THE CONTRACT

Title : THE CONTRACT

Writer : Pinkiess

Rated : T+

Genre : Romance, Drama, Friendship, Family

Casts : Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Lee Jinki, Lee Bora (OC)

Semua casts disini milik diri mereka masing-masing, kedua orang tua, entertainment mereka dan Tuhan. Dipakai hanya untuk mengisi casts di FF ini.

Warning : GS, OOC, OC, typo(s), bahasa non baku

Cerita di FF ini hanyalah fktif belaka, imajinasi liar saya saja. Jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian itu merupakan ketidaksengajaan saja. Saya tidak suka dengan yang namanya plagiat. So dont be a plagiator!

**** Pinkiess Presents ****

Keadaan pun menjadi hening saat Sehun mengutarakan pertanyaannya. Semua mata pun tertuju pada Sehun. Chanyeol hanya bisa terkekeh pelan melihat ekspresi bingung Sehun. Ia sudah menduga ini sebelumnya. Dan keheningan itu pun berujung pada gelak tawa semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Sehun hanya bisa membulatkan matanya semakin bingung dengan keadaan yang dilihatnya ini. Ia menolehkan kepalanya kepada Chanyeol meminta penjelasan dari Chanyeol.

"Sehun-ssi pertanyaanmu tadi benar-benar lucu. Kau pasti kan sudah tahu, untuk apa menanyakannya lagi?" ujar Lee Jinki masih sambil tertawa. Sehun semakin tidak mengerti dengan pernyataan sang produser itu.

"Hyung, 'adegan cinta' itu apa sih sebenarnya? Aku sama sekali tidak mengerti." Sehun mengulangi pertanyaannya pada Chanyeol.

"Sehun, kau sudah berapa lama sih hidup sebagai seorang namja? Masa hal seperti itu saja kau tidak tahu? Begini biar aku lebih permudah bahasanya..." Chanyeol mendekatkan bibirnya ke telinga kiri Sehun untuk membisikkan sesuatu.

"Itu artinya sama saja kau harus melakukan adegan sex dengan sang aktris." bisik Chanyeol membuat Sehun membulatkan matanya.

"MWO? K-kau serius hyung? Aku tidak bisa melakukannya hyung! Tidak! Tidak! Aku tidak bisa bermain di film ini!" Sehun menggelengkan kepalanya tanda Ia menolak.

"Tapi kau sudah menandatangani kontrakmu dengan kami, Sehun. Kau tidak bisa seenaknya membatalkan kontrak seperti ini. Kau mau kami tuntut dan denda?" ancam sang produser.

"Tapi a-aku tidak bisa me-melakukannya apalagi itu..."

"Kau tidak perlu khawatir, Sehun-ssi. Itu sudah jadi tugas para crew-crew ini. Mereka yang akan membantumu." ujar sang sutradara yang duduk tepat di samping kiri sang produser.

"La-lalu siapa lawan mainku?"

"Lawan mainmu adalah..."

"Aku. Salam kenal Sehun-ssi... Aku Lee Bora." Ujar seorang yeoja cantik sambil tersenyum manis kepada Sehun.

"Annyeong, Oh Sehun imnida..."

"Baiklah cukup sekian dulu perkenalannya. Jika ingin lebih mengenal lagi, kalian bisa melanjutkannya setelah rapat ini berakhir. Lagipula semua pemain yang terlibat belum berkumpul semua disini." Ujar Lee Jinki.

Rapat pun kembali berjalan dengan scriptwriter sebagai pembicaranya kali ini. Ia terus menjelaskan isi naskah serta adegan per adegan yang telah di buatnya. Para crew dan para aktris dan aktor pun mendengarkannya dengan seksama. Bahkan sesekali dari mereka ada yang mencatat sesuatu yang di sampaikan oleh sang scriptwriter.

