Gomennasai
Presented by Naurovhy
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : T
Warning : AU, OOC, OC, Typo, Ide pasaran, alur berantakan, dll.
If you don't like? So don't read! Happy reading all
please RnR.
"Bagaimana keadaannya dokter?"
"Ia akan sadar sebentar lagi. Istri anda hanya kelelahan Sabaku-san"
"... baiklah, arigato"
"Ya, sudah menjadi tugasku"
Lalu Gaara mengatar dokter wanita itu keluar dari rumahnya. Setelahnya Gaara kembali ke kamar Hinata, mengecek keadaannya sebentar lalu beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri.
-naurovhy-
Kesokan Harinya Hinata bangun pukul 9 pagi dengan kepala yang luar biasa pusing, badannya seakan tak bertenaga ia menatap langit-langit kamarnya, pikirannya melayang ke malam sebelumnya dan air matanya mulai menggenang ...
"... pelacur" kata-kata Gaara terus berputar di kepala Hinata, air matanya mulai berderai kembali, membayangkan betapa rendahannya dirinya di mata sang suami. Miris itulah kata yang tepat menggambarkan keadaannya.
"Gaara-kun"
"Ada apa?" Walaupun katanya dingin, namun senyum kecil mengembang di wajahnya
"Aku sedang mencoba membuat menu baru, kamu mau mencobanya?" Sakura duduk di bangku depan meja kerja Gaara menopangkan wajah cantiknya pada ke dua tangannya, senyumnya menggembang menghipnotis semua hal yang ada di dekatnya, Gaara pun tak luput dari aura itu.
"Tentu manis" jawabnya melupakan semua dokumen yang ia tekuni dari tadi
"Yeeaayy, kamu pulang jam berapa?"
"Kamu mau mengajakku jam berapa?"
"Iisshh, jam 7 di rumahku, tapi aku tak ingin kamu memakai pakaian seperti ini" Sakura menunjuk setelan seperti ini
"All u wish princess" Gaara mencubit kecil hidung Sakura
"Aku mencintaimu Gaara-kun" katanya beranjak untuk memeluk Gaara dari belakang
"Hm.." Gaara tersenyum menanggapinya
"Apa yang sedang kamu kerjakan?"
"Laporan biaya"
"Apa aku menggangumu?" Sakura bertanya
"Tentu saja tidak, kau sudah makan siang?"
"Belum"
"Baiklah, setelah aku menyelesaikan ini kita makan siang bersama"
"Baiklah Sabaku-san, aku akan menunggumu di loby" Sakura beranjak keluar
"Sakura!" Panggil Gaara tiba-tiba, pria itu menghampirinya dan *CUP* Gaara mengecup singkat bibir Sakura "jaa" katanya
"Ja-jaa" Sakura terbata menjawabnya
Dan pintu ruangan pun tertutup, Gaara kembali tenggelam dalam pekerjaannya namun sebuah senyum kecil mengiasi wajah tampannya.
Sementara itu...
"Bagaimana Sasuke-kun?" Naruto bertanya saat Sasuke merebahkan kepala di pangkuan gadis itu
"Aku rasa Sabaku itu cemburu"
"Benarkah? Itu awal yang bagus, rencana selanjutnya adalah ..."
"Kau sendiri tidak cemburu?" Kata Sasuke ketus
"Aku? Tentu saja tidak, Hina-chan itu kan sudah seperti adikku sendiri"
"Hn" Sasuke mendengus
"Kenapa Suke? Kau keberatan?"
"Tidak, hanya saja aku merasa kau hanya main-main denganku"
"Apa maksudmu teme?" Naruto mengangkat kepala Sasuke
"Kau tidak pernah cemburu melihatku bersama wanita lain, sedangkan aku? Aku rasanya ingin mematahkan semua pria yang dekat denganmu"
Sapphire Naruto membulat "aku tidak cemburu karna aku percaya padamu Suke, aku tau kau tidak akan melakukan hal yang menyakitiku kan?"
Kini giliran Onyx Sasuke yang melebar, ia tidak menyangka Dobenya akan berbicara seperti itu, sebesar itu cinta Naruto padanya dan ia dengan bodohnya memnyangsikan perasaan Naruto sungguh bodoh.
"Tentu saja" jawabnya mantap
Naruto tersenyum manis dan mengalungkan tangannya pada leher kekar Sasuke, dan mereka berpelukan.
