Asari Family

—drabbles collection—

[ chapter 04 : let's go marry! ]

.

.

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru

(Bolehkah aku berharaap~ /dipentung/)

.

Rate T for colorful language

Warning for the MPREG, AU, chibi!8059, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!

U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu

.

.

Enjoy!


"Papa! Izinkanlah aku menikah dengan Hayato!" Takeshi berkata dengan bersungguh-sungguh.

Tangan kecil Hayato kini ia gamit di lengannya, membuat bocah perak itu marah-marah sambil berusaha melepaskan diri dari sang kakak, "apa-apaan sih?! Lepasin atau aku gigit tanganmu!"

G bengong sejenak. Buku yang tadi sedang asyik dibacanya langsung jatuh dengan dramatis ke pangkuannya. Tak lama ia mengorek telinganya dengan jari. Siapa tahu pendengarannya sedang bermasalah hari ini? "Coba katakan sekali lagi, Takeshi."

Takeshi mendengus sebal, "duh! Aku boleh ya nikah sama Hayato?"

Hell, jadi pendengarannya benar-benar berfungsi dengan baik. Sekarang, hanya satu nama yang diduga menjadi dalang semua ini. "UGEEETSUUUU, KEMARI SEKARANG CEPAAT!"

"Iya, iya. Ada apa, G?" Ugetsu bertanya begitu muncul dari kamar.

G berdiri lalu menghampiri Ugetsu, "kau! Apalagi ajaran sesat yang kamu ajarkan pada Takeshi?!"

"Ha?" Sang ayah mengangkat sebelah alisnya bingung, "maksudmu apa, G?"

"Takeshi baru saja minta dinikahkan sama Hayato! Siapa lagi yang bisa mengajarinya selain kamu?!"

"HAH?!" Wajah yang biasanya tenang itu sekarang memasang tampang shock. "Kamu nggak bercanda, kan?"

"Eh? Jadi bukan kamu dalangnya?"

"G, mana mungkin aku mengajarkan hal seperti itu pada anak-anak kita…" Ugetsu sweatdrop.

"Lah, terus dalangnya siapa dong?!"

"A-anoo, ayah, papa…" Takeshi yang sedari tadi diam angkat bicara menghentikan adu mulut orangtuanya. Ugetsu dan G langsung memalingkan wajah pada bocah raven itu, "yang ngajarin bukan ayah papa, kok…"

"Lalu siapa?" tanya Ugetsu dan G berbarengan.

"Oom Daemon…"

'MANUSIA SEMANGKA MESUM ITU!' batin mereka berdua bersamaan dengan kedut kesal muncul di dahi.

"Tadi waktu lagi main di rumah Mukuro… Oom Daemon bilang kalau kamu sayang banget sama seseorang, nikahin aja orang itu sebelum diambil sama orang lain. Eh, tiba-tiba si yakyuu-baka ini malah nyeret-nyeret aku ke rumah terus bilang hal seperti tadi…" tambah Hayato menjelaskan. Ekspresi jengkel ditambah rona merah di pipi menghiasi wajahnya.

"Iya! Aku 'kan sayang banget sama Hayato. Aku juga nggak mau Hayato diambil sama orang lain. Jadi, aku pingin menikah sama Hayato!" Takeshi kembali berkata dengan bersungguh-sungguh. Semakin menggamit lengan kecil adiknya.

Kedua orangtua itu hanya bisa sweatdrop. Lagian mereka main apaan sih di rumah Mukuro sampai-sampai si semangka mesum yang berstatus bapaknya Mukuro itu ngebahas hal tentang pernikahan?

"Memangnya kalian berdua mengerti apa maksudnya dari 'menikah', hm?" Ugetsu bertanya sambil tersenyum.

"Err… apa ya? Katanya menikah itu mengikat suatu hubungan yang… apa ya? Gatau, aku lupa." Takeshi menjawab santai disertai gelengan Hayato.

Dalam hati G bersyukur kalau Takeshi itu agak lemot jadi kurang bisa mengerti ajaran sesat Daemon. "Tapi bagaimanapun aku tidak akan mengizinkan kalian menikah! Aku tahu kalau kamu itu brocon tingkat akut tapi pernikahan diantara saudara itu dilarang! Kalau kamu mau menikah sama laki-laki lagi sih… boleh-boleh aja."

