Tetsuya's Twin Sister
"Nii-san. Aku malu" ucap Tetsuya dari balik pintu toiletnya.
Kedua tangan Chihiro terlipat. Punggungnya ia sandarkan ke dinding. "Tidak apa Tetsuya. Disini sepi"
Tetsuya kembali merajuk. "Tapi, tetap saja aku malu" Chihiro mulai dongkol. Sudah sepuluh menit ia menunggu. Namun sang adik tak kunjung keluar. Ia khawatir rencananya nanti akan berantakan.
"Sudahlah Tetsuya jangan man-" pintu bilik toilet itu terbuka. "ja. Eh, Tetsuna?" Tetsuya keluar dengan menggunakan pakaian yang sama dengan saudara kembarnya itu ditambah wig baby blue sebahu. Dandannya kini sangat mirip dengan Tetsuna. Dengan kata lain ia sengaja berdandan menyerupai Tetsuna, agar bisa bertukar tempat dengan saudaranya untuk mengecoh Akashi.
"Aku TETSUYA, nii-san" jawabnya rishi.
Chihiro hanya tertawa geli menanggapi kelakuan adiknya. "Kalian sangat mirip. Tapi hanya aku, ayah, dan ibu yang bisa membedakan kalian kalau sudah seperti ini"
Tetsuya mengembungkan pipinya. Ia sedikit menyesal karena telah menganjukan ide seperti ini. Satu hal yang tidak ia mengerti. Kenapa Chihiro memiliki pakaian yang sama persis dengan yang digunakan Tetsuna sekarang. Ketika ia bertanya tadi pagi, kakaknya hanya menjawab. 'aku punya duplikat setiap pakaian yang Tetsuna miliki'
Duplikat? Memangnya kunci gitu?
"Nii-san, ayo cepat keluar sebelum ada orang lain yang masuk. Bisa mati karena malu aku nanti kalau dikira perempuan mesum yang masuk toilet laki-laki" chihiro mengangguk menyetujui hal itu. Mereka berdua akhirnya keluar tanpa ada saksi mata satu orang pun.
Tetsuya kembali menyalakan aplikasi gps-nya. Mencari tahu letak Tetsuna sekarang. "Mereka ke arena air"
"Lumayan dekat" Chihiro dan Tetsuya berjalan menuju tempat yang dimaksud. Lalu mereka kembali bersembunyi di semak-semak guna memantau keadaan.
Tak lama, Akashi dan Tetsuna keluar dengan keadaan basah kuyup. Merasa ini merupakan kesempatan yang besar, Chihiro memberikan sedikit pengarahan. "Nanti kalau Tetsuna ke toilet untuk mengeringkan diri, kau langsung saja ke tempat Akashi. Aku yang akan mengurus Tetsuna. Ingat, bersikaplah seperti kau adalah Tetsuna. Agar ia tidak akan mengenalimu"
Tetsuya membulatkan tekadnya. Dalam hati ia berdoa semoga ini bukan hari terakhirnya melihat matahari. Seperti perkiraan Chihiro, keduanya berpisah. Akashi ke toilet laki-laki. Tetsuna ke toilet perempuan.
Dengan kecepatan super, Tetsuya berdiri di depan toilet laki-laki. Dan Chihiro berjaga-jaga di depan toilet perempuan.
Akashi keluar lebih dulu. Menatap Tetsuya—yang kini menjadi Tetsuna—datar. Tanpa banyak bicara, ia kembali memegang tangan gadis—padahal itu Tetsuya(?)—itu. "Kau cepat sekali," ucapnya datar.
"Sekarang kita mau kemana?" Akashi menatap mata Tetsuya. Keringat dingin mulai menghujani dirinya. Takut-takut identitasnya terbongkar dan membuat seluruh rencana ini hancur berantakkan.
"A-Akashi-kun maunya kemana?" tanyanya ragu-ragu.
"Hmm," Akashi memandang sekelilingnya. Tanganannya terus menggenggam tangan Tetsuya erat. "Roller coster?"
