Guardian Angel

.

.

.


Casts : Jongin, Sehun

Pairing : KaiHun (Kai x Sehun)

Genre : fantasy, adventure, romance

Rated : T Length : chaptered

Warning : boys love, don't like don't read, don't plagiarism please


Chapter 4


Kai membuka matanya yang terasa berat pagi itu. Dia melirik jam weker yang ada di sampingnya.

Jam 6 pagi.

Ini bahkan bukan kebiasaannya bangun sepagi ini. Entah kenapa dia terbangun begitu saja hari ini.

Tunggu!

Bagaimana bisa dia jadi ada di rumahnya sendiri hari ini? Seingat Kai dia masih berada di perjalanan pulang dari sekolah bersama Sehun kemarin. Dan...

Ah dia tidak ingin mengingat kejadian memalukan itu! Itu benar-benar merendahkan harga dirinya, huh! Kai tidak ingin mengingat saat dimana ia menangis di pelukan Sehun kemarin. Iww, menjijikkan.

Kai menggeleng-gelengkan kepalanya keras sebelum menyadari ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Lukanya samasekali tidak berbekas bahkan tidak sakit samasekali! Astaga, ada apa ini?

Bagaimana bisa?

Dengan cepat Kai beranjak dari tempat tidurnya dan mencari Sehun ke seluruh penjuru rumahnya hendak meminta penjelasan.

Namun nihil.

Sehun tak ada dimanapun.

Kai mendengus kesal. Dimana sih dia?

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.15 Kai pun memutuskan untuk mandi lalu bersiap pergi ke sekolah. Mungkin dia akan mencari Sehun lagi nanti.

Setelah semuanya siap, Kai menyambar sepotong roti dari kulkas untuk dimakannya di jalan nanti. Ketika mengambil, matanya tiba-tiba menangkap sebutir apel yang terletak di sampingnya.

Dengan ragu, Kai mengambilnya.

Dia meletakkan apel itu di piring lalu meletakkannya di meja makan.

Mungkin.

Mungkin ketika Sehun pulang nanti dia bisa memakannya.

Apakah Kai mulai peduli sekarang?

.

.

Kai pulang sekolah pukul 7 malam.

Dia mengernyitkan dahinya heran. Rumahnya masih gelap, pertanda bahwa Sehun belum pulang sama sekali. Dia menyalakan saklar lampu dan menyadari bahwa apel yang tadi pagi diletakkannya di meja makan masih utuh dan tidak tersentuh sama sekali.

Kai berkeliling heran dan memanggil nama Sehun sekali lagi.

Tidak ada jawaban.

Dengan langkah pelan Kai mengganti bajunya, mandi, lalu bersiap untuk kerja part timenya.

Kalau Sehun tidak kembali besok.

Dia bersumpah bahwa ia akan mencarinya.

.

.

Sehun benar-benar tidak kembali.

Kai benar-benar kebingungan sekarang.

Dengan cepat ia menyambar jaketnya dan pergi mencari Sehun sepulang sekolah hari itu. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Kai tidak peduli. Dia hanya ingin memastikan keadaan Sehun saat ini. Dia baik-baik saja bukan?

Kai tertegun dengan pemikirannya sendiri.

Dia tidak khawatir kan?

Dia...

Dia hanya penasarann, ya benar. Kai mengangguk-angguk membenarkan pemikirannya. Ya dia hanya penasara, tidak lebih.

Mana mungkin dia khawatir pada Sehun yang berlebihan dan bawel itu kan?

Ya, mana mungkin...

.

.

Kai menggerutu frustasi, dia sudah mencari Sehun di banyak tempat.

Kebun apel.

Bawah jembatan.

Jalan raya.

Dan yang terakhir di sekolahnya.

Tapi dia tak ada di manapun. Sebenarnya, kemana sih Sehun?

Kai berjalan lesu sambil mendang kerikil kecil di depannya. Hari sudah sangat larut dan menunjukkan pukul 11 malam. Tapi dia malah keluyuran hari ini untuk mencari Sehun, yang jangan-jangan sekarang sudah di rumah?

Kai bersumpah akan membunuhnya jika dia ternyata malah sudah pulang dan bersantai di rumahnya.

Tapi ternyata tidak.

Karena lagi-lagi Sehun tidak pulang malam itu.

.

.

