Author : RED
Cast : Kibum, Siwon, Kyuhyun, Yesung, Donghae, Eunhyuk, Hankyung, Heechul, etc.
Genre : school life, suspense, mystery & etc.
Disclairiming : Fanfict ini ASLI milik RED karna sudah teruji di ITB DAN IPB(?), kecuali Tokoh utamanya yang milik orang tua masing-masing, agensinya, & Tuhan YME.
Summary : Untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya, seseorang harus dapat bertahan dan mempertaruhkan nyawanya.
Rate : T
Warning : Terkadang alurnya kecepatan / kelambatan ?, Typo(ss), bahasanya yang berantakan, Absurd, etc.
©copyright 2015
ch. sebelumnya
Beberapa menit telah berlalu, tapi Kyuhyun masih betah pada posisinya. Memandangi lapangan yang basah, dan hujan yang sedikit demi sedikit mulai berhenti. Dan akhirnya wangi yang di tunggunya sejak tadi itu mulai menyapa indra penciumannya, petrichor. Wangi itu membuat badanya rileks.
'Hahh.. Hari ini ada hal yang mengejutkan bagiku.. Aku menemukan fakta bahwa Kibum mempunyai hyung dan mempunyai teman dekat' Ucap Kyuhyun dalam hati, lalu ia memejamkan matanya menikmati desir angin yang menerpa wajahnya lagi.
'Entah kenapa.. Aku mulai tertarik tentang mereka, terutama Kibum... Menurutku dia sosok yang paling misterus.. Aku benar benar penasaran dengannya' Tanpa sadar, ia menyunggingkan bibirnya tipis.
Ch.3
"Hasil yang Sepadan"
11:21 PM
#Koridor Sekolah
Kyuhyun berjalan di koridor sekolah yang tidak terlalu ramai, dia hanya bosan sendirian di kelas tanpa ketiga temannya. Ingin bermaksud menuju kantin tapi sepertinya dia harus berhenti sejenak untuk mulai kembali menguping.
"Kenapa harus Jeju lagi ?"
"Disana tempat yang sangat bagus untuk liburan kyojangnim" Ujar seseorang laki-laki yang suaranya terdengar sangat familiar ditelingannya.
"Kyuhyun, kamu-
"Shutttt... Diam!" Dengan sedikit kesal dia menoleh kebelakang, yang dilihatnya adalah dua orang laki-laki berperawakan tinggi sedang menatap aneh dirinya.
"Kibum-ssi.. Siwon-ssi.. Mari kita dengarkan mereka bersama-sama.." Ujarnya tanpa menatap mereka, merasa di ajak mereka menghampiri Kyuhyun dan menguping bersama. Posisi, Kyuhyun dan Siwon berada diantara Kibum.
"Tapi apa kau ingat kejadian 2 tahun yang lalu, hah... Disana tempat-
"Ya aku tahu Jaebum matikan ?"
"Mwo?! / Hyung!" Mereka berdua kaget, kecuali Kyuhyun yang masih sibuk menguping.
"Kalau sudah tahu kenapa masih memilih tempat itu.. Apa kamu mau kejadian yang sama terulang lagi ?"
"Jika itu terjadi lagi, biar saya yang mengurusnya sama seperti-
"Apa ? Memanipulasi berita lagi ?"
"Ya begitu lah.."
"Hahh.. Terserah kamu sajalah.. Apapun yang terjadi aku serahkan semuanya padamu"
"Baiklah kalau begitu saya keluar dulu kyojangnim.." Sontak mereka bertiga lari terbirit-birit berusaha mencari tempat persembunyian, Kyuhyun bersama Kibum dibalik tong sampah, dan Siwon yang berjalan tanpa arah tujuan, sikapnya tampak seperti biasa, akting yang benar-benar bagus!
Ceklek~
Pintu itu pun terbuka, dan menampakan seorang laki-laki tinggi keturunan China. Kyuhyun kaget, berbeda dengan Kibum yang memasang wajah datar dan dingin.
"Kibum.. Apa maksud mereka ?" Tanya Kyuhyun polos, sedangkan yang ditanya hanya diam.
