Guardian Angel
.
.
.
Casts : Jongin, Sehun, Kyungsoo, Kris, Luhan
Pairing : KaiHun (Kai x Sehun) slight! Krishan
Genre : fantasy, romance
Rated : T Length : chaptered
Warning : boys love, don't like don't read, don't plagiarism please
Chapter 5
"Kau menyakitinya!" sebuah dorongan keras dari malaikat asing di depannya begitu mengejutkan Kai, membuatnya jatuh tersungkur.
"A-apa maksudmu?" Kai menatap malaikat itu penuh tanya sambil berusaha melindungi dirinya dari pukulan lemah yang bertubi-tubi dari malaikat tersebut. Dia sepertinya merupakan kakak dari Sehun.
"D-dia..." malaikat itu berhenti memukuli tubuh Kai dan menunduk lemah, dia kembali menangis. "D-dia kesakitan dan kau yang membuatnya seperti itu," katanya terdengar begitu putus asa.
"A-aku?" Kai menunjuk dirinya sendiri tak percaya dan menatap prihatin pada malaikat asing itu yang kini justru malah gemetar hebat akibat menangis.
"Ya, kau!" bentaknya di sela isak tangis. Wajahnya sendu dan Kai menyadari bahwa malaikat ini begitu mirip dengan Sehun hanya saja dia mempunyai warna rambut yang berbeda yaitu cokelat madu dan tubuhnya lebih pendek dari Sehun. Matanya mereka berbeda karena miliknya berwarna biru tua jernih sedangkan milik Sehun berwarna merah darah. Tapi Kai rasa mereka sama-sama memiliki aura menyenangkan yang sama yang menguar dari tubuh mereka. Apa memang begini aura seorang malaikat?
Kai mengerjap takut. "Apa yang kulakukan memangnya sampai membuat Sehun seperti itu?" tanyanya. Dia memandang Sehun dengan sedih karena bahkan dia tidak terlihat baik sama sekali. Kai ingin melihat keadaan Sehun tapi ia urungkan niatnya karena malaikat itu terlihat begitu protektif terhadapnya.
"Kau membuatnya menggunakan kekuatan terlarang! Padahal kekuatan itu sudah tidak boleh digunakan lagi oleh bangsa kami karena dapat melukai diri sendiri. Tapi dia melakukannya! Sehun melakukannya di malam saat kau dikerjai habis-habisan oleh temanmu waktu itu! Dasar brengsek!" malaikat itu kembali menyalahkan Kai atas kondisi Sehun sekarang. Dia duduk di samping Sehun dan mengusap rambut adiknya yang kini bahkan tak dapat membuka matanya itu dengan lembut. Terlihat sekali bahwa ia sangat menyayanginya.
"Maafkan aku..." Kai merasa sangat bersalah walaupun ia belum sepenuhnya mengerti tentang apa yang terjadi.
"D-dia berkata padaku bahwa ia akan baik-baik saja setelah menyimpan seluruh kemarahan, kesedihan, dan rasa sakitmu di dalam hatinya. Dia bilang bahwa ia ingin menjadi orang yang berguna dan menebus kesalahannya pada waktu itu. Dia bahkan menyucikan hati teman yang menyakitimu waktu itu sehingga dia tidak akan mempunyai rasa benci lagi terhadapmu. Tubuhnya tak bisa menahan beban lagi, dia menggunakan terlalu banyak kekuatannya dan dia pingsan ketika menemuiku."
"A-apa?" Kai begitu terkejut mendengar penuturan malaikat asing itu. Dia tertunduk lemas di tanah dan mengutuk dirinya sendiri karena tak menyangka Sehun berbuat begitu banyak hal untuknya sampai membuatnya seperti ini.
"Apa kau puas sekarang?!" malaikat mungil itu berteriak sedih. "Kami sudah memberinya banyak obat penawar, tetapi tidak satupun yang berhasil. Obat yang sesungguhnya hanya ada dalam kitab kuno milik Antonius dan tak satupun malaikat yang kini mengetahui keberadaannya. Lukanya semakin hari justru bertambah parah dan kami begitu khawatir karena tak satupun malaikat pernah mengalami hal buruk seperti ini sebelumnya."
"Maafkan aku..."
