Author : RED

Cast : Kibum, Siwon, Kyuhyun, Yesung, Leeteuk, Heechul, Hankyung

Genre : school life, suspense, mystery & etc.

Disclairiming : Fanfict ini ASLI milik RED karna sudah teruji di IPB DAN ITB(?), kecuali Tokoh utamanya yang milik Tuhan YME.

Summary : Untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya, seseorang harus dapat bertahan dan mempertaruhkan nyawanya.

Rate : T 15+

Warning : Terkadang alurnya kecepatan / kelambatan, Typo(ss), bahasanya yang berantakan, Absurd, etc.

copyright 2015

...

ch sebelumnya

"Bawa sepatu itu." Kata Kibum tiba tiba ke Kyuhyun.

"Wae..?" Tanyanya yang masih sedikit kesal.

"Bodoh.. Sidik jarimu ada disitu, kalau sampai polisi menemukannya kamu yang akan ditangkap mereka, bukan si 'X.C' itu." Ujar Kibum malas.

"Arra.. Cih, dasar sok peduli." Setelah berkata seperti itu dia pergi menyusul Yesung, Leeteuk, dan Siwon. Walaupun begitu dia tetap nurut dan membawa sepatu itu.

"Ck, brengsek.." Gumam Kibum kesal lalu beranjak dari tempatnya.

.

Ch. 5

"Buy 1 Get 1"

.

#G-House Busan Motel

02 : 32 AM

Semenjak kembali dari hutan, mereka berlima langsung berkumpul di kamar Donghae. Tidak ada yang mengantuk sama sekali, semuanya sibuk dengan pikiran masing masing sambil menatap Donghae yang belum sadarkan diri.

Ceklek~

Kriett

Guru mereka, Hankyung dan Heechul pun masuk dengan wajah khawatir, mereka duduk disofa yang tersedia disana.

""Loh kenapa kalian belum tidur ? Trus celana kalian juga kenapa kotor begitu.. Memangnya kalian habis darimana ?" Ujar Hankyung membuka pembicaraan.

"Nanti saja seonsangnim, dan kami dari hutan." Jawab Yesung seadaanya.

"Kenapa kalian kehutan ? Bukannya kami menyuruh kalian untuk mencari di pinggir hutan saja." Tanya Heechul.

"Feelingku.. Mereka berdua ada dihutan. Dan ternyata aku benar." Celetuk Kibum, Kyuhyun pun meliriknya dengan sinis.

"Aigoo kalian ini.. Untung saja bisa kembali, kalau tidak.. Kalian lagi yang kami cari." Kata Hankyung.

"Ne.. Mianhae seonsangnim. Kami tidak akan melakukannya lagi" Ujar Siwon sambil tersenyum.

"Ah, tidak apa apa.. Yang penting kalian semua kembali dengan selamat kecuali..." Heechul terdiam, semuanya pun menunduk. Agak lama mereka terdiam sampai Kyuhyun angkat bicara.

"Eunhyuk hilang. Lalu kita harus bagaimana ?"

"Besok kita akan bicarakan itu.. Kyu, sebaiknya kamu istirahat dulu, wajahmu terlihat pucat."

"Yah seonsangnim, mana bisa begitu.."

"Dia pasti baik baik saja-

"Mana mungkin dia baik baik saja!" Kyuhyun memotong ucapan Heechul dan membentaknya.

"Kyu.. Dia itu gurumu." Ingat Leeteuk.

"Ya aku tahu-

"Aku rasa kamu perlu istirahat sekarang. Seonsangnim, aku dan Kyuhyun pamit keluar dulu." Ajak Leeteuk sambil memaksa Kyuhyun untuk ikut dengannya. Sekarang hanya tersisa dua gurunya, serta tiga muridnya yang masih terjaga.

"Kalian bertiga tidak tidur ?" Tanya Heechul.

"Aniyo..Hmm, aku tidak bisa tidur seonsangnim." Ujar Yesung sambil menatap Donghae.

"Aku juga.. Hahh, melihat Donghae begini aku jadi kasihan." Kedua gurunya sontak menatap Siwon, dia yang biasanya diam dan masa bodoh dengan sekitarnya sekarang tampak perduli. Dia akhirnya berubah, pikir kedua gurunya.