"Hankyung seonsangnim" Gumam Kibum.
"Wae ?" Tanya Kyuhyun.
"Aku pergi" Setelah berkata begitu dia meninggalkan Kyuhyun sendirian.
#Kelas 10-2
Sabtu, 29 Juny 2013
06 : 30 AM
Pagi pagi sekali Kyuhyun sudah berada didalam kelasnya, dia tidak mengerjakan pr atau piket kelas melainkan duduk diam dan fokus pada benda berbentuk kubus ditangannya, sebut saja rubik.
BRAKK
Kyuhyun membanting rubik itu ke mejanya, dengan perasaan kesal ia menatap benda tak bersalah itu.
"Ck, sialan.. Daritadi yang jadi selalu 1 warna! Bikin pusing aja.." Ia bersandar dikursinya dan menatap langit langit kelasnya yang berwarna putih, "Hahh.. Semenjak hari itu aku rasa 'dia' semakin dingin, walaupun perubahannya tidak terlalu mencolok. Ck, orang itu benar-benar misterius." Dia tiba tiba terdiam, saat mengingat pembicaraan gurunya dengan kepala sekolah.
'Tapi apa kau ingat kejadian 2 tahun yang lalu, hah... Disana tempat-
"Ya aku tahu Jae- matikan ?"
"Mwo?! / Hyung!"
"Oh iya! Waktu itu Kibum kaget mendengar nama Jae... Jae... Duh siapa ya.. Argh, sial aku lupa... Ck, apa jangan jangan si Jae itu memang hyungnya Kibum atau.. Ah, eotokkhae..." Ujarnya yang masih betah menatap langit langit kelas.
"Sekolahan masih sepi. Bagaimana kalau aku lihat 'itu'sedikit aja.. Aku penasaran." Gumamnya.
"Ani! Itu tidak mungkin Cho Kyuhun, kau bukan seorang pencuri informasi atau sejenisnya !" Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat dan masih bertahan pada posisinya tersebut, "Hahh.. Jika aku tidak mencari 'itu' sekarang, kapan lagi aku tahu tentang dia.. Ini sudah 10 hari tapi tak ada kemajuan sama sekali!"
Kriett
Tiba tiba saja pintu terbuka membuat Kyuhyun terkejut dan hampir terjengkang dari kursinya .
"YAK! Bisakah kamu mengetok pintu dulu sebelum masuk, hah !" Ujarnya garang membuat dirinya juga orang itu kaget, Kyuhyun meneguk salivanya dengan kesusahan saat orang itu masuk dan berdiri didepan kelas, pasalnya 'itu' yang ingin dicuri(?) informasinya oleh Kyuhyun adalah milik dia.
"Mian. Tumben kamu datang sepagi ini ?"
"Setiap hari aku memang datang jam segini."
"Mwo?!"
"Jadi-
"Kibum ssi.."
"..."
"Saat kamu masuk tadi.. apa kamu mendengarkan ucapanku ?"
" Ani-
"Bagus!" Kyuhyun langsung belari keluar kelas meninggalkannya seorang diri. Kibum yang tidak mau ambil pusing pergi ketempat duduknya dan melakukan kegiatan rutinitas paginya, yaitu membaca buku.
#Kyuhyun POV
Tanpa sadar aku sudah berdiri didepan pintu ini, di dalamnya ada jawaban dari rasa penasaranku selama ini. Sebenarnya, aku benar benar tidak berniat untuk kesini. Tapi ah entahlah..
"Aku sudah disini, jadi aku tidak bisa pergi begitu saja..." Gumamku dengan tekad bulat, apapun yang terjadi aku harus mendapatkan informasinya-
"Yah! Sedang apa kamu disitu ?!" Ah, sial! Aku tertangkap basah oleh penjaga sekolah itu. Ck dia mulai berjalan mendekat kearahku. Oke Kyuhyun, sekarang kamu harus membuat alasan yang singkat, padat dan jelas.
