Happy Birthday

Chapter 3: Childhood

.

Warning: 2nd person's PoV. AoMika. Shonen-ai. OOC. Typo(s)? Fast-pace! Unbeta. Crossing the guidelines (pfft.)

Disclaimer: KnB belongs to Fujimaki Tadatoshi. Mikazuki Hikari belongs to himself. Shaun own the (cliche) plot. Don't get any profit from making this.

.

.

Hari ini, kau akan memulai tahun ajaran baru di sekolah yang baru. Akademi Touou.

Kau merapikan seragammu dengan cepat, mengepalkan tanganmu seraya memberi sugesti kepada dirimu sendiri, "Semua akan baik-baik saja!"

Kaubisa mendengar ruang kelas barumu heboh dengan berita kedatangan murid baru. Mungkin mereka merasa aneh, kau dipindahkan saat musim panas, tepatnya bulan Juli. Tapi, apa boleh buat karena mulai sekarang kautinggal dengan kakek dan nenekmu. Yang rumahnya lebih dekat dengan Akademi Touou.

"Dipersilahkan masuk," suara wali kelasmu membuatmu terkejut sesaat. Lalu, kaubuka pintu geser itu.

"Ng ..." Kau menelan ludahmu sendiri, "salam kenal semuanya ..."

Riuh suara murid kelas mulai terdengar lagi.

"Wah, dia lucu!"

"Aaw! Aku kalah taruhan."

"Laki-laki ... Yah ..."

Wali kelasmu segera menggebrak meja untuk menenangkan mereka, lalu mempersilahkanmu untuk duduk. Di belakang pemuda berkulit hitam itu.

Sepertinya kaukenal orang itu ...

Kaududuk manis di tempatmu yang dapat dikatakan jauh dari kerumunan anak-anak. Kau mengangkat bahumu pasrah sambil membiarkan kedua tanganmu mengambil peralatan untuk belajar.

Rambut biru tua dengan kulit berwarna gelap.

Hm ...

.

o.o.o.o.o.o.o.o

.

Pemuda berkulit gelap itu benar-benar ... Familiar.

Kau terus memperhatikan pemuda yang tengah tertidur itu. Bisa-bisanya ...

Ah, ngomong-ngomong, kau belum tahu namanya.

"Daiki Aomine! Bisa-bisanya kau tidur! Bangun!" bentak guru yang sedang mengajar sekarang.

"Ya ya ..." racaunya sambil mengangkat kepalanya yang sepertinya berat.

Aomine ...? Marga yang tidak lazim, bukan begitu? Memang mencerminkan warna rambutnya, ah, itu tidak penting.

Daiki.

Daiki Aomine.

Nama itu terus berputar di kepalamu. Sungguh nama yang familiar, apa mereka pernah bertemu dulu? Tapi, wajahnya memang familiar ...

Saat istirahat kau menemukan fakta bahwa dia pemain basket. Kau memperhatikan pemuda yang sedang bermain basket dari sudut matamu. Kenapa dia begitu familiar di otakmu? Kau tidak pernah mendapatkan lupa ingatan sebelumnya. Kenapa kaubisa melupakannya?

"Apa kau melihat Aomine-kun?" suara seorang gadis menghampiri gendang telingamu.

"Ah, ya, dia sedang berada di sana," tunjukmu sambil memutar wajahmu menghadap orang yang bertanya itu.

"Terima kasih ... AH!" pekiknya, "KAU! Apa kau tidak mengingatku?! Aku Satsuki! Satsuki Momoi! Dulu kita sering bermain bersama!"

Kau berkedip sekali.

Satsuki Momoi? Gadis itu memang memiliki warna rambut yang aneh. Merah jambu. Gadis itu juga familiar ...

"Dulu kau tinggal di seberang rumahku dan Dai-chan! Masa kau tidak ingat!" Satsuki masih bersikeras agar kaubisa mengingatnya.

Dulu?

Kau mengulum bibir bagian bawahmu dengan gelisah.

"Dai-chan! Jangan mengganggunya terus!" ingatan tentang gadis beriris merah jambu itu muncul. Ia sering sekali diganggu oleh anak kecil bernama Dai-chan yang berkulit gelap.

"Dasar nenek Satsuki! Main saja dengannya!" balasnya judes.