GLEK!
Tetsuya menelan ludah. Itu sih cari mati namanya. Bagaimana kalau nanti wignya terbang terbawa angin?
"Tidak mau!" tolaknya tegas.
"Kenapa?"
"Pokoknya tidak mau!" sifat keras kepalanya keluar lagi.
"Baiklah, kita akan naik ke wahana yang sedikit lebih santai" Akashi menyerah. Mereka berjalan ke wahana komidi putar. Tetsuya menghembuskan nafas lega. Setidaknya di wahana ini ia tidak akan kehilangan wig sekaligus nyawanya.
Kurobas belong to Fujamaki tadotoshi-sensei~
Disn*y La*d juga bukan punya Ha-Chan.
Terimakasih untuk : Kishiro Haisane, Ritsu0593, murochan, Rei Arisawa, PouKyung yang telah sempat memberikan Review-an atas FF abal ini. maaf karena Ha-chan tidak bisa membalasnya satu-satu.
Terimakasih juga untuk para Followers serta orang-orang yang telah memfavoritkan FF ini. maaf tidak Ha-chan sebutkan satu persatu.
Terima kasih juga untuk para Silent Reader yang terus menanti kelanjutan FF ini :")
Pairing : AkaFem!Kuro
Rated : T
Genre : Family, Romance, Friendship, and Comedy maybe?
WARN : Gaje! Alur ga jelas! OOC! Typo karena Auto corect atau human eror atau campuran keduanya!
FF ini murni pemikiran Ha-chan. maaf apa bila ada kesamaan ide.
DLDR
Mind to RnR?
Happy Reading Minna~
Tetsuna menatap sekeliling dengan teliti. Mencari-cari pemuda bersurai merah menyala itu. "Kemana dia?" gumamnya kecil. Bosan menunggu, ia memilih angkat kaki dari tempat itu. Berjalan mengelilingi taman bermain. Chihiro lengah. Ia terlalu santai dalam menjalankan tugasnya. Sehingga kehilangan jejak Tetsuna.
"Setidaknya aku bisa santai sebentar" Tetsuna tersenyum lega. Ia sama sekali tidak memiliki minat untuk menghubungi Akashi, karena tahu kalau ia masih memiliki hutang dua buah permintaan. Toh, pada akhirnya mungkin nanti Akashi lah yang menghubungi Tetsuna lebih dulu. Makanya, sebelum hal itu terjadi ia memilih untuk melihat-lihat Disn*y La*d.
"Kuroko?"
Merasa terpanggil, Tetsuna memutar tubuhnya. Menatap Pemuda tinggi bersurai merah ombre hitam dengan alis belah dua. "Kenapa kau memakai baju perempuan?" tanyanya heran.
Tetsuna bingung. Tak tahu harus merepon apa. "Ah," Pemuda itu makin bingung. "Apa kau temannya Kuroko Tetsuya?" Yang di tanya mengangguk kaku.
"Aku saudara kembarnya yang tinggal terpisah dengannya," Tetsuna membungkuk. "Namaku, Kuroko Tetsuna"
Kagami—yang tak lain pemuda itu, mengangguk kaku masih tak mempercayai indera pengeliatannya. Dalam benaknya muncul ribuan pertanyaan yang ingin ia ajukan ke Tetsuya nanti.
"Sedang apa kau disini? Apa kau disini bersama Kuroko? Ah, Kuroko Tetsuya maksudku" Kagami salah tingkah. Tangan kanannya mengacak-acak rambutnya.
"Maaf, tapi aku tidak boleh berbicara dengan orang asing" ucapnya datar lalu berjalan meninggalkan Kagami setelah menunduk pamit.
Tangan Kagami seolah bertindak tanpa sepengetahuannya. Tanpa ia sadari, lengannya sudah memegang lengan Tetsuna erat. Gadis itupun tersontak kaget. merasa dirinya dalam bahaya, ia mengambil ancang-ancang untuk pertahanan diri.