"Iya.. Jika kita lambat menemukannya mungkin dia akan berakhir seperti Eunhyuk." Kata Kibum lalu menyilangkan tangannya.

"Apa maksudmu Kibum?" Tanya Hankyung.

"Begini.. Kyuhyun pergi keujung hutan dan dia berdiri ditebing curam itu dan saat aku menyusulnya bersama Leeteuk, kami melihat banyak darah disekitarnya juga tulisan X.C.. dan aku pikir darah itu milik Eunhyuk." Ucap Kibum.

"Kamu tidak bisa langsung menilai darah itu miliknya, Kibum ah. Oh iya, sebelum Donghae benar benar pingsan, dia menyuruh kami untuk menyusul Kyuhyun, aku pun langsung menggendongnya, dan saat dijalan dia bilang sesuatu yang menyangkut Eunhyuk. Tapi aku tidak mendengarnya karena suaranya sangat pelan." Ujar Siwon panjang lebar.

"Aishh.. Biarpun sangat pelan seharusnya kamu mendengarkannya baik baik." Kata Yesung dengan wajah kecewa.

"Mianhae.." Siwon meminta maaf.

"Sekarang sudah jam tiga pagi.. Kalian bertiga tidurlah biar kami yang menjaga Donghae." Ujar Hankyung, karena berkali kali disuruh tidur akhirnya mereka pun menurut. Kini hanya tersisa kedua gurunya.

"Aku pikir Eunhyuk memang jatuh ditebing itu." Celetuk Hankyung.

"Ya.. Pasti akan sulit menemukannya." Ujar Heechul lalu mereka kembali terdiam.

.&.

03 : 05 AM

Beberapa menit yang lalu Leeteuk sudah tertidur pulas, hanya Kyuhyun yang masih terjaga, dia masih memikirkan Eunhyuk. Dia menatap langit langit kamar dan mulai berbicara sendiri.

"Hyung.. Mianhae kalau aku selalu memanggilmu dengan nama. Aku cuma gengsi dan aneh kalau bilang 'hyung'. Sekali.. Sekali saja, aku ingin memanggilmu hyung. Eunhyuk hyung, kamu dimana ?"

'Yah dengar, aku kesini cuma ingin menyampaikan sesuatu. Temanmu yang bernama Eunhyuk, hari ini dia terakhir bernafas'

Mata Kyuhyun melebar saat mengingat itu. Ya, kemarin orang bertopeng itu kerumah sakit untuk menemuinya.

"X.C ... Jangan jangan orang bertopeng itu adalah X.C!" Gumamnya seketika itu juga raut wajahnya berubah.

'Ck, kalau memang benar awas saja!' Batinnya kesal.

Ditempat lain Kibum juga terjaga, dia bersama Siwon duduk dibalkon motel sambil merokok.

Wushh~

Kibum menghembuskan asap rokok itu, "Aku benar benar tidak habis pikir, kejadian 2 tahun lalu akan terjadi lagi." Ujarnya.

"Mungkin saja itu takdir.. Hmm, ngomong ngomong sejak kapan kamu bisa merokok ?" Tanya Siwon.

"Sejak tadi." Sahutnya cuek.

"Ck, aku serius tahu.. Hahh, kamu memang manusia yang sulit ditebak." Kata Siwon sambil tersenyum lalu menghisap rokoknya.

"Apaan sih. Ck, menurutmu... Si X.C itu orang yang sama dengan 2 tahun yang lalukah? Feelingku bilang kalau mereka orang yang sama."

"Entahlah, mungkin iya mungkin juga tidak."

"Aish... Pokoknya kita harus cepat menemukan orang itu sebelum polisi."

"Iya, tapi bagaimana caranya ?"

"Aku masih belum tahu.."

"Yak, kamu ini gimana sih."

"Tapi... Bagaimana kalau besok Donghae benar benar sadar" Kibum menjeda kata katanya lalu melihat kearah Siwon, "Kita langsung menanyainya, siapa tahu kita mendapatkan petunjuk tentang X.C"

"Ah iya, semoga saja dia tidak lupa dengan apa yang terjadi pada dirinya dan Eunhyuk." Kata Siwon lalu membuang rokoknya.