Kai pulang sekolah dengan sangat lesu hari ini. Hari Kamis adalah yang paling menyebalkan karena dia harus pulang pukul 9 malam. Sekolah macam apa itu? Tega sekali.

Lagipula dia hari ini sedang banyak pikiran. Sehun tentu saja yang mengganggu pikirannya. Kai juga heran bagaimana itu bisa terjadi, padahal dia baru satu minggu yang lalu ada di kehidupan Kai, dan dia sudah membuat Kai jadi penasaran dan agak(?) gelisah sepanjang hari.

Kai mengamati bulan yang bersinar terang malam ini. Malam yang cerah, tapi sayangnya tidak dengan hatinya. Kai bertanya-tanya dalam hati. Apa jangan-jangan Sehun sudah kembali ke surga sekarang karena dia telah berhasil menolong Kai kemarin?

Jangan-jangan bukunya sudah penuh dengan perilakunya selama satu minggu ini sehingga dia harus kembali ke tempat asalnya sekarang?

Jangan-jangan Sehun merasa Kai sudah bahagia lalu pergi meninggalkannya karena merasa semuanya sudah selesai?

Eh tunggu, sepertinya dia mulai percaya Sehun sekarang. Ah, dia jadi agak rindu sedikit sepertinya.

Tapi setidaknya Sehun pamit dulu padanya, bukan pergi begitu saja seperti ini.

Huh...

Kenapa napasnya jadi terasa berat begini ya, apa Kai tidak rela Sehun pergi dengan cepat seperti ini? Padahal dulu dia menentangnya setengah mati. Kai memang plin-plan.

Setidaknya, Kai ingin mengucapkan terima kasih pada Sehun dulu sebelum dia pergi. Walaupun tidak ingin mengakuinya secara terang-terangan, Sehun sangat baik dalam menenangkannya waktu itu. Dan entah bagaimana sekarang anak gendut musuhnya yang menyebalkan itu tidak pernah mengusiknya lagi. Hidupnya jadi terasa damai sekali 3 hari ini, walaupun masih tetap tidak dianggap.

Kai melangkah kembali dengan pelan sambil mengeratkan jaketnya karena angin malam yang berhembus cukup kencang . Dari kejauhan Kai bisa melihat pohon mapple tempat dia bertemu Sehun pertama kali waktu itu. Terlihat cukup indah di malam hari karena cahaya bulan meneranginya.

Tanpa sadar, tiba-tiba matanya menangkap kilauan putih tepat di bawah pohon mapple.

Setengah berlari, Kai segera menuju ke pohon itu. Semoga, itu dia...

"S-sehun?"

Dia benar-benar ada di sana.

Ini seperti mimpi...

Tapi Kai begitu terkejut mendapati kondisi Sehun saat itu. Tubuhnya mengeluarkan cahaya yang berpendar lemah. Banyak terdapat memar di tubuh pucatnya dan Kai dapat melihat darah merembes dari punggungnya sampai menembus baju putihnya, tempat sayapnya melekat. Sehun terlihat tidak sadarkan diri dan dia terkulai lemah di sana.

Dia tidak seperti Sehun yang dikenalnya...

Kai baru saja akan melangkah untuk menolongnya sampai tiba-tiba...

Plakk

Sebuah tamparan keras mengenai permukaan wajahnya diikuti oleh sebuah bentakan keras dari sesosok malaikat lain yang tiba-tiba datang entah darimana.

"Apa yang kau lakukan pada adikku?!" dan Kai bersumpah bahwa malaikat itu menangis ketika mengatakannya.

Apa yang sudah Kai lakukan?


To be continued.


Maaf lama banget menelentarkan ff ini dan sekali update malah pendek banget, maaf yaa guys :'(. Momo lagi terkena writer block untuk beberapa ff yang masih on-going dan sayangnya itu juga termasuk ff yang ini hueeee. Momo lagi minim ide banget nih, dan butuh disemangatin kayaknya TT

Jika readers ngerasa ff ini harus dilanjut bilang yaa, Momo lagi galau soalnya. Gak punya ide itu mengerikan. Kalian bisa kasih usul MV atau film tentang malaikat jika mau ngasih saya pencerahan(?) buat ff ini.

Nah segitu aja, review yaa dan tuangkan pendapat kalian tentang chapter ini. Kalau banyak yang masih mau lanjut Momo bakalan maksa otak dikit biar ni ff tetep lanjut.

Love,

Momo