Asari Family

—drabbles collection—

[ chapter 08 : ice cream accident ]

.

.

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru

( sampe kapanpun yang di atas cuma ngayal )

.

Rate T for colorful language

Warning for the MPREG, AU, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!

U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufu

.

.

Enjoy!


"KAMIKOROSU HERBIVORE!" iris onyx milik seorang bocah menatap garang sambil menodongkan tonfa pada si bungsu dari keluarga Asari.

"Waaaaa! Bukan salahku kalau Tsuna-sama menangis!" Hayato berteriak, tangannya membentuk semacam perisai untuk melindungi diri.

"Tsuna menangis saat kamu ada di sekitarnya. Berarti kamu yang membuat Tsuna menangis!" Bocah yang diketahui bernama Hibari Kyouya itu langsung menyerang Hayato dengan tonfanya. Beruntung Hayato anak yang cukup gesit sehingga bisa menghindari serangan tonfa itu.

"SUDAH KUBILANG AKU NGGAK BIKIN TSUNA-SAMA NANGIS! KERAS KEPALA BANGET SIH KAMU?!"

Siapa Tsuna? Itu, lho, bocah mungil nan imut berambut cokelat yang sedang menangis tak jauh dari mereka. Bocah itu mengusap mata hazel besarnya yang dibanjiri air mata sambil sesenggukan. Tak jauh dari kakinya, terdapat seonggok es krim yang sudah hancur. Nampaknya itu penyebab bocah bernama lengkap Sawada Tsunayoshi itu menangis.

"Kau tidak perlu mengelak lagi!" Kyouya kembali menghajar Hayato. Kali ini karena telat mengelak, tangan kiri Hayato kena pukulan tonfanya.

"CHE!" Hayato mundur beberapa langkah sambil memegangi tangan kirinya. "MELEDAKLAH!" Lalu beberapa buah dinamit melayang ke arah Kyouya.

DUAAR!

Suara ledakan terdengar tatkala dinamit itu sampai ke sasaran. Hayato tersenyum penuh kemenangan sambil mengusap hidung sombong. Tetapi di tengah kepulan asap karena ledakan, Hibari keluar bagaikan kilat dengan aura membunuh sambil menodongkan tonfanya menuju Hayato.

"Kamikorosu."

Beberapa detik, Hayato berpikir ia akan terpukul tepat di wajah kalau saja tidak ada punggung yang menghalanginya dari serangan Kyouya.

PRAK!

Suara benda tumpul berbenturan tertangkap indera pendengarannya.

"Duh, Hayato, sudah kubilang jangan cari masalah sama Kyouya. Untung saja aku kemari jadi bisa menyelamatkanmu." Ternyata sosok yang melindunginya tadi itu adalah kakaknya, Takeshi. Kini tangan si sulung sibuk menahan dorongan tonfa Kyouya dengan tongkat baseball. Hayato memasang tampang kesal tetapi tangannya malah memegang erat kaus kakaknya.

"Minggir atau kau juga akan ikut ku-kamikorosu…"

"Kau memang harus meng-kamikorosu ku terlebih dulu sebelum meng-kamikorosu adikku yang manis ini. Eh, berarti aku tidak boleh kalah ya, hahaha."

Kesal karena merasa diremehkan, Kyouya langsung menyerang Takeshi dengan serangan bertubi-tubi. Mengingat ada Hayato di punggungnya, Takeshi masih bertahan dengan tongkat baseball tanpa mundur sedikitpun. Tapi sayang, dia kalah cepat dengan Kyouya hingga tangannya oleng dan—

TREK

"Kyouya, bukannya aku telah memberitahumu jangan pernah bertengkar sesama teman?"

Serangan terakhir Kyouya terhenti karena kedua tangannya tiba-tiba diborgol oleh pria berambut mayonnaise yang ada di belakangnya. Iris biru pria itu menatap Kyouya tajam dengan aura penuh intimidasi.

"Hmph, mereka bukan temanku, kakek tua," jawab Kyouya mengabaikan aura intimidasi itu.

Pria yang diketahui bernama Alaude itu langsung menjitak kepala Kyouya kesal, "dan bukannya aku telah memberitahumu agar jangan pernah memanggil ayahmu dengan 'kakek tua'?"

"Ungg…" Kyouya meringis memegangi kepalanya yang dijitak.

"Ayo kita pulang." Alaude melepas borgol dari tangan anaknya dan langsung menggandeng Kyouya. "Hei, kalian berdua," lanjutnya sambil menatap Takeshi dan Hayato.

"Y-ya?"

"Kalian tidak apa-apa?"

