Tetsuya's Twin Sister

Tetsuna menghempaskan tubuhnya ke sofa. Dengan kasar, tangannya memencet Remote TV untuk mencairkan suasana. Tetsuya yang dari raut wajahnya terlihat kesal, membuka kulkas dan mengambil air dingin berharap air itu bisa sedikit mendinginkan kepalanya.

"Aku tak tahu hubunganmu dan Akashi sudah sejauh itu" ucap Tetsuya bernada sinis.

Tetsuna yang merasa ini bukan salahnya mencoba untuk membela diri. "Memang tidak sejauh itu"

"Kalau begitu untuk apa Akashi meminta izin dariku? Katamu hubungan kalian hanya teman sekelas"

"Memang hanya teman sekelas! Seharusnya aku yang marah! Yang ingin ia jadikan pacar kan aku bukan kau!" Tetsuna berdiri menatap kembarannya itu liar. Sebagai seorang wanita, ia tak mau disalahkan atas sesuatu yang tidak di perbuatnya.

Tetsuya merasa kalah. Kadang ada saat dimana 'Wanita selalu benar'. Memang benar ini bukan kesalahan Tetsuna. Melimpahkan kepadanyapun akan sia-sia saja. Karena sama sepertinya, Tetsuna sangatlah keras kepala. Ia pun berjalan meninggalkan Tetsuna yang masih siap menyerangnya dengan kata-kata yang lebih tajam.

Sesampai dikamar, tangannya merogoh ke saku mencari ponsel pintarnya. Jari jemarinya menari di atas layar lalu berhenti ketika ibu jarinya berhasil menekan tombol panggil.

"Moshi-moshi(halo), Nii-san? Apa kau sedang sibuk?" Tetsuya membuka mulut ketika nada sambung panggilannya berhenti.

"Ah, Tetsuya. Ada apa? Bagaimana keadaan Tetsuna? Ia sudah sampaikan?" Yang di sebrang sana malah balik bertanya.

"Iya dia sampai semalam. Ano Nii-san. Bisakah kita bicara sebentar? Ini tentang Tetsuna dan Akashi"

Hening sesaat.

"Ada apa dengan mereka?" Tanya Chihiro khawatir.


Kurobas belong to Fujimaki Tadotoshi-sensei~

YATAA~ Fic kedua selesai lebih cepat daripada perkiraan Ha-Chan~

Genre : Famimly, Romance, Comedy, Friendship

Pairing : AkaxFem!Kuro

Rate : T

All Chara OOC! Alur Gaje! Komedi garing!

*maaf apabila ada kesamaan ide. fic ini murni pemikiran Ha-Chan*

Happy Reading Minna~


Tetsuna sangat kesal dengan Tetsuya. Ia sama sekali tidak paham pola pikir seorang pria. Menurutnya Akashi adalah sosok pria yang cukup baik dan sopan terhadap dirinya. Bahkan tak jarang Akashi membantunya ketika ia sedang dalam kesulitan.

Tangannya sibuk mengetik di ponselnya. Ia sedang membalas E-mail dari Akashi dan teman-temannya.

From : Akashi Seijurou

To : Kuroko Tetsuna

Subyek : Kau baik-baik saja?

Maaf aku tak berbicara denganmu dulu sebelumnya. Kurasa akan lebih menarik kalau kau dan Tetsuya tahu secara bersamaan.

From : Kuroko Tetsuna

To : Akashi Seijurou

Subyek: RE: Kau baik-baik saja?

Tak apa Akashi-kun. Aku memang terkejut, tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan.

From : Akashi Seijurou

To : Kuroko Tetsuna

Subyek : Acara

Baiklah. Kalau begitu, maukah kau jalan berdua dengan ku besok? Sebagai tanda permintaan maaf?

Tetsuna tersenyum sendiri melihat ponselnya. Dengan cekatan, jarinya mengetik,

From : Kuroko Tetsuna

To : Akashi Seijurou

Subyek : RE: Acara

Baiklah. J

. . . . .

Tetsuya menatap langit-langit kamarnya. Ia sangat depresi karena mengidap penyakit sis-con yang kronis. Menurutnya, Tetsuna masih terlalu dini untuk berhubungan lebih dengan seorang pria selain keluarganya. Apalagi dengan seorang Akashi Seijurou yang di matanya bak setan merah berkepribadian ganda.

Kakaknya—Chihiro—sangat terkejut ketika Tetsuya menceritakan semuanya. Bahkan ia langsung tancap gas ke Tokyo setelah mendengarnya. Keduanya tak habis pikir mengapa Akashi bisa terpikat dengan saudara perempuannya itu.

Padahal jika dibandingkan dengan wanita lain seumurannya, Tetsuna sangatlah biasa saja. Dan berbeda dengannya, Tetsuna sangat tidak peka dengan lingkungan sekitarnya. Apa ia tidak tahu bagaimana sifat Akashi kalau sudah berduel dengan gunting seksinya?

Bagaimana kalau nanti ketika mereka pacaran nanti Tetsuna harus rela berurusan dengan gunting Akashi? Bagaimana kalau nanti Tetsuna di suruh melakukan hal yang aneh-aneh? Apa Akashi akan menyuruhnya lari sepuluh putaran mengelilingi lapangan juga jika Tetsuna membuat kesalahan?

