Asari Family

—drabbles collection—

[ chapter 05 : one day in kindergarten ]

.

.

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru

(Still waiting for the miracle. /nggak/)

.

Rate T for colorful language

Warning for the MPREG, AU, chibi!8059, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!

U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu

.

.

Enjoy!


Pagi yang damai di sebuah sekolah taman kanak-kanak. Hening menyelimuti sebuah kelas. Para murid sekarang sedang tekun menuliskan sesuatu di buku tulisnya—

—Eh, nggak deng, itu hanya rekayasa biar anak-anak TK yang polos nan unyu ini terkesan baik. Pada kenyataannya, sih, beberapa ada yang malah asyik bermain, menjahili temannya, meperin ingus ke temannya, dan men'kamikorosu' temannya.

Err, yang terakhir mohon diabaikan.

"Anak-anaak, apa mengarangnya sudah selesai?" tanya seorang wanita muda pada anak-anak manis itu.

"Syudah ibu guluu!" jawab mereka berbarengan.

Walaupun sudah tahu kalau sedaritadi anak didiknya tidak ada yang menulis sedikitpun, si wanita muda yang berstatus sebagai guru itu tetap melanjutkan, "baiklaah. Sekarang karangannya baca satu persatu ke depan yaa~!"

"Aaaah…" Para murid memasang wajah kecewa.

"Ibu akan memanggil kalian berdasarkan nomor absen~!" Lalu sang guru menatap buku absen. "Asari Hayato dan Asari Takeshi. Wah, karena kalian bersaudara, ibu khusus memanggil kalian berdua ke depan~"

Murid lain bertepuk tangan sambil mendesah lega; bersyukur bukan mereka yang dipanggil ke depan. Hayato dan Takeshi berjalan ke depan dari bangku mereka masing-masing.

Ada yang bertanya kenapa Hayato dan Takeshi bisa sekelas? Jawabannya mudah. Karena Hayato terlalu pintar untuk di kelas seumurannya dan ia —yang sebenarnya tidak mau ia akui— ingin sekelas dengan kakaknya. Dasar tsundere, uhuk

"Siapa yang mau duluan?" tanya sang guru lembut pada duo Asari itu.

"Aku dulu saja!" Takeshi mengangkat tangannya tinggi-tinggi disertai senyuman yang dapat menyilaukan mata.

"Oke, silahkan~"

"Uhm, aku Asari Takeshi akan menceritakan tentang ayahku yang baiiiiik banget. Soalnya kalau mau cerita tentang papa, Hayato yang akan menceritakannya," ucap Takeshi, sedikit melirik adiknya yang dibalas tatapan dingin.

Sang guru hanya bingung mendengar kombinasi yang aneh. Ayah dan papa? Apa maksudnya? "Err… ayo lanjutkan lagi, Takeshi-chan."

"Nama ayahku Asari Ugetsu. Kalian pasti kenal dia kan? Itulooh, yang sering muncul di TV yang suka jadi pendekar samurai! Ayah aku juga jago banget main seruling. Dia juga suka mengadakan konser tur keliling Jepang. Kemarin kami sekeluarga baru jalan-jalan di Osaka sambil menemani ayah konser. Seru sekali! Hahaha." Takeshi mengakhiri cerita dengan tawa happy-go-luck yang setia di wajahnya.

"Waaaw!" Bocah-bocah yang menonton mendesah takjub. Gila, ternyata Ugetsu itu seorang artis ternama di Jepang. Di fanfic bergenre Alternate University segala hal memang bisa terjadi, ya.

"Wah! Ceritanya menarik sekali, ayahmu benar-benar menakjubkan ya, Takeshi-chan." Sang guru ikut-ikutan takjub, masalahnya ia guru baru jadi nggak tahu kalau duo Asari itu anak artis. Aduh, mana dia fangirls-nya Ugetsu. Sang guru pun berjanji jika hari dimana rapat pertemuan orangtua tiba ia akan membawa kertas untuk minta tanda tangan.

"Iya, ayahku memang hebat! Tapi papaku juga hebat!" Takeshi berkata bangga seraya menepuk dadanya.

