Chapter 4

FIX YOU

Wolfy present…

Cast: Kim Jongin, Oh Sehun, Oh Taeoh, Do Kyungsoo, Wu Yifan, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Hwang Tiffany, Kim Taeyeon, Yoon Bomi, Kim Taehyung and many more.

Pair: HunKai, HunSoo, KrisKai, ChanBaek

Genre: drama and romance

Warn: Yaoi, boys love, m-preg, impolite words and typos

Rate: T, almost M

Summary: Sehun dan Jongin menikah bukan karena saling mencintai. Ketika bercerai pun, Sehun dan Jongin masih harus terikat karena hadirnya Taeoh. Jongin yang konyol dan Sehun yang bodoh. Hingga akhirnya Sehun menyadari bahwa Jongin dan Taeoh adalah rumah, Sehun harap ia belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. "Katakan pada ku, apa yang harus aku lakukan untuk mu?" -Lights will guide you home and I will try to fix you- (This is HunKai story, with slight HunSoo and KrisKai. BL. DLDR and RnR)

Disclaimer: Casts are not mine but this fanfiction belongs to me, don't copy, don't bash, click close button if you don't like, critics are accepted but with polite words, review if you like it. I don't respect silent readers. Thank you.

Happy reading

Jongin memandangi sisa-sisa tetesan hujan yang mulai berhenti turun. Keheningan masih menyelimuti antara ia dan Sehun. Entah Sehun yang sedang sariawan atau bagaimana, ia jadi pendiam hari ini. Jongin sendiri sih ogah kalau harus mengajak pria kelewat datar itu berbicara duluan.

Hening. Sama sekali tidak ada suara apapun kecuali suara AC mobil Sehun dan suara dengkuran halus si mungil. Sial, AC mobil Sehun dingin sekali. Maklum sih, Jongin juga tidak terlalu sering naik mobil mahal macam begini. Jongin menggigil. Sehun bodoh atau tidak peka sih? Jelas-jelas ia sendiri yang membuat Jongin menunggu lama di tengah hujan, jahat sekali menyalakan AC sedingin ini padahal ia tau Jongin tadi kehujanan.

"Kau kedinginan?"

"Hm." Jongin kesal sendiri pada mantan suaminya itu.

"Pantas daritadi menggigil. Aku matikan ya AC nya." tangan Sehun bergerak menekan tombol off.

"Kalau sudah tau, kenapa harus tanya." jawab Jongin sewot.

Sehun sweatdrop sendiri, ia mengusap wajahnya kasar. Kenapa sih, semua orang hobi menyewotinya? Tidak Jongin, tidak Kyungsoo, tidak ibu nya sendiri. Iya, hari ini Sehun juga disewoti Ibu nya. Niatnya, hari ini Sehun ingin menemani Tiffany, ibunya berbelanja. Biasalah, ibu Sehun memang hobi shopping dan biasanya hanya Sehun yang sudi menemaninya. Kalau Irene, adiknya sih mana sudi. Adiknya yang cantik itu malah lebih suka belajar bela diri daripada menemani ibunya berbelanja. Kalau Yeri, adik Sehun yang bungsu itu lebih suka pergi berpacaran. Hanya sepele kok, Sehun hanya tidak mau menemani ibunya masuk ke toko "pakaian dalam wanita" lalu Tiffany jadi seharian sewot padanya. Yah, yang benar saja. Sehun itu seorang direktur muda, tampan, keren, wangi, berdompet tebal, berkharisma dan juga bersahaja. Masa ikut memilihkan ibunya bra dan celana dalam? Enak saja, keenakan ayahnya nanti kalau Sehun memilih model yang 'iya-iya'.

"Sehun.. Sehun….. Sehun!" Sehun melonjak kaget saat suara teriakan Jongin menggema di telinganya. "Itu, sudah lampu hijau." Sehun mengalihkan pandangan nya pada lampu merah di depan. Sial, pantas ia daritadi diklakson kendaraan lain di belakang nya.

"Kau sedang sembelit ya?"