Sehun nampak serius mendengarkan semua penjelasan dari sang scriptwriter bahkan hingga menghiraukan panggilan dari Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menghela nafas berat. Ia sudah tahu kebiasaan Sehun ketika ia sedang serius. Ia pasti akan menghiraukan apapun yang mengganggunya. Sehun melepaskan kaca mata berframe hitam miliknya dan memijat batang hidungnya sesekali lalu kembali memakai kacamatanya.

Puk Puk

Pada akhirnya Sehun pun menolehkan kepalanya menghadap Chanyeol membuat Chanyeol tersenyum. Sehun memasang wajah kesalnya sementara Chanyeol berusaha memberitahukan sesuatu pada Sehun.

"Eommamu menelpon. Otteo?" Chanyeol memberikan smartphone miliknya yang masih bergetar tanda jika ada panggilan masuk.

"Jangan di terima, hyung! Matikan saja ponsel hyung, kita kan sedang rapat." Balas Sehun cuek tak memperdulikan helaan nafas berat Chanyeol.

"Sekian penjelasan dari saya. Apa masih ada yang belum jelas?" Tanya sang scriptwriter. Namun tak seorang pun yang berniat untuk bertanya.

"Bila tidak ada yang bertanya, saya akan akhiri.. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih." Semua orang yang ada di dalam ruangan itu bertepuk tangan sebagai tanda hormat untuk sang scriptwriter yang telah selesai menjelaskan naskah miliknya.

"Baiklah sekian rapat kita untuk hari ini. Dan jangan lupa minggu depan untuk para pemain di harapkan untuk datang kembali tepat jam 1 untuk melakukan reading naskah. Saya tutup rapat kita kali ini, Selamat siang." Ujar Lee Jinki.

Satu persatu crew mulai keluar meninggalkan ruangan. Namun sebelum keluar mereka juga berpamitan kepada para pemain dan sang produser untuk memberikan kesan hormat mereka. Sehun juga Chanyeol melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan.

Sehun berjalan di depan Chanyeol dengan santainya. Kedua telinganya sudah ia sumpal dengan earphone sebagai tanda jika ia tidak ingin mendengar perkataan apapun dari Chanyeol. Merasa tak mendapat respon apapun dari Sehun, Chanyeol mencoba menyibukkan diri dengan mengutak-atik smartphone nya.

"Whoaaa Xi Luhan akan main film baru? Jinjja?" Ujar Chanyeol dengan semangat saat ia membaca sesuatu dari smartphone nya hingga ia lupa jika ia masih berada di dalam gedung kantor. Suara Chanyeol yang menggelegar dan tiba-tiba itu cukup membuat Sehun terkejut.

"Xi Luhan? Nugu?" Tanya Sehun penasaran karena nama itu memang tidak cukup asing di telinganya.

"Astaga... Kau tidak tahu? Padahal ia sangat terkenal. Wajar sih kau memang jarang bersosialisasi dengan sesama artis sih makanya kau tidak tahu. Xi Luhan itu seorang model dan juga aktris yang sudah banyak main film." Jelas Chanyeol namun Sehun tidak terlalu merasa tertarik.

Tringg

Pintu lift terbuka. Sehun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift meninggalkan Chanyeol yang masih terus sibuk dengan smartphonenya. Sehun memasukkan kedua tangannya di saku mantel tebal yang digunakannya. Ia baru sadar jika udara sedang dingin saat ini. Wajar saja sekarang sedang memasuki musim gugur dan di dalam kantor itu AC selalu menyala membuat udara jadi semakin bertambah dingin.

"Haaa..." helaan nafas seseorang menyelimuti keheningan yang ada di dalam lift itu. Sehun baru menyadari jika ia sedang tidak sendirian. Ada seorang yeoja yang berdiri tepat di sampingnya. Sehun tidak terlalu peduli dengan yeoja yang sedang asik mengutak-atik smartphone nya.

"Selalu saja seperti ini! Kenapa anti fansku selalu bertambah setiap hari? Memang apa salahku? Aku kan hanya menjalankan semua pekerjaanku." Ujar yeoja itu kesal. Ia menghentak-hentakkan kakinya menunjukkan rasa kesalnya.