"Ya... Ah, dinginnya. Ayo kita masuk." Ujar Kibum lalu mematikan rokoknya dan kembali masuk kedalam motel diikuti Siwon dibelakangnya.

.&.

#B Beach

10 : 21 AM

Pagi ini suasananya sangat bagus, matahari bersinar cerah bersama langit yang biru, dan ombak pantai yang menerjang sedang ke pesisir pantai Busan. Mereka, teman-teman Kyuhyun, gurunya dan tim SAR. Sibuk mencari sesuatu disana. Ya, mereka sedang mencari Eunhyuk yang hilang.

"Ck, coba kalian lihat! Hari ini suasanya cerah, karena orang itu. Kita tidak bisa bermain main dan berjemur." Celetuk perempuan itu kesal.

"Iya, sangat merepotkan! Nanti sore kita sudah berangkat ke Jeju kan? Ah, waktu bersantaiku disini habis dan terbuang sia sia karena dia" Timpal temannya.

Kyuhyun mendengarkan pembicaraan kedua perempuan itu didepannya. Awalnya dia hanya diam mendengarkan dibelakang, tapi lama kelamaan mereka berdua semakin menyalahkan dan mengatai orang itu -Eunhyuk-. Dia pun merasa kesal, ingin rasanya mengatai mereka juga tapi sebelum dia melakukan itu, dua orang yang lain sudah mendahuluinya.

"Lebih baik tutup mulut kalian berdua. Sebelum aku merobeknya." Seperti biasa, kata katanya dingin dan wajahnya juga datar. Siapa lagi kalau bukan Kibum.

"Seharusnya kalian turut bersedih atas hilangnya teman kalian. Bukan menghujatnya." Ujar laki laki lain, Siwon.

"Ck, masa bodoh! Asal kalian bertiga tau saja, dia itu bukan teman kami! Jimin ah, kajja kita pergi." Perempuan itu pun pergi bersama temannya.

"Aish, yeoja sialan! Mau mati, eoh!" Ujar Kyuhyun kesal lalu ditenangkan oleh mereka berdua.

"Biarkan saja."

"Kibum benar, biarkan saja orang yang seperti itu. Kamu jangan terbawa emosi."

"Arra! Ck."

"Dimana Yesung dan Leeteuk ?"

"Iya.. Sejak sampai disini aku tidak melihatnya."

"Dia dan Leeteuk mencari dibagian sana."

"Oh."

"Hmm, kata Hankyung seonsangnim kita harus segera menemukan Eunhyuk, soalnya nanti sore kita akan pergi ke Jeju."

"Mwo?! Masih tetap dilanjutkan kah study tour ini? Yah, bisa bisanya mereka mmphhtt mmmpftt" Kibum membungkam mulut Kyuhyun dengan tanganya karena dia berbicara terlalu keras.

"Berisik." Setelah berbicara seperti itu dia melepaskan tangannya dan Kyuhyun hanya mendengus kesal.

"Mungkin saja karena study tour tahun ini baru diadakan lagi, jadi mereka tetap melanjutkannya walaupun..." Siwon tidak melanjutkan kata katanya..

"Aish! Aku tidak habis pikir dengan kedua guru kita itu. Yah, ngomong ngomong, tumben sekali kalian berdua mendatangi aku dan banyak bicara begini. Ada apa dengan kalian ?" Mendengar itu, mereka berdua pun langsung membalikkan badan berniat untuk meninggalkan Kyuhyun.

"Chamkkaman. Aishh, kalian ini.. Yasudah, kalau kalian tidak mau bicara. Ayo kita mencari Eunhyuk hyung bersama sama."

Disisi lain, Leeteuk berpisah dengan Yesung mencari kebagian lain. Mereka sepakat melakukan itu supaya Eunhyuk dapat cepat ditemukan.

Dari kejauhan Leeteuk melihat sesuatu seperti orang yang sedang tengkurap dipinggir pantai, dengan kemeja putihnya serta celana jeans warna hitam dan dia hanya memakai sebelah sepatunya. Dia pun berlari kearah orang itu, perasaan khawatir dan takut bercampur menjadi satu.

Setelah dia sampai didepan orang itu, dia langsung membaliknya. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui siapa orang itu.

"Eunhyuk!" Ujarnya kaget dan setengah berteriak. Percuma, tidak akan ada yang mendengarnya karena hanya dia sendiri yang posisinya paling jauh diantara yang lain.

