Happy Birthday
Chapter 2 : Forget
.
Warning : University!AU. 2nd's PoV. Kagami Taiga x OC (Raksha Putri). OOC? Typo(s)? Quick-plot. Quick-pace. Lack of description? Quick-typing. Unbeta.
Disclaimer : Taiga Kagami belongs to Tadatoshi Fujimaki. OC belongs to herself. Plot by Shaun, doesn't get any profit from making this.
Dedicated for (belated) Raksha Putri's birthday! (9/5)
.
.
Kicau burung sudah terdengar. Sinar matahari berusaha menerobos gorden jendela kamar apartemenmu. Tapi, kali ini kau terbangun karena mendengar suara benda jatuh dari ruangan sebelahmu.
Tepatnya, tetanggamu.
Kau menggeliat, merenggangkan tubuhmu, dan beranjak dari kasur empukmu.
Kau menghela nafasmu, "Padahal gravitasi kasur itu paling kuat, kenapa bisa jatuh?"
Ya. Kautahu apa yang jatuh tadi. Siapa lebih tepatnya.
Kau mengangkat bahumu, kauputuskan untuk mandi terlebih dahulu, lalu, pergi ke dapur membuat sarapan.
Dalam 15 menit, kau sudah harum dan berpakaian lengkap. Sekarang pergi ke dapur untuk memanggang roti dan meminum susu.
Roti sudah dipanggang, susu sudah dituang di cangkir.
Saatnya sarapan!
Sambil mengunyah roti panggang itu sedikit demi sedikit, kaulihat kalender yang tidak jauh dari meja makan.
Matamu melebar.
Lalu, kau langsung melangkahkan kakimu menuju tempat kalender tersebut digantung. Kau menatap kalender itu lekat-lekat dengan mata melotot.
"Hari ini ... Ulang tahunku!" serumu tak percaya.
Kaulari ke kamar untuk mengambil ponselmu yang masih tidur tenang di meja belajar. Kaunyalakan dengan cepat dan menemukan banyak surat elektronik masuk.
"Selamat ulang tahun! Semoga mesumnya hilang, Chi-chan!" - Momo.
"Nanti kaujadi uke-ku, ya! Hahaha! Selamat ulang tahun, Sacchan!" - Fuu.
Dan banyak lagi!
Kau pun senyum-senyum sendiri membacanya.
Ah!
Kau akan telat kuliah!
Kau ambil tasmu dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Kau berlari dengan panik di sekitar rumah, sesampainya di depan, segera menggunakan sepatu dan membuka pintu apartemen.
"Oh, kau," suara berat menyambutmu ketika kaukeluar dari tempat tinggal sementaramu itu, "pagi."
Mukamu langsung memanas. Ah, hanya sedikit memanas.
"HAI, BAKAGAMI!" pekikmu setengah berteriak, "Kaujatuh lagi tadi pagi, bukan?!"
Krik.
Hening.
"O-oh, hai juga ... Ya begitulah ..." dia menggaruk kepala merahnya yang tidak gatal, "apa aku mengganggumu?"
Kau menggeleng cepat, lalu, melihat jam tanganmu.
"AH! A-AKU AKAN TELAT! BYE!" kau berlari lagi. Menjauhi sang pemuda yang kebingungan.
.
o.o.o.o.o.o.o.o
.
Waktu berganti menjadi sore.
Dengan wajah kusut, kaukembali ke rumah tercinta. Sambil berjalan gontai, kau merenung, "Tadi pagi, orang itu tidak mengucapkan apa-apa saat melihatku. Apa itu artinya dia lupa ...?"
Kau hentakkan kakimu, jengkel.
"Kami sudah bertetangga selama 3 tahun! Teganya dia lupa ulang tahunku!" gerammu.
Sesampainya di depan pintu apartemenmu, dia pun juga keluar dari apartemennya.
"Oh, hai. Baru pulang?" pemuda alis cabang itu dengan kasual mengangkat tangannya.
"Menurutmu?!" lalu, kaubuka kunci apartemenmu dan masuk ke dalam. Tak lupa membanting pintunya. Tentu dia sangat bingung dengan apa yang terjadi barusan.
Kau berlari menuju kamar tidurmu dengan cepat. Melepas sepatu, meletakkan tasmu di meja belajar, dan lompat ke atas ranjang, tempat tidurmu.
"Dasar Bakagami!" umpatmu pada bantal yang tak berdosa itu, "memangnya dia sudah tua hingga lupa ulang tahun temannya sendiri?!"
Kau terus melampiaskan kekesalanmu pada bantal putih itu hingga kau terbawa ke dalam alam mimpi.
.
o.o.o.o.o.o.o.o
.
"Ngh ..." kau mengangkat kelopak matamu yang berat, tapi, hal ini memang harus dilakukan ... Kau berkedip entah berapa kali. Matamu terbelalak, "sudah malam?! Ya ampun!"
Kau berdiri dan berlari menuju dapur. Memasak makan malam yang simpel. Menanak nasi, menggoreng nugget dan sosis, membuat salad, dan membuat kuah sayur.
"Fiuh," kau menghela nafas, "sekarang ... Makan!"
TING TONG!
Bel rumah langsung berbunyi.
Twitch. Twitch. Matamu berkedut.
"Siapa yang berani mengganggu makan malamku, hah?!" Kau membuka pintu apartemenmu, bersiap untuk memaki siapa yang berani mengganggu harimu yang sudah buruk.
"Kautahu ini jam berapa?" cercamu dengan suara dingin sebelum melihat siapa yang datang.
"Se-selamat ulang tahun!"
Kau langsung mengangkat kepalamu. Di hadapanmu ada tetangga yang daritadi kaupikirkan. Taiga Kagami. Dia datang dengan kaos oblong berwarna putih, celana jins, dan apron biru tua.
Apron?
Ah, dia tetap terlihat keren, kok.
"Kenapa baru sekarang?" tanyamu berusaha menyembunyikan rasa harumu.
"Maaf," ucapnya, "aku baru melihat kalender tadi. Aku buru-buru sekali ... Syukurlah sempat." Seingatmu, tadi jam baru menunjukkan pukul 9 malam.
Sunyi senyap muncul di tengah-tengah kalian berdua.
"Ng ... Ini untukmu," ia segera menyerahkan sebuah kue berbentuk lingkaran dengan krim putih menjadi penghias, buah ceri di atasnya, bahkan kue itu lengkap dengan lilin-lilin menghiasi sisinya, "aku belum mencobanya sama sekali, kuharap hasilnya enak dan sesuai seleramu ..."
Kue cantik akhirnya berpindah tangan. Kaulihat baik-baik kue itu, "Aku tidak bisa memakan semua ini sendirian. Maukah kautemani aku?"
Kau merapat ke pintu. Memperbesar ruang untuk masuk ke dalamnya.
Pemuda berambut merah itu tersenyum, "Yah, kalau kau memaksaku ..." ia pun melangkahkan kakinya ke dalam, "maaf mengganggu ..." Dengan rapi, ia melepaskan sandalnya.
"Kau sudah makan malam? Aku ada memasak, kita akan merayakan hari ulang tahunku! Kita pesta hari ini!"
"HAH?! Hei!"
Kau tersenyum lebar, memang Taiga Kagami adalah pemuda yang tidak peka, tapi, dia manis! Kausuka sekali padanya!
.
o.o.o.o.o.o.o.o
.
A/N : ... Ehehe. Ini canggung banget~ Sesuatu banget. Maap jadinya telat bgt kak :'(
Thankies for reading and have a nice day!
Shaun.
