Asari Family

—drabbles collection—

[ chapter 12 : I'm sorry, Take-nii ]

.

.

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

This fic and Gokudera Hayato © Kazue Ichimaru

( Are? Yang di atas apa ya? /watados/ )

.

Rate T for colorful language

Warning for the MPREG, AU, OOC, sho-ai, typos, jayus, etc!

U02? Definitely. 8059? It depend on readers thought. Kufufufu

.

.

Chapter request from VandQ

Enjoy!


Aroma wangi kopi memenuhi rongga dada Ugetsu. Sambil bersiul, kepala keluarga Asari itu melangkah menuju ruangan keluarga dengan ceria. Hari ini memang hari Senin, tapi bagi Ugetsu ini adalah hari libur karena ia sedang tidak ada jadwal apapun —yang artinya ia bisa berleha-leha di rumah seharian.

Oh, tunggu, tapi sepertinya ia tidak bisa berleha-leha sepenuhnya begitu melihat ada bocah berambut perak meringkuk memeluk lutut di ujung sofa dengan bahu gemetaran.

"Hayato? Kamu kenapa?" tanya Ugetsu khawatir, menaruh cangkir kopinya di atas meja.

"Huu… uuu…" Hayato tidak menjawab tetapi hanya tangis teredam yang terdengar.

"Hayato kenapa menangis?" tanya sang ayah, membelai lembut surai si perak.

"Huweee… ayaaaah!" Sontak Hayato langsung memeluk ayahnya erat.

"E-eh?! Kenapa?""

"Take-… hiks, katanya Take-nii nggak mau main sama aku lagi! Hiks hiks." Adunya sambil menangis sesenggukan. Tapi ada satu hal yang membuat Ugetsu lebih kaget…

—Kenapa Hayato tumben-tumbenan memanggil Takeshi dengan 'Take-nii'?

Mengesampingkan pertanyaan itu, Ugetsu lebih memilih bertanya, "kenapa Takeshi nggak mau main lagi sama kamu?"

"Hiks, katanya aku lebih peduli sama Tsuna-sama daripada dia. Jadinya Take-nii nggak mau main lagi sama aku, huweee." Tangisan Hayato semakin menjadi-jadi.

Ugetsu dibuat gelagapan jadinya. "A-ah! Hayato jangan menangis. Hayato bukan anak cengeng, kan?" ucap Ugetsu, mengusap air mata yang mengalir di pipi putih chubby itu. "Tapi Hayato sudah meminta maaf ke Takeshi belum?"

Gelengan sebagai jawaban. "Nggak mau… malu…"

—Ya ampun, punya anak tsundere itu susah juga, ya.

"Begini… Hayato masih mau main sama Takeshi, kan?" tanya sang ayah, Hayato balas mengangguk kecil.

"Kalau begitu Hayato harus meminta maaf. Untuk apa malu meminta maaf? Itu bukan hal yang buruk kok. Malahan nanti kamu akan merasa lebih baik daripada sebelumnya, dan yang terpenting, bisa main sama Takeshi lagi. Ya, kan?" ucap Ugetsu. Menangkup pipi chubby sembari tersenyum.

Iris emerald itu melebar. Hayato termenung beberapa saat, tak lama turun dari pangkuan ayahnya tanpa mengatakan apapun dan langsung berlari menuju kamar Takeshi.

"Hahaha, dasar anak-anak." Dan Ugetsu hanya sanggup tertawa maklum melihat tingkah anaknya.

.

.

.

Takeshi sedang tidur-tiduran di kasur. Mencoba untuk tidur siang tetapi matanya tak kunjung mengantuk. Jadilah ia berguling kesana kemari sambil memutar-mutar bola baseball.

Sejujurnya, ia tidak bisa tertidur karena merasa tak enak sehabis membentak Hayato tadi di sekolah. Tetapi saat ini, batas kesabarannya dalam mengatasi rasa cemburu karena keloyalan Hayato pada Tsuna sudah habis. Kesal, Takeshi melemparkan bola baseball sekencang-kencangnya ke dinding hingga menimbulkan suara 'bruk' yang cukup keras.

Ah, sepertinya ia sedang sangat badmood saat ini.

