Title : It's Fated
Writer : Nickey Jung Rae Suk
Cast : YunJae-Min, YooSu, Kim Jaehee (Jaejoong's Nuna), Shim (Jung) Jaeyoon, Jessica Jung (SNSD), Joseph Cheng, Park Bomi, etc.
Rating : T (PG 17)
Genre : YAOI, Straight, Friendship, Romance, MPreg ^^
Lenght : 5 of 7
Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.
Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, Alur lambat-kadang cepet, TIDAK SUKA JANGAN BACA - NO BASH.
..
..
..
~*It's Fated by nickeYJung*~
Chapter 5
YJHolic Cafe
"Jangan melihatku seperti itu Shim! Itu menyeramkan." Yunho kembali mengaduk minumannya berusaha menghindari tatapan intens dari Changmin yang tengah duduk di depannya.
"Ternyata pikiranku selama ini benar, kalau kau.. ayah biologis Jaeyoon. Hahh.. jinjja aku tak menyangka, kkkk.." Changmin terkekeh dan masih menatap Yunho dengan seringaiannya.
"Kau.. menyadarinya?"
"Yeah... saat Jaeyoon berumur satu tahun aku sudah curiga, setiap melihat wajahnya entah kenapa aku teringat padamu, tapi ya, aku tak pernah menyangka kalau kau benar-benar ayah kandung Jaeyoon, aku hanya merasa itu tidak mungkin, walaupun kau dan Jaejoong dulu sangat dekat" Jelas Changmin menekan kata sangat dan kembali tersenyum misterius.
Yunho menjadi salah tingkah mendengar ucapan yang seperti menyindirnya itu. Ia berdehem dan menyeruput cappucinonya yang mulai mendingin.
Hal itu sontak membuat Changmin tertawa keras. "Aigoo Jung Yunho. Ddo jinjja—hahaha..."
"Yya! Apa yang kau tertawakan eoh?"
"Hahahaha... kau benar-benar tak berubah Jung, ck, ck..."
"Apa maksudmu?"
"Eoppsseo..mmmfftt.." Changmin berusaha menahan tawanya, sedangkan Yunho hanya mendengus.
"Jadi, hal penting apa yang ingin kau sampaikan padaku Shim? Kalau tak ada, aku kembali ke kantor. Kau tahu? Pekerjaanku sangat banyak, jadi berhenti menertawakanku!" Yunho sedikit berteriak. Ok, dia memang tak marah, dia hanya kesal pada namja evil di depannya, apalagi Changmin terus saja tertawa tak jelas –menurutnya .
"Calm down chingu-yah... okay, aku serius sekarang." Changmin membenahi posisi duduknya. " –Baiklah... aku sudah tahu semuanya dari Jaejoong, dan kau juga pasti sudah tahu bagaimana hubunganku dengan Jaejoong yang sebenarnya... Aku dan Jaejoong akan bercerai, dan kau juga akan bercerai, jadi Yunho, apa setelah kita bercerai kau mau menikahi Jaejoong?" Tanya Changmin to the point, ia tak ingin berbasa-basi lagi. Changmin memang sengaja menemui Yunho untuk menyampaikan hal itu. Ia hanya ingin memastikan, apa yang akan Yunho lakukan selanjutnya. Meskipun Jaejoong bilang tak ingin menikah lagi dan tak butuh pertanggungjawaban dari siapapun, namun Changmin ingin Jaejoong kembali menikah dan hidup bahagia tentunya, dan entah kenapa ia rasa jika Jaejoong kembali menikah –dengan Yunho, ia yakin Jaejoong akan bahagia. Well, instingnya tak pernah salah.
Yunho terdiam. Ia sendiri masih bingung dengan perasaannya. Setelah tahu kalau Jaeyoon ternyata anak kandungnya, tak dipungkiri ia merasa sangat bahagia. Obsesinya yang ingin menjadi ayah diusia muda, kini terwujud. Tapi mengingat bagaimana Jaeyoon bisa terlahir, dan siapa ibu kandung Jaeyoon, membuat Yunho galau. Bukan, bukan karena ia tak bisa menerima kalau Jaejoong yang mengandung dan melahirkan Jaeyoon. Hanya saja, ia masih sedikit terkejut mendapati dirinya ternyata sudah memiliki anak yang sudah berusia tiga tahun, belum lagi persoalannya dengan Jessica yang belum tuntas. Dan orientasi seksualnya yang masih dipertanyakan. Semua itu membuat Yunho sedikit stres.
"Aku..." Entah apa yang ingin Yunho ucapkan. Namun perkataannya seolah tercekat di tenggorokannya. " –Aku belum tahu Min-ah... semuanya tidak semudah yang dibayangkan. Aku masih sedikit... shock.. well, walaupun aku dan Jaejoong dulu sangat dekat, tapi untuk menikah.. rasanya.. rasanya..."
"Tidak mungkin?" Tanya Changmin memotong ucapan Yunho. " –Aku tahu kau akan mengatakan ini. Kau pria normal yang masih menyukai wanita, tapi sekarang kau dihadapkan dengan kenyataan bahwa anak kandungmu terlahir dari rahim seorang pria... Aku mengerti..."
"Aku menyayangi Jaejoong, tapi—"
"Kalau kau tak mau menikahi Jaejoong, aku tak akan menceraikannya" Changmin kembali menyela ucapan Yunho. Dan kali ini perkataannya itu sukses membuat Yunho terkesiap.
"Mwo? Kenapa bisa begitu?"
"Tentu saja bisa... Aku yang berperan sebagai suami, jadi aku bisa melakukan apapun, termasuk tak menceraikan Jaejoong meskipun Jaejoong menginginkannya."
Yunho terdiam dan hanya menatap Changmin yang kini melipat tangannya di dada. "Wae? Apa kau mencintai Jaejoong?" Selidiknya –masih menatap Changmin.
Changmin menggeleng. Ia tersenyum kecil. "Kami menikah bukan berarti saling mencintai Yunho-yah... Jika kali ini kami tak jadi bercerai dan cinta itu belum ada, kami –terutama aku, akan kembali berusaha untuk membuatnya ada..." Changmin balas menatap Yunho. " –Kau tahu? Walaupun Jaejoong mengatakan tak butuh tanggungjawab kita, tapi aku masih belum tenang kalau harus membiarkannya hidup sendiri. Walaupun Jaejoong terlihat tegar dan bersikap keras kepala, tapi sebenarnya dia rapuh. Kenyataan bahwa dia pria yang istimewa tak lantas membuatnya bahagia. Aku masih ingat bagaimana hari-harinya dulu saat dia tahu kalau di perutnya ada kehidupan lain yang sedang tumbuh. Kau juga pasti bisa membayangkan bukan? Kau lelaki normal, tapi tiba-tiba saja kau divonis mengandung, terlebih kau tak bisa membuahi dan itu berarti selamanya kau tak akan bisa menikahi seorang wanita normal. Well, hanya wanita yang kurang normal saja yang tak ingin mempunyai anak dari hasil pernikahannya." Changmin sedikit menyinggung Jessica.
