Tsuna-nii and His Siblings
Prompt: Sleepover
Di tengah malam, pintu kamar Tsuna terketuk tiga kali. Tsuna yang tertidur dengan lelapnya tiba-tiba saja membuka matanya.
"Tsuna-nii, ini aku," suara Fuuta dari balik pintu.
Tsuna bangun dari ranjangnya, berjalan menuju pintu dan membukanya, menampilkan Fuuta yang berwajah ketakutan.
"Ada apa, Fuuta?" Tsuna berjongkok menyamakan tingginya dengan Fuuta seraya mengusek-usek matanya karena masih mengantuk.
Fuuta tidak menjawab, hanya memainkan ujung piyamanya dengan salah satu tangannya sementara yang satunya lagi memeluk sebuah bantal. Tsuna yang menatap tingkahnya hanya tersenyum.
Kemudian Tsuna menggandeng tangan Fuuta yang tadinya memainkan ujung piyamanya masuk ke dalam kamarnya.
"Ayo tidur, aku tidak mau besok pagi kita terlambat," ucap Tsuna yang sudah berbaring duluan.
Fuuta mengikuti Tsuna dan berbaring di sampingnya. Tsuna tersenyum.
"Lain kali jika mimpi itu datang lagi, sebaiknya kau tidur disini bersamaku. Aku tidak mau kau terus tersiksa gara-gara mimpi-mimpi itu." ucap Tsuna seraya memeluk Fuuta dan mengusap-usap kepalanya.
Tsuna mengintip adiknya yang sejak berbaring tadi malah terdiam.
Fuuta rupanya sudah tertidur lelap.
Tsuna hanya tersenyum dan memeluknya. Mungkin untuk sementara ini, Fuuta harus tidur bersamanya hingga mimpi-mimpi itu tak datang lagi.
[a/n]: Bisa dibilang ini terjadi pas setelah kejadian di Kokuyo.
Nggak mungkin Fuuta langsung sehat dan good mood setelah lepas dari kontrol Mukuro. Namanya anak kecil 8'3 /inilogikamacamapa