"Maaf, aku berkata yang tidak-tidak" kata Sasuke
"Aku tau, itu memang kebiasaanmu"
Sakuse menaikan sebelah alisnya
"Membuat orang lain jengkel, hahaha" Naruto tertawa lepas hingga mendapatkan hadiah indah dari Sakuse "awwww, sakit Teme" ia mengusap kepalanya yang beedenyut akibat jitakan sayang Sasuke
-naurovhy-
Ting tong ting tong! Medengar suara bel rumahnya Hinata bangkit dari kasurnya, ia melihat jam pada mejanya pukul 4 sore? Siapa? Apa Gaara-kun sudah pulang?
"Hina-chan" suara cempreng Naruto menyapa
"Naru-nee, tumben kemari" Hinata mempersilahkannya masuk
"Kau sakit? Kenapa pucat sekali?" Senyum di wajah cantik itu menghilang digantikan raut kekhawatiran
"Aku hanya sedikit pusing" kilahnya
"Souka? Kau sudah makan?"
Hinata menggeleng "kenapa belum? Kalau tidak makan bagaimana bisa sembuh? Ahhh, kau ini sama saja dengan si teme"
Hinata tersenyum " Naru-nee tidak bersama Suke-nii?"
"Tidak, ia bilang sedang sibuk"
"Maaf, aku jadi merepotkan kalian"
"Kau ini bicara apa? Kau tidak merepotkan sama sekali Hinata"
"Arigato" katanya
"Jadi kau istrirahat saja dulu aku akan memasak makanan untukmu" Naruto membawa Hinata ke sofa
"A-aku akan membantu"
"Tidak perlu, aku bisa sendiri"
"Ta-tapi..."
"Sudahlah kau istirahat saja"
Bukannya Hinata tidak percaya jika Naruto bisa menyelesaikannya hanya saja ..."aaarrgghh pisau sialan" umpatan Naruto menggema di rumah itu, itulah yang Hinata takutkan. Satu-satunya hal yang tidak dapat di taklukkan model ternama itu adalah dapur. Satu setengah jam berlalu dengan teriakan dan umpatan dari Naruto, rumah keluarga Sabaku yang terkenal sepi hari ini bagaikan ada sebuah pesta di dalamnya, pesta yang di dalangi dan di hadiri oleh Naruto sendiri.
"Hinata-chan" kata Naruto menunduk
"Ada apa Neesan?" Hinata merasa aneh dengan nada yang di gunakan Neesannya
"Aku .. ano, umm kau tidak keberatan kan? Kalau kita makan junk food saja?"
"Memangnya masakan Neesan..?" Hinata berbalik untuk melihat dapurnya
"Aaaa -Naruto menahan bahu gadis itu- hahaha aku bereskan nanti saja ya? Kau ingin makan apa? Aku akan belikan?"
"Kau akan pergi sendiri? Bagaimana kalau para fans itu mengejarmu lagi, biar aku saja yang pergi Neesan"
"Tidak! Kau kan sedang sakit, lagi pula aku tidak sendiri aku bersama si teme" ia mengaruk belakang kepalanya
"Aa, baiklah kalau begitu, hati-hati Neesan. Jaa"
"Jaa"
Dan Hinata kembali sendiri di rumah besar itu, binggung akhirnya ia memutuskan untuk membereskan keributan yang di perbuat gadis Uzumaki itu. Tanpa terasa 30 menit sudah terlewat, namun Naruto belum muncul, jangan-jangan ... ia berkencan dengan Sasuke nii? Hufftt Hinata mengembuskan nafas berat, namun sesaat kemudian senyumannya mengembang.
Ceklek .. suara pintu utama terbuka
"Naru-nee, kenap .. Gaara-kun?" Dugaan Hinata meleset jauh bukan si gadis blonde yang muncul melainkan Gaara lah yang membuka pintu.
Terkejut? Tentu saja, ini masih pukul 6 sore, secepat-cepatnya Gaara pulang adalah jam 8 malam. Ada apa? Apa karna ia sedang sakit maka Gaara berinisiatif pulang cepat? Apa Gaara mengkhawatirkannya? Beebagai spesikulasi terus berputar dalama pikiran Hinata, entah sadar atau tidak semua bayangan itu membuat wajahnya beesemu merah.
