Guardian Angel

.

.

.


Casts : Jongin, Sehun

Pairing : KaiHun (Kai x Sehun)

Genre : fantasy, adventure, romance

Rated : T Length : chaptered

Warning : boys love, don't like don't read, don't plagiarism please


Chapter 1


"Kau percaya pada malaikat?"

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena mereka hanyalah sebuah ilusi..."

"Benarkah? Kurasa mereka benar-benar ada, Kai."

"Kyungsoo, kau terlalu mengada-ada. Hal-hal seperti itu hanya ada dalam dongeng-dongeng konyol saja," Kai mengibaskan tangannya menanggapi ucapan Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa. Dia memegangi perutnya dan tertawa keras dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan jenaka."Tapi..."

Kai mengerutkan keningnya heran menanggapi ucapan Kyungsoo yang menggantung. "Tapi apa?"

Kyungsoo tertawa kembali. Sinar matahari yang terik membuat wajahnya terlihat berkilauan.

"Bagaimana kalau kau bertemu dengan salah satu dari mereka suatu hari nanti?"

.

.

.

Kai berjalan malas sambil memayungi dirinya dengan beberapa buah buku yang dibawanya untuk menghalangi ganasnya sinar matahari disiang itu. Sekolah telah usai beberapa saat yang lalu dan kini ia sedang berjalan pulang menuju rumahnya.

Kai benar-benar mengutuk betapa panasnya hari ini. Seandainya dia bisa bisa mengumpulkan seluruh awan yang ada di dunia untuk menutupi matahari, dia akan melakukannya. Kai akan melakukan apapun asal hari yang panas ini segera berakhir.

Kai tergelak memikirkan ide konyolnya. Mana mungkin itu terjadi bukan? Tak ada seorang pun yang dapat memindahkan awan dan mengumpulkannya menjadi satu untuk menutup matahari karena awan hanyalah sebuah kumpulan gas yang bahkan tak bisa kau pegang.

Bagi Kai, dunia ini sangat sederhana. Semua hal dapat dijelaskan dengan logis dan kita hanya perlu sedikit penyelidikan untuk mengetahui kebenaran.

Hantu?

Bagi Kai, seseorang yang menciptakan istilah itu benar-benar orang paling konyol di dunia. Hantu itu tidak ada. Menurutnya, bagaimana seseorang yang sudah meninggal dapat hidup dan terlihat kembali oleh mata manusia dalam bentuk gas yang transparan dan memiliki bentuk menyeramkan? Tidak ada hal seperti itu. Sesuatu yang tidak bisa terlihat dan tersentuh hanyalah sebuah ilusi...

Ketika meninggal, seluruh kehidupan manusia beserta rohnya telah benar-benar mati yang kemudian seluruh unsurnya diurai oleh bakteri yang nantinya akan mengembalikan seluruh partikel dan molekul yang dimiliki oleh manusia kembali kepada alam. Tidak akan ada unsur-unsur yang tertinggal lagi di dunia karena hukum alam telah mengaturnya demikian.

Hantu saja ia tidak mempercayainya, apalagi malaikat bukan?

Kai mendudukkan dirinya di bawah pohon rindang yang kebetulan ada di pinggir jalan. Cuaca yang begitu terik membuatnya merasa haus dan lelah sehingga ia memutuskan untuk beristiraht sejenak. Kai mengambil botol minum dari tasnya lalu meminumnya dengan cepat. Airnya terasa sangat menyenangkan ketika memasuki kerongkongannya.

Angin semilir berhembus pelan. Terasa begitu menyejukkan. Kai menyenderkan tubuhnya di batang pohon di belakangnya sambil mengamati pemandangan yang terhampar di depannya.

Air danau terlihat begitu biru dan berkilau, terihat cantik. Ada beberapa ekor burung yang terbang di udara dengan bersemangat. Ada angin yang sesekali bertiup menyejukkan. Sebenarnya, hari ini tidak terlalu buruk, pengecualian untuk hawa panasnya yang benar-benar menyebalkan.

Suatu saat nanti, Kai akan menjadi seorang imuwan yang hebat. Kai rasa, dengan berbagai pemikiran yang ada dalam otaknya sekarang ia bisa menciptakan sebuah teknologi canggih yang dapat dia aplikasikan ke dalam dunia tempatnya sekarang. Beberapa penemuan tentu akan sangat berguna di masa depan untuk dibuat lebih baik. Terutama untuk mengatasi panas yang menyengat seperti saat ini.

Sambil memikirkan dirinya di masa depan, Kai perlahan tertidur...

Srek srek

Brukk

"Ugh"

Baru beberapa menit dia terlelap, suara benda jatuh membuatnya terjaga. Kai bangkit dengan cepat karena mendengar suara berdebum tepat di sampingnya.