Takeshi dan Hayato melirik satu sama lain, "kami rasa baik-baik aja…"

"Bagus. Kalau kalian kenapa-kenapa karena dihajar Kyouya nanti aku akan dimarahi oleh ayah dan papa kalian yang sama-sama menyebalkan. Itu merepotkan," ucap Alaude. Takeshi dan Hayato hanya membalas terkekeh janggal. Alaude pun langsung pergi bersama Kyouya yang misuh-misuh dari taman tempat mereka berada saat ini.

"Tsuna-samaaa, Anda baik-baik saja?" Hayato langsung ngacir menghampiri Tsuna yang sudah berhenti menangis. Takeshi sweatdrop menatap Hayato dengan tatapan hei-aku-nggak-ditanya-nih.

"Hayato-kun, aku nggak apa-apa," jawab Tsuna, lalu iris hazelnya beralih ke es krim yang tergolek di tanah. "Tapi es krim nya jatuh, padahal aku masih mau es krim…"

"Tsuna-sama jangan menangis lagi!" Hayato panik begitu melihat mata Tsuna kembali berkaca-kaca.

"Ne, Tsuna mau makan es krim lagi, kan?" tanya Takeshi seraya menghampiri, Tsuna membalasnya dengan anggukan. "Kalau begitu ayo main ke rumah kami! Tadi papaku baru saja pulang dan bawa es krim cokelat banyaaak banget!"

"Serius?!" Hayato dan Tsuna langsung menatap Takeshi sambil ngiler.

"Iya! Lagian tadi itu sebenarnya aku mau ngejemput Hayato pulang buat makan es krim bareng. Tapi malah ngeliat Kyouya ngamuk ke Hayato begitu, hahaha."

"Tsuna-sama, ayo ke rumah kami! Kita makan es krim bareng, mau 'kan?"

"Tentu saja mau, Hayato-kun, Takeshi-kun!" jawab Tsuna dengan mata berbinar-binar.

Pada akhirnya, ketiga bocah itu pergi ke rumah keluarga Asari untuk memakan es krim bersama.

.

.

.

Omake

"Heh, yakyuu-baka, kamu nggak apa-apa tadi dihajar Kyouya habis-habisan gitu?" Hayato bertanya di tengah-tengah kegiatan mereka memakan es krim.

"Eh? Hayato khawatir ya? Aku kira Hayato cuma khawatir ke Tsuna, lho. Senangnya~"

"Ha-hah?! Siapa yang khawatir? Cuma nanya gitu doang…" Hayato mengulum mulutnya dengan es krim kembali sambil memalingkan wajah.

"Hehehe, itu namanya khawatir lho. Dasar Hayato tsundere."

"A-AKU BUKAN TSUNDERE!"

"Sekalinya tsundere tetep tsundere~"

"BUKAN!"

"Tsundere~"

Lalu setampol es krim hinggap di wajah Takeshi. Karena ingin lebih mengisengi adiknya, Takeshi balas mengelap es krim di wajahnya ke wajah Hayato sambil tertawa. Alhasil, duo Asari itu langsung perang lempar-lemparan es krim sementara Tsuna hanya bisa menatap mereka panik, ingin melerai tapi tidak bisa.

"HEEEEY, TAKESHI, HAYATO, JANGAN MEMBUANG-BUANG ES KRIM SEPERTI ITU ATAU AKU TIDAK AKAN MEMBELIKAN KALIAN ES KRIM LAGI!"

Ah, mungkin kalian bisa menebak dialog bagian siapa di atas hingga sanggup menyudahi aksi lempar-lemparan es krim mereka berdua.

.

.

.

end of chapter 08


A/N : Halo, sebenarnya sih UKK saya belum beres tinggal sehari lagi. Tapi berhubung besok pelajarannya cuma pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang, saya jadinya woles-woles aja, hehe /heh/. Dan prompt ini saya dapet waktu lagi ngedengerin lagu Hibari yang judulnya Horizon. Ada 'kamikorosu~' nya gitu, jadi tiba-tiba terpikir prompt ini. Ya, nggak nyambung emang.

Kalau ada yang bertanya kenapa Hibari dipanggil Kyouya? Well, mereka masih bocah unyu, nggak unyu kalau manggil nama keluarga /menurutsayagitu/. Dan kenapa Tsuna dipanggil Tsuna-sama? Well, ini fic AU, guys. Saya nggak kepikiran alasan apa yang membuat Hayato memanggil Tsuna dengan 'Juudaime' di fic ini ._.v

Maaf untuk VandQ karena belum mewujudkan request-nya, sebenarnya masih dalam pengerjaan tapi tidak tahu beresnya kapan. Tunggu saja yaa, maaf kalau lama :3

Dan sekali lagi maaf belum sempet balesin review satu-satu! ;A; Chapter depan sepertinya saya bakalan membalas semua review. Maklumin ya saya mau ngapalin Bahasa Jepang dulu.

Akhir kata, mind to RnR? XD