" –Tapi Jaejoong berusaha tabah menerima takdirnya. Dia tak pernah menunjukkan dengan jelas kekecewaan akan nasibnya. Hanya saja, aku sering memergokinya tengah melamun... Dan setelah Jaeyoon lahir, dia berusaha hidup layaknya seorang istri dan ibu. Jaejoong perlahan mulai menerima takdirnya. Kadang aku merasa bangga menjadi suaminya. Kami bukan pasangan gay seperti Yoochun dan Junsu yang saling mencintai, tapi kami berusaha membuat pernikahan kami sukses. Sayangnya setelah hampir empat tahun, cinta itu tak hadir diantara kita, andai saja aku mencintainya, aku tak akan pernah melepaskannya. Dan setelah aku tahu kalau kau orang yang membuat takdirnya berubah 180 derajat, wajar bukan kalau aku memintamu menggantikan posisiku? Terlebih aku dan Jaejoong sudah memutuskan untuk berpisah, dan aku sendiri sudah menemukan orang yang lebih cocok untuk mendampingiku. Tapi bukannya kau ingin lari dari tanggung jawab, tapi... entah kenapa aku merasa yang lebih pantas melindungi Jaejoong itu hanya kau Yun."
Yunho kembali terdiam, tepatnya tertegun. Entah mengapa ia merasa sakit mendengar cerita tentang Jaejoong. Benarkah seperti itu? Dia yang membuat kehidupan Jaejoong berubah drastis?
Yunho mengusap kasar wajahnya.
"Tapi... kalau kau tak mau menikahinya, aku akan mengurungkan niatku untuk menceraikannya. Jadi Jung Yunho, keputusan ada di tanganmu..."
..
..
~*It's Fated by nickeYJung*~
"Shilloo, Yoon ga mau makan kalau ga ada Xiao Zhong!"
"Jaeyoon-ah, jangan begitu.. kalau kau tak makan, nanti sakit. Sekarang ayo buka mulutmu, aa~~"
"Ga mau, ga mau, ga mauuu... Yoon mau Xiao Zhong pulang dulu, nanti balu mau makan." Jaeyoon menutup mulut dengan kedua tangan mungilnya, tetap tak mau makan.
"Yya, kau pikir Taiwan itu dekat eoh? Lagi pula Xiao Zhong belum bisa pulang cepat, dia harus menunggu istrinya pulih dulu. Jja makan dulu daddy suapi.." Jaejoong kembali mengarahkan sesendok makanan ke mulut Jaeyoon, namun gadis cilik itu masih tetap menutup mulutnya rapat.
"Shim Jaeyoon!" Mau tak mau Jaejoong membentak puteri kecilnya.
Jaeyoon terkejut. Mata gadis kecil itu mulai berkaca-kaca, bibirnya bergetar menahan tangis. "Da-daddy... bentak... Yoon?"
Jaejoong menghembuskan nafasnya, sadar dengan apa yang telah dilakukannya. "Mian... itu karena Yoon ga mau dengerin daddy." Jaejoong menyimpan piring yang dipegangnya di meja. Lantas mencondongkan tubuhnya sejajar dengan Jaeyoon. Tangannya memegang bahu kecil Jaeyoon " –Dengarkan daddy, Yoon anak baik bukan?"
Dengan ragu Jaeyoon mengangguk.
"Anak baik, ga pernah bantah apa kata orang tuanya.. Yoon sayang daddy?"
Gadis kecil itu mengangguk lagi.
"Kalau sayang, sekarang Yoon makan yah..?"
"Tapi.. Yoon mau Xiao Zhong..." Ucap Jaeyoon memelas.
"Nanti kalau Xiao Zhong sudah selesai sama urusannya, dia pasti kembali.. Yoon jangan khawatir ne.." Jaejoong kembali membujuk anaknya yang keras kepala itu, entah menurun dari siapa sifatnya itu. Yang jelas ia berpikir itu bukan darinya. (-_-)
"Tapi Yoon sedih.. kenapa Xiao Zhong udah nikah, sekalang punya baby lagi... huhuhu... Yoon patah hati..." Ucap Jaeyoon mendramatisir.
Jaejoong terkejut mendengar perkataan Jaeyoon yang mirip ucapan orang dewasa itu. Bagaiman bisa balita seusia Jaeyoon tahu apa itu patah hati?
Namja cantik itu menggeram, ia yakin ada yang meracuni pikiran polos anaknya. Dan ia juga yakin siapa pelakunya.
"Krystal Jung, Amber Liu! Apa yang kau ajarkan pada anakku eoh?!"
Dua orang yang tengah mengintip di ambang pintu ruangan Jaejoong itu langsung terkesiap.
"Aniya nuna, kami tak mengajarkan hal yang aneh 'ko!" Sahut salah satu yeoja yang lebih manly (?) bernama Amber itu.
"Benar eonni, kami tidak mengajari Yoon begitu!" Timpal yeoja cantik bernama Krystal. Kedua yeoja itu memang orang yang selalu menjaga Jaeyoon jika Jaeyoon berkunjung ke restoran.
"Kalian—bisakah kalian memanggilku dengan sebutan yang normal? Aish jinjja.. Kalian berdua masuk!"
"Mian nuna/eonni, kami masih ada pekerjaan. Bye!" Koor keduanya. Lantas dengan kecepatan angin mereka langsung kabur, melihat Jaejoong mengomel lebih menyeramkan dibanding dimarahi pelanggan, pikir mereka.
"Yya! Dorawa! Aishh... "
..
..
~*It's Fated by nickeYJung*~
BRAK
"Jung Yunho! Apa yang mereka bilang itu benar eoh? Oh my God, aku tak percaya.. Bagaimana bisa.. kau berhutang penjelasan padaku kawan, oh my sexy duck.."
"Bisakah kau hentikan ocehanmu Park? Kau datang tanpa diundang, tanpa mengetuk pintu, dan langsung merusuh di kantor orang. Dimana sopan santunmu huh?"
"Sorry dude, aku terbawa suasana. Hehe.." Kekeh Yoochun tanpa beban. " –Baiklah kalau begitu aku ulangi.." Ia berbalik bermaksud mengikuti perkataan Yunho –mengetuk pintu sebelum masuk.
"Yya!"
"Wae?" Tatap Yoochun innocent.
Yunho menepuk dahinya. "Aishh... sudahlah..." Rupanya Yunho terlalu malas meladeni sikap idiot sahabatnya itu. " –Sekarang katakan, apa tujuan kedatanganmu ke mari eoh? Mengganggu saja..." Gerutu Yunho.
Yoochun terkekeh melihat wajah tak bersahabat Yunho. Namja cassanova itu menghampiri Yunho. Tapi bukannya duduk, Yoochun malah berjalan ke arah jendela dan berdiri membelakangi Yunho.
Yunho mengernyit bingung. Lantas ia pun memutar kursinya, menghadap punggung Yoochun. Yunho melipat kedua tangannya di dada. "Jadi..."
Yoochun berbalik. "Oh Gosh, kau membuatku terkejut!"
"Katakan cepat, untuk apa kau kemari? Aku harus mengerjakan pekerjaanku yang beberapa minggu ini terbengkalai."
"Tsk, kenapa serius sekali eoh...? Santai saja... lagipula, apa tidak boleh aku berkunjung ke mari? Hahh... ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di gedung ini. Memasuki ruangan General Manager, dan wow ini sungguh luar biasa. Pemandangan dari sini pun terlihat beberapa kali lebih indah, so wonderful.."
"Yoochun-ah.."
Yoochun melirik Yunho dengan sudut matanya. Ia tersenyum. "Baiklah, baiklah..." Ia berbalik, hingga kini berhadapan dengan Yunho. " –Aku kemari untuk meminta penjelasanmu tentu saja.."