Krekk

Tiba-tiba sesuatu terdengar. Lift itu jadi terasa sedikit tersendat. Seketika yeoja itu sedikit menggerakkan tubuhnya ke kanan, mendekatkan dirinya pada Sehun. Lampu di dalam lift itu jadi meredup perlahan-lahan.

"Aigoo apa yang sudah aku lakukan? Hikss" yeoja itu sedikit terisak wajahnya juga menampilkan raut ketakutan. Sehun bisa melihat tubuh yeoja itu juga jadi ikut gemetar.

Blam

Dan benar saja lift itu berhenti. Lampu di dalam lift itupun mati. Sehun dan yeoja itu terjebak di dalam lift. Sehun hanya bisa berjalan mundur ke belakang, menyandarkan dirinya pada dinding lift.

"Hikss hikss... Takut... Gelap... Hiks hikss" Sehun bisa mendengar isakan tangis yeoja itu. Entah mengapa ia merasakan perasaan tak enak di hatinya. Ia tidak bisa mendengar isakan tangis seorang yeoja.

"Nan gwenchana?" Tanya Sehun dan berjalan perlahan ke depan. Ia meraba sekelilingnya takut menabrak yeoja yang menangis itu apalagi di sana sangat gelap.

Sehun segera mengambil smartphone di dalam saku celananya untuk membantu ia bisa melihat dalam gelap dari cahaya yang di hasilkan smartphone nya. Akhirnya Sehun bisa melihat yeoja itu jatuh terduduk di tengah lift. Kedua lututnya tertekuk dan yeoja itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"Nan gwenchana?" Tanya Sehun sambil ikut menjongkokkan dirinya, mensejajarkan tubuhnya dengan yeoja itu.

"Takut... Hikss gelap... Hiks hikss" yeoja itu segera memeluk tubuh Sehun dengan erat dan terisak di dalam pelukannya. Sehun hanya bisa terdiam. Ia tidak menolak, ia tahu mungkin dengan cara itu yeoja itu bisa jadi lebih tenang.

"Uljima... Aku akan meminta bantuan..." Sehun menekan layar smartphone nya mencari nomor seseorang yang dapat menolongnya.

Tuttt Tutttt Tutttt

"Aishh sial!" Umpat Sehun kesal karena tidak berhasil menghubungi siapapun.

Tutttt Tutttt Tutttt

"Aishh sial! Aku tidak bisa menghubungi siapapun! Ck!" Umpat Sehun lagi. Sementara yeoja itu masih terus terisak di dalam dekapan Sehun. Kedua tangan yeoja itu mencengkram erat mantel yang di kenakan Sehun tanda jika ia memang benar-benar takut

"Sebentar. Aku akan mencari cara untuk meminta bantuan." Sehun kembali mencoba berdiri di ikuti oleh yeoja itu yang masih setia mencengkram mantel Sehun.

Pipp

Sehun menekan sebuah tombol bantuan yang ada di dalam lift. Ia sama sekali tidak kepikiran soal itu sedaritadi. Berulang kali ia menekan tombol itu berharap itu dapat berguna dan menolongnya serta yeoja itu keluar dari lift.

"Tenanglah... Sebentar lagi kita pasti akan keluar dari sini..." Sehun kembali menenangkan yeoja yang masih terisak itu.

Pipp

Lampu di dalam lift itu menyala kembali tanda jika lift itu dapat berfungsi kembali. Sehun menghela nafas leganya melihat itu. Dengan segera Sehun menekan tombol UG. Sehun bisa merasakan yeoja itu merenggangkan cengkraman di mantel miliknya tanda jika yeoja itu sudah merasa lebih tenang sekarang.

Tringg

Pintu lift pun terbuka memperlihatkan beberapa orang berdiri menunggu di depan pintu lift dengan wajah panik mereka. Sementara Sehun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman simpul. Yeoja yang ketakutan tadi kini sudah berdiri di samping Sehun. Ia menundukkan wajahnya menutupi wajah pucat dan berantakannya karena habis menangis.