"A-apa yang sudah terjadi padamu..." Ujarnya lagi pelan dan sedikit gemetar, saat melihat kondisi Eunhyuk yang tidak baik baik saja. Bibirnya membiru dan badannya yang setengah bengkak serta perutnya terdapat goresan yang cukup besar dan dalam. Dan goresan itu bertuliskan X.C.

Leeteuk terduduk, tangan kanannya terangkat untuk memegang perut Eunhyuk yang sedikit mengeluarkan darah sedangkan tangan kirinya menarik kepalanya Eunhyuk untuk ditidurkan dipahanya, "Si X.C itu kah yang membuatmu seperti ini... Aigo, kemejamu dan perutmu sampai begini... Tunggu sebentar, aku akan memanggil yang lain.. Dan secepatnya kami akan menemukan dia... DOWAJUSEYO! DOWAJUSEYOO!" Leeteuk berteriak sekencang kencangnya tak terasa bulir air berwarna bening itu jatuh dipipinya.

Walaupun dia tidak terlalu dekat dengan Eunhyuk, melihat kondisinya yang seperti itu membuatnya miris dan kasihan. Padahal baru kemarin mereka berbicara banyak dimotel. Tapi siapa yang tahu kalau itu adalah hari terakhirnya.

Tak lama anak anak yang lain, kedua gurunya, dan tim SAR pun datang.

"Omo.. Lee Hyukjae! Jungsoo! Apa yang terjadi padanya ?! Kenapa dia bisa seperti ini.." Ujar Hankyung lalu mengangkat Eunhyuk ala bridal style, dan Leeteuk hanya diam saja sambil menunduk menyembunyikan kesedihannya.

"Ha-hankyung seonsangnim! Heechul seonsangnim!" Seorang anak perempuan yang baru datang dan mencegat gurunya.

"Kamu ini kenapa ! / Ada apa ?!" Ujar mereka berdua hampir bersamaan.

"D-donghae... Ddi-i-dia.. Dia tidak bernafas lagiii" Semua pun langsung shock mendengarnya.

"Yak! Park Sera! Kamu jangan main main! Donghae masih tidur dikamarnya." Kata Heechul geram, bisa bisanya dua anak muridnya meninggal secara bersamaan. Itu tidak mungkin.

"Aku tidak bohong! Aku juga tidak bercanda! Dia.. Dia benar tidak bernafas lagi. Aku melihatnya.. Dia terjatuh dari tempat tidurnya... Aku menghampirinya dan mencoba membangunkannya, tapi dia tidak bangun bangun. Aku pun mengecek urat nadinya dan mendekatkan jariku ke hidungnya.. Tapi tidak ada! Urat nadinya tidak bekerja, dan dia tidak bernafas!" Kyuhyun pun mendekat dan mencengkram pundak perempuan itu.

"Katakan kalau kamu itu bohong..!" Katanya dengan tatapan tajam.

"A-aku benar benar tidak berbohong... Aku.. Aku serius!" Ujarnya takut. Mendengar itu Kyuhyun langsung berlari menuju motel, Yesung pun juga ikut berlari diikuti Kibum dan Siwon.

"Ya Tuhan.. Jangan lagi." Gumam Leeteuk sambil mengacak rambutnya lalu berlari.

"Hey! Kalian berlima mau kemana?! Hankyung ah, tolong kamu urus Eunhyuk. Aku akan pergi menyusul mereka." Hankyung mengiyakan dan Heechul pun menyusul mereka.

.&.

#G-House Busan Motel

11 : 07 AM

BRAKK

Kyuhyun menendang pintu utama lalu masuk, dia berjalan setengah berlari menuju kamar Donghae yang bersama Eunhyuk.

"Hyung!" Ujarnya kaget, benar saja Donghae tertidur dilantai dengan keadaan yang sama seperti Eunhyuk, tengkurap. Dia pun mendekat dan mengguncang badannya keras.

"Kamu kenapa hah?! Yah, jangan buat aku khawatir! Bangun bodoh! Kenapa diam saja ?! Aku bilang bangun, kalau tidak aku akan meninjumu! Yah, ireonaa! Ireona...! Hyung... Hae hyung..! Ireona.. Jebal...Hiks.." Melihat itu, Yesung menangis dan Leeteuk yang berada disampingnya merangkulnya dan mereka pun menangis bersama.