Yunho yang sudah tahu penjelasan apa yang dimaksud hanya menghela nafas pelan. Ia kembali berbalik dan membereskan beberapa dokumen yang tercecer di mejanya. "Bukankah kau sudah tahu?" Tanyanya tanpa menoleh.
"Aku hanya ingin mendengar cerita versimu saja.."
"Tak ada yang berbeda, sama saja."
Yoochun yang menyadari jika Yunho tak berminat membahas masalahnya hanya tersenyum. "Baiklah kalau kau tak mau bercerita, aku hanya ingin tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya."
"Kau menyuruhku menikahi Jaejoong?" Tanya Yunho setelah terdiam sejenak.
"Ani, aku hanya ingin tahu perasanmu saja."
"Aku tidak tahu.. perceraianku saja belum selesai, masalah ini sungguh membuatku pusing."
"Kau sendiri yang membuatnya pusing Yun. Hah.. sudahlah, kalau begitu aku pulang saja.." Yoochun hendak melangkahkan kaki, namun pertanyaan Yunho menghentikannya.
"Apa yang kau rasakan ketika menikahi seorang pria?"
Yoochun kembali tersenyum. Ia tahu alasan kegundahan Yunho. Yunho masih belum siap jika harus menikahi seorang pria. Ia tahu sahabatnya itu straight err (mungkin).
"Aku mencintainya, jadi aku merasa bahagia bisa menikahinya. Butuh perjuangan untuk membawa hubungan kita ke jenjang pernikahan. Hubungan kita banyak yang menentang. Di awal pernikahan saja, banyak sekali cibiran dan cemoohan, tapi seiring berjalannya waktu, mereka bisa mengerti dan melihat kesungguhan cinta kita. Kita tahu ini salah dan mungkin sebuah dosa, tapi ku rasa tak ada dosa dalam cinta. Dan yang aku tahu, aku mencintai Junsu, dan Junsu mencintaiku..."
"Kau dan Junsu saling mencintai, sedangkan aku dan Jaejoong.. Kita tak bisa menikah begitu saja tanpa cinta. Kegagalan rumah tangga kita juga karena tidak adanya cinta. Apakah kita harus terjatuh ke lubang yang sama?" Tanya Yunho masih membelakangi Yoochun.
"Kurasa diantara kalian sudah ada cinta."
Ucapan Yoochun itu membuat Yunho tertegun.
" –Hanya saja kalian tak menyadarinya.."
"A-apa maksudmu?" Entah kenapa Yunho menjadi gugup.
"Kedekatan kalian dulu.. Ku pikir dulu kalian pacaran diam-diam, tapi pikiranku ternyata salah saat kau bilang akan menikahi Jessica."
"Aku dan Jaejoong dekat karena kita merasa nyaman satu sama lain, lagi pula kau dan Junsu juga dekat 'kan?" Yunho berusaha mengelak.
"Dan akhirnya kami mengakui perasaan masing-masing. Jujur saja Yunho-yah... dari dulu kau sudah menyukai Jaejoong 'kan?"
"Mwo?" Dengan cepat Yunho menoleh ke belakang.
"Kekeke... kenapa terkejut? Apa aku benar?" Kekeh Yoochun menyeringai.
"Sayang sekali tebakanmu salah Tuan Park!" Yunho kembal meneruskan pekerjaannya –membereskan dokumen.
"Baikalah... aku hanya ingin bilang... Tak perlu ragu kalau kau ingin menikahi Jaejoong. Aku rasa tak ada salahnya kalian menikah... Kau tahu Yunho, justru kau sangat beruntung, kau tak akan mendapat terlalu banyak cibiran. Well, mungkin ada beberapa, tapi aku yakin itu tak akan separah saat aku dulu. Jaejoong dianugerahi keistimewaan, meskipun kau menikahi seorang pria, kau tetap bisa memiliki keturunan. Dan secara tak langsung, kalian bisa membuktikan pada semua orang terutama Homopobic, bahwa menikah dengan sesama pria tidak seburuk yang mereka banyangkan... Hahh... baiklah kawan, sepertinya aku terlalu banyak ceramah, kalau begitu aku pergi dulu." Yoochun menepuk pelan pundak Yunho dan berjalan ke arah pintu. Namun sebelum membuka pintu, ia kembali berbalik.
"Aku yakin, Jaejoong mampu merubah orientasi seksualmu dengan cepat." Yoochun mengerling seraya tersenyum miterius. Lantas ia pergi meninggalkan Yunho yang masih terduduk di tempatnya seraya mengerjapkan matanya beberapa kali. Mungkin tengah mencerna perkataan terakhir Yoochun.
..
..
~*It's Fated by nickeYJung*~
"Kenapa makanannya ga dimakan? Nanti keburu dingin loh..."
Shim Jaeyoon memicingkan matanya menatap aneh Yunho. "Kenapa ahjussi menculik Yoon?"
"Hah? Menculik? Hahaha.. aigoo... ahjussi tidak menculikmu cantik, tapi ahjussi sudah meminta ijin Ummamu untuk membawamu jalan-jalan hari ini." Yunho mencubit gemas pipi gembil Jaeyoon.
"Tapi kenapa ahjussi ajak Yoon jalan-jalan? Emangnya ahjussi mata lubah ini siapa?" Sepertinya Jaeyoon masih merasa heran kerena ahjussi yang baru ditemuinya beberapa hari lalu itu tiba-tiba saja mengajaknya jalan-jalan, dan yang membuat Jaeyoon heran juga, kenapa daddynya yang cantik itu malah mengijinkannya pergi.
"Nan? Umm.. baiklah kalau gitu ahjussi perkenalkan dulu. Namaku Jung Yunho. Tapi ahjussi harap mulai sekarang Yoon jangan panggil ahjussi lagi ya, panggil aku Appa, Yunho appa, nde?"
"Waeyo? Apa ahjussi appanya Yoon? Tapi appa Yoon 'kan Papa Min, kenapa ahjussi jadi appa Yoon?"
Yunho bingung harus menjelaskan siapa dirinya sebenarnya. Ia menggaruk pelipisnya. "Bagaimana aku menjelaskannya.." Gumamnya bingung. " –Begini... Jadi sebenarnya Yoon itu anak Jaejoong umma sama Yunho appa, kalau Papa Min itu, appa tiri kamu. Kalau appa kandung Yoon, ya ahjussi ini."
"Appa tili itu apa? Telus appa kandung itu apa? Yoon ga ngelti.."
"Aishh..." Yunho mengacak rambutnya. Ternyata memberi penjelasan pada anak kecil itu sangat sulit. Apakah ia harus bilang proses pembuatan Jaeyoon pada anaknya itu? Apa ia harus bilang, kalau dirinya membuahi rahim Jaejoong dengan spermanya, lalu Jaejoong mengandung dan akhirnya lahirlah Jaeyoon? Ah, sepertinya Yunho lebih gila lagi kalau sampai bilang seperti itu pada Jaeyoon.
"Ahjussi! Kenapa diam aja?" Bentak Jaeyoon karena Yunho malah melamun.
"Err... begini Jaeyoon-ah... kalau aku jelaskan sekarang pasti Yoon ga akan negrti, tapi nanti kalau Yoon sudah besar, Yoon pasti mengerti, jadi... Yoon panggil aku appa ne, pokoknya panggil Yunho appa, arratji?"