"Astaga, Lu... Apa kau baik-baik saja?" Tanya Baekhyun yang langsung memeluk tubuh Luhan saat Luhan baru saja keluar dari lift.

"Maaf... Apa terjadi sesuatu padanya di dalam?" Tanya Baekhyun pada Sehun yang juga baru saja keluar dan di sambut lega oleh Chanyeol.

"Ia menangis di dalam." Jawab Sehun singkat.

"Aigoo, Lu... Mianhae... Harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian... Lu? LULU!" Teriak Baekhyun histeris karena Luhan yang tiba-tiba jatuh pingsan.

SKIP

"Lu? Kau sudah sadar?" Ujar Baekhyun lega saat melihat Luhan yang sudah membuka matanya.

"Aku... Dimana?"

"Kau ada di rumah sakit, Lu. Kau pingsan. Untunglah kau tidak apa-apa. Mianhae, Lu. Harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian. Kau jadi seperti in-"

"Baek, di-dia... ada dimana?"

"Dia? Dia siapa?"

"Namja itu. Namja yang bersamaku saat di... lift."

"Oh namja itu. Tadi baru saja ia pulang. Aku yang menyuruhnya pulang. Aku tak enak merepotkannya, Lu."

"Aku belum berterima kasih padanya, Baek. Apa kau tahu siapa dia? Namanya?"

"Mian, Lu. Aku lupa menanyakan siapa namanya. Habis aku sudah terlalu panik saat tahu kau pingsan."

Luhan hanya mengangguk lemah. Ia berharap dapat bertemu dengan namja yang menolongnya saat mereka sama-sama terjebak di dalam lift. Berkat namja itu yang terus menenangkannya, ia jadi bisa mengontrol dirinya. Ia berharap bisa bertemu dengan namja itu sekali lagi untuk mengucapkan terima kasihnya.

"Baek, aku mau pulang..."

"Hmm? Pulang? Tapi kau kan baru saja siuman."

"Aku baik-baik saja, Baek. Aku ingin pulang. Aku tidak ingin disini lama-lama."

"Baiklah. Akan aku panggilkan dokter dulu ya, Lu."

Luhan mencoba bangun dari posisi tidurnya. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur. Ia menolehkan kepalanya ke samping ke kiri, tepatnya ke arah jendela yang saat itu sedang di biarkan terbuka. Luhan bisa melihat gedung-gedung tinggi dari balik jendela itu serta burung-burung yang berterbangan. Hembusan angin musim gugur itu juga sukses membawa terbang daun-daun kering dari berbagai macam pohon.

"Lu?"

"Hmm?"

"Kajja kita bisa pulang sekarang. Tapi berjalan perlahan saja ya, kau masih lemah."

"Hmm. Gomawo, Baek..."

SKIP

"Lu, istirahatlah. Aku akan membuatkan sesuatu untukmu di dapur. Jika kau perlu sesuatu, panggil aku saja ya."

"Baek, aku baik-baik saja. Jangan perlakukan aku seperti orang sakit deh. Aku sehat kok, Baek." Keluh Luhan kesal karena perlakuan Baekhyun yang membuatnya terlihat seperti orang yang sedang sakit.

"Mian, Lu. Tapi aku kan khawatir padamu. Aku ingin kau istirahat lebih lama. Bahkan jika perlu aku akan mengcancel jadwalmu untuk beberapa hari ke depan."

"Baek! Jangan berlebihan seperti itu! Sudah ku bilang kan jika aku ini baik-baik saja, Baek." Luhan melipat tangannya di depan dada memperlihatkan jika dirinya sedang kesal.

"Baiklah-baiklah. Aku tidak akan melakukannya. Tapi kau jangan terlalu memaksakan dirimu ya. Kau harus bilang padaku jika kau merasa lelah. Aku tidak mau kau jadi pingsan seperti tadi." Tegas Baekhyun yang hanya di balas anggukan kepala oleh Luhan.