.
Gaara memasuki rumahnya, matanya menatap sekeliling, sepi. Pikirnya saat ia mulai melangkah lebih dalam sebuah suara yang sangat familier menyapanya, namun gadis itu tampak sangat terkejut melihatku, wajar saja ini masih pukul 6, dan aku sudah sampai dirumah, mata itu terus menatapku perlahan wajahnya berubah merah, apa ia sakit lagi. Aku berjalan mendekatinya dan warna itu semakin menjadi
"Kenapa kau ada disini? Bukannya seharusnya kau istirahat?"
"A-ano .." ia menjawab terbata, aku memegang keningnya memastikan suhu tubuhnya Kami, ia sangat panas dan wajahnya bertambah merah, apa ia terbakar dari dalam?
"Kau sudah makan?"
Ia hanya menggeleng
"Kenapa kau belum makan? Dan kenapa ini berantakan sekali?"
"Itu, kau pulang cepat Gaara-kun?" Ia malah bertanya balik padaku
"Ck, sudahlah. -aku membawanya duduk di sofa- makanlah ini" aku menyodorkan sandwich yang ku beli di kantin tadi
"Arigato"
"Makanlah, aku mau ke atas dulu" akupun beranjak meninggalkannya
.
Pasti aku bermimpi, batin Hinata. Gaara sangat baik padaku apakah ini pertanda bahwa sikapnya akan berubah? Semoga saja
.
Hinata memakan sandwich itu dengan lahap, rona wajahnya sudah sedikit memudar di gantingan sebuah senyuman kecil di wajah cantiknya, tak berapa lama kemudian Gaara turun dari kamarnya mengenakan celana jeans dan sweater turtelnecknya yang berwarna merah bata menampilkan sisi maskulin yang kuat dari sosoknya.
Melihatnya Hinata terbatuk membuat Gaara berlari menuju kulkas mengambilkan minum untuknya
"Pelan-pelan" kata Gaara menyodorkan air itu
"Gomen"
Tok tok tok kembali pintu itu di ketuk
"Aku akan bukakan" kata Hinata berjalan menuju pintu 'mungkin itu Naru-nee' pikirnya
"Na ..." ucapan Hinata terpotong mengetahui siapa yang berdiri di depan pintunya.
Gadis itu, berambut merah muda, berirish emerald, gadis Haruno itu kekasih gelap Gaara, gadis yang membuat Gaara tak pernah menatapnya.
"Siapa?" Suara Gaara terdengar "Sakura?!" Katanya kaget
'Bodoh!' Runtuk Gaara ia melupakan gadis Haruno itu
"Kau lama sekali Gaara-kun? Jadi aku menjemputmu" Sakura bergelayut manja di lengan Gaara
"Kita pergi sekarang?" Tanyanya
Gaara memandang Hinata yang berdiri di sampingnya, gadis itu menunduk menyembunyikan wajahnya, saat Gaara akan beranjak sebuah tangan menghalanginya
"Ga-gaara-kun, bisakah menemaniku hari ini?" Tanyanya terbata
Gaara membulatkan Jadenya melihat lavender Hinata yang mulai berair,
"Gaara ayoo" Sakura menarik tangannya kembali
"Hari ini saja aku mohon" ucap Hinata serak, rasanya Gaara ingin membenturkan kepalanya ke tembok, ingin membelah tubuhnya menjadi dua. Di satu sisi ia ingin menemani istrinya namun ia tak mungkin membatalkan janjinya bersama Sakura
"Gaara-kun cepat" Sakura kembali bersuara
Hinata bertambah erat memegang lengan Gaara seakan tak rela membiarkannya pergi. Semakin kencang dan semakin erat, namun Sakura sudah beranjak dan seperti boneka Gaara mengikuti langkah Sakura, tatapannya terus terpaku pada Hinata. hingga akhirnya cengkraman Hinata pada lengannya melemah melemah dan melepaskan lengan kekar Gaara sat jari mereka bertautan Hinata mengucapkan kalimat yang tidak lebih dari sekedar bisikan "jangan pergi" ucapnya berderai air mata
Nyawa Gaara seakan di cabut saat melihat Hinata menucapkan kata itu dengan bibir bergetar, pipinya basah, dan tubuhnya mengigil menahan emosi.