"Shillo... Yoon mau panggil ahjussi aja, lagian Yoon ga kenal ahjussi, kata Umma –ops daddy, Yoon ga boleh sembalangan dekat sama olang, gimana kalau nanti olang itu jahat, telus Yoon disakiti?"
"Tapi kan Yunho appa bukan orang jahat, appa teman ummamu." Yunho tak mau kalah.
"Pokoknya Yoon ga mau panggil ahjussi, appa. Yoon manggil ahjussi aja, ahjussi mata lubah."
"Hahh..."
Yunho menghela nafas panjang. Kenapa Jaeyoon sangat keras kepala sekali?
"Kalau Yoon mau panggil appa, nanti Yunho appa belikan es krim." Yunho mulai merayu Jaeyoon.
Gadis cilik itu mengerucutkan bibirnya berpikir. "Yoon ga suka es klim, nanti pelut Yoon bisa sakit kalau banyak makan es klim."
Gubrakkk
Yunho sweetdrop. Ternyata bujukannya tidak mempan. "Kalau permen kapas mau? Atau lollipop?"
"Yoon ga suka makanan manis, nanti gigi Yoon ompong."
"Kalau boneka barbie?"
"Yoon ga suka, telalu gelli (Girly)"
Mulut yunho menganga lebar. Baru kali ini dia bertemu anak kecil yang susah dibujuk, padahal apa yang ditawarkannya cukup menggiurkan, tapi kenapa Jaeyoon malah menolak? 'Aish sebenarnya dia anak kecil atau bukan?' Batin Yunho kesal.
Bibir hati itu tersenyum lebar. Yunho ingat, dulu pertama kali bertemu dengan Jaeyoon, yeoja kecil itu membawa boneka Hello kitty yang cukup besar.
"Um... kalau Yoon mau panggil appa, nanti appa belikan boneka Hello kitty yang saaaangaaaat besar. Eottae?" Bujuk Yunho tak menyerah.
Jaeyoon terlihat berfikir. Jujur saja dia sangat menyukai benda yang berbau Hello kitty.
Yunho tersenyum. Kali ini ia yakin rayuannya pasti mempan.
"Di lumah udah banyak boneka hello kitty dali yang kecil sampai yang besal, Yoon simpan di kamal khusus, kemalin juga Umma beliin Yoon yang besal, lebih tinggi dali Yoon. Jadi Yoon gau mau dibeliin lagi, nanti kalau ada kamal balu yang kosong, balu deh Yoon mau."
Dan rasanya saat itu juga Yunho ingin pingsan. Kenapa susah sekali membujuk Jaeyoon?
Yunho jadi teringat cerita Yoochun dan Junsu tentang sifat evil anaknya itu. Hah, sepertinya ia harus menyerah membujuk Jaeyoon supaya memanggilnya appa.
"Woaaah banyak badut, ada beluang.. Yoon suka..." Tiba-tiba Jaeyoon memekik, membuat Yunho menoleh ke belakang.
Terlihat di sana ada beberapa orang dewasa yang memakai kostum hewan, dan banyak anak kecil yang tertawa riang. Sepertinya ada salah satu dari mereka yang berulang tahun, karena Yunho melihat ada kue ulangtahun yang cukup besar disana. Yunho dan Jaeyoon memang tengah makan siang di food court, di salah satu pusat perbelanjaan di Seoul.
Setelah beberapa saat memandang kerumunan itu, tiba-tiba saja bibir hati itu tersenyum lagi. "Yoon suka badut?" Tanyanya antusias.
"Ani, tapi Yoon suka pestanya. Yoon suka kalau umma atau papa Min ajak Yoon ke pesta, kalena disana banyak olang dan banyak makanan enak. Tapi Yoon paling suka pelgi ke pesta ulang tahun, di sana pasti banyak balon dan ada kue ulangtahunnya yang besal. Yoon mau..."
Senyum Yunho semakin lebar. Kini ia tahu apa yang bisa membujuk Jaeyoon supaya mau memanggilnya appa.
"Bulan depan Yoon ulang tahun 'kan? Kalau Yoon mau panggil appa, nanti appa akan buatkan pesta ulang tahun yang sangat meriah."
"Jinjja? Ahjussi mau buatin Yoon pesta ulang tahun yang meliah? Ada badut beluang sama gajahnya? Hello kitty juga?" Jaeyoon terlihat antusias.
"Nde, kalau Yoon ga manggil ahjussi lagi, tapi appa.."
"Kalau gitu Yoon mau panggil ahjussi appa, Yun appa, ne?"
"Joha!" Yunho menjentikkan jarinya. " –Begitu dong... itu baru namanya anak appa.." Ujar Yunho sambil mengacak rambut halus Jaeyoon. 'Hahahaha, kau memang jenius Jung!" Bangganya dalam hati.
..
..
Hari itu Yunho dan Jaeyoon menghabiskan waktu bersama dengan gembira. Setelah makan siang, mereka pergi ke arena ice skiting, dan bermain di sana. Kemudian mereka pergi ke taman pusat kota, dan sebelum pulang, mereka makan malam dulu di sebuah restoran sederhana. Keduanya terlihat akrab, apalagi Jaeyoon kini memenggil Yunho dengan sebutan appa. Ck, ternyata rayuan Yunho ampuh juga. Sepertinya sifat Jaeyoon yang menyukai pesta menurun dari ayahnya. ( -_- )
..
"Kenapa baru pulang? Aku kira kau menculik Jaeyoon.." Jaejoong mengekori Yunho yang tengah membopong Jaeyoon yang tertidur. Namja cantik itu membuka pintu kamar Jaeyoon dan menyalakan lampu hingga kamar bernuansa pink itu menjadi terang.
"Tsk, kau berlebihan.." Dengan hati-hati Yunho membaringkan Jaeyoon di kasur. Menutupi puterinya dengan selimut hello kitty yang ada di sana. Kemudian mengecup kening Jaeyoon cukup lama.
Melihat itu Jaejoong menjadi tertegun. Entah kenapa hatinya menjadi hangat melihat Yunho begitu perhatian pada puterinya.
"Ayo keluar, dia pasti kelelahan karena bermain seharian." Ajak Yunho, lalu namja tampan itu mendahului Jaejoong ke luar kamar.
Jaejoong mendekati Jaeyoon dan membungkuk mencium kening buah hatinya itu. "Jaljayo jagi..."
..
Diruang keluarga, Yunho sudah duduk manis.
Jaejoong membawa secangkir cokelat panas dan setoples makanan ringan. Ia menaruhnya di meja, lantas duduk di samping Yunho.
"Apa yang kalian lakukan hari ini? Apa kalian bersenang-senang?"
"Tentu, buktinya Jaeyoon sampai tertidur di mobil." Yunho menggeser tubuhnya lebih dekat lagi pada Jaejoong. Kemudian tanpa canggung, namja tampan itu merebahkan kepalanya di pangkuan Jaejoong. Kakinya ia selonjorkan di sofa itu.
"Yun!" Kaget Jaejoong, ia tak menyangka Yunho berani bermanja-manja lagi padanya.
"Diamlah.. sudah lama aku tak tidur di pangkuanmu. Hah... rasanya nyaman sekali..." Yunho memejamkan matanya menikmati moment indah itu. " –Biasanya kalau aku tidur di pangkuanmu, kau selalu mengusap rambutku. Ayo usap rambutku!" Namja Jung itu mengambil tangan kanan Jaejoong dan meletakkannya di puncak kepalanya.