Kruyukkk

"Hahaha aku tahu kau lapar, Lu. Tunggulah disini aku akan memasakkan makan malam untukmu." Ujar Baekhyun sambil berjalan keluar dari kamar Luhan meninggalkan Luhan yang cemberut malu.

.

.

.

Sehun kini sedang berada di ruang tengah rumahnya. Ia sedang bersantai sambil menonton film action favoritnya. Sebelah tangannya sedang memegang toples yang berisikan makanan ringan sementara sebelah tangannya yang lain sedang memegang smartphone nya. Sesekali ia mendecakkan lidah saat melihat layar smartphone nya yang terus menyala tanda ada seseorang yang menelponnya.

"Ne? Yeobosaeyo?" Jawab Sehun malas.

-Aigoo Hunna kenapa kau tidak pernah mau mengangkat telepon dari eomma? Kau tahu? Eomma dan appa disini sangat khawatir padamu. Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja bukan?-

"Tumben eomma menanyakan kabarku. Biasanya eomma dan appa sibuk dengan pekerjaan kalian disana." Balas Sehun cuek. Ia tidak terlalu senang mendapat telepon dari orang tuanya. Ia merasa pasti ada sesuatu yang akan disampaikan jika eomma ataupun appanya tiba-tiba menelepon dirinya seperti ini.

-Aigoo kenapa kau jadi seperti ini sih, Hunna? Oh ya seperti nya eomma dan appa tidak jadi pulang dalam waktu dekat ini. Appamu masih banyak memiliki pekerjaan disini. Tidak apa kan jika kau sendirian lagi di rumah? Kan ada Bibi Nam juga yang menjaga rumah disana jadi...-

"Aku tahu, aku tahu.. Pekerjaan appa kan memang lebih penting daripada aku. Sudahlah eomma aku lelah, aku ingin istirahat. Bye..." Sehun segera memutuskan sambungan teleponnya. Ia lelah dengan semua itu. Kedua orangtuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka tanpa mau memperdulikan dirinya.

"Telepon dari eommamu?" Tanya seseorang yang Sehun ketahui adalah managernya, Chanyeol.

"Hmm katanya mereka tidak jadi pulang dalam waktu dekat ini. Lagipula pulang atau tidak pulang pun sama saja. Mereka tetap sama-sama akan sibuk dengan pekerjaan mereka."

"Jangan berkata seperti itu. Mereka bekerja juga untukmu kan. Semua ini kan untukmu. Jangan bersikap seperti itu pada kedua orangtuamu." Ujar Chanyeol bijak namun Sehun hanya cuek dan tidak mau mendengarkan.

Chanyeol mendudukan dirinya tepat di samping Sehun yang sedang asik menonton film favoritnya sementara dirinya lebih menyibukkan diri dengan smartphone nya. Ia tidak terlalu suka menonton.

"Ahh oh ya aku baru ingat. Duh pabbo! Bagaimana keadaan Luhan?" Tanya Chanyeol pada Sehun. Sehun hanya menolehkan kepalanya pad Chanyeol dengan tatapan bingung.

"Luhan? Nugu Luhan?" Tanya Sehun masih dengan tatapan bingung.

"Aishh yeoja yang bersamamu di lift itu. Tadi aku kan tidak ikut denganmu ke rumah sakit untuk mengantarnya. Bagaimana keadaannya? Duh aku khawatir sekali padanya. Secara aku kan fansnya." Ujar Chanyeol tanpa jeda membuat Sehun semakin bingung.

"Kau mengenalnya, hyung? Dan mwo? Fans? Kau fans dia?" Tanya Sehun terkejut.

"Astaga Oh Sehun! Dia itu Luhan! Xi Luhan! Dia itu seorang model dan aktris yang terkenal. Ia sudah banyak membintangi berbagai macam film. Masa kau tidak tahu? Astaga astaga ckckck"

"Hyung kau berlebihan sekali. Hyung kan tahu aku memang tidak banyak mengenal aktris atau aktor lain. Aku kan..."