Satsuki menggembungkan pipinya kesal. Lalu, gadis itu memanggil namamu dan menarikmu pergi.

Mereka adalah Satsuki Momoi dan Daiki Aomine yang notabene adalah tetanggamu, kalian sering bermain dulu di gunung untuk mencari serangga. Kau juga sering bermain basket bersama mereka.

Mereka adalah teman masa kecilmu.

"OH! Sacchan?!" matamu memancarkan cahaya yang tidak terdefinisi.

"Kauingat akhirnyaaa~! Sudah berapa lama kita tidak bertemu? 10 tahun? 5 tahun?" cerocosnya.

Memori lama langsung terputar kembali, waktu itu kau akan pindah jauh dari Tokyo, meninggalkan kedua temanmu itu.

Satsuki menangis, Daiki bahkan tidak mau melihatmu.

Memori yang sangat menyayat hati.

.

o.o.o.o.o.o.

.

30 Juli.

Satsuki, secara mengejutkan, masih mengingat dengan jelas ulang tahunmu dan mengajakmu bermain. Rencananya sih bertiga dengan Daiki. Tetapi, mengingat itu Daiki pasti dia tidak mau ikut.

Apapun yang terjadi?

"Dai-chan entah kenapa tidak mau ikut. Kalau begitu kita mengobrol di rumahku saja! Ibuku membuatkanmu sebuah kue ulang tahun!"

Kau tertawa kecil dan cukup terharu masih ada yang mengingat ulang tahunmu.

Pandangan matamu mendadak menjadi teduh ketika melihat kedekatan manager tim basket Touou dan pemain andalan tim basket Touou itu. Meski kau dan dia menyandang status sebagai teman masa kecil, kau dan dia bukanlah seperti dia dan Satsuki Momoi.

Sebenarnya perasaanmu dari dulu tidak pernah berubah.

Kau menyukai teman masa kecilmu itu.

"Lupakan lupakan. Kau hanya membuang waktu berhargamu untuk memikirkan si bodoh itumemikirkan." Ucapmu pada diri sendiri. Kau merasa kau harus cepat-cepat melupakannya.

Kau melupakannya dalam sekejap, kau makan kue ulang tahun yang enak, tertawa bersama dengan keluarga teman masa kecilmu yang hangat. Kau merasa baru saja datang ke sini tetapi sudah harus kembali pulang saja. Kau sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam mungkin? Jam tanganmu menunjukkan pukul 8 malam.

Kau berterima kasih kepada keluarga Momoi itu. Satsuki mengantarkanmu sampai depan pintu. Saling mengucapkan, "Sampai berjumpa besok di sekolah." lalu, kau melangkah kakimu keluar.

Kau berjalan ke luar dari halaman Momoi. Dengan bodohnya, matamu melirik rumah di sampingnya.

Kediaman Aomine.

Kira-kira dia sedang apa? Membaca majalah porno? Dasar.

AH! Pikiranmu cepat sekali mengingatnya, kau mengibaskan tanganmu di atas kepalamu. Mengusir pikiran itu. Tetapi, sepertinya hal itu akan susah.

"Apa ada banyak nyamuk di kepalamu?" Suara berat yang makas terdengar di depanmu, "Selamat ulang tahun." ia memberikan sebuah bingkisan kecil.

Kau menatapnya tidak percaya, "Kupikir, kau sudah lupa," serumu sambil melihat bingkisan kecil yang entah apa isinya.

Daiki menggaruk kepala birunya, "Mana mungkin," lalu mata biru itu menatapmu lekat-lekat. "aku tidak mungkin melupakan ulang tahun orang-orang terdekatku."

Kau menahan tawamu. Dia memang terlihat mengerikan bukan? Tetapi, ia adalah orang baik.

"Terima kasih."

.

o.o.o.o.o.o

.

A/N: Otanjobi omedeto, Mika-senpai dan Yuna-senpai. *sembunyi* Sebenarnya ini bday fic buat Kak Mika tahun lalu. Tapi, ga sempat diselesaikan. Padahal udah 3/4(?) Diselesaikan dengan terburu-buru dan sudah lupa seharusnya akhirnya apa. /dibuang.

Thankies for reading and have a nice day!