Jaejoong bergeming. Jujur saja ia merasa canggung karena kini ceritanya sudah berbeda. Mereka bukan lagi Yunho dan Jaejoong yang dulu, yang selalu saling bermanjaan tanpa mengenal tempat. Kini keduanya sudah mempunyai pasangan hidup. Yeah, walaupun sebentar lagi ia dan Yunho akan sama-sama bercerai.
"Kanapa diam saja? Ayo usap rambutku.. aku rindu belaianmu..." Yunho tersenyum mesum.
Plak
"Ouch! Yya, kenapa memukul kepalaku?"
"Tidak. Hanya ingin saja." Tak acuh Jaejoong. Lantas perlahan ia mulai mengelus surai hitam Yunho.
Yunho yang merasa nyaman, menjadi terbuai. Ia sungguh rindu moment yang seperti ini, bisa berkumpul lagi dengan sahabatnya. Oh, betapa bodohnya dia karena sudah mengabaikan sahabat-sahabatnya selama empat tahun ini.
"Kemana Changmin?" Tanya Yunho masih terpejam.
"Dia pergi dengan Bomi."
"Bomi? Apa dia kekasih Changmin?"
"Sepertinya begitu.." Jawab Jaejoong. Tangannya masih membelai rambut Yunho.
"Kau tidak cemburu Jae?"
"Cemburu kenapa?"
"Changmin itu masih suamimu, apa kau tak cemburu dia pergi dengan orang lain? Kekasihnya lagi.."
"Bukankah sudah ku bilang, kalau aku tak memiliki perasaan cinta pada Changmin? Jadi untuk apa aku cemburu? Lagi pula, kata orang cemburu itu tanda cinta. Aku tak cemburu, berarti aku tak mencintai Changmin."
"Tsk..." Yunho hanya berdecak lidah. Menurutnya Jaejoong masih sama seperti dulu, terlalu blak-blakan dan apa adanya. " –Bagaimana kalau ternyata Changmin mencintaimu?"
"Itu tidak mungkin."
"Kenapa kau yakin sekali? Apa kau fortune teller?" Gurau Yunho terkekeh.
"Kalau Changmin memang mencintaiku, tak mungkin dia menceraikanku dan menyuruhku menikah denganmu." Jawab Jaejoong. Well, ia memang tak tahu apa isi hati Changmin, tapi setidaknya ia yakin, kalau Changmin mencintainya, namja tinggi itu pasti akan mempertahankan rumah tangganya. " –Yya Jung Yunho, kau punya uban eoh?"
"Jinjja? Mana?"
Sret
"Ouch, yya!"
"Hahahaa... mian aku kira itu uban, ternyata itu rambut biasa yang tersamarkan oleh minyak rambut, kkkkk..."
"Aish.. kau sengaja 'kan?" Tuduh Yunho. Namja tampan itu mengusap kepalanya yang terasa sakit akibat sehelai rambutnya yang dicabut paksa oleh Jaejoong tadi.
"Mpphh..." Jaejoong masih menahan tawa. Sudah lama rasanya dia tak bergurau dengan namja Jung itu.
"Berhenti tertawa atau ku cium!"
Seketika Jaejoong menghentikan tawanya. Ia menatap Yunho yang sama tengah menatapnya juga.
Selama beberapa detik keduanya terus berpandangan. Jaejoong bisa melihat bayangan wajahnya di dalam bola mata Yunho karena Yunho masih tidur di pangkuannya.
Pletakk
"Yya!"
"Kalau berani, mati kau! Bangun! Sebaiknya pulang sana..! ini sudah malam.." Usir Jaejoong sengit.
"Ok, mian mian, aku hanya bercanda.. kau ini.. sensitif sekali, tsk... Ayo usap rambutku lagi.." Yunho kembali memejamkan matanya tanpa merasa berdosa.
"Hah.." Jaejoong menghembuskan nafasnya. Susah juga berurusan dengan orang yang keras kepala. Ck, tak sadarkah dirinya juga keras kepala?
Selama beberapa saat mereka hanya terdiam. Jaejoong kembali membelai surai Yunho, dan Yunho yang masih memejamkan mata, sangat menikmati usapan lembut Jaejoong.
"Aku minta maaf atas sikap orangtuaku kemarin.."
"Gwaenchana, aku bisa mengerti.."
"Umm.. Jae.. setelah ku pikirkan beberapa hari ini... aku.. umm.. bagaimana kalau kita menikah saja?"
Gerakan tangan Jaejoong terhenti. Ia terdiam sejenak. "Kau melamarku?"
"Yaaa... anggap saja seperti itu, bagaimana?"
"Tsk, Kau bahkan belum bercerai tapi sudah melamarku." Decak Jaejoong.
"Tapi aku sudah pasti akan bercerai dengan Jessica. Aku sudah putuskan... akan berusaha mencintaimu... aku akan berusaha membahagiakanmu dan Jaeyoon.."
Yunho menatap mata Jaejoong. Jaejoong balas menatap, keduanya saling berpandangan (Lagi).
"Kau sangat mencintai Jessica bukan? Apa semudah itu kau melupakannya?"
"Bukankah sudah ku bilang, dulu aku memang mencintainya, tapi sekarang aku kecewa padanya, aku memang tak membencinya, tapi perlahan rasa cintaku padanya mulai luntur."
"Berarti dulu kau memang tak sungguh-sungguh mencintainya."
"Ye?"
"Kalau kau sungguh mencintainya, tak mungkin perasaanmu berubah begitu cepat. Seseorang yang memiliki rasa cinta yang kuat tak akan mudah melupakan begitu saja, meskipun pasangannya menyakitinya."
Yunho terdiam. Apa yang dikatakan Jaejoong memang benar. Jadi.. apa dia tak pernah sungguh-sungguh mencintai Jessica? Lalu perasaannya dulu pada Jessica apa?
Perlahan Yunho bangun dan kembali duduk di samping Jaejoong. "Aku tak tahu, tapi... sudahlah.. yang pasti sekarang aku sudah tak memiliki perasaan apa-apa padanya, yang aku rasakan hanya kecewa. Jadi Jae, setelah kita bercerai nanti, maukah kau menikah denganku dan memulai kembali semuanya dari awal?" Tatap Yunho memohon.
"Kau tahu Yun? Pernikahan itu bukan permainan. Cukup sudah aku merasakan bagaimana menikah tanpa cinta. Aku tak ingin mengulang kembali kesalahan yang sama, kalaupun aku menikah lagi nanti, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai, atau setidaknya mencintaiku.."
Yunho terdiam. Ia sendiri setuju dengan pemikiran Jaejoong, bahkan Yunho juga mengatakan hal yang sama pada Yoochun beberapa hari yang lalu.
"Tapi kita bisa mencobanya bukan? Mungkin sekarang aku belum mencintaimu, tapi aku akan berusaha mencintaimu dan membuat pernikahan kita berhasil. Kau pernah mendengar pernikahan karena perjodohan? Anggap saja seperti itu.."
Jaejoong tersenyum. Ia berdiri membuat Yunho sedikit heran. "Kau akan belajar mencintaiku?"
Yunho mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu, kita akan menikah setelah kau benar-benar mencintaiku..." Jaejoong kembali tersenyum. " –Sudah malam, sebaiknya kau pulang... aku sudah mengantuk, good night..." Kemudian Jaejoong pergi dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.