"Iya, aku tahu. Karena itu aku memberitahumu siapa itu Xi Luhan. Lalu bagaimana keadaannya? Apa ia baik-baik saja? Aku menyesal tidak ikut ke rumah sakit tadi." Keluh Chanyeol.

"Hyung, hentikan kelebaianmu ini! Aku juga tidak tahu. Aku pulang sebelum ia sadar." Jawab Sehun santai.

"Mwo? Kenapa kau pulang sebelum dia sadar?" Chanyeol mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Sehun.

"Hyung! Hentikan hyung! Ishh kau menjijikan sekali hyung! Jauhkan wajah menyebalkanmu jadi hadapanku!" Sehun mendorong tubuh Chanyeol agar menjauh darinya.

"Haa inilah kenapa aku tidak suka pada para fans. Mereka terlalu berlebihan sama sepertimu, hyung. Dan ini juga kenapa aku ingin berhenti dari dunia entertain. Aku lebih memilih menjalani hidupku seperti orang biasa daripada jadi seorang idola yang tidak memiliki kebebasan. Kemana-mana harus menyamar dan bertingkah bodoh agar tidak di ketahui fans, ck." Ujar Sehun tanpa sadar. Chanyeol yang kini sudah duduk di sampingnya memperhatikan wajah Sehun dengan tatapan iba.

"Mungkin itu cara mereka menunjukkan kecintaannya padamu, Sehun. Kau jangan pernah beranggapan jika mereka itu adalah pengganggu. Tanpa mereka, kau juga tidak akan bisa jadi seperti sekarang ini, jadi Sehun yang banyak di kenal, Sehun yang mereka idolakan."

"Menunjukkan kecintaan mereka padaku? Tapi kenapa harus dengan cara membatasi privasiku? Hyung, aku hanya manusia biasa. Aku juga ingin bebas seperti orang lainnya. Pergi kemanapun tanpa bersembunyi ataupun menyamar seperti seorang penjahat saja. Aku muak hyung! Aku muak!"

"Aku tahu. Aku tahu. Haaa sudahlah jangan membahas masalah ini lagi. Sudah malam, sebaiknya kau istirahat. Lihat wajahmu jadi terlihat berantakan. Kau sudah seperti mayat hidup, tahu. Aku pulang ya. Kasihan Petty sendirian dirumah." Pamit Chanyeol.

"Petty si anjing pudelmu itu hyung? Kenapa dia betah sekali tinggal bersama orang secerewet dirimu, hyung? Ckckck" ejek Sehun yang dibalas kekehan dari Chanyeol.

"Sudahlah, aku pulang ya. Kau harus segera istirahat. Jangan pernah begadang lagi, oke?"

"Haaa dasar hyung cerewet!"

.

.

.

.

Sehun kini sudah berada di ruang tengah rumahnya. Ia sudah berpakaian rapi lengkap dengan sepatu dan mantel cokelat tebalnya. Ia sedang menunggu Chanyeol yang bertugas menjemputnya kali ini. Sudah sekitar setengah jam Sehun menunggu namun Chanyeol sang manager masih belum menunjukkan batang hidungnya membuat Sehun kesal. Ia benci menunggu.

"Bi Nam, bisa tolong buatkan aku minuman?" Panggil Sehun pada seorang asisten rumah tangga di rumahnya yang sedang merapikan ruang tengah.

"Ne, tuan. Akan saya buatkan." Balas Bibi Nam dan kembali berjalan menuju ke dapur.

"Hyung kemana sih? Kenapa lama sekali menjemputku? Kemarin hyung bilang aku harus siap jam 8. Sekarang sudah jam setengah 9 tapi hyung belum datang juga ckckck" keluh Sehun sambil menggonta ganti saluran TV dengan remote yang dipegangnya saat ini.