Sehun menatap Jongin cengo. Enak saja, masa tampan begini sembelit.

"Kalau begitu, putus dengan Kyungsoo ya?"

"Jongin, jangan mendoakan yang tidak-tidak." Sehun mulai bermuka serius. Jongin hanya nyengir tanpa dosa. "Maaf, aku kira begitu. Habis wajahmu ditekuk saja dari tadi, mana diam saja lagi. Ku kira kau kerasukan." Sehun mengelus dada. Untung Jongin itu ibu dari anaknya, untung. "Tidak apa, hanya bertengkar saja." Jongin hanya manggut-manggut. Kyungsoo marah-marah sih sudah biasa.

Beberapa menit kemudian, mobil Sehun sudah sampai di depan pagar rumah Jongin. Sehun dengan sigap turun dengan payung di tangannya untuk Jongin. Masih sedikit gerimis, kasihan Taeoh kalau kehujanan. Sehun berjalan di belakang Jongin yang masih menggendong Taeoh menuju pintu masuk rumah nya.

"Hai bibi!" sapa Sehun sok akrab ketika melihat Taeyeon di ruang tamu. "Oh, si mesum lagi." wajah Sehun langsung kembali muram. Tuh kan, semua orang sewot padanya.

Jongin hanya terkikik ketika melihat perubahan wajah Sehun saat ibunya menyapa nya dengan sebutan khas 'si mesum' atau 'si yadong' atau sebagainya. Ia beranjak menuju kamarnya untuk menidurkan Taeoh yang sedari tadi terlelap.

"Ibu tidak jadi pergi dengan Bibi Jung?" tanya Jongin setelah kembali dari kamarnya. Tangan nya memegang nampan dengan segelas jus jeruk dan cemilan untuk Sehun. "Sudah ibu batalkan barusan." jawab Taeyeon santai. Jongin mengerutkan alisnya bingung. "Yah, mana bisa ibu meninggalkan kau dan Sehun berduaan di rumah? Ibu belum mau punya cucu lagi, Jong." Jongin mendengus sebal. Khilaf dengan Sehun sih cukup sekali saja saat itu.

"Terima kasih, tumben baik sekali." Sehun segera meneguk jus jeruk yang Jongin suguhkan untuknya.

Jongin memutar bola matanya malas. "Aku kan memang selalu baik padamu."

"Jadi, apa masalahmu?" tanya Jongin lagi.

"Kyungsoo. Sepertinya ia masih cemburu padamu. Aku sih bukan apa-apa, tapi takut saja kalau ia jadi tidak membolehkan ku bertemu dengan Taeoh." Jongin hanya mengangguk-angguk. Yah, ini bukan pertama kalinya kok. Mungkin, Kyungsoo memang tidak seburuk ibu tiri Cinderella, tapi kalau sampai memisahkan Taeoh dengan ayah kandungnya sih…

"Jadi, kau masih betah dengan Kyungsoo?" tanya Jongin hati-hati. Ia berusaha untuk tidak mengompor-ngompori Sehun. Sehun menggeleng. "Tidak juga sih."

Tidak juga? Jongin mengangkat sebelah alisnya.

"Yah bagaimana lagi, aku sudah jatuh cinta sih. Rasanya mau Kyungsoo seganas apapun, aku bakal tetap cinta." Jongin mendengus. Lebay sekali. Seingatnya, Sehun tidak separah ini dulu saat masih menikah dengannya. Tidak tau kenapa sekarang Sehun jadi seperti remaja labil yang rela memberikan apapun termasuk keperawanan, eh keperjakaan pada kekasihnya. Dasar sinting.

"Kau sendiri, Jong?" Sehun mengunyah snack yang tadi disediakan oleh Jongin. Jongin mantan suaminya itu, bingung. "Apanya?"

"Apa kau tidak berniat menikah lagi?"