"Kau seharusnya tidak melakukan hal-hal bodoh yang justru dapat melukai dirimu sendiri saat itu! Lihatlah akibatnya!" suara Luhan kini terdengar serak, ia memelankan suaranya. "Sehun adalah malaikat yang sangat perasa, semua penderitaanmu yang diambilnya , terserap sangat cepat ke dalam tubuhnya dan itu membunuhnya dari dalam. Aku seharusnya tak menyetujui usul appa agar tidak menjadikan Sehun sebagai malaikat penjagamu waktu itu sebagai hukumannya. Kau memperlakukannya dengan sangat buruk, dan apakah kau tau hal terburuk yang kau lakukan padanya?!"
Kai menggelengkan kepalanya pelan. Kenapa tiba-tiba semua hal buruk ini terjadi?
"Kau bahkan masih belum mempercayainya sepenuhnya sampai sekarang bukan? Kau hanya berusaha meyakinkan dirimu sendiri bahwa Sehun itu ada tanpa benar-benar percaya bahwa dia benar-benar nyata di sampingmu untuk melindungimu...kau benar-benar jahat!" bentak malaikat itu histeris, matanya dipenuhi kemarahan dan air mata ketika menatap Kai.
Kai tertunduk dalam. "Maafkan aku..." Semua perkataan malaikat asing itu memang benar. Selama ini dia masih belum benar-benar mempercayai Sehun dan hanya terus berusaha meyakinkan dirinya sendiri tentang keberadaannya. Kai tahu dia benar-benar bodoh, dan tidak pernah memperlakukan Sehun dengan baik selama ini, padahal Sehun hanya berusaha membantunya. Kalau tau akan seperti ini jadinya, dia tidak akan...
"Kalau seperti ini terus dia bisa lenyap..." malaikat itu mengusap air matanya kasar dan memeluk tubuh lemah adiknya dengan sayang. "Dasar bodoh, dia bahkan memintaku untuk kembali ke bumi karena merasa bersalah telah meninggalkanmu selama berhari-hari. Dia tak pernah memikirkan dirinya sendiri semenjak dulu."
"Le-nyap?" Kai bertanya takut. Bukankah malaikat itu abadi.
"Ya bodoh, malaikat bisa menghilang jika dia sudah tidak memiliki banyak daya hidup lagi apalagi dia telah menggunakan terlalu banyak kekuatannya..."
Kai menggigit bibir bawahnya keras. Dia menutup telinganya karena tak ingin mendengar penjelasan malaikat itu lebih lanjut. Dia telah membuat banyak orang menderita. Semua orang membencinya. Tak ada yang menginginkannya. Dia anak yang jahat...
Malaikat itu kembali menatap Kai dengan bengis. Dia benar-benar benci padanya karena telah membuat adik kesayangannya menjadi seperti ini. "Aku membenci—"
"Cukup, Luhan. Ini bukanlah hal yang patut dilakukan oleh putra Michael Yang Agung. Ingatlah, kau itu seorang malaikat, bukan iblis," sebuah suara berat seseorang tiba-tiba terdengar dan seseosok malaikat lain yang bertubuh tinggi tiba-tiba muncul di belakang malaikat asing yang ternyata bernama Luhan tersebut.
Malaikat baru ini benar-benar tampan dan berkarisma. Dia memakai jubah putih panjang dan memiliki sayap putih yang sangat lebar. Rambutnya berwarna pirang keemasan dan dia memiliki mata berwarna biru laut yang indah seperti milik Luhan.
"Tapi Kris-ie, dia jahat dan melukai adikku!" adu Luhan sambil berteriak histeris. Kai semakin menundukkan kepalanya, gemetar. Dia anak yang jahat, dia anak yang jahat...
Kris mendesah pelan lalu mengusap kepala kekasihnya dengan sayang. "Tapi bukan seperti ini caranya, kau menakutinya, lihatlah apa yang telah kau lakukan pada anak itu..." Kris membawa Luhan untuk melihat bagaimana keadaan Kai sekarang.
Dia begitu terkejut.
Kai gemetar di tempat duduknya, dia memeluk kedua lututnya dan tubuhnya bergetar hebat. Dia terus bergumam tentang betapa jahatnya dirinya sambil sesekali memukuli kepalanya. Matanya menatap ke depan dengan pandangan kosong, pertanda dia benar-benar terpukul saat ini. Luhan telah melakukan suatu kesalahan...
"Maaf Kris-ie, aku—" Luhan menutup wajahnya lalu kembali menangis keras. Astaga, apa yang telah ia lakukan sekarang. Dia telah mengacaukan segalanya.