'Kecelakaan lalu lintas baru saja terjadi tepat di depan sebuah restoran cepat saji di daerah Gangnam. Kecelakaan antara sebuah mobil van dan truk pengangkut minyak ini terjadi karena kelalaian pengemudi truk yang mengemudi dalam keadaan mabuk. Sang pengemudi pun tewas di tempat setelah mengalami pendarahan yang cukup hebat pada bagian kepalanya. Sementara para penumpang di dalam van mengalami luka cukup parah. Salah seorang penumpang di dalam van itu adalah Lee Bora, seorang aktris yang banyak membintangi beberapa film. Ia mengalami pendarahan di bagian kepalanya dan mengalami patah tulang pada angkel kaki kanannya. Ia dinyatakan...'

Drtttt Drrttt

Sehun merogoh saku mantel cokelatnya saat merasa smartphone nya bergetar tanda ada panggilan masuk. Ia melihat nama 'Chanyeol Hyung' tertera di layar smartphonenya dengan cepat ia menerima panggilan itu.

-Sehun kau dimana? Kau masih di rumahmu kan? Maaf aku datang terlambat. Tapi sebentar lagi aku sampai. Apa kau sudah mendengar berita tentang kecelakaan itu?-

"Hmm cepatlah hyung aku sudah lama menunggumu. Hmm aku sudah mendengarnya. Tentang Lee Bora kan?"

-Ne, ah aku sudah ada di depan gerbang rumahmu. Kau keluarlah.-

Chanyeol langsung memutuskan sambungan teleponnya membuat Sehun menghela nafasnya. Sehun segera mematikan TV yang masih menyiarkan beberapa berita terbaru pagi itu. Ia sudah tidak ada waktu bersantai lagi.

"Tuan, ini minumannya..."

"Maaf bi aku sudah harus pergi. Bi hari ini sepertinya aku akan pulang malam. Bibi jangan memasak ya. Aku akan makan di luar saja nanti."

"Baik, tuan. Hati-hati." Sehun hanya membalas dengan sebuah anggukan ucapan dari sang bibi.

Tinn Tinn

"Masuklah! Kita sudah terlambat!" Ujar Chanyeol sambil membuka kaca mobilnya.

"Salah hyung sendiri kenapa telat menjemputku." Sehun kembali menyalahkan Chanyeol.

"Mian... Mian... Yang penting aku sudah disini kan hehehe..."

SKIP

Sehun dan Chanyeol serta beberapa crew kini sudah berada di dalam ruang rapat kembali. Hari ini adalah jadwal reading kedua naskah film. Semua crew sudah berkumpul, begitupula para pemainnya. Sehun melihat ada beberapa wajah baru para pemain yang kemarin tidak di lihatnya. Memang rapat yang di lakukan kemarin itu para pemain tidak semuanya datang. Namun kali ini semua pemain yang ada di dalam film di pastikan untuk datang.

"Seperti yang kita tahu, aktris pemeran utama film ini baru saja mengalami kecelakaan dan sedang di rawat di rumah sakit. Kemungkinan juga ia tidak bisa ikut bermain di dalam film ini. Maka dari itu saya memikili rencana lain yaitu mencari pengganti aktris pemeran utama di film ini."

"Maaf, Mr. Lee. Tapi waktu kita sudah tidak banyak lagi. Bagaimana mungkin kita bisa mencari pemain pengganti dalam waktu singkat?" Tanya sang sutradara.

"Untuk hal ini, kalian tidak perlu khawatir karena saya sudah menemukan siapa orangnya. Kalian juga pasti sudah mengenalnya. Dan ia juga bukan seorang aktris amatiran. Ia sudah banyak berperan di dalam film-film saya jadi sudah dapat dipastikan jika ia sangat profesional." Jelas Lee Jinki.

"Lalu siapa dia, Mr. Lee?"

Tok Tok Tok

"Dia sudah datang." Ujar Lee Jinki membuat semua crew dan pemain di dalam ruangan itu penasaran.

"Silakan masuk..."