-naurovhy-
"Cepatlah Suke, perasaanku tidak enak"
"Hn" Saauke menambah kecepatan laju mobilnya menuju kediaman Sabaku.
Sesampainya di sana sapphire Naruto membulat melihat Hinata yang terduduk di depan pintu rumahnya menangis dengan bahu bergetar, ia berlari menghampirinya tak lama Sasuke sudah berdiri di belakngnya
"Hinata kau kenapa?" Tanya Naruto lembut
"..." ia tidak menjawab hanya terus menangis
"Hinatà" Naruto membelai lembut surai indigo Hinata
Tetap, tetap gadis itu tidak merespon
"Minggir Naru" kata Sasuke, setelah Naruto menyingkir Sasuke membopong tubuh Hinata kedalam, "tutup pintunya Naru" perintahnya
.
Setelah Hinata mulai tenang Naruto kembali bertannya "apa yang terjadi? Siapa yang menyakitimu?"
"Gaara-kun .. dia dan Sakura..."
"Sial, jadi karna panda jelek itu lagi, aku sudah tidak bisa mentolelir, teme jangan menghalangiku"
"Aku berada jauh darimu Dobe" ucapnya datar
Sementara itu Gaara ...
"Gaara-kun kau baik-baik saja kan?"
"Ya" jawabnya
"Kau marah padaku?" Sakura berujar
"Tidak"
"Kau bicara tapi tidak memandangku"
"Aku sedang menyetir Saku"
"Kau menghawatirkan istrimu?"
"..." Gaara bergeming
"Gaara kau mau kemana sih? Kita salah arah" Sakura menggerutu
Benar saja harusnya ia belok kanan namun gaara malah mengambil jalan kiri, lalu ia mengehentikan mobil itu.
"Maaf Sakura, aku tak bisa menemanimu makan malam, aku harus pulang -katanya membuka seatbeltnya- bawalah mobil ini aku akan naik taksi"
Lalu Gaara turun dan berlari mencari taksi tak menghiraukan teriakan penolakan dari Sakura, pikirannya hanya terfokus pada Hinata, apa gadis itu masih menangis? Bagaimana kalau ia sakit lagi? Bagaimana kalau ia pingsan?
-skip time-
Gaara menyerngit saat melihat mobil pemuda Uchiha itu terparkir di halamannya
Brraakk ia membuka pintu kasar membuat 3 yang ada disana terlonjak kaget, sungguh pemandangan indah saat ia menemukan pemuda Uchiha itu duduk di samping istrinya dan menepuk kepala Hinata lembut. Ia seakan tak terganggu sama sekali dengan gebrakan pintu Gaara, justru gadis di sampingnyalah yang membuka suara
"Sabaku Gaara, nee?" Katanya dengan nada manis
Sasuke diam saja, tentu sangat beresiko menghadapi kekasihnya yang sedang dalam mode membunuh seperti ini. Dan Sasuke cukup bijaksana dengan tidak ikut campur, Hinata menatap keduanya khawatir. Gaara menatap Naruto bingung saat gadis itu masih tersenyum manis padanya,
'Ia tersenyum tapi auranya membunuh' pikir Gaara
Dan *buuggh* bogem mentah melayang ke wajah tampan Gaara,
"Kyyyaaa" Hinata memekik kaget
"Kenapa kau memukulku?" Geram Gaara sudut bibirnya berdarah
"Karna kau membuat adikku menangis"
"Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah Dobe" Sasuke membuka suara
"Stttt diamlah Teme" kata Naruto marah
"Kau baik-baik saja?" Gaara menghampiri Hinata memegang tangannya
Hinata kaget melihat tingkah Gaara, sementara pasangan SasuNaru mengerjapkan matanya berkali-kali, namun Sasuke mengambil alih Suasana
"Berhenti berpura-pura perduli padanya Sabaku" katanya tajam
"Aku tidak bicara padamu, dan sebaiknya kau pergi tak ada yang mengundangmu datang ke rumahku"
"Aku yang mengundang mereka" Hinata buka suara
Gaaa menatapnya tak percaya sedangkan Sasuke tersenyum penuh arti
Hinata berdiri menepis tangan Gaara, kemudian menghapus air matanya "kita makan di luar saja" Hinata mengacuhkan Gaara
Naruto tersenyum senang dan Sasuke menyeringai pada Gaara, "jangan mengabaikanku" Gaara berteriak dari sofanya
Tapi Hinata terus melangkah meninggalkannya, diiringi Naruto dan Sasuke, geram! Gaara bangkit berdiri dan menarik tangan Hinata
"Aku tak mengijinkanmu pergi kemanapun" semburnya pada Hinata
"Lepaskan aku"
.