"Ooohh, aku belum memikirkan masalah itu. Bagi ku, Taeoh dan ibu lebih penting untuk saat ini." Jongin tersenyum canggung. Sehun hanya menatapnya dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan nya. Memperhatikan Jongin yang tersenyum dengan mulut yang sedang meminum jus dengan sedotan, matanya yang bulat -walaupun tidak sebulat milik Kyungsoo- terlihat lucu. Uuuhh, kenapa Jongin jadi manis sekali kalau sedang tidak mengomel begini.

"Kau tidak takut jadi janda tua? Nanti kalau kelamaan, kau keburu tidak laku." dasar Sehun. Tetap saja ia tidak bisa tidak membuat Jongin sebal padanya. Lihat saja, ia mulai berulah lagi. Kali ini tampang nya jauh lebih menyebalkan. Jongin melotot. "Enak saja! Memang nya kau!"

Sehun mendecih. "Ihh, kalau aku sih sudah banyak yang mengantri. Memang kau, sudah janda, hitam, pesek, dekil lagi." Jongin tidak tahan melihat bibir tipis yang seenaknya mengatainya, pakai membawa-bawa kulit eksotis dan hidung minimalisnya lagi. Jongin melempar mainan dinosaurus milik Taeoh yang kebetulan berada di jangkauan tangannya.

"AWW!" Sepertinya Sehun akan mendapat sebuah benjolan di kepalanya setelah ini. Tidak keras sih, tapi yah lumayan juga kalau mengingat-ingat Jongin sedang emosi padanya.

"Hah, rasakan itu! Jangan-jangan selama ini kau masih bertahan dengan Kyungsoo karena hanya Kyungsoo yang mau menerima kau yang ternyata impoten!"

Sial! Sehun emosi sendiri. Enak saja Jongin mengatainya impoten, jelas-jelas Jongin sendiri sudah merasakan 'miliknya'. "JONGIN!" Sehun berteriak dengan suara cadelnya.

"SEHUN!" Jongin yang kaget jadi ikut-ikutan berteriak pada Sehun.

"TAEYEON!"

"YAAAAHH!"

Oke, itu tadi suara siapa? Jongin melirik ke samping. Sial, ternyata itu ibunya dengan Taeoh -yang sepertinya baru bangun tidur- di gendongannya. Kedua kesayangan Jongin itu malah tertawa tanpa dosa.

"IBU!" Jongin berteriak sewot. Taeyeon hanya tertawa melihat tampang kesal putra tunggalnya. "Kau pikir rumahku hutan amazon hingga kau berteriak seperti itu." Taeyeon tak kalah sewot. Oke, sekarang Sehun tau darimana wajah menyebalkan Jongin ketika sedang mengomel.

Sehun memandang Taeoh yang malah bertepuk tangan senang saat melihat ibu dan neneknya beradu mulut. "IBU!" Eh? Itu bukan, Jongin atau Taeyeon, apalagi Sehun.

"TAEOH! Kau memanggil ibu?" Jongin menghambur menuju Taeyeon yang juga masih terkejut ketika cucunya mengeluarkan kata pertamanya itu. Jongin mengambil alih Taeoh dari gendongan Taeyeon. "Coba ulangi sayang."

"IBU!" kali ini balita delapan bulan itu berteriak lagi, dengan suara yang lebih nyaring dari sebelumnya. "Ya Tuhan! Anakku memanggilku ibu! Sehun, Taeoh memanggilku ibu!" Jongin berjingkrak-jingkrak senang. Taeyeon geleng-geleng kepala sendiri melihat kelakuan anaknya.

Huh, Sehun iri. Ia berjalan mendekati Jongin dan Taeoh. "Taeoh sayang, coba panggil ayah. A-yah." Taeoh hanya memandang ayahnya bingung. "Yah!" Sehun mendesah frustasi. "Bukan sayang, bukan 'Yah' tapi 'Ayah'. Coba ucapkan lagi." Taeoh malah menggeleng, ia lalu memeluk leher Jongin dan menciumi ibunya.

"Yak! Taeoh, ayo bilang ayah dulu." Sehun masih gigih.