Sementara itu Yunho hanya bisa menganga mendengar ucapan Jaejoong. Jadi... dia ditolak?
..
..
BRAK!
"Itu berarti kau harus membuktikan pada Jaejoong kalau kau mencintainya Jung, baru Jaejoong mau menikah denganmu." Junsu menggebrak meja membuat ketiga orang yang ada di ruang tamu apartementnya itu terlonjak kaget.
"Aku setuju dengan ucapanmu Kim Junsu, tapi tak harus sambil menggebrak meja. Kau ingin membuat kita mati muda eoh?" Teriak Changmin kesal.
"Park Junsu, Shim." Ralat Junsu tanpa dosa.
"Ck, terserah.." Dengus Changmin.
"Apa yang di katakan my baby dolphin benar Yun, kau harus sungguh-sungguh mencintai Jaejoong dulu, baru dia mau menikah denganmu." Timpal Yoochun mengamini ucapan istri tercintanya.
"Benar, buktikan padanya kalau kau serius, dan memang mencintainya.." Imbuh Changmin.
"Tapi aku..."
"Tak mencintai Jaejoong begitu?" Koor YooSuMin serempak.
Yunho hanya tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang kini sudah rapi, tak gingsul lagi seperti jaman SMU dulu.
"Kau tahu Jung Yunho? Menurutku kau hanya tak mau mengakui saja, padahal sebenarnya kau sudah menyukai bahkan mungkin ,mencintai Jaejoong sejak dulu."
"Aku setuju jagiya.." Yoochun mengecup pipi kanan Junsu membuat namja manis itu tersipu, sementara Changmin dan Yunho yang melihat itu merasa mual.
"Aku tak seperti itu." Sanggah Yunho setelah rasa mualnya (?) hilang.
"Aku juga berpikiran seperti itu, makanya kemarin aku katakan padamu curiga kau yang menghamili Jaejoong dulu." Changmin tersenyum menyeringai.
"Y-yya.. kalian jangan menuduh ya..." Yunho masih tak mau mengaku, padahal dari gerak geriknya saja sudah membuktikan kalau ucapan ketiga sahabatnya itu ada kemungkinan benar.
"Jinjja?" Tatap Yoochun curiga.
"Nde." Yunho memalingkan wajahnya menghindari tatapan meyelidik dari ketiga kawannya. " –Lagipula aku ini masih menyukai yeoja sexy."
"Geurae?"
"Hah... sayang sekali, padahal kalau kau tahu, tubuh Jaejoong berkali lipat lebih sexy dibanding yeoja- yeoja bintang blue film itu."
Ucapan frontal Changmin sukses membuat Yunho langsung memandang cepat ke arahnya.
"Kau mungkin tak pernah melihatnya, karena dulu saat membuat Jaeyoon kalian sedang mabuk." Imbuh Changmin semakin frontal. Sepertinya namja evil itu sengaja ingin memanas-manasi Yunho. Padahal ia sendiri tak pernah melihat tubuh polos Jaejoong dalam keadaan sadar, karena seperti yang sudah dikatakan di awal, ketika Changmin dan Jaejoong akan berhubungan fisik, mereka selalu mabuk lebih dulu.
"Sepertinya aku harus menyalakan AC." Ucap Junsu sambil menahan tawa melihat wajah Yunho yang tak bisa digambarkan itu.
"Ehem.." Yunho berdehem. "Aku memang –mungkin belum mencintai Jaejoong, atau sudah.. ah molla molla... yang pasti aku serius ingin menikahi Jaejoong. Lagipula aku sudah bicara dengan orangtuaku dan mereka akhirnya mengerti dan mengijinkanku menikahi Jaejoong. Jadi... aku kemari untuk meminta saran dari kalian, bukan untuk diolok-olok." Cerocos Yunho sedikit kesal.
"Memangnya siapa yang mengolok-ngolokmu? Kami juga memberi saran. Sarannya, katakan pada Jaejoong kalau kau mencintainya, benar-benar mencintainya, bukan bualan hanya karena ingin dia menikah denganmu. Dan buktikan kalau kau sungguh-sungguh mencintainya Jung."
Ucapan Junsu itu memang berbelit-belit dan butuh waktu sedikit lama untuk dipahami. Tapi Yoochun dan Changmin setuju.
"Aku percaya padamu Yun... kau bisa mengambil hati Jaejoong. Asal kau sungguh-sungguh mencintainya..." Ujar Changmin sangat berwibawa(?)
Yunho menatap ketiga temannya bergantian. Tekadnya memang sudah bulat ingin menikahi Jaejoong.
Dan tentang ucapan ketiga temannya yang mengatakan jika sebenarnya dirinya sudah mencintai Jaejoong namun tak mau mengakui, jujur saja, Yunho juga belum mengerti dengan perasaannya, namun saat bersama Jaejoong baik dulu maupun sekarang, ia merasa nyaman.
Mungkin memang benar dulu dia tak mau mengakui perasaannya dan malah memilih menikahi Jessica. Itu semua karena obsesinya yang ingin menjadi ayah diusia muda. Dan dulu dia menyadari kalau dia mengakui perasaanya pada Jaejoong obsesinya itu tak akan pernah tercapai, karena Yunho mengira Jaejoong namja normal –tak memiliki rahim. Lagipula, jika dulu dia mengakui perasaannya pada Jaejoong, apa Jaejoong akan menerimanya begitu saja? Ia tahu persis siapa Jaejoong dulu. Pria normal yang masih tergila-gila pada wanita, bahkan saat semester terakhir kuliah mereka dulu, Yunho masih ingat kalau Jaejoong sempat mempunyai kekasih yeoja tiga sekaligus. Dan hal itu membuat Yunho yakin kalau dia pasti ditolak oleh Jaejoong, dan tidak menutup kemungkinan Jaejoong balik membencinya karena merasa jijik. Dan lagi, ia masih yakin kalau dirinya saat itu masih menyukai wanita, hanya saja kenapa ia bisa sampai menyukai Jaejoong? padahal Jaejoong seorang pria. Jadi dulu ia menyimpulkan jika ia hanya menyukai Jaejoong sebatas sahabat saja.
Baiklah, sepertinya sekarang namja tampan itu mulai terbuka dengan perasaannya, kalau benar, sejak dulu dia memang menyukai ani, mencintai Jaejoong.
"Apakah aku bisa?" Yunho memandang ketiganya.
Yoochun, Junsu dan Changmin tersenyum lembut. "Kami percaya kau pasti bisa..."
..
..
..
..
..
~*It's Fated by nickeYJung*~
To Be Continued
...
Note : Penting untuk di baca !
Sebelumnya saya minta maaf klo dirasa ga penting nulis note kaya gini, tapi serius ini penting saya katakan supaya ga ada orang yg salah paham lagi.
