Asari Family

—drabbles collection—

[ chapter 06 : goodnight, my baby ]

.

.

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru

(maunya saya sih iya)

.

Rate T for colorful language

Warning for the MPREG, AU, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!

U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu

.

.

Enjoy!


Malam ini ada badai. Suara petir saling bersahut-sahutan memecah langit malam. Suara air terdengar menyerbu menyapu bumi. Hawa saat ini terasa sangat dingin sekali. Membuat Ugetsu betah bergelut di balik selimutnya yang hangat sambil memeluk pinggang G yang sedang duduk sambil membaca buku.

"Dingin sekali malam ini, G. Kamu belum mau tidur?" Ugetsu bertanya, masih memeluk pinggang uke-nya.

G menatap Ugetsu, "hn, nanti kalau aku sudah selesai membaca bab ini."

"Oke. Setelah kau baca bab itu kau harus tidur. Jangan curi-curi baca satu atau dua bab lagi. Kalau kamu ketahuan mencuri-curi kesempatan… aku akan memaksamu tidur lho, G~"

"Hei hei hei, apa maksudmu?!" G kembali memandang bukunya. Semburat merah nampak di balik surai magentanya.

Ugetsu balas tersenyum iseng sambil mempererat pelukannya.

CKLEK

Suara pintu terbuka perlahan sayup terdengar. Dibaliknya, muncul dua sosok bocah. Yang lebih kecil bersembunyi di balik punggung yang lebih besar. "Ayah… papa…" panggil keduanya.

"Ada apa?" tanya G, memalingkan pandangannya dari buku. Ugetsu langsung mengubah posisinya menjadi duduk.

"Ngg, Hayato ketakutan gara-gara petir. Jadi katanya mau tidur bareng sama ayah papa…" Takeshi melangkah mendekati kasur, sang adik masih setia mengekor di punggungnya.

"Aku nggak takut sama petir!" Hayato protes. Tapi pernyataannya terbukti salah begitu ada suara petir yang menyambar memekakkan telinga. Karena setelah itu, Hayato langsung memeluk punggung Takeshi erat dengan badan gemetaran.

"Tuh kan, sudah kubilang apa…" Takeshi menghela nafas melihat sikap sok tangguh adiknya.

Ugetsu tertawa kecil. G hanya tersenyum lembut, menaruh bukunya di meja kecil yang ada di sebelah kasur. Ya, bukunya bisa menunggu untuk dibaca nanti, sekarang ada yang lebih penting daripada bukunya.

"Kemari, Hayato," panggil sang papa sambil melebarkan tangannya; menawarkan pelukan hangat.

Hayato menahan tangisannya, "hiks…" lalu perlahan merangkak naik ke kasur, menghampiri dan memeluk papanya dengan erat, "hiks…"

"Namamu Hayato tapi masa takut sama badai, sih?" G terkekeh geli, mengusap surai perak anaknya lembut.

Ugetsu ikut tertawa sambil meletakkan Takeshi di pangkuannya. "Lihat, kakakmu saja tidak takut. Katamu kamu tidak mau kalah dari Takeshi?"

Hayato menatap wajah ayahnya, "iya. Tapi… hiks… hiks…"

"Hei! Hayato yang ayah dan papa kenal itu anaknya jagoan, lho!" G mengusap pipi chubby si bungsu yang basah karena air mata, "jadi, berhenti menangis. Oke?"

Hayato mengangguk, menyembunyikan wajah di balik dada bidang G. Entah itu karena malu atau cuma mau numpang elap ingus di baju G. Tapi, apapun alasannya, G tidak peduli asal bocah perak ini berhenti menangis.

"Hoaahm." Takeshi menguap lebar. Bocah raven itu lalu memeluk sang ayah dan mencari posisi yang nyaman untuk tidur.

Ugetsu menundukkan wajah menatap anak sulungnya, "kamu mengantuk, Takeshi?"

Takeshi tidak menjawab tetapi memejamkan matanya. Ugetsu anggap itu sebagai jawaban.

"Hei, G, sepertinya mereka sudah mengantuk. Aku tidak usah menunggumu selesai membaca bab itu, kan?" Ugetsu tersenyum pada G seraya merebahkan Takeshi di sampingnya.

G ikut merebahkan Hayato di samping Takeshi, "hm. Mau bagaimana lagi?" lalu dirinya pun ikut berbaring di sebelah Hayato sambil memeluk tubuh mungil yang masih gemetaran itu.

Ugetsu tersenyum. Memberikan kecupan selamat malam di kening kedua buah hatinya. Tidak lupa juga memberikan ciuman lembut selamat malam di bibir orang yang paling ia cintai seumur hidupnya.

"Goodnight, my baby."

Dan di tengah badai, keluarga itu terlelap dengan tenang di satu kasur yang sama.

.

.

.

end of chapter 06


A/N : Hahahaha, sejak kapan si Ugetsu sok sok-an inggris kaya gitu ya, hahahaha /dilempar Ugetsu/

Uhm, walaupun mereka ini keluarga yang hobi banget ricuh tapi ada saat-saatnya mereka punya momen fluff-family seperti ini, kok! Hehehe. Dan ini tiba-tiba saja saya tulis waktu mendengar lagu GD ft. TOP(Bigbang) – Baby Goodnight. Sumpah, lagunya cocok buat lullaby banget walaupun saya nggak tau maksud lagu ini apaan, haha! /woy/

Apakah chapter ini memuaskan? Kalau kurang… maafin aja ya :"")

Oh, saya juga sengaja nggak nyelipin humor. Takut fluff-nya gagal :")

Dan ada lagi, mungkin minggu ini dan minggu depan saya tidak akan meng-update fic ini dikarenakan saya harus menjadi panitia sebuah acara besar dan UKK sebentar lagi mulai :"D hahaha /nangis miris/

As always, terimakasih pada readers tercintah yang sudah membaca fic abal ini. Dan…

Mind to RnR? ;)