"Sudahlah Sehun, Taeoh kan memang hanya sayang pada ibunya." Jongin mencibir. Sehun jadi tengsin sendiri karena kalah dari Jongin. Walaupun memang wajar sih, sehari-hari kan Taeoh bersama Jongin terus.

…..

Jongin merebahkan tubuh nya di kasur. Empuk nya kasur yang berpadu dengan tubuh lelah nya serasa pas sekali kalau Jongin langsung memejamkan matanya. Tapi, tidak seperti biasanya. Jongin masih terjaga, ini sudah hampir pukul 11 malam. Tapi, sepertinya nyonya Jongin masih ingin begadang.

Jongin melirik box bayi di samping ranjang nya. Taeoh sudah tertidur, wajahnya lelap sekali. Anak itu, masih kecil saja sudah tampan, apalagi kalau dewasa. Jongin tersenyum sekilas, lalu mengecup dahi putra kesayangan nya itu.

Entah apa yang membuatnya tidak bisa tidur malam ini. Sebenarnya sih, ia jadi kurang kerjaan karena memikirkan perkataan Sehun tadi sore. Soal menikah lagi. Sehun saja sudah mantap begitu ingin menikah lagi dengan Kyungsoo. Jongin kapan? Duh, Jongin tuh gak bisa diginiin.

"Memang harus ya menikah lagi?" Jongin bergumam sendiri.

Umur Taeoh masih sangat kecil. Tentu nya ia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua nya. Jongin pikir, Sehun sebagai ayah kandung Taeoh saja sudah cukup. Tapi, bagaimana kalau Taeoh sudah agak besar nanti bertanya mengapa ia memiliki ibu tiri? Mengapa Jongin dan Sehun tidak tinggal bersama? Mengapa ia tak memiliki ayah yang tinggal bersama nya selama 24 jam seperti yang lain? Duh, Jongin kan masih seorang ibu yang amatiran. Mana bisa ia menjawab semua pertanyaan anak nya nanti.

Siapa sih yang tidak mau punya suami baik, perhatian, kaya, penyayang, rajin menabung dan lain-lain? Jongin sih juga mau. Sebenarnya, Jongin sendiri masih trauma menikah lagi, tidak seperti Sehun yang langsung menggaet Kyungsoo setelah mereka resmi bercerai. Huh, Jongin kan tidak gampangan.

Jongin sadar, kalau ia dan Sehun sebenarnya masih sangat bergantung satu sama lain. Jongin masih butuh biaya dari Sehun untuk membantu membesarkan Taeoh, masih butuh peran Sehun sebagai ayah. Sehun sendiri masih butuh Jongin untuk merawat Taeoh dan mendengarkan curhatan hatinya.

Kalau saja ya, Jongin dan Sehun tidak bercerai dulu. Mungkin, rumah tangga mereka tidak akan terlalu buruk.

Eh? Jongin mengacak rambutnya. Apa-apaan sih, kok jadi mikir begitu?

Jongin menghela nafas. Ah, sudahlah ia lelah. Memikirkan masalah ini, itu membuatnya benar-benar pusing sekarang. Kepala nya serasa mau pecah.

Jongin baru saja menempelkan kepala nya dengan bantal empuk sebelum suara deringan dari ponsel layar kotak miliknya berbunyi.

"Huh, siapa sih yang menelepon malam-malam begini?" Jongin menggerutu kesal, ia bangkit dari tidurnya dan meraba nakas di samping ranjang nya.

Video call?

Tanpa melihat nama yang tertera di ponsel, ia langsung saja mengangkat video call itu.

"KYAAAA! HANTU!"

-TBC-

Wkwkwkwk, maap ya kalo FF ini ngaret lagi dan FF lainnya belum sempet aku post karena yashh laptop wolfy lagi di service saudara-saudara. Ini aja wolfy pinjem laptop temen buat edit-edit and update FF ini. Untuk FF yang lain, masih ada yang menunggu kah? Kalau masih, akan segera wolfy update besok dengan laptop pinjaman ini wkwk. Annyeong~

With love, wolfy.