"Aku tahu perasaanmu... Sudahlah jangan menangis.. Kamu harus tegar dihadapan mereka yang lebih muda darimu... Uljimma.. " Ujar Leeteuk berusaha menenangkan Yesung, tapi dia sendiri menangis juga. Siwon tergugah hatinya untuk ikut merangkul Yesung.

"Kalian bertiga... Menangislah. Disini hanya ada kita berenam. Ah tidak, mungkin Eunhyuk juga ada disini.." Kyuhyun, Yesung dan Leeteuk langsung menangis sejadi jadinya. Kibum hanya terdiam mendengar kata kata dari Siwon.

Disisi lain Heechul berdiri agak jauh dari mereka, "Berikan mereka waktu sebentar, Heechul ah.." Ujarnya kepada diri sendiri lalu pergi keruang utama.

'Aku tidak tahu.. Bagaimana bisa, Siwon secepat itu akrab dengan mereka. Ah bukan hanya dia.. Tapi aku juga.. Apa karena study tour dan kejadian ini kami menjadi akrab satu sama lain ? Ah sudahlah itu tidak penting. Aku pikir, berteman dengan mereka tidak terlalu buruk juga.' Ujar Kibum dalam hati.

Dia menghampiri Kyuhyun yang menangis sambil memeluk Donghae, "Heh jelek! Jangan menangis." Kyuhyun pun menoleh.

"Bagaimana aku tidak menangis kalau kedua hyungku sekaligus pergi... Kalau satu aja aku mungkin bisa terima tapi ini..." Tiba tiba, Kibum mengusap air mata Kyuhyun dan mencubit pipinya.

"Arghh.. Apa yang kamu lakukan!"

"Berhentilah menangis. Pasti mereka berdua sangat sedih karena melihat mukamu yang jelek ini semakin jelek . Dan kalian berdua! Leeteuk dan Yesung.. Apa kalian tidak malu menangis dihadapan aku dan Kyuhyun, kalian itu lebih tua jadi jangan menangis lagi eoh." Tak sengaja Kibum melihat secarik kertas yang tidak jauh dari posisinya, diam diam dia memasukkannya kedalam kantong celananya.

"Ah, maksud Kibum itu.. Sebenarnya dia berniat untuk menenangkan kalian tapi sepertinya cara penyampaiannya salah. Tolong maklumi dia. Yah sebaiknya kita secepatnya membawa jasad Donghae kerumah sakit." Ujar Siwon, Kyuhyun, Yesung dan Leeteuk mengangguk dan Kibum hanya mendengus kesal.

.&.

#B Hospital

11 : 52 AM

Mereka berlima berada dirumah sakit bersama kedua gurunya untuk menunggu hasil pemeriksaan Donghae dan juga Eunhyuk. Kyuhyun hanya mondar mandir dikoridor memikirkan sesuatu sambil menunggu hasilnya.

"Ini pasti perbuatan orang bertopeng itu juga!" Celetuk Kyuhyun tiba tiba.

"Orang bertopeng... Siapa dia ?" Tanya Yesung.

"Iya.. Memangnya dia siapa ?" Tanya Leeteuk juga.

"Aku pikir dia si X.C.. Aku yakin sekali kalau dia orang yang sama.. X.C dan orang bertopeng itu. Dia yang membunuh Donghae dan Eunhyuk"

"Kamu tahu darimana ?"

"Kemarin saat aku tersadar dari koma, orang bertopeng itu menemuiku dirumah sakit. Dia bilang, dia akan membuat Eunhyuk hyung tidak bernafas lagi tapi ternyata Donghae hyung juga..-

"Berarti orang bertopeng itu tidak bisa kamu percaya."

"Memangnya orang bertopeng itu siapa ? Ya Kibum ah, kamu... Percaya kata katanya ?"

"Siwon ah, coba kamu pikir lagi... Mana mungkin Kyuhyun yang baru sadar dari komanya langsung menyusul kita kemari memakai mobil appanya-

"Ya! Aku tidak akan mungkin kesini kalau dia tidak bilang seperti itu! Pokoknya orang bertopeng itu si X.C!"

