Asari Family
—drabbles collection—
[ chapter 03 : G's misfortune ]
.
.
Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira
This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru
(Ngarep ngarep ngarep)
.
Rate T for colorful language
Warning for the MPREG, AU, chibi!8059 (begonya saya lupa masukin warning ini di 2 chapter kemarin, orz), OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!
U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu
.
.
Enjoy!
G bersenandung kecil sambil mencari-cari sesuatu di lemari yang ada di dapur. Takeshi dan Hayato pergi main entah kemana. Ugetsu sedang pergi karena ada urusan entah kemana. Dan tersisalah ia di rumah sendirian.
Nah, coba tebak! Kalau G lagi sendirian di rumah waktunya apaaa? Waktunya minum alkohol sepuasnya! Wohohoho
( Perhatian, narasi di atas dibacakan dengan senang hati oleh G sendiri. )
Tak lama, pria bersurai magenta itu mengeluarkan sebuah botol dari dalam lemari tersebut. Tapi ada yang janggal saat pria itu mengangkat botolnya…
"Lho, kok ringan? Perasaan baru beli deh…" G lalu membuka botol itu dan menemukan isinya kosong melompong. "THE FUCK?!" umpatnya keras karena kesal. Plus, sekarang ia menemukan sebuah catatan yang tertempel di botol itu bertuliskan…
G sayang, aku yakin kalau kau sudah berjanji padaku untuk tidak meminum alkohol lagi setelah melahirkan Hayato, bukan? (Ngomong-ngomong kau juga berjanji hal yang sama saat Takeshi lahir) Percayalah aku membuang semua isi alkohol ini demi kebaikanmu. Dan jangan mencoba-coba lagi menyembunyikan alkohol di tempat yang lain karena aku akan selalu menemukannya :) —salam sayang suamimu, Ugetsu.
G mengumpat semakin keras sambil merobek-robek catatan itu. The hell lah! Peduli amat sama Ugetsu. Kalau nggak minum alkohol, dirinya malah makin tambah stress sekarang!
( Lagi-lagi, narasi di atas dibacakan oleh G sendiri sambil misuh-misuh. )
Sekarang, ia berencana untuk pergi ke minimarket terdekat untuk membeli satu atau dua kaleng bir. Tapi saat ia baru saja menginjakkan kaki di luar rumah—
"Papa mau kemanaa?"
—kedua anaknya telah berada di hadapannya dengan tatapan penasaran.
"Ung… mau ke minimarket sebentar. Kalian tunggu dulu saja di rumah," jawab G.
"Aku mau ikuuut!" jawab kedua bocah itu berbarengan, menarik-narik ujung jaketnya.
"Tapi—"
"Aku nggak mau ditinggalin sendiri di rumah!" Takeshi menimpali disusul Hayato yang ikut mengiyakan.
"Huh, yasudahlah." G mendengus. Kedua bocah itu bersorak lalu menggandeng tangan papanya bahagia.
Karena jarak minimarket yang mereka tuju nggak jauh-jauh amat dari rumah, sekarang mereka sudah sampai di dalam minimarket. G langsung ke bagian minuman bir dan teman-temannya berada, sedangkan Takeshi dan Hayato pergi mencari camilan, atau istilah gaulnya sih jajan.
"Pa, pa! Aku mau beli ini yaa!" Takeshi menghampiri dengan berbagai macam camilan memenuhi tangannya.
G yang mulanya serius memilah-milih bir dan minuman alkohol langsung melotot kaget begitu melihat anak sulungnya. "Takeshi itu kebanyakan! Kamu mau nanti jadi gendut gara-gara kebanyakan makan?!"
"Eeh? Tapi ayah nggak pernah protes kok kalau aku jajan sebanyak ini…" Takeshi memanyunkan bibirnya.
"Sekalinya NO tetep NO! Sana pilih-pilih lagi jajanan kamu."
Takeshi membalikkan badan dengan kaki dihentak; pundung ceritanya. Tapi betapa kagetnya G saat bocah berambut perak datang dengan dua keranjang belanjaan penuh dengan camilan.