"A-ah itu... Tadi malam aku mendapat sms dari Heechul seonsangnim, dia menyuruhku datang pagi pagi ke sekolah untuk mengambil buku absen kelasku yang ketinggalan dimejanya" Ck, oke itu alasan yang bisa dibilang tidak singkat, dan tidak logis.
"Oh, tapi bukankah kamu datang sangat ke pagian,.. Sekolah baru akan dimulai jam 8 nanti."
"Tapi Heechul seonsangnim yang menyuruhku.."
"Hmm .. Baiklah baiklah.. ini kuncinya. Apa kamu tahu, baru kali ini aku melihat siswa selain dia turun sepagi-
"Dia itu siapa ?" Potongku cepat.
"Kibum.. Kim Kibum dari kelas 10-2" Ck, dia...
"Kalau sudah selesai dengan urusanmu, jangan lupa pintunya dikunci kembali ya.. Arraseo ?"
"Ne!" Fyuhh.. Akhirnya dia pergi juga. Terima kasih Ok ahjussi, karna kamu.. aku tidak perlu repot repot lagi membuka pintu ini dengan peniti atau mendobraknya.
Ceklek
Kriett~
Pintu terbuka.. Aku masuk keruang guru dan berjalan menuju mejanya wali kelasku untuk mencari 'itu' alias dokumen atau berkas milik 'dia'.
"Waktunya operasi" Ujarku semangat sambil mencari disetiap sudut, dan tak lama aku menemukannya, tidak hanya miliknya saja yang kutemukan, tapi milik 'orang itu' juga. Aku membaca lembaran pertama dengan teliti sekaligus mengingat setiap barisnya.
"Dokumen Kim Kibum.." Kubaca dari atas sampai bawah dan ternyata..
"Kibum memiliki dua saudara, dan dia anak kedua. eh nama hyungnya ada tertulis disini.. Oohh Kim Jaebum hmm... MWO?!"
"Ya aku tahu Jaebum matikan ?"
"Mwo?! / Hyung!"
"Oh jadi Jaebum namanya .. Aku pikir siapa .. Hmm, aku mulai sedikit mengerti sekarang jadi hyungnya Kibum itu.. Kim Jaebum. Tapi kenapa Siwon tidak memanggil Jaebum-ssi tanpa embel-embel ssi atau hyung.. Hmm.." Kututup dokumen milik Kibum dan kulanjutkan membuka dokumen Siwon.
"MWO ?! 96 ! Ta-tapi bagaimana bisa.. Dia... Ck, apa dia tidak naik kelas ?! Tunggu.. Kalau 96 kemungkinan besar Jaebum-ssi berteman akrab dengannya karena mereka seumuran! Nah jadi kesimpulannya adalah Siwon teman dari hyungnya." Aku tidak bisa memastikan kalau kesimpulanku itu benar, sepertinya masih ada yang kurang tapi apa ya.. Ck, aku tidak bisa berlama-lama lagi disini karena hari sudah semakin siang.
Ku kembalikan kedua dokumen itu ke tempatnya semula, dan tidak sengaja aku melihat koran yang berada dibawah tumpukan buku-buku tebal milik wali kelas ku. Sepertinya koran itu sudah lama dan tidak pernah dibaca oleh pemiliknya.
Kuputuskan untuk mengambil koran itu dan membawanya, setelah itu aku berjalan kearah jendela dan membukanya.
"Hmm, tidak terlalu tinggi... Aku bisa keluar dari sini. Eh tapi pintunya belum dikunci... Hmm, biarkan sajalah." Ujarku, setelah itu aku lompat keluar dan berniat untuk menutup jendela itu kembali tapi..
Kriett
Seseorang datang keruang guru dan ternyata itu.. Heechul seonsangnim! Wali kelasku! Hohoho, hampir saja ketahuan.. Kamu keluar pada saat yang tepat Cho, pikirku bangga pada diri sendiri.
"Ck, dasar Ok ahjussi! Apa dia lupa untuk mengunci pintu ? Yah, dan lagi.. Jendela juga tidak dikuncinya ! Bagaimana kalau ada maling masuk ?!"
'Sepertinya maling tersebut sudah masuk, Heenim ssi. Hehehe...' Gumamku lagi sambil berjongkok dibawah jendela.