Kris memeluk tubuh kecil kekasihnya tersebut dengan lembut lalu mengecup dahinya pelan. "Kau harus bisa menahan dirimu..." nasihatnya lembut. "Michael pasti punya alasan tersendiri kenapa Sehun harus menjadi malaikat penjaganya, lihatlah anak itu begitu rapuh dan kau tidak boleh menghancurkan usaha Sehun sebelumnya untuk menjadikan anak itu menjadi anak yang kuat..."
Luhan hanya mengangguk pelan. Dia merasa sangat bersalah.
Setelahnya dirasanya Luhan cukup tenang, dia menghampiri Kai yang gemetaran di sudut gelap pohon mapple itu.
"Hei," Kris mengusap pelan surai cokelat gelap Kai. Membuat anak itu menatap padanya tidak mengerti. Terlihat raut ketakutan di wajahnya dan Kris kini sangat menyesali tindakan kekasihnya tadi yang telah membuat Kai jadi seperti ini.
"S-siapa?" suara Kai terdengar gemetaran, dia memandang Kris takut.
"Aku Kris, teman kedua malaikat yang ada di sana itu," tunjuknya sambil tersenyum hangat agar Kai tidak merasa terancam di dekatnya. "Bukankah kau adalah Kai, seseorang yang Sehun jaga selama ini?"
Kai mengangguk pelan, tapi dia kembali menunduk sedih ketika Kris membicarakan tentang Sehun. Bukankah dia yang membuatnya terluka seperti itu...
"Jangan takut, aku tak akan menyalahkanmu," Kris menepuk hangat punggung Kai agar dia merasa lebih baik.
Kai hanya diam dan tak tau harus bersikap seperti apa sekarang.
"Maafkan Luhan, dia tidak bermaksud menyalahkanmu seperti itu. Dia hanya begitu menyayangi Sehun sehingga ia tak bisa menahan dirinya sendiri ketika melihat orang yang sangat disayanginya sekarang sakit seperti itu," Kris duduk di sebelah Kai. Membuat kegelapan yang ada di sana berangsur-angsur menjadi terang dan hangat karena cahaya yang memancar dari tubuhnya.
Dengan cahaya bulan yang berpendar terang sekarang, Kris benar-benar terlihat seperti patung malaikat yang sempurna sekarang. Begitu terang dan menakjubkan. Begitu nyata...
"Maaf..." Kai berujar lirih, dia tidak gemetar lagi sekarang tapi tetap saja merasa begitu bersalah. "Aku jahat...aku jahat..." lirihnya.
"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Sehun pasti punya alasan tersendiri kenapa dia sampa mau melakukan hal itu untukmu," Kris tersenyum ramah. Dia menepuk pundak Kai lembut.
"Aku akan memperbaiki sikapku..."
"Itu bagus," Kris tertawa keras. "Kau harus berjanji untuk berubah menjadi yang lebih baik sampai saatnya tiba nanti, Sehun pasti akan sangat senang membimbingmu sampai menjadi orang seperti itu"
Kai tersenyum tipis, perkataan Kris membuatnya cukup membaik sekarang. Sehun, pasti akan baik-baik saja kan...dia tidak boleh meninggalkannya..
"Tapi bagaimana— Sehun sekarang..." dia menoleh ke arah Sehun yang masih belum sadarkan diri dan terdiam di pelukan Luhan. Setelah diamati baik-baik seluruh luka memar Sehun sekarang merupakan luka yang Kai dapatkan tempo hari, dia benar-benar menyerapnya...
Kris terlihat berpikir sejenak. "Kau mau melakukan sesuatu untukku?"
To be continued.
Hai, I'm back. Today. 150208. Merupakan hari bersejarah bagi kita bukan?
Mereka yang pergi telah kembali! Momo kangen banget sama Krishan, uwuwuw. FF ini akan ada KrisHan nya, btw, semoga jadi lumayan rame dan gak garing haha
AAAAAAAAAAAA,, thanks banget buat yang udah pada review kemariiin. Kalau kalian mau tau, review pertama aja aku tuh udah meres otak banget biar ff ini tetep lanjut. Momo merasa dihargai karena readers banyak yang review dan meminta dilanjutkan. Momo banjir air mata haruuu. Huweee
Okeehhh karena kalian semua bersemangat dengan ff ini saya juga harus bukan?
Thanks buat yang udah usul MV kemariin, anime juga boleh loh sebenernyaaa aduh thanks banget. Itu ngebuat imajinasiku(?) keluar.
Akan ada tokoh baru chapter depan. Jika kalian bersemangat untuk membaca dan mereview, Momo juga akan demikian :) dan pasti akan lebih cepat update.
Segitu aja.
Thankkiiiies all
Love you,
Momo