"Papaa! Aku mau beli ini yaa."
Sekali lagi, dua keranjang penuh.
"Hayato… benarkah ayahmu itu selalu mengizinkan kalian jajan sebanyak ini?" G mencoba tersenyum walau kedut-kedut kesal muncul di dahinya.
"Iya. Katanya jajan yang banyak itu bagus buat pertumbuhan." Hayato menjawab semangat. Takeshi tiba-tiba sembuh dari pundung lalu menghadapkan wajahnya pada G lagi.
"Iya! Iya! Ayah bilang begitu!"
'Aku nggak ngerti kenapa bisa nikah sama orang sebego itu,' batin G memijit pangkal hidungnya frustasi. "Nggak! Pokoknya nggak! Pilih tiga camilan yang paling kalian suka saja dan jangan merengek lagi!"
Kedua bocah itu memasang raut memelas, "ta-tapi…"
"NO!"
Pantang menyerah, sekarang mereka akan memasang jurus andalan.
Puppy eyes no jutsu level easy! "Papaa…"
"Nggak!"
Puppy eyes no jutsu level medium! "Kumohon…"
G membentuk huruf X dengan tangan sambil menggeleng.
Puppy eyes no jutsu level hard! "Ayolah…"
G mulai goyah, tapi pendiriannya masih teguh.
Puppy eyes no jutsu level EXTREME! "Papa jahaaat…"
G langsung luluh. Wajahnya entah kenapa memerah sendiri melihat ke-imutan dua anaknya. "I-iyalah! Terserah kalian saja!"
Takeshi dan Hayato langsung highfive bersama-sama merayakan kemenangan mereka.
Tapi, masalahnya, saat G akan membayar di kasir dengan satu botol alkohol (Nggak jadi beli bir, fyi) serta empat keranjang penuh dengan camilan (Takeshi menambah jajanannya karena mau sama kaya Hayato)—
—uangnya malah kurang!
[ backsound : petir menyambar ]
G berusaha mencari kartu debitnya, tapi ketinggalan. G berusaha ambil uang dulu di ATM yang ada di dalam minimarket, tapi lagi rusak. G berusaha mengorek-ngorek semua saku yang ada di pakaiannya (siapa tahu nemu duit), tapi hasilnya nihil.
Dan jadilah ia dengan segenap rasa malu yang ditahan mengembalikan satu botol alkohol itu kembali ke tempatnya, lalu membayar semua jajanan kedua bocah cilik itu yang sekarang bersorak senang.
Hari itu, G bersumpah akan menceramahi Ugetsu karena mendidik Takeshi dan Hayato menjadi bocah yang hobinya jajan.
.
.
Atau ini merupakan sebuah tanda-tanda dari Tuhan kalau G harus segera bertobat minum alkohol?
Entahlah. Tanyakan saja pada Tuhan, Ugetsu, dan kedua anaknya yang sekarang lagi kasak-kusuk bilang, "rencana dari ayah berhasil!"
Eh?
.
.
.
end of chapter 03
A/N : Nyahahahaha saya menistakan G disini. Aduh ya ampun, maaf ya G. Bukan maksud menistakanmu, kok. Saya lagi bersekongkol sama Ugetsu biar kamu berhenti minum alkohol, yeay. /dipanah G/
Dan chapter ini benar-benar gaje sekali ya, kawan-kawan. Saya nyadar kok nyadar. Maklumin aja ya saya lagi stress karena tugas yang menumpuk dari sekolah. /main gundu di pojokan/
Dan saya tak bosan-bosan berterimakasih pada readers yang sudah memberi review, fave, dan follow (dan silent readers juga. Muah! /dimuntahin/). Eh, ngomong-ngomong, karena saya ini author yang nggak peka sama sekitar dan baru nyadar sekarang… viewers sama visitor itu bedanya apa ya? /jdeer/
At last, Mind to RnR? ;)