"Hahh harinya lumayan dingin... Sebaiknya aku tutup saja jendelanya biar anginnya tidak masuk"
'Mwo?!' Ujarku dalam hati, dan langsung mendongak keatas dengan mata yang melotot lebar. Jika dia melihatku disini, dia pasti akan membunuhku.
'Sial! Aku tidak bisa lari sekarang.. Kalau pun aku lari otomatis aku akan ketahuan. Aishh.. Ini tidak baguss!' Batinku.
Aku tetap menunduk dengan keringat yang mulai membasahi dahiku. Aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi padaku kalau dia melihat aku disini. Aku menghitung mundur dari 10 sampai
3
2
1
Kriet Dukhh
"Mwo ? Kenapa dia tidak melihatku- Yak.. Seharusnya aku senang kalau dia tidak melihatku, bukan bertanya kenapa dia tidak melihatku... Hahh.. Sekarang aku selamat dan itu sangat-sangat bagus." Aku beranjak dari tempatku bukan langsung kembali ke kelas tapi ke atap sekolah.
'Yuhuu Cho, good job! Pertama kamu keluar pada saat yag tepat, dan kedua dia tidak melihatmu dibawah jendela tadi, ketiga kau mendapatkan koran lama yang bisa digunakan untuk alas tidur diatap sekolah.. Nice." Ucapku dalam hati senang.
#Kyuhyun POV end
#Atap Sekolah
08 : 12 AM
Jam pelajaran sudah berlangsung beberapa menit yang lalu. Tapi seorang laki laki sedang sibuk dengan kertas koran lama yang sedang dibacanya sepanjang jalan, bukan menuju kelas tapi atap sekolah.
"Tanggal 15 Mei 2011, ditemukan seorang remaja laki-laki bernisial JB, umur sekitar 15 tahun meninggal dalam kondisi yang mengenaskan di pinggiran sungai ***** (nama disamarkan), Jeju karena diserang anjing liar. Korban tersebut berasal dari sekolah Paran High School dan tinggal di distrik Gangnam, pihak polisi masih menyelidiki kasus tersebut dengan cara meminta keterangan dari beberapa saksi serta pihak sekolah."
"Oh di Jeju.. Mwo?!" Dia kaget, lalu kembali mengingat sesuatu.
'Kenapa harus Jeju lagi ?'
"Disana tempat yang sangat bagus untuk liburan kyojangnim"
'Tapi apa kau ingat kejadian 2 tahun yang lalu, hah... Disana tempat-
"Ya aku tahu Jaebum matikan ?"
"JB .. Jaebum kah?!" Tanyanya pada diri sendiri, lalu cepat cepat dia melipat koran itu dan naik kelantai 4 sekolah menggunakan tangga.
Sekitar 3 menit dia menaiki tangga dan akhirnya sampai juga diatap sekolah. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ada gudang tempat penyimpanan kursi baru dan yang sudah rusak.
Ia berjalan kesana mengambil 1 kursi baru dan membawanya keluar, lalu ia mencari posisi yang nyaman untuk membaca lagi koran itu. Sudah dirasa nyaman dengan posisinya, dia duduk dengan tenang dan mulai membacanya lagi, ditemani cahaya matahari pagi yang hangat dan semilir angin.
Netizen pun mulai beraksi dengan menyerang website resmi sekolah, berikut beberapa komentar yang kami ambil "Apa benar JB diserang anjing liar ? Oh God itu tidak masuk akal itu pasti dibunuh.", "Jangan menyembunyikan faktanya! Kasihan keluarga JB.", "Yah itu tidak masuk akal bodoh!"