"Cho Kyuhyun! Seharusnya kamu menceritakannya lebih awal!"

"Mi-mianhae Yesung hyung.. Aku lupa..."

"Kalau begitu mulai dari sekarang kita harus saling menjaga satu sama lain ? Iya kan Kibum ah, Siwon ah ?"

"Kamu benar Leeteuk ah. Kyuhyun ah, memangnya apa yang sudah kamu lakukan sampai orang bertopeng itu, ah maksudku si X.C sampai melakukan hal ini ?"

"Aku juga tidak tahu, Siwon ah. Apa mungkin karena aku melihat koran itu ya.."

"Koran apa-

"Yah kalian sedang bicara apa ? Serius sekali sepertinya. Boleh kami ikut ?" gurunya, Hankyung memotong ucapan Leeteuk dan duduk disampingnya, sedangkan Heechul dia hanya berdiri sambil tersenyum.

"Ah begini seonsangnim..." Kyuhyun menceritakan semuanya kepada kedua gurunya sampai selesai.

"Kita harus ekstra hati hati. Bisa saja X.C akan membunuh orang terdekatmu lagi.." Ujar Hankyung.

"Iya itu benar. Dengar, jangan ada yang bepergian sendiri atau berdua. Maksimal tiga atau empat orang." Tambah Heechul.

"Empat orang apa tidak terlalu banyak seonsangnim ?" Tanya Siwon.

"Untuk jaga jaga saja. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang untuk ketiga kalinya." Ujar Heechul lagi.

"Yah, Kyuhyun ah.. Tadi kamu bilang, kalau kamu menemukan koran lama itu di mejanya Heechul benarkan ?" Tanya Hankyung.

"Iya.. Sekali lagi aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk mengambilnya.." Kyuhyun sambil menunduk.

"Hankyung ah, apa jangan jangan X.C itu yang membunuh Jaebum dulu ? Menurutku, mungkin dia marah kalau kejadian itu diungkit lagi dan ternyata dia memang benar benar ada disekitar kita. Ini hanya menurutku loh ya.." Ujar Heechul.

"Mwo ?" Kibum kaget sebentar setelah itu dia kembali diam dan memikirkan sesuatu.

"Yah aku pikir juga seperti itu.. Tapi kalau sampai yang kamu katakan itu benar, akan berbahaya sekali jika pembunuh itu berada disekitar kita." Hankyung gusar.

"Seonsangnim, biar dia cuma sendiri, dia bisa melenyapkan dua orang sekaligus. Itu tidak bagus. Kita harus memberitahu polisi sekarang." Kata Leeteuk.

"Iya.. Semakin cepat kita memberitahu polisi, semakin cepat juga orang itu tertangkap." Tambah Yesung.

"Jangan.. Kita harus menangkapnya sendiri.. Walaupun aku rasa itu tidak mungkin tapi.. Kita harus menangkapnya sendiri.. karena dengan cara seperti itu nama baik sekolah kita akan tetap terjaga." Kata Hankyung.

"Itu mustahil-

"Permisi.. Disini siapa wali dari Lee Donghae dan Lee Eunhyuk ?" Ujar seorang dokter laki laki tiba tiba, semuanya pun langsung berdiri.

"Kami berdua." Ujar Heechul, disampingnya Hankyung mengangguk.

"Kalian.. Berdua ?" Ujar dokter itu, mengerti gelagatnya yang sedikit aneh Hankyung langsung menjelaskan.

"..Ah kami berdua adalah guru dari Lee Donghae dan Lee Eunhyuk."

"Oh aku pikir... Kajja, kita keruangan saya sekarang." Dokter pergi duluan bersama Hankyung.

"Kalian berlima tunggu disini. Jangan kemana mana. Arraseo ?" Mereka pun mengangguk mengerti, setelah itu Heechul pun pergi menyusul dibelakang.

16 menit sudah berlalu, Hankyung dan Heechul belum datang juga. Mereka berlima mulai tampak bosan.

"Aku pergi ke toilet dulu." Celetuk Kibum.

"Aku ikut." Kata Siwon dan Leeteuk bersamaan.

"Kalian gila ? Ck, biar aku sendiri." Kibum sudah mulai beranjak dari tempatnya tapi dicegat oleh Yesung.