"Hey ka..." ucapan Naruto terpotong oleh tatapan Sasuke "kita tunggu di mobil"
"Tapi ..." protes si blonde
"Kita tunggu di mobil saja koi"
"Baiklah"
.
"Sudah kubilang aku tidak mengijinkanmu"
"Apakah izinmu itu penting?"
"Aku suamimu"
"Berhentilah memakai tameng menjijikan itu, sekarang lepaskan tanganku dan kembalilah pada kekasih pink mu itu"
"Apapun yang kau katakan aku tak akan mengijinkanmu, tidak dengan Uchiha itu atau dengan siapapun?" Ucapnya tegas
Hinata mengangkat wajahnya menatap langsung paras sang suami, jadenya berkilat penuh emosi, bibirnya terkatup dan bercak merah itu masih jelas terlihat di sudut bibirnya
"Apakah aku pernah melarangmu? Tidak! Apakah aku pernah mencampuri urusanmu? Tidak! Jadi berhentilah seolah kau perduli padaku dan biarkan aku pergi"
"Karna Uchiha itu kau berani melawanku?"
"Bukan karna Saauke-kun aku melawanmu tapi karna sikapmu selama ini kepadaku"
"Saauke-kun? -Gaara tersenyum sinis- Yakin? Bukanka seharusnya kau memanggilnya Sasuke nii?"
Lavender Hinata membulat, bagaimana bisa? Aku ketahuan ...
"Apa maksudmu?"
"Hentikan sandiwara bodoh ini!"
Tbc
Finally mind to review
chibi beary : aku paling demen yang sedih sedih hohoho .. oke sasu sudah di munculkan ..
honoka shipper : emang jahat banget #lo yang bikin dodol hehe , yah yah jangan ya honoka-san nanti aktir kesayangan aku luka-luka hahaha, well salam kenal juga
Zorro Uchiha : ini sudah lanjut, selamat membaca
Yamanaka Emo : iya kah? wah senangnya dapet apresiasi yang membangun, sama aku juga demen kalo hina menderita hahaha
enrique : kenapa meluk hinata ? itu cuma refleks ... hehehe ga berubah ko cuma ..
noname : kan byar pembalesan dendam Hinatanya juga jadi hurrttt bgt wat Gaara .. hehe, sabar ya roda pasti berputar #plaakk
: emhhh nyadar ga yaa ... #plaakk
almira-chan : aku usahakan secepat yang aku bisa ya almira-chan, iya kah? wah senengnya
kirigaya chika : siiaappp ..
nana : hihihi, Gaara? Umm pilih aku ajh yaaa #hahaha, bukan bukan sasu udah ada yang punya hohoho, merelakan ya? Umm liat kelanjutannya yaa ...
ika chan : ini rencana naruto apa rencana mahasiswa, ada turunkan segala hahaha, blom koo ..
may-chan : ini sudah aku lanjutt, selamt menikmati yaa hehe
Syuchi Hyu : maklum abg #lho? Hahaha, umm about story .. yah jujjur aku dapet inspirasinya dari sebuah sinetron tengah malam yang gak sengaja aku sepulang kuliah, jadi kalo di ff sasuhina ada yang sama? Wah saya ga tau. Hehehe
Syuchi Hyu : kamu lagi, hehe aku seneng deh, masih ada yang ngikutin ff gaje ini.. sasuhina, mungkin bukan di fic yang ini ya. .. soal surai cerai, itu kita jadiin misteri ajah ya hwheh
Reika Ishida : hai juga, wah makasih banyak, konflik di perbanyak ? umm insya allah semoga ga bosen ya ... betul betul betul kalo aq yg di gituin, umm udah aku jadiin panda bakar hahaha
neng avie chan : oke neng kece, ini udah halilintar walaupun ga ulala haha =D
himeholic : tokoh utamanya Hinata ko, hehe
enrique : masa? mungkin sedikit ya hehe
gittttttt : siapp boss ...
