Keesokan harinya, Pinky sudah datang 20 menit lebih awal. "Wahh tampaknya aku yang datang pertama kali. Yang lainnya belum ada ya?"
Tiba-tiba terdengar suara.
"Kau salah, yang datang pertama kali aku. Bahkan aku sempat berlatih dari jam 7 sampai jam 9, nanodayo" sela Midorima.
"Eh?.. Midorima? Sejak kapan kau berada di situ?" Pinky kaget.
"Baru saja sejak melihatmu datang barusan, nanodayo" jawab Midorima.
"Wah ternyata benar pengamatanku kau memang orang yang rajin."
"Apa kau begitu mengamatiku?" Tanya Midorima.
"Tentu saja, aku kan memang harus mengamati kondisi psikologis para pemain." Tutur Pinky.
"Oh iya, benar juga"
"Ngomong-ngomong kau datang dari jam berapa?" Pinky penasaran.
"Aku datang dari jam 6.28, nanodayo"
"Ternyata selain rajin kau juga teliti ya?" Puji Pinky kepada Midorima.
"Terima kasih, nanodayo"
"Sama-sama"
"Kau juga tampak manis..." Midorima keceplosan.
"Eh? Tadi kau bilang apa?" Pinky samar-samar mendengar perkataan Midorima.
"Oh tidak bukan apa-apa, nanodayo" Midorima panik.
"Kau habis olahraga kan? Tapi sekarang kau sudah tampak rapih.." ucap Pinky.
"Iya, sehabis olahraga 2 jam. Aku segera mengelap keringat, mendinginkan badan sebentar, mandi lalu memakai pakaian keluar untuk acara jalan-jalan kita nanti. Nanodayo" Jelas Midorima.
"Hmm... Aku tak bisa berkata apa-apa lagi, kau memang hebat!" Puji Pinky. "Anu, itu yang kau pegang dari tadi apa?" Tanya Pinky yang sudah dari tadi penasaran melihat item yang dipegang Midorima.
"Oh ini.. ini lucky itemku hari ini. Action figure Gintama! Nanodayo"
Pinky sweatdrop.
"Apa zodiakmu?" Tanya Midorima.
"Zodiakku Taurus. Kenapa?"
"Ulurkan tanganmu" pintah Midorima.
Pinky pun mengulurkan tangannya, lalu Midorima mengeluarkan spidol dari dalam tas gandengnya.
"Menurut ramalan Oha Asa hari ini, zodiak Taurus akan beruntung bila membawa gambar dan tulisan merah muda seperti ini" kemudian Midorima menggambar simbol buah hati dengan tulisan bahagia menggunakan spidol warna merah muda di tangan Pinky.
"Selesai.." ucap Midorima singkat.
"Ini?.." Pinky jadi serba salah di depan Midorima.
"Kau pasti akan beruntung!"
"Eh~? Makasih" Pinky mulai malu.
Tiba-tiba terdengar teriakan seseorang. "Heii...! Kalian sudah menunggu lama?" Ternyata itu Riko yang berjalan bersama Hyuga dan Izuki. Mereka segera menghampiri Pinky dan Midorima.
"Kalau aku baru datang sekitar 10 menit yang lalu, tapi kalau Midorima sudah datang dari jam setengah 7 pagi. Bahkan dia sempat latihan 2 jam" tutur Pinky sambil melihat jam.
"Wah rajin sekali kau Midorima!" Puji Riko, Hyuga dan Izuki.
"Itu sudah kebiasaanku" tutur Midorima, "sebentar sebaiknya aku menelepon Aomine dan Kuroko terlebih dahulu."
"Tidak usah, tadi aku sudah menelepon Momoi, katanya dia sudah di jalan menuju kemari bersama Aomine, Kagami dan Kuroko. Hanya Akashi, Takao, Murasakibara dan Papa Mbaye tak bisa dihubungi." Riko menjelaskan.
"Kalau Akashi tak perlu dikhawatirkan, dia selalu tiba on time. Takao dia bilang tadi katanya lagi sakit perut, tidak tau bisa ikut apa tidak. Kalau Murasakibara dia pasti tak akan telat, meski kelihatan seperti itu dia tak pernah terlambat. Hanya aku tidak tau bagaimana dengan Papa Mbaye." Ucap Midorima.
Tak berselang lama Aomine, Kagami, Kuroko dan Momoi tiba. Kemudian Takao yang tidak bersama-sama Midorima dari pagi karena alasan sempat mules akhirnya bisa datang juga, lalu Akashi seperti biasa tiba tepat waktu. Papa Mbaye datang terakhir dan telat 15 menit. Akashi, Aomine dan Midorima memarahi sikapnya yang datang tak tepat waktu. Sedang Murasakibara menelepon karena tak jadi ikut. Akhirnya mereka pun berangkat menuju taman bermain Ucok Baba(sekali lagi hiraukan).
Setibanya di sana. "Tujuan kita hari ini hanya satu, bersenang-senang di rumah hantu! Yeahh..." Ucap Pinky begitu excited.
Akashi dan Midorima tersenyum melihat sikap Pinky.
Yang lainnya bersorak.
"Kita akan bersenang-senang ya Pinky" seru Papa Mbaye.
Sontak Akashi dan Midorima langsung kesal.