"Tenang saja. Aku Kagami, Kagami Taiga. Tetsuya mengenalku. Kita teman sekelas dan satu klub. Lagi pula, sangat berbahaya meninggalkan seorang gadis di tempat seramai ini. Sampai bertemu Tetsuya nanti, aku akan terus bersamamu"
Wajah Tetsuna merona. Mendengar ucapan Kagami yang rasanya sedikit agak dalam. Tapi, Tetsuya? Sepertinya ia harus meluruskan kesalahpahaman ini. "Maaf. Ano, Kagami-kun. Aku kesini tidak bersama Tetsuya. Aku bersama Akashi"
Alis Kagami Terangkat sebelah. "Akashi?"
"Akashi Seijurou. Dia teman sekelasku. Mungkin kau pernah mendengar namanya dari Tetsuya?"
Merasa dunia ini sempit, Kagami tersenyum senang. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh tentang sosok Akashi Seijurou yang konon diakui sebagai pemain basket jenius dan kapten terbaik sejepang. "Hmm, Kuroko-san. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan. Maukah kau ikut makan siang dengan ku sebentar?"
Tetsuna mengangguk. Merasa dirinya juga sedikit lapar.
. . . . .
Chihiro berlari kesana kemari. Pandanganya menyebar megelilingi tempat itu dengan teliti. Ia tak mau ketinggalan satu tempat pun. Dalam hati, ia merutuki keteledorannya tadi. 'kalau mereka bertemu bisa habis aku dan Tetsuya' batinnya cemas.
Ia tak mungkin mengunjungi pusat informasi orang hilang. Tak mau nama Tetsuna di teriakkan seantero Disn*y La*d. Bisa gawat kalau Akashi tau yang berada di sisinya bukan Tetsuna asli. Menelpon Tetsuna pun ia tak berani. Itu sama saja membocorkan rahasia.
Yang akan ia lakukan adalah mengamati gerakan Tetsuna dan berusaha sekeras mungkin menjauhkan gadis itu dari Akashi. Dengan begitu Tetsuna akan merasa Akashi tidak mempedulikannya. Dan Akashi juga tidak sadar kalau ia telah terpisah dengan Tetsuna. Walau Chihiro tahu kalau resikonya adalah keselamatan Tetsuya. Tapi toh, ini juga hasil peikiran Tetsuya. Mau tidak mau pada akhirnya mereka harus menanggung resiko dan berurusan dengan utusan neraka berkepribadian ganda itu.
"Seharusnya aku meminjam ponsel Tetsuya. Agar bisa tahu dimana letak Tetsuna" ucapnya kesal.
. . . . .
"Ano, Akashi-kun. Etto—" Tetsuya ragu. Keringat dingin menghujani keningnya makin deras. "Sampai kapan kau mau menggenggam tanganku" ucapnya datar. Walau dalam hati sudah berdoa semoga setan merah itu tak menyadarinya.
Akashi menoleh lalu menatap Tetsuya lekat. Senyumnya kembali menghiasi bibirnya. "Ini hukumanmu"
Ia Menarik tangan Tetsuya untuk bergegas ke wahana sebelumnya. Merasa dirinya kembali lolos dari maut, Tetsuya tersenyum lega. Walaupun merasakan sedikit keganjilan, tapi langsung ia tepis mentah-mentah. 'Yang penting menghancurkan kencan ini dulu. Baru yang lain'batinnya
. . . . .
"Jadi kalian benar-benar kembar? Waaahhhh, pantas saja kemarin Kuro-eh, Tetsuya bilang kalau selama goldenweek ini ia akan sibuk. Ternyata saudaranya datang berkunjung toh" seru Kagami heboh.
Tetsuna memotong Pancake berbentuk mascot taman hiburan itu dengan anggun. Lalu menyuapkannya ke dalam mulut. "Mungkin" jawabnya datar.