CKLEK

Pintu pun terbuka, menampilkan seorang yeoja cantik dengan mantel putih yang membalut tubuh mungilnya. Senyum tidak pernah terlepas dari wajah cantiknya. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu begitu terhipnotis oleh kecantikan dan keanggunan sang aktris. Namun berbeda dengan Sehun. Ia menatap sang aktris itu dengan tatapan dinginnya seperti biasa.

"Silakan duduk dan terima kasih kau sudah mau bermain di dalam film ini." Ujar Lee Jinki kepada yeoja cantik itu.

"Sama-sama Mr. Lee. Saya juga berterima kasih karena anda mempercayakan saya kembali untuk bermain di dalam film anda."

.

.

.

TBC/END/DELETE

.

.

.

Akhirnya chapt 2 selesai.. sebenarnya aku sih berencana bakal publish lngsg 2 chapt sekaligus tp chapt yg 3 masih perlu bnyk rombakan" nih :( mian ya chingu dan aku juga gak bisa janji bisa fast update karena lg banyak deadline juga nih huhu di mohon kemaklumannya :) :) :)

Balasan Reviews:

*Dhea485 : Tenang Luhan kok yang gantiin Bora huehehe sabar ya adegan 'itu' nya belum muncul di chapt ini mungkin di chapt depan hehe gomawo ya udah review :)

*Frozen Peony : Awalnya sih memang bukan Luhan tapi tenang kok karena banyak yang mendoakan agar Luhan aja yg jadi lawan mainnya Sehun, jadi terkabul deh hehe gomawo ya udah review :)

*Sanshaini Hikari : untuk pertanyaan Luhan sama Sehun udah saling kenal atau belum, di chapt ini kira-kira udah terjawab atau belum chingu? Hehe Gomawo ya udah review :)

*zoldyk : Hoaaa thank you for your review :)

*LuXiaoLu : Doamu terkabul chingu... Tadahh Lulu yang jadi lawan mainnya Hun kok hehe gomawo ya udah review :)

* : tenang chingu ini udah di lanjut kok FF nya hehe gomawo ya udah di review :)

*lisnana1 : sudah dikabulkan.. lawan mainnya udah diganti kok jadi luhan hehe gomawo ya udah review :)

*53Hun Luh4n : udah di update kok gomawo ya udah review :)

*helloannyeongg : Lulu nya ada kok ini udah di lanjut gomawo ya udah review :)

*blacksoda : iya awalnya memang bukan dia lulu taken contract film lain sih /sotoy/ tp bora sekarang udh digntiin Luhan kok hehe gomawo ya udah review :)

*AmeliaBellatrix : tenang Bora sudah di gantikan Luhan kok hehe gomawo ya udah review :)

*fansyie : sudah diganti kok sudah hehe lulu sekarang yang jadi lawan mainnya hun hehe gomawo ya udah review :)

*sehunhannie : ini udah di update gomawo ya udah review :)

*xxlxx : ini udah di update kok gomawo review nya :)

*windykinetis : penasaran? Haha gomawo udah review ya :)

*bubble4hunhan : lulu sudah menggantikan bora kok hehe gomawo review nya :)

*empty : ini udh dilanjut gomawo review nya :)

*555 : ini udah di lanjut kok :) penasaran? Hehe gomawo udah review :)

*BabyHimmie : tenang ini udah di gantikan jd lulu kok hehe gomawo udah review ya :)

*ruixi : rame? HunHan moment memang belum keluar tp tenang next next chapt bakal ada kok moment mreka di film sm di kisah nyata. Pnsrn? Hehe gomawo udah review ya :)

Gomawo untuk semua yang udah review ya :) aku seneng respon chingu baik semua tp jangan sungkan-sungkan juga ya kasih kritik dan sarannya. Kritik pedas? Gak papa kok aku terina dengan senang hati karena aku kan juga masih tahapan belajar nulis FF :)

Oke segitu aja basa-basinya. Sampai ketemu lagi ya semua... Byebye pyongg^^

Salam XOXO Pinkiess :*