"Yosh.. Ayo kita masuk!" Ucap Kagami.
Mereka pun masuk ke rumah hantu tersebut. Baru masuk mereka sudah dikejutkan dengan beberapa Zombie disamping kiri dan kanan mereka. Momoi terus saja memegang erat tangan kiri Kuroko. Aomine panik dibelakang Kagami. Oh iya urutannya yang paling depan ada Papa Mbaye dan Izuki, kemudian Midorima dan Takao, berikutnya Riko dan Hyuga, Kagami dan Aomine, Momoi dan Kuroko dan paling belakang Pinky lalu Akashi.
Bergantian hantu-hantu muncul satu per satu, terdengar teriakan dari depan jalan sampai belakang. Kemudian suatu ketika muncul sosok yang sangat menakutkan disamping kiri Pinky. Pinky berteriak histeris. Dengan sigap Akashi langsung menutup mata Pinky dengan tangan kiri kemudian memeluk Pinky sambil memutar badannya ke arah lain. Pinky mengeluarkan sedikit air mata.
"Jangan menangis ada aku di sini." Ucap Akashi menenangkan.
Wajah Pinky memerah "Aku hanya sedikit shock.." Pinky beralasan.
Pinky langsung melepaskan pelukan Akashi dan kembali berjalan ke depan. Tak disangka Akashi langsung mengambil tangan Pinky dan menggenggam jemari tangannya.
"Biarkan aku menggenggam tanganmu sampai di ujung jalan."
Pinky tak bisa berkata apa-apa dan membiarkan Akashi menggenggam tangannya. Sekarang pikirannya tak lagi memperdulikan hantunya, pikirannya tertuju pada Akashi sepenuhnya. Jantung Pinky berdegup begitu kencang, namun dia merasa begitu nyaman saat berjalan disamping Akashi sambil digenggam tangannya. Pinky mulai merasakan hangatnya jemari tangan Akashi, pikirannya mulai melambung tinggi. Tiba-tiba.. "(kenapa tanganku dilepas?)" khayalan Pinky seketika lenyap.
"Kita sudah hampir sampai di ujung jalan. Tampaknya kau tenang sekali tadi, tak tampak takut sedikitpun. Pikiranmu seperti melayang jauh" ucap Akashi.
"Eh? Ano.. Itu..." wajah Pinky memerah.
"Sudahlah, ayo kita foto-foto sekarang. Kita sudah tiba di ruangan ke dua, di sini kita bisa berfoto selfie dengan patung hantu, lukisan horror dan sebagainya"
"Oh iya.. kebetulan aku membawa Kamera."
Mereka pun berfoto ria di ruangan ke dua rumah hantu tersebut. Setelah puas mereka masuk ke tempat ke tiga, dimana disitu mereka bisa menonton film horror yang ada. Usai menonton Akashi pamit duluan karena ditelepon oleh Ayahnya. Ruangan ke tiga adalah ruangan terakhir rumah hantu. Sesudah dari rumah hantu, karena waktu masih menunjukkan pukul 3 lebih sedikit mereka mencoba permainan lainnya di taman bermain Ucok Baba(hiraukan ya).
Selama jalan-jalan Papa Mbaye mencoba menarik perhatian Pinky. Ketika di permainan Roller Coaster Papa Mbaye menunjukan keberaniannya dengan duduk paling depan untuk membuat Pinky kagum kepadanya, alhasil usai turun dari Roller Coaster Papa Mbaye muntah-muntah. Takao dan Izuki ngakak paling kencang melihat kekonyolan Papa Mbaye. Yang lainnya hanya menegur biasa.
Asik mencoba semua permainan tak terasa sudah mau petang. Mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama di salah satu Restoran. Seperti biasa Kagami memesan porsi jumbo. Puas makan dan seru bersenang-senang seharian mereka pun berpisah ke rumah masing-masing. Midorima menawarkan diri menemani Pinky pulang.
"Kamu tak usah repot-repot menemaniku pulang Midorima" ucap Pinky.
"Aku melihat kemarin kau diantar pulang Akashi, kenapa aku tidak boleh?" Tanya Midorima.
"Itu... huft.. baiklah kau boleh menemaniku pulang" Pinky tak bisa menolak.
"Apakah terjadi sesuatu antara kau dan Akashi?" Tanya Midorima sembari berjalan bersama Pinky.
"Eh?... Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Wajah Pinky memerah.
"Tidak apa-apa aku hanya bertanya, nanodayo. Apa kau dan Akashi sudah berpacaran?"
"Hah? Tidak.. Tentu saja tidak. Diantara kami tidak ada hubungan apa-apa.." Pinky mulai panik.
"Benarkah? Sepertinya yang ku lihat tidak seperti itu. Tapi karena Pinky berkata tidak ada hubungan apa-apa, maka aku percaya" ucap Midorima.
"(Huft...)" Pinky membuang nafas lega.
Setibanya di bus, mereka langsung naik. Terjadi percakapan yang cukup seru. Lalu mereka turun dari bus dan berjalan menuju rumah Pinky. 10 menit berjalan dan akhirnya sampai. Pinky mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan.
Saat Pinky berbalik menuju rumahnya, "apa yang kau lakukan Midorima?" Tanya Pinky yang kaget dipeluk Midorima dari belakang.

TBC