Ok, saya ucapin makasih buat yg udah ninggalin reviewnya dichap kemarin, tapi ternyata dari sekian review yg masuk ada SATU review yg membuat saya tertawa membacanya. Seumur-umur post FF di FFn ini, baru kali ini dapat review yg bikin saya 'tersenyum', dan kata temen saya, yg review sperti itu, itu berarti dia merhatiin cara penulisan kita, feelnya ngena bgt sampai dia terbawa suasana LOL
Dari seorang Guest, maaf dear saya copas tulisan anda
Aku mau tanya thor., apa author ngerasa nyaman crackpairx sesama member DB5K gitu ? apa gak ngerasa sakit gitu? qw suka yunjae py qw gk suka yunjae dipasangin sma para member DB5K klo dipasangin sma slain member DB5K qw mrasa gk trlalu sakit ya krn bencix bukan member benci sma yochun dan changmin skr smenjak ada crack pair chunjae ato minjae di ff yg mainpairx ada warning tapi sbg reader pasti ada pnasaranx donk mkax sbenarx yg bkin orang benci DB5K itu sesama cuma pngen bilang ini aja soalx udah lama bnget gk d d dunia nyata udah kayak gtu, d tambah lg sma ff kyak lebih cocok nulis MINJAE dibanding minjae knp hrus nulis yunjae apa utk sbuah review.. ?
Jujur saja ya saya tertawa bacanya. Pertanyaan yg bagus tante, om, mbak, mas, ade siapapun lah anda. Tapi sepertinya anda tidak membaca keseluruhan chap ini deh, baiklah klo gtu saya akan jawab pertanyaan anda. Simak baik-baik ya ;)
Pertama. Saya ngerasa nyaman-nyaman aja tuh crackpairnya –um mungkin lebih enak bilang SLIGHT pairingnyan ato OTHER pairingnya ato mungkin orang ketiga hubungan YunJae-nya pake member DB5K, karena yg pertama, saya tidak terlalu mengenal artis lain, hanya beberapa saja yg pernah saya jadikan cast. Saya bukan k-poper, saya hanya DB5K lover, jd kalaupun pke artis lain, saya takut salah mendeskripsikan artis tersebut, lgian bukan di FF ini aja saya memasangkan YunJae dg member lain. FF pertama saya yg Secret Love, sama Mianhae jg slight pairnya (Hosu sama Chunjae) wah yakin deh anda bakal ngamuk klo baca ff itu LOL. Ok balik lg, tapiiiii ga pernah ada reader (bukan SR loh) yg mengeluh, karena mereka tahu itu hanya sebuah FF, toh endingnya juga tetap YUNJAE. Kedua, kenapa di FF ini saya pke Changmin sbg org ke 3? Karena dari awal saya bikin cerita ini pngen ringan aja, saya ingin melibatkan semua member DB5K, BERHUBUNG dicerita ini kelimanya bersahabat dekat, ya saya pke YunJaeYooSuMin, udah jelas itu krn di Real pun hubungan mereka udh dekat seperti keluarga, dan pada kenyataannya couple di DB5K itu bukan cuma YunJae aja, malah kata sejarah(?) couple pertama di DB5K tu 2U aka Yunho x YooChun, ga tau tuh knp Yunho jd dipasangin sama Jaejoong, mungkin kerena mereka lebih cocok ato karena mereka benar2 pacaran LOL.
Lalu, kenapa ga Changmin aja yg jadi anaknya Yunjae? Ceritanya disini Yunjae punya anak Cewe, masa Changmin di bikin GS aka genderswitch, ga lucu ah, Chwang itu ultimate seme tau! yeaa wlopun skrg agak cantik, kaya Ummanya (jeje) Lol. Terus knp anaknya ga cowo aja? Saya pke OC Jaeyoon tu bukan di FF ini aja loh, silahkan klo mau baca FF2 saya sebelumnya, saya sering pke OC Jaeyoon sbg anak perempuan Yunjae, krn saya belum menemukan cast real yg cocok sbg anak cwe YunJae, jd saya pke cast khayalan. Kenapa ga Jiyool? Udah banayk yg make, :D lagian JaeYoon itu kan gabungan JAE sama YOON, jadi... silahkan simpulkan sendiri. Ketiga, saya pngen pke OC (cast khayalan sebagai org ke 3) Cuma masalahnya suka banyak reader yg ga bisa bayangin wajah org itu, kan klo pke real cast bisa bayangin, oh Boa yg itu, oh Ahra yg itu, oh Siwon yg itu, oh Wang jihye yg itu... jd saya pke real cast.
Kedua. Anda jd membenci Yoochun dan Changmin gegara FF? Wah, smpe segitunya ya. Ok, saya jelaskan. Kalau anda baca FF-FF saya, anda pasti bakal tahu karakter menulis saya spt apa. Hampir semua FF saya genrenya Hurt, dg konflik perselingkuhan, udah banyak real cast yg saya pke buat jd orang ke tiga. Tapiiiiii... saya ga membuat karakter orang ketiga itu jahat, wlopun diawal kesannya antagonis, tp endingnya mereka jg tersakiti. Mungkin kecuali di FF Living Like a Dream, di sana Go Ahra bener2 antagonis. Tapi di cerita lain? Dari mulai FF debut saya Fated To Love You - Ahra akhirnya jd baik. Mianhae - Junsu awalnya antagonis, tp di Sekuel (Jebal Dorawajyeo) dia berubah baik. Get Out - Tiffany awalnya antagonis, tp endingnya dia mati n donorin kornea matanya ke Changmin, baik kan?. Terus, Fujoshi, disana org ketiganya Ahra sm Jihyo justru yg tersakiti, tp berakhir dg YunJae sm mereka sahabatan. Love is Punishment - Disana Siwonnya jahat bgt, tp berakhir tragis, dan klo dicermati Siwon jadi jahat jg krn dia terlalu mencintai Jaejoong. Don't Say Good Bye - Jaejoong Cuma salah paham aja sama Boa. Secret Love yg pairingnya buanyak bgt, YunJae, ChunJae, YooSu, YunRa, MinSu, pkonya bakal muter2 deh, tapi saya bikin karakter mereka baik, wlopun ahra jd antagonis tp tetap dia nista di akhir FF. Autumn Shower yg masih inprogres jg Heechulnya yg dikhianati. Dan yg terakhir yg masih anget Selfish, diawal Boa dbikin antagonis, wlopun sbrnnya klo dicermati dia yg disakiti, tp endingnya saya bikin karakter dia jd baik, jadiiii... klo anda baca semua FF-FF saya, pasti anda bakal tau karakter menulis saya seperti apa. Mungkin awalnya hurt sad, angst, tapi saya TIDAK PERNAH membuat FF yg bener-benar broken Yunjae, pst ada sekuel ato other's verson end-nya. Dan yg penting, apakah di FF ini saya membuat karakter Changmin jahat smpe anda jd membenci Changmin? Justru di FF ini saya bikin karakter dia dewasa tp evil, buktinya bnyk yg minta moment MinJae, n Pengen FF ini jd MinJae, tapiiii di note terakhir chap 4 kemarin saya udah jelaskan. ni saya copas lagi
Tapi saya mau bilang ini BUKAN FF MINJAE, TAPI FF YUNJAE, dan akan berakhir dengan YUNJAE #opss
Pkonya ini FF YunJae ya, saya ga mau jd penulis yg menyebalkan, disummary bilang YunJae, tapi ending malah MinJae #smirk
Apa anda tidak membacanya?
Saya aja yg klo harus jujur membenci pair HOMIN tapi saya ga benci Changmin tuh, saya Cuma membenci orang2 yg memasangkan mereka aja, toh saya CASSIOPEIA OT5, yg mencintai kelimanya. Jd ngapain hrs benci gegara FF? Mungkin klo jd benci cast yg selalu jd org ketiga hub Yunjae spt Go Ahra, BoA ato cwe2 ganjen lainnya se tak terlalu aneh, tp klo membenci member DB5K? Seorang Cassie membenci member DB5K hanya krn sebuah FF? Sangat menggelikan.