Pikiran Tetsuya melayang jauh. Ia benar-benar tidak rela menyerahkan saudaranya yang kuudere itu kepada lelaki yang kadang sifatnya sangatlah yandere. Perlahan kelopak matanya terasa semakin berat. Dalam hitungan menit, Tetsuya sudah terlelap pulas di ranjangnya.

. . . . .

Akashi masih terkekeh geli memandang sebuah foto dari ponsel pintarnya itu. Di foto tersebut, Tetsuya dan Tetsuna, masing-masing sedang sibuk menyeruput Vanilla Milkshake-nya. Keduanya berwajah datar tidak sadar kalau seseorang sedang memotret mereka.

Manik Dwiwarna-nya menelusuri gambar tersebut dengan teliti. "Mereka berdua sangat manis," gumamnya kecil. Tak lama, ada sebuah getaran kecil dari ponsel tersebut. Dilihatnya sebuah e-mail baru dari seseorang. Calon pacarnya.

Senyumnya makin merekah ketika membaca isi pesan tersebut. "Kau sangat menarik. Aku jadi ingin cepat-cepat memilkimu seutuhnya" ucap Akashi lembut.

Sebenarnya, Akashi sudah jatuh hati kepada Tetsuna sejak mereka pertama kali bertemu. Surai baby blue yang menjulang bebas menyelimuti bahu kecil itu. Serta wajah putih pucat Tetsuna yang selalu berekspresi datar namun terlihat sangat manis di matanya membuat Akashi merasakan getaran yang berbeda.

Yang makin membuat Akashi terpikat adalah sifatnya yang sangat mirip dengan Tetsuya—kalem dan sederhana-. Diam-diam banyak orang yang juga jatuh hati kepada gadis itu, tapi karena Akashi selalu berada di sampingnya bak singa penjaga membuat mental mereka langsung jatuh ke titik nol.

Menurut Akashi, mengejar hati Tetsuna bukanlah hal yang mudah. Berkali-kali ia mengucapkan kata suka kepada gadis itu, tapi hanya di balas dengan jawaban 'aku juga menyukaimu sebagai seorang teman' Memang sangat memalukan mengingat ia hanya dijadikan Friendzoned oleh gadis manisnya itu. Tapi entah mengapa Akashi enggan menyerah. Adalah tantangan tersendiri baginya meluluhkan hati Tetsuna. Belum lagi ia harus menjinakkan kedua saudara Tetsuna yang sangat overprotective itu.

. . . . .

Tetsuna berjalan gontai menuju meja makan. Surai baby blue-nya berantakkan karena baru bangun tidur. Ia bangun sedikit siang mengingat malam sebelumnya ia begadang hingga larut untuk bertukar pesan dengan Akashi. Langkahnya terhenti melihat sesosok punggung yang membelakanginya.

"Chihiro-nii?" tanya Tetsuna polos

Pungung itu berbalik lalu menatapnya lembut. "Ah, Ohayou(selamat pagi) Suna-Chan" ucap Chihiro lembut. Tetsuna duduk di sebelah kakaknya yang kembali menonton berita di televisi.

"Nii-san ngapain ke Tokyo juga? Apa ayah tak marah?"

"Ah, aku sudah selesai belajar kemarin. Jadi Ayah mengijinkanku ke Tokyo juga. Lagipula terakhir kali aku ke sinikan dua tahun yang lalu" jawab Chihiro bohong.

Ia dan Tetsuya sudah sepakat untuk menyembunyikan alasan yang sebenarnya. Ia juga keberatan jika Akashi memacari adik perempuan satu-satunya itu. Bisa-bisa Tetsuna akan tercemar oleh sifat Akashi yang absolut dan penuh intimidasi. Memang salahnya karena membiarkan Akashi dan Tetsuna terlanjur dekat. Mengingat mereka bertiga sama-sama bersekolah di Rakuzan.

Tak lama Tetsuya datang bergabung dengan mereka berdua di ruang keluarga. Chihiro dan Tetsuya diam-diam memandangi ponsel Tetsuna. Jari jemari gadis itu menari cepat merangkai kalimat. Kadang Tetsuna tersenyum sendiri jika ada dering tanda e-mail baru. Membuat keduanya makin penasaran.

"Hari ini kalian ada acara?" tanya Chihiro untuk mencairkan suasana.

Tetsuya mengusap tengkuknya memandangi Tetsuna yang masih tenggelam dalam ponselnya. "Ah, hari ini kita berdua mau ke—"

"Aku ada acara dengan Akashi-kun hari ini. Oh iya Tetsuya,ke toko bukunya besok saja ya" Tetsuna bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi. Meninggalkan Tetsuya yang mulutnya terbuka lebar karena merasa di buang. Chihiro hanya menepuk pundak adiknya tanda simpati.

"Belum pacaran saja sudah seenaknya" ucap Tetsuya kesal.

"Bukannya lebih baik kalau seperti ini?"

"Apa maksud nii-san? Apa nii-san mau punya-" Chihiro mengedipkan matanya sebelah. "Ah. Benar juga. Baik lah kalau begitu" keduanya tersenyum sinis membentuk Aura hitam kelam di belakangnya.


Maafkan Ha-Chan karena telah PHP minna :"(

Semoga chap selanjutnya akan bisa diposting lebih cepat!

RnR please?

Arigatou Gozaimasu~