"Kata Heechul seonsangnim kita tidak boleh jalan sendirian. Maksimal tiga atau empat orang." Ujar Yesung.

"Kamu memperlakukanku seperti anak kecil!" Kibum mulai kesal.

"Ayolah jangan seperti itu.." Bujuk Yesung.

"Ck, arra!" Kibum pergi bersama Siwon dan Leeteuk.

"Hahh.." Yesung terduduk disamping Kyuhyun sambil menghembuskan nafas lega.

"Kyu.. Kamu kenapa dari tadi diam saja ?" Tanya Yesung.

"Aku..." Kyuhyun menoleh kearah Yesung.

"Omo..! Wajahmu pucat.. Mumpung masih dirumah sakit, ayo kita periksa kesehatanmu!" Yesung merangkul Kyuhyun.

"Nanti... Tunggu mereka kembali baru aku mau periksa."

"Aishh..!"

Disisi lain, Kibum sedang berada didalam bilik paling pojok, toilet laki laki. Diluarnya Siwon dan Leeteuk menunggu.

'Siapapun yang membaca ini.. Mungkin aku sudah tidak bernafas lagi. Sebenarnya aku benar benar tidak ingin pergi seperti ini, tapi X.C datang untuk menjemputku sekarang.. Sebenarnya aku ingin menceritakan apa yang sudah terjadi pada kami, tapi waktuku tidak banyak. Yah jadi.. Tolong ingat pesanku ini, pertama kumohon beritahu Kyuhyun untuk jangan mengungkit kejadian itu, jika dia masih melakukannya tolong hentikan dia. Itu akan membahayakan yang lain dan dirinya sendiri. Cukup kami berdua saja yang mendapatkan ganjarannya karena orang itu benar benar ada dan sekarang dia sedang mengawasi gerak gerik Kyuhyun, Yesung, Leeteuk, Kibum dan Siwon.'

Kibum membaca kertas yang dibawanya tadi dengan wajah serius dan dia sangat fokus.

'Kedua dan ini yang terakhir, jangan percaya pada orang sekitarmu. Sudah waktunya aku pergi. Sampai ketemu lagi.'

Kibum terdiam sejenak, butuh 5 menit untuk menganalisa semuanya dan akhirnya dia menemukan jawabannya.

"Sepertinya aku tahu dia siapa..." Gumamnya sambil menatap tajam kertas itu, 'Terima kasih sudah meninggalkan pesan ini. Karena kamu, aku bisa tahu orang itu siapa. Donghae ssi, kematianmu tidak sia sia. Aku janji, secepat mungkin aku akan bertemu dengan dia dan membalaskannya.' Ujarnya lagi dalam hati.

"Kibum ah.. Kamu sedang apa ? Kenapa lama sekali." Ujar Leeteuk dari luar.

"Sebentar." Sahut Kibum dan tak lama dia pun keluar dan kembali ketempat Yesung dan Kyuhyun berada.

'Aku tidak tau jika mendapatkan informasi sepenting ini. Harus dibayar dengan dua nyawa sekaligus. Hmm, jika di ibaratkan.. Aku ini seperti seoarang penjual, jika aku ingin cepat mendapatkan uang. Aku akan memasang plang yang bertuliskan BUY 1 GET 1. Pembeli pun akan langsung datang dan membelinya. Ya.. Uang yang didapat adalah informasi dan barang yang dijual adalah Donghae dan Eunhyuk.'

'Jika mereka mau memikirkan kembali apa yang sudah terjadi. Mungkin mereka akan menemukan jawabannya.. Sama sepertiku.' Ucap Kibum dalam hati.

-TBC-

Yah, maaf updatenya lama.. hmm, mungkin chapter ini alurnya paling lambat.. hehe gomen gomen.

terima kasih ya sudah mau nunggu atau pun membaca. hehe terima kasih!

.replay reviews.

Emon204 : sayangnya dia mati /smirk/. dia X.C, kamu tau lah dia siapa ckck.

hahaha iya dia mah gitu orangnya ckck.

iyakah ? wah sayangnya dichapter ini juga kurang tegang.. hehe gomen...

Kim Nayeon : dia X.C .. aku tau kok kamu pasti tau.

.kkeut.

see you.