Kagami menatap Tetsuna lekat. Dari atas hingga bawah. Tetsuna pun mengangkat kepalanya lalu menatap Kagami juga. Mata mereka saling bertemu.
BLUSH
Wajah Kagami merah seperti udang rebus. Sedangkan Tetsuna malah menatapnya dengan wajah datar khasnya. "Ada apa? Kagami-kun sakit?"
Kagami menggeleng cepat.
"Oh iya, kalau kau datang bersama Akashi, apa kau sangat dekat dengannya?" Ia mengganti topik agar tidak canggung.
Sang gadis menggeleng lemah. "Hanya teman sekelas" jawabnya singkat.
Kagami mengusap tengkuk leher untuk kesekian kaliya. 'kenapa aku jadi salah tingkah?' batinnya bingung.
. . . . .
Akashi memandang 'gadis' dihadapannya dengan seringai khasnya. "Apa kau cemburu?"
Tetsuya menggeleng. Tentu saja untuk apa ia cemburu? Lagipula cemburu karena apa? Akashi kan hanya menyelamatkan gadis kecil yang tersesat lalu mengantarkannya ke pos informasi untuk di tangani lebih lanjut. "Tidak," ia menghembuskan nafas berat. Bahkan untuk berbicara saja memerlukan nyali yang besar? "Aku tahu fetish terselubungmu berhubungan dengan lolicon, Akashi-kun"
Akashi menyemburkan air mineral yang ia minum.
"Aku bukan lolicon" ucapnya sinis.
"Tentu saja bukan. Kalau iya pasti kau tidak akan menyukai Tetsu—ah aku maksudku"
Tetsuya membuang wajahnya menatap kincir angin raksasa yang berada cukup jauh di sebrangnya. 'ah, apa nii-san sudah menjalankan misinya dengan baik?' batinnya penasaran.
"Kau cemburu kan?" Akashi mengulang pertanyaan konyolnya,
Sungguh. Jika di hadapannya bukan setan merah titisan neraka, maka Tetsuya akan menyiram wajah orang itu dengan air putih di hadapannya. Kalau di tanya kenapa, ia tidak mengerti. Emosinya terlalu memuncak hingga pikirannya menjadi tak jernih.
Tapi beruntung bagi Akashi, karena Tetsuya adalah anak berbakti yang rajin menabung serta masih sayang nyawa. Demi keberhasilan misinya, Tetsuya harus tetap tenang.
"Tentu saja-"
"Pada Tetsuna?"
GLEK.
Pendengarannya tidak salahkan? Akashi tidak menyebut nama Tetsuna kan? Jelas-jelas Tetsuna adalah dirinya. Ah, bukan. Diri sementaranya.
Tubuh Tetsuya bergetar. Hormon adrenalinnya meningkat.
"Kau cemburu makanya kau menyamar jadi dia kan, Tetsuya?"
'Mati! Mati! Mati!' Jika Tetsuya memiliki D*ath Not* seperti milik Yagam* l*ght, maka dengan senang hati ia akan menulis nama Akashi Seijurou sekarang juga. Kalau perlu di ukir!
"Bi-bicara apa kau Akashi-kun? Kenapa kau menyebut nama saudara kembarku? Apa kau mabuk setelah bermain komidi putar?" nadanya bergetar. Tapi wajah tetap datar.
Akashi memegang dagu Tetsuya. Mendekatkan wajahnya dengan wajah pemilik surai baby blue itu. Lalu berbisik tepat di telinganya "Kau tidak bisa menipuku, Tet-su-ya"
Ah, seseorang tolong telepon jasa pembuatan peti mati. Sepertinya sekarang Tetsuya membutuhkan satu.
TBC
KYAAA! Untuk chap selanjutnya Ha-chan tidak janji akan update tepat waktu yaa :"( mengingat sebentar lagi jadwal perkuliahan akan segera dimulai./bow/
Terima kasih telah bersedia membaca fic abal ini minna~
Arigatou Gozaimasu~
