L&J

Title : Our Simple Love

Cast : Kwon SoonYoung and Lee SeokMin

Pairing : SeokSoon

Genre : Romance Maybe hahahahaha just see

Length : Oneshoot? Two shoot? Or Multichap? Up to you readear-nim

Desclaimer : Semuanya milik Tuhan, agensi, keluarga dan yang merasa memiliki mereka, yang pasti gue cuman minjem nama ama figure mereka doing, story line milik gue ama Ji

Warning flame boleh, kritik boleh cuman satu kata lanjut juga boleh, mau jadi seder? Mangga.. dan maafkeun banyak typo maklum mata udah minus 6 #plak ok happy reading guys!

Diamond's Life

Present

1

2

3

Hari ini, seperti hari biasanya, Hoshi berjalan dengan riang menuju sekolah, sekali-kali terdengar senandung lirih dari bibir cherrynya, tak lupa juga beberapa gerakan dance yang simple ia peragakan, tak acuh dengan beberapa orang yang menatapnya aneh, sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Tapi tanpa seorangpun tahu, ada seseorang di sudut jalan sana yang tengah menatap Hoshi dengan pandangan memuja, sebuah senyum cerah terukir di wajah namja tampan itu.

"Aku harap aku bisa dekat denganmu" Gumamnya sembari berjalan santai di belakang Hoshi.

Perjalanan menuju sekola yang selalu sama semenjak dua tahun lalu, dimana si pemuda Kwon yang berjalan di depan dengan ceria dan seorang pemuda yang berjalan santai beberapa meter di belakang Hoshi sembari memamerkan senyuman indahnya, senyum yang kadang membuat sang surya malu untuk menampakan dirinya.

888

Hari sudah beranjak sore waktupun sudah menunjukan pukul 4.50 PM KST. Sekolahan tempat Hoshi menimba ilmupun sudah cukup sepi, walau ada beberapa orang yang masih ada kegiatan klub.

Di belakang gedung sekolah yang merupakan gedung tua terdengar suara music yang samar-samar, jika ada yang melewati belakang gedung sekolah itu dan mendengar samar-samar suara music yang menghentak itu, pasti akan berpikir pada hal yang mistis, karena memang gedung yang berada di belakang sekolah adalah gedung yang tak terpakai bahkan kabarnya berhantu jadi sangat jarang orang yang melewati belakang sekolah.

Mari kita intip sebenarnya apa yang terjadi dalam gedung tua itu.

Terlihat ruangan yang cukup besar dengan banyaknya tumpukan meja dan kursi yang tak terpakai, kesannya memang tua namun cukup terawat bahkan di sudut ruangan yang entah mengapa terdapat banyak cermin itu, ada sebuah tape yang terlihat baru dan tengah memutar lagu Chris Brown berjudul Love more.

Seorang pemuda manis tengah menggerakan tubuhnya dengan begitu lihai, mengikuti tempo lagu yang menghentak. Keringat terlihat bercucuran dari tubuh semampainya yang hanya berbalut kaos putih tipis yang mencetak jelas lekuk tubuhnya juga celana jins sepaha yang longgar, membuat penampilannya begitu memukau, belum lagi dengan gerakan dance yang sangat indah dipandang.

Pemuda manis, yang ternyata adalah Hoshi itu memandang dirinya dengan intens di cermin, sedikit tersenyum saat sadar gerakan dancenya sudah memasuki tahap 'lumayan'.

"Aku akan terus berusaha dan menunjukan bahwa aku patut untuk di hargai" Ucapnya dengan nada kepercayaan diri yang tinggi, entah karena terlalu focus pada pemikirannya sehingga ia tidak melihat bayangan seorang pemuda tampan yang tengah mengintipnya dan mengeluarkan senyum carahnya.

"Aku percaya kau akan diakui, kau hanya perlu untuk terus berusaha," Bisiknya pelan dan buru-buru merundukan tubuhnya saat Hoshi menengokan kepalanya kebelakang.

"Aku kira tadi ada orang," Gumamnya sembari memiringkan kepalanya imut. "Mungkin hanya halusinasi," Lanjutnya lagi sambil berjalan menuju tempat dimana tasnya tergeletak. Sementara itu si pelaku pengintipan memegang dadanya yang berdebar keras sambil berucap.

"Untung saja tidak ketahuan" Sepertinya si pengintip masih di lindungi Tuhan.

888

Hari sudah beranjak petang, udara mulai mendingin langitpun telah mencurahkan air matanya, membuat petang ini terlihat benar-benar kelabu.

Hoshi dengan penampilannya yang sudah basah kuyup berlari menuju halte bus yang sepi, dimana hanya ada seorang pemuda yang ia kira seusianya tengah duduk di bangku halte paling ujung.

"Aish, kenapa juga harus turun hujan! Akukan tidak membawa payung," Ucapnya sembari menatap awan kelabu yang masih betah untuk menurunkan titik jenuhnya.

Sebuah tangan besar menyodorkan sehelai handuk putih, membuat Hoshi mengalihkan pandangannya dari langit kelabu, menatap handuk itu dan bergantian menatap sang pemberi handuk yang tengah tersenyum hangat padanya.

"Pakai ini, rambutmu basah," Ucap pemuda yang memberinya handuk, pemuda itu menaruh handuknya di kepala Hoshi, membuat Hoshi sedikit menggerutu, namun samar-samar terlihat semburat pink di pipinya.

"Kau, Hoshi dari kelas 2-Akan? Aku Doekyeom dari kelas 2-G, salam kenal" Ucap pemuda itu yang kini malah mengeringkan rambut Hoshi dengan handuk putih itu.