( Hei, G, sekarang siapa yang sedang mengajarkan ajaran sesat pada anaknya? )

"Hee, kenapaaa?" Takeshi menggembungkan pipinya manis.

"Karena kalian berdua sudah terikat dengan hubungan yang namanya 'kakak beradik'," Ugetsu menjelaskan seraya mensejajarkan tinggi dengan kedua anaknya, "hubungan 'kakak beradik' itu tak lengkang oleh waktu. Dan dengan begitu kalian tidak boleh memutus ikatan ini apapun yang terjadi. Oke?" Sang ayah mengacak rambut kedua anaknya pelan.

"Iyaa." Kedua bocah itu tersenyum manis menjawab ucapan Ugetsu.

'Duh, kenapa sih senyuman mereka berdua manis sekali?' batin Ugetsu dan G berbarengan lagi dalam hati. Sang ayah nyaris saja langsung ngacir mencari kamera untuk mengabadikan senyuman manis kedua anaknya, kalau saja Hayato tidak berkata…

"Oh, ngomong-ngomong, kata Oom Daemon… kalau orang yang menikah nanti mereka bisa melakukan sesuatu yang nganu-nganu lalu mereka menghasilkan keturunan. Maksudnya apaan sih? Keturunan itu apa? Nganu-nganu itu apa? Aku nggak ngerti." Hayato bertanya dengan tatapan polos dan penasaran. Takeshi mengangguk menyusul seolah-olah ingin berkata ah-iya-aku-juga-mau-tanya-itu.

Petir tiba-tiba seakan menyambar di balik Ugetsu dan G. Aura di sekitarnya tiba-tiba saja berubah menjadi mencekam. Membuat Takeshi dan Hayato saling bertatapan panik sambil bertelepati satu sama lain.

"Eh, ini kenapa? Ada apa?"/"Nggak tahu. Emangnya tadi kamu nanya yang salah ya?"/"Eh, mana aku tahu lah! Tau-tau auranya serem gini."/"Lho? Yaudahlah mending diem aja daripada kena batunya."

Kira-kira itu isi pesan telepati mereka setelah diterjemahkan.

Tatapan Ugetsu tiba-tiba berubah menjadi dingin, "G… ayo kita ke rumah semangka mesum itu sekarang juga. Jangan lupa bawa panahmu dan aku akan membawa katana-ku…"

"Tanpa kau perintah pun aku sudah mau melakukannya, Ugetsu."

.

.

Dan jangan tanyakan pada author bagaimana nasib sang semangka mesum setelah ini.

Jangan. Jangan tanyakan. Kasihan Daemon.

.

.

.

end of chapter 4


A/N : Saya nggak tahu mau ngomong apa. Tralalala Trililili /joget-joget nista/ /dilempar semangka/. Pokoknya fic ini kayaknya alay banget ya? /pundung di pojokan/

Dan ya amvun terimakasih banget bagi yang sudah memberi review, fave, dan follow! Jangan bosan me-review ya! /modus/. Dan silent readers juga terimakasih! Pokoknya aku cinta kalian semuaaaaa /pasang sticker moon yang lagi melambaikan tissue sambil nangis/ /ketahuan korban line/

Oh, ngomong-ngomong, karena saya agak lowong, sekarang saya mau membalas tiap review untuk readers yang tidak log in ^^

Aoki : Haloo, terimakasih banyak sudah me-review di 3 chapter kemarin. Ya ampun, kamu baik sekali. Selingan 8059? Ini sudah saya wujudin, lho. Kufufufu~

Ayame Yumesaki : Hai, terimakasih telah me-review XD Nggak kok, saya nggak baik. Buktinya saya malah nistain G disini /eh/. Iya ya sedih banget jarang ada fic U02 di fandom ini TnT

A : Hahaha, fanfic aku nggak keren kok, abal banget malah, tapi terimakasih telah me-review :"D

kelaparut gahul : Hehehe, ini sudah lanjut. Terimakasih telah me-review :"D

Yang log in review-nya selalu saya balas di PM ^^)/ Thanks for reading, and…

Mind to RnR? ;)