memilih calon istri sembarangan Park Yoochun"

"lalu apa sih special nya pilihan appa itu? Harus seperti apa menantu yang appa mau?"

"sudahlah Yoochun kau tidak perlu banyak tau, yang pasti yang appa dan omma pilihkan untukmu adalah yang terbaik. Ingat jangan lah egois. Kamu tau kan posisimu dikeluarga ini"

Yoochun hanya bisa tersenyum malas menderngarnya "iya appa iyaa….." sahutnya

"Pilihan kami adalah yang terbaik, kau hanya perlu percaya dan menjalankan permintaan omma mu. Lebih dekatlah sedikit dengan Junsu. Kalian akan menjadi pasangan yang serasi"

Yoochun tidak membalas. Ia sudah malas beragumen. Tidak salah jika ia menjadi anak yang keras kepala, tentu saja turun dari ayahnya sendiri ini, yang sangatlah keras kepala juga. Makanya argument diantara mereka berdua selalu berakhir dengan alot. Yoohun terdiam sambil berpikir. Tidak akan banyak gunanya jika ia melawan tindakan ayahnya, ia harus menggunakan cara lain. Ia tidak bisa menjalankan kemauan appanya kali ini- aku sudah mempunyai kekasih! Pikir Yoochun. Well, kalau aku adalah pihak tidak bisa melepaskannya. Dia pasti akan bisa melepaskan perjodohan ini kan? Pikir Yoochun setelah berhari-hari memutar otak. *otak Yoochun memang pas-pasan hahahaaha

TBC to chapter 2. Thanks for reading everyone!

-DXB; SAT 21/6/14; 00:30-