Betapa terkejutnya ia ketika menemukan seseorang berjubah putih menjuntai sampai ke kaki yang aneh dan mengenakan sayap palsu yang konyol di punggungnya. Sebuah pita hitam terlilit dengan ganjil di leher jenjangnya.

Kai segera belari menghampirinya untuk memeriksa keadaan orang itu. Ada luka gores kecil di dahinya yang mengeluarkan darah. Orang itu sepertinya pingsan . Aneh sekali. Apa dia mencoba terbang tadi? Mengingat kostum yang dipakainya benar-benar menunjukkan minatnya untuk terbang, mungkin?

"Hei, bangun," Kai menepuk pelan pipi orang itu.

Orang itu bergumam pelan, tubuhnya bergerak sedikit sebelum kedua matanya perlahan terbuka. Raut wajahnya menunjukkan sedikit keterkejutan melihat Kai yang berjongkok di sampingnya sambil memandangnya heran. Dengan perlahan ia bangkit dan mendudukkan dirinya, meringis sedikit karena kepalanya terasa sedikit pusing. "Siapa kau?" tanyanya sambil menatap Kai dengan penuh minat.

"Aku Kai," Kai memperkenalkan dirinya. Ia merasa sedikit aneh karena memperkenalkan diri pada oang asing. Itu tidak biasa ia lakukan.

Kai mengamati orang di depannya sekali lagi. Dia pikir, orang itu tidak seburuk yang dia pikirkan sebelumnya. Ia berkulit pucat, berambut keperakan, dan mempunyai mata berwarna merah yang menarik yang terbingkai indah di balik kacamatanya. Kelihatannya dia orang baik, begitulah Kai menyimpulkannya sementara ini.

Orang di depannya tidak merespon, membuat Kai heran. Dia justru sibuk membolak-balik buku tebal berwarna kecoklatan yang entah sejak kapan ada di depannya. Setengah dari keseluruhan halaman buku itu mempunyai kertas berwarna putih dan sebagian lainnya mempunyai kertas berwarna hitam.

"Kim Jongin?" tiba-tiba orang itu menatap Kai lekat-lekat.

Kai terkejut karena orang itu mengetahui nama aslinya. "Ya, bagaimana kau tahu?" jawabnya ragu.

Orang itu tersenyum cerah dan Kai benar-benar yakin jika tubuh orang itu bersinar selama beberapa detik tadi.

"Aku Oh Sehun, malaikat penjagamu. Salam kenal."

.

.

"Kenapa kau terus mengikutiku?!" bentak Kai pada Sehun yang terus mengekor di belakangnya semenjak tadi siang. Dia benar-benar tidak mau dipermalukan karena pakaian Sehun yang benar-benar aneh pasti mengundang sensasi nanti. Huft.

"Orang lain tak akan bisa melihatku." kata Sehun seolah membaca pikiran Kai. "Ini kan kewajibanku, kau adalah seseorang yang harus aku jaga karena aku ma—"

"Cukup!" Kai memotong perkataan Sehun, dia melangkah frustasi dan mendudukkan dirinya dengan kasar di sofa ruang tamunya. Sehun dengan cepat mengekor kembali dan berada di sampingnya dalam beberapa detik.

"Aku tak akan pergi," katanya.

Kai mengacak rambutnya kesal. Sehun benar-benar menjengkelkan! Baru pertama kali bertemu dan dia langsung mengikutinya seenaknya bahkan sampai ke rumah? Benar-benar memicu amarah!

Kai menghembuskan napasnya kasar lalu menatap Sehun di sampingnya yang menatapnya polos sambil memegangi buku besar bersampul kecoklatan yang dilihatnya tadi siang. "Dengar Sehun, kau harus pergi. Ini rumahku dan kita baru berkenalan tadi siang tapi kau sudah seenaknya mengikutiku sampai ke rumah. Itu sangat menggangguku, kau tau?" Kai berusaha bersabar.

Sehun menatapnya tidak mengerti, matanya berkelip lucu. "Tapi aku mala—"

"Jangan bercanda!" Kai membentak Sehun kesal. Sudah cukup ia mendengar hal-hal yang menggelikan seperti ini. Malaikat itu tidak ada dan Sehun adalah orang yang gila karena berpikir bahwa dia adalah malaikat. Konyol sekali. "Kau— lepaskan sayap bodohmu itu, gantilah bajumu, dan cepat pergi dari rumahku!" setelah mengatakan itu semua dia melangkah pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Sehun.

Sehun tercekat. Ia merasa sangat tidak berguna saat ini. Orang yang seharusnya dia jaga tidak menginginkannya. Padahal Michael telah mengutusnya dengan penuh kepercayaan untuk menjaga anak ini demi menebus dosanya di masa lalu, ia tidak boleh mengecewakannya...