"Untuk keluarga korban.. Kami meminta maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa menjaga JB dengan baik. Tapi sebenarnya ini bukan sepenuhnya kesalahan kami.. Ini murni kecelakaan. Tolong mengertilah." Pihak sekolah angkat bicara dan saksi sekaligus temannya JB juga mengeluarkan pengakuannya seperti ini "Aku teman sekamarnya JB, sebut saja HL (nama disamarkan). Waktu itu dia keluar jam 11 malam, aku bertanya ke JB "kamu mau kemana ?", tapi dia hanya menjawab "aku ingin mencari udara segar" aku benar benar tidak menyangka kalau saat itu adalah hari terakhir melihat dan berbicara dengannya.. Aku yakin kalau kematiannya diserang anjing liar" Adanya pengakuan itu, netizen pun bungkam dan berhenti memberikan komentar negatif. Maka polisi pun mengkonfirmasi bahwa kematian JB disebabkan karna diserang anjing liar. Dan hebatnya, Paran High School menduduki peringkat pertama di mesin pencarian naver dan nate-"
"Apa yang sebenarnya terjadi 2 tahun lalu di Jeju.. Sekolah ini.. Dan hyungnya Kibum..." Gumamnya lalu menatap langit biru "Aku tidak bisa berpikir lagi.. Aku butuh mereka, Yesung hyung.. Donghae hyung.. dan Eunhyuk hyung... Mereka pasti bisa membantuku-
Ceklek.
Krieettt
Seseorang membuka pintu, Kyuhyun berdiri dari tempatnya berdiri. Dengan perasaan was was dia menatap lurus kearah pintu. Beberapa lama kemudian orang itu keluar, yang pertama kali di lihatnya adalah seseorang mengenakan jas dan topi hitam, serta topeng juga tongkat baseball di tangan kanannya.
"Nugu ?" Tanyanya.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku." Orang bertopeng itu mulai mendekat kearahnya, merasa dirinya terancam Kyuhyun mundur beberapa langkah.
"Sepertinya kamu sudah hampir mengetahui segalanya.. Cho Kyuhyun." Kyuhyun kaget, bagaimana bisa orang yang baru ditemuinya itu tahu nama aslinya.
"Kamu siapa?!" Ujar Kyuhyun mulai takut, keadaannya benar-benar terpojok sekarang.
"Cukup sampai disini! Berhentilah mencari tahu tentang apa yang tidak seharusnya kamu tahu." Kata-kata orang itu dingin. Dia mengambil koran yang habis dibaca Kyuhyun dan disimpannya dibalik jasnya "Aku ambil ini..." Masih terus mendatangi Kyuhyun yang terus mundur sampai dia tidak bisa mundur lagi karena punggungnya sudah sampai kedinding gudang itu.
BUGHH
Pukulan yang keras dari tongkat baseball itu ditujukan pada perutnya.
DUAGHH
BUGH
DUKH
Pukulan demi pukulan yang diterimanya tanpa ampun, dari kepala sampai ke hidung, basah oleh cairan berwarna merah pekat, perutnya sakit luar biasa karena mendapat tendangan bertubi-tubi. Orang itu menjambak rambut Kyuhyun yang setengah sadar, lalu mendekatkan kepalanya ketelinga Kyuhyun, dan dia membisikkan sesuatu.
"Dengarkan aku baik-baik.. Ini peringatan pertama yang kamu dapatkan, jika kamu masih keras kepala untuk mencari tahu.. Mungkin kamu atau orang-orang terdekatmu akan aku hukum dan kalau perlu aku langsung mengirimnya ke neraka"
"Apa kau ... Hankyung seonsangnim ?" Tanyanya dengan pelan, rasanya untuk berbicara pun sangat sulit baginya.
"Hmm bukan. Hehehe, aku adalah orang yang selalu ada disekitarmu." Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang untuk sekedar melihat orang bertopeng itu dengan susah payah, ia masih bisa melihat kalau orang itu pergi meninggalkannya begitu saja.
'Kalau pun aku harus mati karena mencari tahu tentang sekolah ini.. Aku tidak perduli.' Ucapnya dalam hati. Ah, untuk berdiri saja dia tidak sanggup. Tapi untungnya dia masih bisa menggerakkan tangannya. Dia mencoba mencari smartphonenya di saku celananya, tak lama dia mengetikkan sesuatu dan mengirim pesan ke seseorang. Saat itu juga kepalanya terasa sangat berat dan pandangnya pun sedikit demi sedikit mulai mengabur dan seketika saja semuanya menjadi hitam.
-TBC-
