Tsuna-nii and His Siblings
Prompt: Christmas
Tawa riang dan obrolan hangat memenuhi ruangan keluarga di kediaman Sawada, semuanya sibuk menyiapkan untuk pesta malam Natal, termasuk Decimo muda bersama guardian-guardiannya (ya, itu termasuk Kyouya dan Mukuro).
Sesuatu menarik-narik ujung baju Tsuna yang tengah sibuk memasang lampu-lampu hiasan pada pohon Natal. Agak enggan, Tsuna menengok kearah baju yang ditariknya, menemukan Lambo dan I-Pin yang tengah menatapnya penuh tanda tanya.
"Hey, Tsuna-nii. Kapan Santa Klaus datang? Lambo-san mau hadiahnya sekarang juga," pinta Lambo masih dengan tatapan penuh tanyanya.
"Aiya, Lambo! Jangan ganggu Tsuna-gēgē!" tegur I-Pin, namun tidak membuat rasa penasarannya berkurang.
Tsuna tersenyum dan berjongkok di hadapan kedua adiknya tersebut. "Santa akan cepat datang kalau kalian jadi anak baik," ucapnya.
Tatapan penuh tanya dari dua anak tersebut tergantikan oleh senyuman cerah dan segera berlari menuju dapur seraya berteriak, "Lambo-san akan menjadi anak baik!" dan "Lambo curang! I-Pin juga mau!"
Tsuna yang masih menatap kedua adiknya tersebut hanya tersenyum.
"Tsuna-nii, kau yakin?" tanya Fuuta tiba-tiba yang sudah berada di belakangnya.
"F-Fuuta! Jangan tiba-tiba mengagetkanku!" Tsuna langsung menatap Fuuta yang tengah meletakkan sepiring kue kering di atas meja.
Fuuta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan antik kakaknya dan matanya menangkap sebuah tas yang tersimpan rapi dan tersembunyi di samping pohon Natal.
"Dasar Tsuna-nii," sahut Fuuta seraya tersenyum menatap Tsuna yang sama-sama menatap tas tersebut.
"Apa boleh buat, kan? Mereka ingin sekali Santa datang, ya kubuat saja kakek tua itu datang!" gerutu Tsuna melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi.
"Dan kau yang akan menjadi kakek tuanya itu, Tsuna-nii?" kekeh Fuuta.
"Oh, diam Fuuta. Aku yakin kau juga meminta akan datangnya Santa jika kau masih berumur 9 tahun. Aah, aku merindukan anak kecil polos berumur 9 tahun itu, tiba-tiba saja dia menjadi sudah remaja umur 14 tahun yang sok dewasa," keluh Tsuna panjang lebar, membuat kuping Fuuta memerah mendengar keluhan Tsuna.
Tsuna menerima pukulan kecil dari Fuuta saat dia berlalu menuju dapur, Tsuna hanya terkekeh riang.
Melirik lagi pada tas yang berisikan kostum Santa Klaus, Tsuna hanya menghela napas capek.
"Kenapa harus aku yang menjadi Santanya? Bukannya ini kerjaan Ayah setiap tahunnya?"
Ada baiknya juga dia meninggalkan pekerjaan di Italia dan pulang ke Jepang untuk merayakan Natal bersama keluarganya. Seraya menggumam senang, Tsuna melanjutkan pekerjaannya.
[a/n]: Ciao! Merry Christmas!
Lama tak jumpa, eh? Saya bawakan drabble khusus Natal untuk kalian semua. Anggap saja ini hadiah Natal saya. (笑)
Soal kelanjutan drabble lainnya, お楽しみ!Mumpung saya juga baru bebas dari yang namanya UAS.