"Tunggu...ja-jangan pergi," suara Sehun bergetar menahan tangis.

Kai menghentikan langkahnya sejenak dan menghela napasnya kesal. Dia menolehkan kepalanya "Mau a—"

Kata-kata Kai terputus seketika ketika menyadari keadaan Sehun saat itu.

Malaikat itu menangis.

Dia tertunduk lemah di lantai dan sayapnya tertekuk menyedihkan dan berpendar lemah.

Kai akhirnya merasa iba juga, dia menghampiri Sehun. "Apa sih maumu? Kau benar-benar menyedihkan, asal kau tahu." Kai berdiri tepat di depan Sehun yang terduduk lemah di lantai.

Sehun mendongakkan kepalanya, dan menatap Kai dengan pandangan memohon.

Kai menatap Sehun putus asa. "Baik-baik, maafkan aku. Kau kuizinkan untuk menjadi temanku asalkan kau melepas kostum bodohmu itu dan jadilahi manusia yang normal," Kai tidak tahan melihat wajah memelas Sehun seperti itu.

Mata Sehun tiba-tiba berbinar, bola matanya berkilat lucu. Aura menyedihkannya menguap seketika. Dia perlahan bangkit dan menegakkan dirinya. "Tapi sayap ini asli dan bajuku tidak akan bisa terlepas walaupun sekuat apun aku mencoba," Sehun membentangkan sayapnya. "Lihat kan?"

"Ish, jangan membodohiku. Kau pasti menggunakan mesin tertentu di balik sayap itu sehingga kau bisa menggerakkannya seperti itu. Perkembangan teknologi memang hebat," Kai bergerak dan mengamati sayap Sehun dengan serius.

"Kau menemukan sesuatu?" Sehun bertanya karena mata Kai tidak pernah terlepas dari sayapnya sedari tadi.

"Belum, di mana kau meletakkan mesin itu?" Kai bertanya penasaran karena struktur sayap itu benar-benar murni terdiri dari kumpulan bulu berwarna keperakan yang senada dengan warna rambut Sehun dan sama sekali tidak terlihat kumpulan kabel di dalamnya. Ada semacam kilau aneh dan kelipan keemasan yang sesekali muncul dari sayap itu.

"Bukankah sudah kukatakan kalau sayap ini asli? Kau ingin menyentuhnya?" Sehun berkata dan membentangkan sayapnya tepat di depan wajah Kai.

Kai mengulurkan tangannya dan menyentuh sayap Sehun dengan ragu. Benar-benar lembut seperti kapas dan terasa menyenangkan di tangannya, mengingatkan Kai pada permen kapas yang sering dibelikan ibunya sewaktu kecil , hanya saja yang ini tidak terasa lengket.

"Ugh, apa yang kau lakukan?" Sehun meringis.

"Tidak ada, aku hanya mencoba menarik sayapmu agar terlepas, tapi tidak bisa karena sayap itu melekat dengan kuat di punggungmu"

"Jangan lakukan lagi, itu sakit," Sehun memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pening. "Sayap itu melekat langsung di punggungku, apa sekarang kau percaya bahwa aku adalah malaikat penjagamu?" lanjutnya.

Kai menggeleng, "Aku tidak semudah itu percaya, bisa saja kau meletakkan perekat yang sangat kuat untuk menempelkan sayap ini kan?" Kai bersedekap dan mengamati sayap itu lagi. Pasti ada penjelasan logis mengapa sayap itu dapat benar-benar melekat di tubuh Sehun. "Dan baju itu, kenapa benar-benar seperti lem di tubuhmu?"

Sehun menghela napas pelan karena Kai terlalu ilmiah. Apa sih susahnya percaya?

"Kemarilah," Sehun menarik pergelangan tangan Kai dan menariknya mendekat. Dia mengarahkan telapak tangan Kai tepat di dadanya, di jantungnya. "Kau merasakan sesuatu?" tanyanya.

Kai mengerutkan keningnya. Tidak ada denyut sama sekali, tetapi tubuh Sehun terasa hangat. Ini aneh.

"Aku bukanlah manusia, kau tahu?" Sehun tersenyum lembut. "Kami para malaikat diciptakan Tuhan dari harapan-harapan murni manusia. Kami diciptakan untuk membantu-Nya dalam menjaga kedaimaian dan manusia yang dikasihinya."

Kai bergerak mundur.

"Jadi, kau 'nyata'?" ucapnya ragu.

"Tentu saja, bukankah kau menyentuhku tadi?" Sehun berkata tenang.

Kai menatap Sehun yang berpendar di depannya.

"Ini mustahil..."


To be continued


Ini baru permulaan dan Momo rasa konflik baru akan dimunculkan dalam beberapa chapter ke depan.

Keep waiting dear

Love,

Momo