"Hei…"

Takeshi menoleh, tapi ia langsung memalingkan wajah begitu tahu siapa yang memanggil dirinya.

"Hei, jangan abaikan aku!"

Takeshi mendecak kesal, lalu menatap sosok yang memanggilnya dan bertanya dingin, "apa?"

Sosok itu, Hayato, agak sedikit menjengit saat melihat tatapan dingin Takeshi, "masih marah?" tanyanya takut-takut.

"Hm." Dan bocah raven itu kembali memalingkan wajahnya.

Hayato perlahan merangkak naik ke kasur mendekati kakaknya. "Kalau begitu… maaf."

Takeshi kembali menatap wajah adiknya kaget. Yang tadi ia dengar, tidak salah, kan?

"Maaf, Take-nii," ucap Hayato, berbaring di sebelah Takeshi sembari memeluk lengannya. Oh, jadi ia tidak salah dengar. Apalagi sekarang ia mendengar dipanggil 'Take-nii' seperti dulu. Ini bukan mimpi, kan?

"Aku masih mau main sama Take-nii. Ja-jadi, Take-nii maafin aku, ya?"

Iris auburn nya melebar kaget menatap sang adik. Kini Hayato semakin mengeratkan pelukan dan menatap dirinya dengan malu –terlihat dari semburat merah yang nampak di pipi chubby. Oh, Takeshi melihat ada sembap di mata adiknya; bukti kalau ia habis menangis lama sekali. Tiba-tiba saja Takeshi mengutuk diri sendiri karena telah membentak adiknya yang manis ini.

"Kalau Take-nii nggak mau main sama aku lagi, nanti di rumah nggak ada temen. Rasanya sepi… jadi maafin aku, ya?"

'Tuhan tolong, kenapa Hayato jadi manis dan jujur begini?!' jerit Takeshi dalam hati, tidak kuat dengan keimutan adiknya. "Maaf Hayato, harusnya aku yang minta maaf karena ngebentak kamu. Oke, aku bakalan main sama kamu terus, kok," sang kakak menjawab seraya tersenyum. Membuat Hayato ikut tersenyum.

"Kalau gitu, sekarang kita tidur siang bareng yuk~ Udah lama nggak tidur siang bareng Hayato. Ahaha~" ucap Takeshi, memeluk adiknya erat hingga Hayato merasa sesak napas.

"U-UGH LEPAS!" Hayato berusaha melepaskan diri dari pelukan maut Takeshi, tapi nihil karena tenaga sang kakak lebih besar daripada dirinya.

"Nggak akan~ kalau dilepas nanti Hayato bakalan kabur."

"ARGH! LEPAS! NGGAK BISA NAPAS TAU!"

"Peduli amat yang penting Hayato nggak kabur~"

"AAARGH! LEPAS YAKYUU-BAKAAAA!"

Dan kembali yang terdengar adalah suara berisik karena amukan marah dan tawa jenaka.

.

.

Di ruang keluarga, Ugetsu yang tengah menyesap teh langsung menggeleng-geleng maklum lagi, "ya ampun, dasar anak-anak."

.

.

.

end of chapter 12


A/N : Ha-halo, hahaha /ketawa canggung/

Saya udah lama nggak update ya? Maafkan. Saya kena WB. ;A;) /dibuang

Dan akhirnya request dari VandQ-san terwujudkan juga. Semoga memuaskan deh ya, maaf jadinya lamaaaaaaa banget /dogeza

Ngomong-ngomong mau promosi nih /uhuk/.

Bagi kalian yang merasa Fujoshi/Fudanshi dan cinta pair yaoi yang ada di KHR, sekarang ada grup khususnya lho di Facebook! Nama grup nya 'KHR Fujodanshi'. Jika berminat bisa add facebook saya (keterangan FB saya ada di profil) lalu nanti jangan lupa kirim inbox kalau kalian berminat ya, soalnya saya agak selektif dalam menkonfirmasi teman. Lumayan kan sharing dan curhat tentang OTP kita di KHR? Banyak orang-orang gila tapi asyik diajak ngobrol kok di sini XD /dibuang sama member/

Yosh, akhir kata, maafkan saya karena lama update. Dan…

Mind to RnR? ;)