"Biarkan aku memelukmu sebentar saja Pinky" Midorima memohon.
Wajah Pinky memerah, jantungnya berdebar kencang, "Midorima...?" Ucap Pinky pelan.
Midorima memeluk Pinky erat. Setelah sekian lama, "Pinky, sebenarnya aku menyukaimu. Aku sungguh menyukaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?"
Pinky melepas pelukan Midorima dan berbalik menghadapnya, "Midorima.. jujur aku senang mendengar pernyataan cintamu, hanya saja sekarang aku belum siap. Tolong beri aku waktu untuk memikirkan semua ini"
"Baiklah, aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap untuk menjawab pernyataan cintaku. Terima kasih Pinky. Aku pulang sekarang, sampai jumpa hari senin." ucap Midorima sambil tersenyum tipis.
"Sampai jumpa. Hati-hati di jalan" jawab Pinky pelan.
Pinky pun masuk ke dalam rumah.
Skip
Hari ini hari minggu, Pinky memutuskan untuk pergi ke toko buku membeli beberapa buku. Hapenya berdering, Kise menelepon. Pinky pun mengangkat teleponnya.
"Halo, ada apa Kise?"
"Pinky-chan apa kau ada waktu sekarang? Kau lagi dimana?"
"Aku lagi di bus menuju ke toko buku. Tapi sepertinya aku bisa bertemu denganmu, memangnya ada urusan apa?"
"Ada yang mau ku bicarakan denganmu. Kalau begitu aku akan menemuimu di sana. Lokasi toko bukunya dimana Pinky-chan?"
"Di toko buku Kinokinuya, Shinjuku."
"Baiklah aku segera ke sana."
Skip
Kise tiba duluan di depan toko buku Kinokinuya, selang beberapa waktu Pinky pun tiba. Kise menemani Pinky belanja beberapa buku. Kise juga sempat menunjukan majalah yang ada sampul foto dirinya ke Pinky dan membelikannya untuk disimpan Pinky. Saat mau membayar semua buku yang ingin dibeli Pinky, Kise segera mengeluarkan uangnya dan membayar semua buku belian Pinky.
"Jangan.., biar ku pakai uangku sendiri Kise"
"Tidak pa-pa Pinky-chan. Hari ini aku akan menservicemu!" Ucap Kise.
"Eh?!"
"Bagaimana kalau setelah ini kita pergi makan siang?"
Skip
"Bagaimana makanannya? Enak?"
"Iya, rasanya sangat enak"
"Syukurlah. Ini adalah restoran favoritku sejak aku SMP ssu~!"
"Oh~"
Kise dan Pinky makan sambil mengobrol. Usai itu...
"Pinky setelah ini, aku mau mengajakmu ke taman bermain yang kalian kunjungi kemarin. Kemarin aku sungguh ingin pergi bersama kalian, terutama denganmu. Walaupun jujur aku memang takut hantu. Tapi izinkanlah setelah ini kita pergi ke taman bermain Ucok Baba(Hiraukan) bersamamu, tentunya tak usah ke rumah hantu. Temani aku ya Pinky-chan" ucap Kise memohon.
"Baiklah setelah ini kita ke taman bermain, namun setelah itu aku ingin segera pulang."
"Makasih Pinky-chan"
Mereka pun menuju ke taman bermain menggunakan mobil Kise. Setibanya di taman bermain Kise segera menarik tangan Pinky mengunjungi setiap arena permainan yang ada, mereka tertawa bersama, bergembira bersama. Tak terasa beberapa jam sudah mereka lewati. Sebelum pulang Kise mengajak Pinky untuk menaiki bianglala sebagai acara penutup pertemuan mereka hari ini. Mereka pun menaiki bianglala.
"Pinky sebelum kita pulang dari tempat ini, aku ingin mengatakan tentang sesuatu hal yang penting."
"Apa itu?"
"Aku ingin mengatakan bahwa... aku mencintaimu!"
Deg
"Maukah kau menjadi kekasihku?"
Pinky tak bisa berkata apa-apa, wajahnya memerah. Kise adalah orang kedua yang menembaknya saat ini. Pinky menunduk menutupi rona merah wajahnya sekaligus berpikir apa yang harus dikatakan karena dia masih bingung dengan perasaannya.
Kise mendekatkan wajahnya ke wajah Pinky hendak menciumnya.
.
Brakkk!
Kise terdorong ke belakang oleh Pinky.
"Maafkan aku Kise-kun , tapi untuk sekarang aku belum siap. Aku masih bingung dengan perasaanku, aku memang tertarik padamu. Namun untuk saat ini beri aku waktu berpikir untuk memberi jawaban atas pernyataan cintamu dan tolong jangan sekali-kali mencoba menciumku. Aku hanya ingin ciuman pertamaku dengan seseorang yang sudah menjadi pacarku yang benar-benar aku cintai!"
Kise mengatur posisi duduknya kembali dan menjaga jarak dengan Pinky.
"Maafkan aku Pinky-chan, aku terlalu terbawa perasaan. Baiklah akan ku tunggu sampai kau menjawab pernyataan cintaku."
"Terima kasih atas pengertianmu Kise-kun"
Sunset bersinar indah ke arah mereka berdua.
"Lihat Kise-kun sunsetnya terlihat benar-benar indah! Woahh..." Pinky terlihat kagum akan pesona matahari yang akan terbenam di sore hari.
"Iya Pinky-chan, benar-benar indah ssu~. Ayo kita ambil gambar berdua ssu~!"
"Baik"
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Lihat hasilnya, wah bagusnya. Untung kau bawa kamera yang bisa menangkap gambar dengan jelas" seru Pinky.
"Iya senangnya"
"Ku pikir hasilnya akan gelap karena cahaya mataharinya, ternyata tidak" Pinky tampak senang.
Skip
Pinky pun diantar pulang oleh Kise.
Keesokan harinya. Sepulang sekolah mereka berkumpul untuk latihan.
Hari ini latihan berjalan seperti biasa, hanya tampak perbedaan sikap yang tak biasa antara Pinky, Midorima dan Kise. Saat sedang keluar menuju toilet dan setelah Pinky baru saja keluar toilet, tangannya ditarik oleh Akashi. Akashi membawanya ke suatu tempat, hanya mereka berdua.
"Pinky apa yang terjadi antara kau, Midorima, dan Kise?"
"Tak terjadi apa-apa, semua sama seperti biasanya"
"Kau tidak bisa membohongi mataku Pinky. Tolong jujurlah padaku." Akashi memohon dengan tegas.
"Mereka memintaku untuk menjadi kekasih mereka!" tegas Pinky.
"Lalu kau jawab apa?"
"Aku belum bisa menjawabnya, aku butuh waktu"
"Baiklah. Sebelum kau menerima salah satu dari mereka berdua. Aku akan ikut menyatakan perasaanku. Aku mencintaimu... Pinky jadilah kekasihku!" ucap Akasih tegas.
"Maaf Akashi-kun, aku memang mempunyai perasaan khusus terhadapmu. Namun aku tak suka cara kau menyatakan cintamu, lagipula aku masih belum siap. Aku butuh waktu untuk menentukan siapa yang akan menjadi kekasih yang benar-benar aku cintai."
"Aku mengerti. Aku.. aku hanya tak ingin kau menjadi kekasih orang lain dan bukan aku. Ku harap kau mengerti dengan sikapku ini."
"Akashi-kun..."
Tiba-tiba Kise dan Midorima datang. Mereka (Akashi, Midorima dan Kise) saling bertatap-tatapan.
TBC