"Te-terimakasih tapi aku bisa sendiri," Ucap Hoshi gugup, membuat pemuda bernama Doekyeom itu tersenyum semakin lebar, tidak lagi mengusak rambut Hoshi.

Doekyeom beranjak dari samping Hoshi untuk duduk di bangku yang ada disana, namun kini memilih untuk duduk di belakang tubuh Hoshi.

Keheningan melanda keduanya, Hoshi yang masih betah berdiri dengan Doekyeom yang tengah memperhatikan punggung Hoshi yang terlihat sempit.

"Uh~~ Pegal," Gumam Hoshi, namun telinga DK yang tajam menangkap perkataan Hoshi, membuatnya menggelengkan kepala. Kalau pegal seharusnya pemuda berambut abu kebiruan itu duduk bukannya hanya bergumam. Tanpa peringatan DK berjalan kearah Hoshi menarik bahu Hoshi, membuat pemuda manis kelahiran juni itu menjerit kaget.

"Ya! Apa yang kau lakukan Doekyeom-sshi?!" DK sang pelaku hanya tersenyum manis tak begitu peduli, hanya mendudukan pemuda itu di bangku dan mendudukan dirinya di sebelah Hoshi.

Hoshi hanya menatap tak percaya pemuda di sebelahnya, sebelum diam-diam tersenyum.

Hening kembali melingkupi mereka. Hening yang menyenangkan. Hanya ada suara air hujan yang bercumbu dengan aspal dan petir yang menggelegar, eh petir? Bukankah si pemuda manis sangat takut petir?

Hoshi menutup telinganya begitu petir terdengar, membuat DK menatap Hoshi lamat, memperhatikan ekspresi takut sang pemuda manis.

"Kau takut petir?" Tanya DK membuat Hoshi mengangguk.

HAP.

DK menyampirkan blazernya pada tubuh Hoshi yang hanya memakai kaos putih, lalu memeluk Hoshi dari samping, membuat Hoshi sedikit menegang.

"A-" Baru saja akan melemparkan protesannya, suara petir sudah terdengar lagi membuat Hoshi makin mendekatkan diri pada DK, merasakan kehangatan dan detak jantung DK yang tidak normal, sama seperti detak jantungnnya yang berdetak amat kencang.

Hey! Kadang cinta itu tidak tahu kapan akan datang, bahkan saat seperti ini saja cupid baru memanah hati seorang Kwon SoonYoung untuk Lee SeokMin.

888

"Terima kasih sudah mau mengantarkanku, padahal sebenarnya tidak perlu," Ucap Hoshi pada DK. Saat ini DK dan Hoshi tengah berada di depan rumah keluarga Kwon. Keluarga Hoshi.

DK hanya tersenyum menanggapi ucapan terimakasih sang pujaan hati.

"Sama-sama, lagipula rumahku berada 3 rumah dari rumahmu," Ucap DK santai, membuat Hoshi mengedipkan matanya tak percaya.

"Heh? Benarkah?" Tanya Hoshi tidak percaya.

"Benar, sejak 2 tahun lalu malah," Jawab DK, Hoshi hanya menelengkan kepalanya tidak percaya.

"Kenapa aku tak pernah melihatmu?" Tanya Hoshi lagi sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Karena kau terlalu larut dalam duniamu," DK tersenyum cerah, kali ini ia mengusak rambut biru keabuan Hoshi dengan sayang.

"Sudahlah, jangan terlalu banyak bertanya, masuk kedalam sana, adik dan ibumu sudah menunggu," Hoshi yang ingin melontarkan pertanyaan lagi menengok kebelakang dan mendapati adik dan ibunya yang tengah menunggu di depan pintu rumah.

"Sampai ketemu besok!" DK membalikan tubuh Hoshi secara paksa, membuat mau tak mau Hoshi berjalan menuju arah ibu dan adiknya.

Pemuda manis itu beberapa kali menengok kearah DK yang masih betah menatapnya sambil tersenyum ramah –entah padanya atau kepada ibunya-

"Itu pacar Hyung?" Tanya adik Hoshi –Kwon SoonGeum- membuat Hoshi langsung menyuruh SoonGeum masuk, tak ingin kata-kata SoonGeum terdengar oleh DK yang masih saja menatapnya.

"Aku tak menyangka ini!" Ujar DK sambil melompat-lompat riang, bermaksud pulang ke rumahnya.

888

Pagi telah menyapa dunia. Hoshi bergegas keluar dari rumahnya, jam yang melingkar ditanganya sudah menunjukan pukul 7.15 menit, ia hanya punya waktu 10 menit lagi untuk berangkat tepat waktu ke sekolah.

"Huwah! Aku terlambat!" Teriaknya sambil berlari-lari, membuat beberapa orang menatapnya dengan pandangan maklum.

Kring..Kring…

"Butuh tumpangan?" Suara bel sepedah menyapa indra pendengaran Hoshi dan mendapati DK yang sedang mengayuh sepedahnya di sebelahnya.

"YA! Doekyom-sshi! Aku ikut!" Ucapnya heboh pada DK yang sudah memberhentikan sepedahnya.

"Baiklah! Tapi ada syaratnya~~~ " DK menaik-turunkan alisnya.

"A-apa syaratnya?"

"Kau harus mau menjadi…."

To Be Continued

WUAH~~~ senang dengan review kalian, maaf ya lama, BTW init uh cerita sebelum Hoshi n DK jadian hehehehe. Mau lanjut gak? Jan lupa review lagi ya? Love Uall.

Maaf belum bisa bales review, ini laptop dapet bajak punya temen :D

Buat kak Fa, hey! FFmu chap 1 udah mau rampung, tinggal dirimu edit heheheh :D