Ketiga. Anda masih penasaran wlopun saya udah bikin warning? Jd yg salah siapa? Anda ato saya? LOL
Keempat. Jujur saya sangat tersinggung dengan ucapan anda yg terakhir. Anda bilang seakan saya haus review?
Gini ya dear... apakah di setiap FF saya ada mewajibkan utk review? Saya hanya bilang, silahkan tinggalkan jejak bila berkenan, ya klo ga berkenan ya ga usah ninggalin review lah. Dan lagi, boro-boro reviewnya jd nambah, yg ada malah turun, tapi saya ga masalahin tuh. Toh saya juga pernah bilang, sama beberapa reader saya yg selalu berinteraksi di FB dan juga saya pernah memberi saran sama salah satu author FF YunJae di FFn. Saya bilang, jangan terlalu memaksa readers utk review, nanti malah kita yg jadi jelek, krn di belakang sana, banyak reader yg mengeluh krn authornya terlalu maksa utk ninggalin review malah ngancam bakal berhenti nulis klo reviewnya ga mencapai target. Dan akhirnya ngebashing author tersebut.
Lagi pula prinsip saya sekarang, sekarang lo ya, klo dulu saya masih baru n labil, jd berharap yg review tu banyak LOL, tp klo sekarang prinsip saya, mengutip dari kata-kata temen author saya yg udah senior.
Kita menulis karena hobby, ga ada yg nyuruh kita nulis FF YunJae, ga ada yg nyuruh kita post FF YunJae di sosmed termasuk di FFn ini, jadi mau ada yg review ato ngga harusnya ga masalah, toh klo reader merasa suka dg FF kita, tanpa dipaksapun mrka akan meninggalkan jejaknya, klo pun banyak SR itu sih beda cerita, krn SR itu ada macam2, ah saya ga mau jelasin lah, jadiii reader yg baik pst akan mengerti dan memberi kita feedbacknya. Yeah, wlopun ga munafik, review dari readers tu membuat kita semangat buat nulis, tapi kembali lg, kita nulis kan ga ada yg nyuruh, klo udah males nulis ya tinggal berhenti aja, tapi se saya menulis –FF YunJae- itu karena hobby, jd sebisa mungkin saya akan terus menulis di tengah kesibukan saya di dunia nyata. Asal saya ga kena writer block aja, klo udah kena, ya udah pensiun dah jd writer ToT
Kelima. Anda mengenal saya? Anda sudah baca Bio saya? Saya Cassiopeia ot5 n YunJaeHARDshipper loh... boro-boro punya niat terselubung bikin FF MinJae, orang saya sendiri paling benci sama orng yg memasangkan/ menjadi shipper Yunho selain sama Jaejoong, ato shipper Jaejoong selain sama Yunho, jadii ga mungkin lah saya ada niat terselubung, wkwkwkwk
Nulis FF Yoosu aja saya ga bisa, ani baca ff Yoosu aja saya ga bisa, padahal saya YooSu Lover loh, apalgi ini MinJae, aduuh tolong ya...
Dan lagi, saya menjadi YunJaeshipper dari tahun 2010, dan saya menjadi Cassie pertengahan 2011, mulai berani post FF YunJae di sosmed Facebook tgl 15 September 2012, jadiiii bagaimana mungkin dg waktu yg begitu lama saya berubah haluan? Yg ada cinta saya sama YunJae itu semakin bertambah tiap harinya, karena saya tahu n percaya YunJae emang mempunyai hubungan lebih dr sahabat n keluarga. Lagi pula saya terlalu tua untuk mencari sensasi, saya udah nikah n punya anak 1 loh, terlalu kekanakan klo utk pengen dapet review banyak jd membuat cerita dg mainpair terselubung. Saya juga terlalu sibuk buat nanggapin hal-hal aneh yg terjadi didunia maya, kehidupan real saya lebih penting. Jadi sayang, jangan menjudge orang seenaknya sebelum anda mengenal orang tersebut yah..
Klo anda merasa kurang yakin siapa saya, silahkan chek akun Facebook saya, add saya dan kamu akan tahu siapa itu Nickey Jung ;) (Ibu rumah tangga yg rempong n delusional klo udah nyangkut hubungan Yunho sama Jaejoong) XD
Jadi Guest –ssi, siapapun anda, semoga anda membaca note saya yg panjang lebar kaya koran ini, dan semoga anda mengerti, dan klo anda membaca tulisan saya ini, silahkan klo ada yg mau ditanyakan lg, tinggalkan jejaknya, tapi saya minta anda harus berani ya klo mau menjudge, tunjukan diri anda, jgn bersembunyi, saya tunggu tanggapan anda. Tenang aja, saya ga akan memarahi anda ko, malah mungkin kita akan mjd dekat setelah kasus (?) ini. Dan klo bisa pke akun anda, silahkan klo mau kirimi saya PM juga, klo anda ga punya akun di FFn mungkin punya akun Facebook, LINE? Asal jgn Twitter aja, saya lupa paswordnya, hehe... ah, gimana klo no tlp aja, anda tulis no anda, nanti kita sharing lewat sms, ato klo ada yg mau ditanyakan silahkan... ini no saya 089660792258, ditunggu tanggapannya ya!? Klo ngga berarti anda termasuk orang yg lari dari masalah, hehe...
...
Hahh... baiklah readerdeul, saya minta maaf buat readers yg lain, tapi semoga kalian juga baca, supaya nanti ga seenaknya aja menuduh orang. Maaf klo tulisan saya mengganggu dan terkesan nyampah, tapi saya rasa ini benar-benar penting harus saya sampaikan.
Dan lagi, dichapter yg panjang ini (Panjang gegara note) saya sudah jelaskan kenapa Yunho galau. Dan apa alasan Changmin bersikap spt dchap 4 kemarin.
Inti dr cerita ini adalah, bagaimana dua pria normal yg belum saling mencintai tapi harus menikah dan membuat pernikahannya berhasil. Jadi, maklum saja klo Yunho ato Jaejoong masih sama2 keras kepala. Menjalani hubungan sesama jenis itu tidak semudah yg dibayangkan loh..
Semoga ga ada yg salah paham lagi ya, perlu saya tulis lagi
ini BUKAN FF MINJAE, TAPI FF YUNJAE, dan akan berakhir dengan YUNJAE #opss
Pkonya ini FF YunJae ya, saya ga mau jd penulis yg menyebalkan, disummary bilang YunJae, tapi ending malah MinJae #smirk
Chap depan ga jd end, krn chap ini jg harusnya ga TBC disini, karena kepanjangan gegara note, jd saya bagi lagi, so endingnya chap 7 aja^^, dan nanti kita akan lihat endingnya YunJae ato MinJae #Smrik again LOL
Saya senang di kasih kritik atopun saran, bashing jg ga papa klo tulisan saya layak utk dibash, tapi saya ga suka dituduh, apalagi klo yg menuduh itu tidak tahu siapa saya, jd maaf klo ada pihak yg menganggap saya terlalu kekanakan dan terlalu lebay karena cuma masalah sepele aja sampai ceramah gini. Saya hanya ingin kedepannya buat siapapun dan bukan cuma buat di ff saya aja, klo kalian mau mengkritik ato menduduh itu, kenali dulu siapa target anda.
Oke, Makasih..
YUNJAE IS REAL... !
Always Keep The Faith... ^^
