"Cain, kau harus baca kalau bangun nanti!"

Suara runtukan dari seorang saint Gemini terdengar di seluruh bagian kuil ketiga itu.


Saint Seiya © Masami Kurumada

Saint Seiya The Lost Canvas © Shiori Teshirogi

You're The Light and I am The Shadow © ScorpioNoKuga

Saudara Kembar © Antares Estha

Warning :

Gaje, typo(s), OOC, etc.

Special Fanfiction to my team, FEP, Aoihoshifiqih anda Antares Estha –ah, by the way, happy birthday, Estha.


Abel nggak suka tuh.

Dia nggak suka dilahirkan dalam satu tubuh. Err, ya, satu tubuh dengan kembarannya –rasanya, bagaikan alter ego.

Enggak bebas melakukan apapun dan di manapun hanya karena mereka harus membagi tubuh. Abel berharap, seandainya saja dia seperti para Gemini lain. Nggak perlu membagi tubuh dengan kembaran mereka.

Sumpah, demi apapun, Abel benci para dewa yang membuat dia dan Cain satu tubuh! Dia enggak terima!

(AAARRRG! Sungguh, Abel ingin teriak.)

Kau dan aku terlahir bersama

Tapi kelahiran kita membuatku kesal

Para dewa membuat kita satu tubuh

Dan sumpah demi apapun aku tak terima itu

Tahu sendiri, 'kan, kalau dia –abel –dengan Cain lahir di bawah bintang Gemini yang membawa sial? Iya, bintang terkutuk yang bikin dia bisa satu tubuh sama si baka Gemini Cain itu! Kalau orang biasa sih udah senang sama hari atau tanggal kelahirannya, tapi bagi Abel, kelahirannya itu sesuatu yang membuatnya kesal! Sangat kesal.

Gimana nggak kesal, coba? Satu tubuh sama Cain, harus berbagi, dan yang lain-lain yang bikin kesal. Nggak terima! Udah serius dia enggak terima, tahu, nggak, sih, dasar para Dewa nyebelin!

(Sungguh, dia menganggap para dewa nyebelin.)

Kau tahu kasus Saga dan Paradox yang bermuka dua, kan?

Juga kasus Defteros yang selalu menjadi bayangan?

Kita dapat gabungan keduanya

Jadi bayangan satu sama lain, itu menyesakkan!

Abel itu update soal para Gold Saint dari berbagai abad. Mau dari abad-nya Defteros-Aspros, Paradox-Integra, ataupun Saga-Kanon. Update, 'kan? Yaiyalah.

Nah, Abel masih kesel. Why? Yang dia tahu, para Gemini lain pada lahir dengan tubuh masing-masing, nggak kayak alter ego Cain dan Abel gini.

Abel yakin, Cain pasti tahu soal Saga dan Paradox yang bermuka dua –istilahnya sih, berpribadiaan ganda. Atau, nggak usah jauh-jauh, deh, Defteros yang selalu menjadi bayangan Gemini Aspros. Pasti Cain tahu hal itu.

Dia dan Cain itu gabungan keduanya. Sama-sama bayangan. Gabungan ke duanya –cahaya dan kegelapan.

Menyesakkan.

Menyesakan karena mereka harus berbagi waktu itu memakai tubuh, menyesakkan karna mereka berdua sama-sama bayangan yang di abaikan –diasingkan.

(Ya, bayangkan saja jika kau menjadi alter ego kembaranmu.)

Kau sangat baik, setia pada Athena, dan penyayang

Aku lumayan jahat, semauku sendiri, dan manipulative

Iya, aku sadar aku jahat dan aku tak peduli

Aku mau liat betapa gregetnya para dewa itu

Kalian tahu, 'kan, bahwa biasanya salah satu Gemini pasti ada yang jahat, atau mungkin keduanya jahat –seperti kasus Kanon dan Saga –dan, ya, Abel dan Cain pun sama.

Cain yang setia pada dewinya, sabar, penyayang. Lah, Abel? Tidak, dia bukanlah orang yang penyayang. Dia jahat. Sama halnya dengan Kanon, namun berbeda.

Kanon menyadari kesalahannya, Kanon sayang terhadap Saga. Berbeda dengan Abel yang tidak tahu apakah dia sayang pada Cain atau tidak. Dia juga tidak tahu apa itu yang namanya kebaikan.

Abel tau dia jahat, Abel juga tahu dia seenaknya. Sebegitu inginnya dia melihat para dewa merasakan apa yang dia inginkan, melihat seberapa gregetnya para dewa.

Aku tak tahu harus sayang atau benci padamu

Karena meskipun sifat kita berlawanan dalam tubuh ini

Kau tetap kakak yang terbaik

Well, meskipun ujung-ujungnya aku dilarang macam-macam…

Abel tidak pernah tahu apakah dia menyanyangi sang kembaran atau tidak. Karena, sejak dulu yang ia tau rasa 'sayang' akan berakhir ke rasa 'benci'. Tapi bagi Abel, 'benci', tetaplah 'benci' . di matanya, tidak ada yang namanya sayang. Bahkan, Abel tidak mengerti kenapa Cain masih mempedulikannya.

Bukan hanya itu saja, sifat mereka juga sangatlah berlawanan. Hamper seperti dewa kematian Hades dengan dewi Athena. Mungkin ungkapan seperti itu cocok. Atau tidak, seperti langit dan bumi, air dan api, atau tidak bagai Daun dan serangga.

Jujur saja, Abel tidak ingin mengakui bahwa sebenarnya dia menganggap Cain sebagai kakak yang terbaik di Sanctuary. Tsundere? Bukan, dia bukan termaksud tipe yang seperti itu.

Ya… walau dia ingin mengakui –tapi dia tidak ingin mengakui juga –Cain adalah sosok kakak terbaik. Well, walau akhirnya, Cain akan melarangnya melakukan apa yang di sukanya.

Abel menghela nafas pendek, dia langsung berbaring di kasur yang ada di bagian terdalam kuil Gemini.

"Kira-kira, kapan kita tidak menyatu begini, ya, Cain!?" teriak Abel dengan sangat lantang. Mungkin, bisa saja terdengar hingga kuil Virgo Shijima. But, siapa yang peduli? Hidupnya, ya, hidupnya.


Pas, 'kan? Pas? Aduh, makin ngaco, pake banget! Ohya, happy birthday kakak wakil ketua aka Estha~. Ciee, umur berapa, nih? 17 kah? Hahaha! Bentar lagi ultah Scorpio Milo, loh. #pleaseudahtau

Oke, kumaha, damang, kaka-kakak sekalian? Oh, buat Nitsu, aku nagih puisi Integra, ya. #heh

[04-11-14]

ScorpioNoKuga