"Oke, kalau begitu sekarang giliran Hayato-chan~"

"Hm," Hayato lalu mengeluarkan selembar kertas dari sakunya, sang guru agak terharu ternyata masih ada muridnya yang mau menulis. "Namaku Asari Hayato. Umurku 5 tahun. Karena kakakku yang bodoh itu sudah menceritakan tentang ayah, aku akan menceritakan tentang papa…"

Yang lain termasuk Takeshi sweatdrop mendengarnya.

"Papaku namanya Asari G. Iya, namanya memang cuma satu huruf. Papaku itu orangnya hobi marah-marah, bawel, dan suka nyubit pipiku dan kakakku kalau kita udah nakal. Papa itu pekerjaannya jadi tangan kanan sebuah perusahaan yang dipimpin sama Oom Giotto, kalau nggak salah Vongola namanya. Papaku itu pintar banget, suka ngajarin aku dan kakakku walau dia juga sebenarnya sibuk. Papaku juga jago banget memanah, aku pernah diajak ngeliat papa latihan, dan semua panahnya tepat kena sasaran! Hm, mungkin segitu saja yang dapat kuceritakan tentang papaku. Sekian."

Lalu semua yang menonton pun bertepuk tangan lagi. Sang guru terkesan karena karangan yang dibuat Hayato lebih 'rapih' daripada buatan kakaknya yang nggak nulis sama sekali. Tapi ada satu hal yang ingin ia tanyakan sejak awal duo Asari itu maju ke depan.

"Bagus sekali karanganmu, Hayato-chan! Um, ngomong-ngomong, kalau ibu boleh nanya, G itu wanita kan? Kenapa kamu memanggilnya papa?" Sang guru tersenyum lembut pada duo Asari.

"Ha? Papa 'kan laki-laki jadi kami panggil 'papa'," jawab Takeshi dan Hayato bersama-sama.

"HA? Jadi… dua-duanya laki-laki… begitu?"

Duo Asari itu mengangguk mantap.

Sang guru pun pening seketika.

Laki-laki sama laki-laki tapi bisa menghasilkan anak, jangan-jangan MPREG?! Lalu, Ugetsu-sama menikah sama laki-laki lagi?! Laki-laki secantik apa yang bisa menikah dengan Ugetsu-sama? Dan kenapa anak mereka jadinya manis banget?! Tapi, tidak apa-apa, Ugetsu-sama, aku akan tetap menjadi fangirls-mu karena bagaimanapun aku ini seorang—

BRUK

—fujoshi…

Sang guru pun jatuh dengan dramatis ke lantai. Di hidungnya tampak mengalir cairan berwarna merah dan di mulutnya tersungging sebuah senyuman-mesum-khas-para-fujoshi-waktu-tepar.

"IBUUUUUU!" Para bocah yang unyu nan polos itu lalu mengerubuni sang guru dengan panik.

Dan begitulah pagi yang damai di sebuah sekolah taman kanak-kanak.

( Nggak, itu damai darimana woy! )

.

.

.

end of chapter 5


A/N : Ciaossu, ngomong-ngomong saya belum pernah nyinggung pekerjaan Ugetsu sama G sebagai apa di sini. Jadilah saya buat chapter ini walaupun agak-agak gejos karena saya nggak ada inspirasi /dipentung/

Terimakasih untuk para readers untuk memberikan review, fave, dan follow! Para silent readers juga terimakasih banyak telah mau membaca fanfic saya yang abal ini, hiks ;_; Dan ini dia balasan buat reviewers yang tidak log-in!

Aoki : Halo! Makasih banget udah mau review lagi. Iyaa 8059 itu emang the cutest ever! /wat/ Pokoknya, jangan bosan me-review~ /apaan/

Ayame Yumesaki : HELLO AGAIIIN~! Hati-hati disangka orang gila gara-gara senyam-senyum sendiri ya! Kalau tiba-tiba dibawa ke RSJ aku nggak tanggung jawab, lho! /heh/

guess who : Nggak, kok, saya nggak muak. Saya berterimakasih banyak malah karena kamu sudah me-review fic saya yang lain XD Iya, ini bukan genderbend soalnya saya lebih suka shonen-ai sih :") /yaudah/ Dan, saya belum bisa menebak username kamu apa. Maaaf m(_ _)m

Thanks for reading, and…

Mind to RnR? ;)